Claim Missing Document
Check
Articles

Improving Mathematical Critical Thinking Skills through Problem-Based Learning in Correlation Analysis for High School Students Saepulrohman, Ipung; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i2.3161

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pokok bahasan Analisis Korelasi. Subjek penelitian yaitu 36 siswa kelas XI SMAN 16 Garut semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Studi dilaksanakan selama dua siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data melalui tes serta non tes. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dari 69,4% pada siklus I menjadi 80,5% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sehingga layak menjadi alternatif strategi pembelajaran aplikatif di kelas. This study is classified as Classroom Action Research (CAR) aimed at developing students' mathematical critical thinking skills through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model on the topic of Correlation Analysis. The research subjects consisted of 36 eleventh-grade students from SMAN 16 Garut during the second semester of the 2024/2025 academic year. The study was conducted over two cycles, encompassing the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using both test and non-test instruments. The data analysis was carried out using both quantitative and qualitative descriptive techniques. The results revealed that the average score of students’ critical thinking skills increased from 69.4% in the first cycle to 80.5% in the second cycle. These findings suggest that the PBL model is effective in enhancing students’ mathematical critical thinking skills and is therefore suitable for use as an alternative instructional strategy in the classroom.
Assisting Mathematics Teachers in Designing Differentiated Instruction Based on Contextual Learning Maryati, Iyam; Azkiah, Firza; Apriyanti, Hilma Siti Nur; Yani, Indri
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 5 No 4 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment (November)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v5i4.1062

Abstract

This community service program aims to assist mathematics teachers in designing differentiated instruction based on contextual learning. The background of this activity is the need to enhance teachers’ capacity in developing learning strategies that accommodate differences in students’ abilities, interests, and learning styles, so that the learning process becomes more inclusive and meaningful. The method used is descriptive, consisting of training, discussions, and mentoring in lesson design practices. This program emphasizes the application of differentiation principles in the context of mathematics learning that is relevant to everyday life. The results show that teachers gained a better understanding of differentiated instruction and were able to integrate contextual approaches into their lesson designs. Thus, this program is expected to strengthen teachers’ competencies in creating adaptive and relevant learning experiences that support 21st-century skills development.
Efektivitas Metode Pembelajaran Think Talk Write untuk Meningkatkan Kualitas Perkuliahan Aljabar dan Trigonometri Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2015): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v4i3.335

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Aljabar dan Trigonometri, mendeskripsikan tanggapan mahasiswa terhadap metode pembelajaran Think Talk Write , dan meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Pembelajaran Kontekstual Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i1.339

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya untuk mengungkapkan pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMP, sebagai dampak dari penggunaan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran konvensional dalam pembelajaran matematika. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis instrumen yaitu, 1) tes pemecahan masalah matematik yang bertujuan untuk mengukur kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematik siswa setelah pembelajaran, dan 2) skala sikap yang berfungsi untuk mengungkapkan pendapat siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen.Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa 1) Kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematik pada kelompok siswa yang menggunakan pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang yang belajar dengan pembelajaran konvensional. 2) skala sikap siswa terhadap proses pembelajaran kontekstual menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan ketersetujuannya terhadap aktivitas pembelajaran yang berlangsung selama penelitian.
Peningkatan Kemampuan Penalaran Statistis Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Pembelajaran Kontekstual Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.435

