Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Representasi Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Inkuiri Maryati, Iyam; Suryaningsih, Fitri
PRISMA Vol 10, No 2 (2021): PRISMA Volume 10 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v10i2.1308

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan representasi matematis ditinjau dari kemandirian bealjar antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah dan inkuiri. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X MIA 1, dan X MIA 3 di MAN 2 Garut tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Adapun Teknik pengumpulan data dengan triangulasi data, instrument yang digunakan yaitu soal tes kemampuan representasi matematis dan lembar angket kemandirian siswa. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data, analisis, dan pengujian hipotesis, maka didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah dan inkuiri; (2) Tidak terdapat perbedaan representasi matematis ditinjau dari kemandirian belajar antara siswa  yang mendapatkan model model pembelajaran berbasis masalah dan inkuiri; (3) Kemandirian belajar siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah berinterpretasi baik; (4) Kemandirian belajar siswa terhadap model pembelajaran inkuiri berinterpretasi baik.
Kesalahan Siswa SMP pada Soal Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Teori Newman Rahmayanti, Irna; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.873

Abstract

Salah satu faktor rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah karena siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Bagaimanapun, matematika membutuhkan ketelitian dalam perhitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam pemecahan masalah berdasarkan prosedur teoritis Newman dan untuk mengetahui mengapa siswa melakukan kesalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII kelas VIII tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 4 orang di Kp Cilengkeng Ds Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, soal tes, dan wawancara, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan hanya pada tahap memahami masalah sebanyak 31,25%, sedangkan pada tahap keterampilan proses sebanyak 50% dan pada tahap menulis jawaban akhir sebanyak 12,50%. Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu memahami soal dengan baik, kurang paham dengan soal yang diberikan peneliti, tidak mampu mentransformasi kalimat bahasanya untuk menyusun langkah-langkah membuat diagram garis, tidak meluangkan waktu dengan baik. , tidak berhati-hati, cepat dan tidak. dapat menyimpulkan masalah menggunakan kalimat bahasa mereka. One of the factors of the low ability of students' mathematical problem solving is because students think that mathematics is a difficult subject. After all, mathematics requires accuracy in calculations. The purpose of the study was to determine the types of students' mistakes in problem-solving based on Newman's theoretical procedures and to find out why students made these mistakes. The research method used is qualitative. The research subjects were 4 grade VIII students for the 2020/2021 academic year at Kp Cilengkeng Ds Wangunjaya, Banjarwangi District. The data collection techniques used observation, test questions, and interviews, while the data analysis techniques used the Milles and Huberman model. The results showed that students made mistakes only at the stage of understanding the problem as much as 31.25%, while at the stage of process skills as much as 50% and at the stage of writing the final answer as much as 12.50%. The factors that cause students to do this are not being able to understand the questions well, not being familiar with the questions given by the researcher, not being able to transform their language sentences to compile steps to make a line diagram, not taking good time, not being careful, hurry and not. can conclude a problem using their language sentences.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Model Problem Based Learning dan Probing Prompting Learning Silviana, Suwanti; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.903

Abstract

Kemampuan representasi matematis siswa rendah. Upaya meningkatkan kemampuan representasi matematis diantanya melakukan inovasi model pembelajaran. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan dan kualitas peningkatan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran problem-based learning dengan probing prompting learning, beserta respon sikap siswa. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP swasta di Garut tahun ajaran 2018/2019, sampelnya yaitu kelas VIII-A dan VIII-B. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran problem-based learning dengan probing prompting learning, kualitas peningkatan kemampuan representasi matematis siswa kedua kelas berinterpretasi sedang, dan sikap siswa berinterpretasi baik. Model pembelajaran problem-based learning dengan probing prompting learning dapat digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis. The students' mathematical representation ability is low. Efforts to improve mathematical representation skills include innovating learning models. The purpose of the study was to analyze the differences and quality of improvement in mathematical representation skills between students who received the problem-based learning model with probing prompting learning, along with student attitude responses. The research method is quasi-experimental. The population is all class VIII students of one of the private junior high schools in Garut for the 2018/2019 academic year, the samples are class VIII-A and VIII-B. The results showed that there were differences in the ability of mathematical representation between students who received the problem-based learning model with probing prompting learning, the quality of improving the mathematical representation ability of students in both classes had moderate interpretation, and students' attitudes had good interpretations. A problem-based learning model with probing prompting learning can be used in learning to improve mathematical representation abilities.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP pada Materi Segiempat dan Segitiga di Kampung Sukagalih Indriana, Lidia; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.962