Abstract

Artikel ini menyajikan apa itu pembelajaran kontekstual dan apa saja karakteristiknya? Apa itu kemampuan penalaran statistis? Mengapa pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan kemapuan penalaran statistis siswa Sekolah Menengah Pertama? Kemampuan penalaran statistis sangat penting dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Pertama, karena dengan kemampuan penalaranr statistis ini siswa dapat memiliki kompetensi dalam hal: 1) memahami informasi-informasi statistis yang tersurat maupun yang tersirat pada setiap permasalahan yang dihadapi. 2) Pemahaman yang baik terhadap bagaimana cara memilih, menyajikan, mererduksi, dan mempresentasikan data yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada. 3) pemahaman dan penalaran yang baik terhadap proses statistis secara keseluruhan termasuk setiap perhitungan yang terlibat dalam proses tersebut. 4) pemahaman untuk memecahkan masalah secara statistis berdasarkan data yang ada, dan menginterprestasikannya dalam pengambilan keputusan yang dapat berlaku secara umum. Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan penalaran statistis tersebut harus mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama. Model pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk siswa Sekolah Pertama salah satunya adalah pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Pendekatan pembelajaran kontekstual ini mengambil permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari atau permasalahan yang disimulasikan dengan dialog, diskusi,, tanya jawab, dan representasi. Aktivitas pengajaran kontekstual yang dikembangkan adalah: a) belajar berbasis masalah, b) belajar dengan multi konteks, c) belajar mandiri, d) penilaian otentik, dan e) masyarakat belajar.
Integrasi Nilai-Nilai Karakter Matematika melalui Pembelajaran Kontekstual Maryati, Iyam; Priatna, Nanang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 3 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.456

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang mengarah kepada pembentukan karakter peserta didik dengan menitiberatkan pada keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan yaang kondusif. Bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter matematika seperti jujur, demokrasi, bertanggungjawab, mandiri, disiplin, kerja keras, kreatif, dan rasa ingin tahu. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika tetap harus berlandaskan pada nilai-nilai universal. Pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter dapat ditempuh dengan langkah-langkah : a) Menggunakan nilai-nilai budaya dan karakter yang memperlihatkan keterkaitan antara Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan; b) Mencantumkan nilai-nilai budaya dan karakter itu ke dalam silabus; c) Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera pada silabus ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; d) Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; e) Memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. Oleh karena itu diharapkan setiap peserta didik mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut adalah pembelajaran kontekstual yang membantu guru dalam memotivasi siswa untuk mengaitkan pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan sehari-hari. Karakter apa sajakah yang dapat dikembangkan pada mata pelajaran matematika? Dan model pembelajaran apa yang dapat diterapkan untuk mengembangkan karakter matematika? Dengan menggunakan metode penelusuran literatur, artikel ini menyajikan tentang integrasi nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran matematika melalui model pembelajaran kontekstual. Character education is an effort to improve the quality of process and learning outcomes that lead to the formation of the character of learners by focusing on exemplary, habituation, and the creation of a conducive environment. Aims to inculcate the values ​​of mathematical characters such as honest, democratic, responsible, independent, disciplined, hard work, creative, and curiosity. The character values ​​developed in mathematics learning must still be based on universal values. Integrating character education values ​​can be pursued by the following steps: a) Using cultural values ​​and characters that show the linkage between Core Competence and Basic Competence with values ​​and indicators to determine the value to be developed; b) Include the cultural and character values ​​into the syllabus; c) Include the values ​​listed in the syllabus into the Lesson Plans; d) Develop an active learning process of learners that enable learners to have opportunities to internalize values ​​and demonstrate them in appropriate behaviors; e) Provide assistance to learners, whether it is difficult to internalize the value or to show it in behavior. Therefore, it is expected that every student can internalize these values ​​into the behavior of everyday life through the learning process, both in the classroom and outside the classroom. Learning that can internalize these values ​​is contextual learning that helps teachers in motivating students to relate knowledge learned to everyday life. What are the characteristics that can be developed on math subjects? And what learning model can be applied to develop math character? Using the literature search method, this article presents the integration of character values ​​in mathematics subjects through a contextual learning model.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Pola Bilangan di Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.475

Abstract

Artikel ini menyajikan bagaimana model Pembelajaran Berbasih Masalah diterapkan pada materi pola bilangan di kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar bagaimana belajar. Adapun langkah-langkah dari model pembelajaran tersebut memiliki 5 tahapan yaitu 1) Tahap orientasi peserta didik pada masalah, 2) Tahap mengorganisasi peserta didik dalam belajar. 3) Tahap membimbing penyelidikan secara individu maupun kelompok. 4) Tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya. 5) Tahap menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Selanjutnya bagaimana aktifitas guru dan siswa dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam materi pola bilangan akan dibahas dalam artikel ini.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Materi Statistika Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 3 (2018): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.528