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah bisa disebabkan oleh karakter matematika yang sukar dan menyeramkan menurut siswa. Kemampuan pemecahan masalah memberikan manfaat yang besar kepada siswa dalam melihat relevansi antara matematika dengan mata pelajaran yang lain, serta dalam kehidupan nyata. Untuk mencapai kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena kemampuan untuk menerapkan dalam matematika dilakukan secara individual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah pada materi Segiempat dan Segitiga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berada di kampung Sukagalih sebanyak 3 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis disertai wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kampung Sukagalih termasuk dalam kategori sedang. The low problem-solving ability can be caused by the difficult and scary character of mathematics according to students. Problem-solving skills provide great benefits to students in seeing the relevance of mathematics to other subjects, as well as in real life. Achieve students' problem-solving skills in mathematics is not an easy thing because the ability to apply mathematics is done individually. The purpose of this study was to analyze the mathematical problem-solving ability of junior high school students in solving problems on the material of quadrilaterals and triangles. The subjects of this study were class VIII students in the village of Sukagalih as many as 3 students. The instrument was used in the form of a written test accompanied by interviews. This research is qualitative descriptive research with a descriptive analysis method. The results of this study indicate that the mathematical problem-solving ability of students in Sukagalih village is included in the medium category.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP terhadap Materi Segiempat Khoerunnisa, Resa; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1094

Abstract

Kemampuan representasi matematis dibutuhkan siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal. Fakta menunjukkan diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian bertujuan menganalisis kemampuan representasi matematis siswa SMP kelas VIII pada materi segiempat. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dokumentasi, dan catatan peneliti. Teknik analisis data dillakukan dengan model analisis Milles dan Huberman. Subjek penelitian adalah enam orang siswa SMP kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan representasi visual dikuasai siswa tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab, representasi gambar hanya dikuasai oleh beberapa siswa karena sebagian lainnya kurang percayaan diri, representasi persamaan atau ekspresi matematika hanya dikuasai oleh satu orang siswa karena sebagian besar siswa tidak memahami bagaimana pengerjaan materi yang terdapat pada soal, dan pada representasi kata dapat dikuasai oleh semua siswa, tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab karena tidak tahu bagaimana pengerjaan soal yang digunakan. Mathematical representation skills are needed in understanding the material and solving problems. The facts show that efforts are needed to improve students' mathematical representation abilities. This research aims to analyze the mathematical representation ability of VIII grade junior high school students on quadrilateral material. The research method is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out through written tests, interviews, documentation, and researcher notes. The data analysis technique was carried out using the Milles and Huberman analysis model. The research subjects were six grade VIII junior high school students. The results showed that visual representations were mastered by students but when given other cases students could not answer, image representations were only mastered by some students because others lacked confidence, representations of equations or mathematical expressions were only mastered by one student because most students did not understand how to work. the material contained in the questions, and the word representation can be mastered by all students, but when given another case students cannot answer because they do not know how to work on the questions used.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Statistika Sriwahyuni, Krisnawati; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i2.1109

Abstract

Kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis menyebabkan siswa mengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal statistika. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri Pakenjeng. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes, wawancara, dan catatan penelitian, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan capaian untuk indikator mengidentifikasi kecukupan data sebanyak 19%, untuk indikator membuat model matematika dari situasi atau masalah sehari- hari sebanyak 56,25%, untuk indikator menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah matematika atau diluar matematika sebanyak 62,50%, dan untuk indikator menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal serta memeriksa kebenaran hasil sebanyak 62,50%. Secara keseluruhan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi statistika berada pada kualifikasi rendah sehingga perlu untuk ditingkatkan. Lack of mathematical problem-solving ability causes students to have difficulty solving problem-solving problems. This study aims to determine the mathematical problem-solving ability of students in solving statistical problems. The research method is qualitative with a descriptive type. The research subjects consisted of 4 students of class IX in one of the SMP Negeri Pakenjeng. Data collection techniques used test questions, interviews, and research notes, then analyzed using data reduction, data presentation, and concluding/verification. The results showed that the achievement for indicators identified data adequacy as much as 19%, for indicators making mathematical models of situations or everyday problems as much as 56.25%, for indicators applying strategies to solve math problems or outside mathematics as much as 62.50%, and for indicators explain or interpret the results according to the original problem and check the correctness of the results as much as 62.50%. Overall, students' mathematical problem-solving abilities in statistics material are of low qualification so they need to be improved.
Efektivitas Penerapan Model Kooperatif Tipe Generative Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Mardiani, Dian; Putri, Kamelia; Sina, Zulkarnain; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1561