Abstract

Artikel ini merupakan studi literatur yang betujuan untuk mendeskripsikan Model Pembelajaran Berbasis Proyek yang diterapkan dalam materi statistika pada siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Dalam artikel ini juga menyajikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan telaah literatur dari penelitian yang relevan diperoleh kemampuan lierasi dan penalaran statistis baik siswa SMP maupun SMA masih dalam kategori rendah. Hal ini terjadi karena sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan. Dalam model pembelajaran berbasis proyek ini guru diberikan kesempatan untuk melakukan pembelajaran yang melibatkan kerja proyek. Hasil akhir dari kerja proyek tersebut dapat berupa laporan dan presestasi. Adapun penilaian tugas proyek diawali dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan akhir tugas proyek. Oleh karena itu model pembelajaran berbasis proyek dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran. This article is a literature study that aims to describe the Project-Based Learning Model that is applied in statistical material for students of grade VIII of junior high school. In this article also presents a Learning Implementation Plan (RPP) as an alternative to the implementation of learning. Based on the review of literature from relevant research, it was found that the ability and statistical statistics of junior and senior high schools were still in the low category. This happens because very much of the text by the learning model is applied. In the learning, project, development, development, and development models. The result of the work can be in the form of reports and presentations. Arrange the work done from the project planning, implementation, and final project. Therefore, project-based learning models can be used as an alternative to learning.
Peningkatan Kemampuan Literasi Statistis melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek yang Dimodifikasi Priyambodo, Sudi; Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2019): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.561

Abstract

Kemampuan literasi statistis siswa sekolah menengah pertama masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan tersebut dengan melakukan inovasi terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Berkaitan dengan peningkatan kemampuan literasi statistis tersebut diterapkan model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi. Metode dalam penelitian ini metode kuasi-eksperimen dengan instrumen penelitian soal tes berupa indikator kemampuan literasi statistis. Subjek penelitian siswa kelas VIII pada Madrasah Tsanawiyah berjumlah 36 orang siswa. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kemampuan literasi statistis yang signifikan antara siswa yang mendapat model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi dengan model pembelajaran ekspositori. Model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan literasi statistis.
Pembelajaran Berbasis Masalah dan Inkuiri dalam Kemampuan Representasi Matematis Maryati, Iyam; Monica, Vera
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.666

Abstract

Urgensi kemampuan representasi matematis dalam kehidupan nyata mendorong dilakukannya penelitian ini. Penerapan kegiatan proses pembelajaran yang tepat sangat diperlukan dalam peningkatan kemampuan representasi matematis ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kemampuan representasi dan peningkatan matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Pembelajaran berbasis Masalah dan model pembelajaran Inkuiri, menganalisis sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran Inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen pada pokok bahasan Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X pada salah satu SMA di Kabupaten Garut sebanyak 66 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan representasi matematis siswa, lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran Inkuiri. Dapat dikatakan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan representasi matematis siswa. The urgency of the ability of mathematical representation in real life drives the life of this research. The application of appropriate learning activities is very necessary for increasing the ability of this mathematical representation. The purpose of this study was to analyze the mathematical representation and improvement abilities of students who received the Problem-based learning model and the Inquiry learning model, to analyze students' attitudes towards mathematics learning who received the problem-based learning model and the Inquiry learning model. The research method used is quasi-experimental on the subject of Two-Variable Inequality Systems. The population in this study were all class X students at one of the high schools in Garut Regency for the 2019/2020 academic year with a total sample of 66 students. The instruments used were tests of students' mathematical representation abilities, observation sheets, and questionnaires. The results of the study concluded that the mathematical representation abilities of students who received the problem-based learning model were better than those who received the Inquiry learning model. It can be said that Problem Based Learning has a positive influence on students' mathematical representation abilities.