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model kooperatif tipe generative learning. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain yang digunakan yaitu pre-experimental. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII dan sampel penelitian adalah kelas VIII-E salah satu SMP di kota Garut. Berdasarkan hasil uji-t dan uji-z diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model kooperatif tipe generative learning efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. This research aims to determine the application of the generative learning type cooperative model. The type of research is quantitative with a quasi-experimental method and the design used is pre-experimental. The research population was all class VIII students and the research sample was class VIII-E, one of the junior high schools in the city of Garut.  Based on the results of the t-test and z-test, it was concluded that the application of the generative learning type cooperative model was effective on students' mathematical problem-solving abilities.
Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa Sekolah Menengah Atas dalam materi Aljabar Maryati, Iyam; Nurkayati, Nurkayati
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 16 No. 2: December 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v16i2.40007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa Sekolah Menengah Atas pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel  secara keseluruhan kemampuan siswa, berdasarkan kategori kemampuan, dan berdasarkan kemampuan setiap indikator kemampuan berpikir kreatif matematis. Subjek penelitian adalah siswa dari kelas X sebanyak 30 siswa pada salah satu Sekolah Menengah Atas di kota Garut, Jawa Barat-Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif dan wawancara. Indikator kemampuan berpikir kreatif yang diukur meliputi: fluency (berpikir lancar); flexibility (berpikir luwes); originality (keaslian); elaboration (berpikir elaborasi). Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara keseluruhan kemampuan berpikir kreatif sebesar 60,65% termasuk kategori cukup; (2) berdasarkan kategori kemampuan berpikir kreatif matematis menunjukkan bahwa 86,25% siswa berkemampuan sangat baik, 73,92% kategori baik, 53,31% kategori cukup, dan 35,00% kategori kurang; (3) kemampuan berpikir kreatif berdasarkan indikator a) Fluency siswa  sebesar 56,67% (kategori cukup), b) Flexibility siswa 26,67% (kategori kurang), c) Originality siswa sebesar 40,00% (kategori cukup), dan d) Elaboration siswa sebesar 46,67% (kategori cukup). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa masih belum optimal dan memerlukan perhatian bagi pendidikan dan pemangku kebijakan pendidikan. Analyzing mathematical creative thinking skills of senior high school students in Algebra AbstractThis study aims to analyze the mathematical creative thinking skills of senior high school students in solving two-variable linear equation systems problems generally, based on the ability category, and on the ability of each indicator of the mathematical creative thinking ability. The research subjects are 30 grade X students of one of the high schools in the city of Garut, West Java-Indonesia. This research is a qualitative descriptive study employed the purposive sampling technique. The research instrument includes a creative thinking skills test and interview guide. The indicators of creative thinking abilities that are measured include fluency, flexibility, originality, elaboration. The results show: (1) the ability to think creatively has a percentage of 60.65% (sufficient category); (2) the mathematical creative thinking ability: 86.25% in very good category, 73.92% in good category, 53.31% in moderate category (53.31%), and 35.00% in an insufficient category; (3) the ability to think creatively based on indicators shows a) fluency has a percentage of 56.67% (sufficient category, b) flexibility has a percentage of 26.67% (poor category), c) originality has a percentage of 40.00 % (sufficient category), and d) elaboration has a percentage of 46.67% (sufficient category). This implies that teachers and policymakers need to pay attention to students' mathematical creative thinking skills. 
Literature review: Implementation of realistic mathematics education on mathematical representation skills Lestari, Liya; Maryati, Iyam; Sundayana, Rostina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i1.1753

Abstract

Riset ini didasarkan atas kemampuan representasi siswa yang masih lemah sebab proses belajar mengajar tidak secara maksimal mengikutsertakan siswa untuk mengotak-atik benda di lingkungan sekitar sebagai proses awal untuk menguasai konsep matematika. Adapun tujuan riset ini adalah melakukan kajian literatur terkait dengan implementasi RME terhadap kemampuan representasi matematis siswa menggunakan metode yang SLR (Systematic Literature Review), yang didasarkan pada penelitian terdahulu yang relevan mengenai RME dan kemampuan representasi matematis. Dari pencarian menggunakan kata kunci, ditemukan sebanyak 28 artikel terkait. Kemudian, artikel-artikel tersebut dipilih 12 artikel jurnal yang memiliki topik penelitian relevan yang ter-indeks Google Scholar, Sinta 2, Sinta 3, dan Sinta 5. Artikel-artikel yang diperoleh, merupakan hasil dari pencarian data di base Google Scholar dan Mendeley. Hasil riset mengungkapkan bahwa analisis implementasi RME pada kemampuan representasi matematis efektif digunakan.
Literature review: Application of students' mathematical communication skills on collective materials in junior high schools Capriati, Zhesi; Maryati, Iyam; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2022): September - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i3.1950

Abstract

Pentingnya komunikasi matematis untuk siswa yaitu tidak hanya menjadi alat berpikir yang membantu siswa tetapi untuk mengembangkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis di SMP dengan pembelajaran matematika materi himpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review). Penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan dalam pemahaman, menerapkan prinsip dan kesulitan dalam keterampilan berada pada kualifikasi yang rendah. Hal ini karena siswa mengalami kesulitan memahami maksud yang terdapat pada soal, membuat model matematis, menyelesaikan masalah matematis, dan menerapkan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika dalam pembelajaran himpunan. Pengumpulan data diperoleh 11 artikel terpilih dari jurnal yang terindeks Google Scholar. Semua topik dari artikel terpilih sangat relevan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan kemampuan komunikasi matematis pada materi himpunan disekolah menengah pertama mengalami peningkatan dalam pembelajaran matematika.