Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI POLA BILANGAN DI KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Iyam Maryati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.663 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.342

Abstract

AbstrakArtikel ini menyajikan bagaimana model Pembelajaran Berbasih Masalah diterapkan pada materi pola bilangan di kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar bagaimana belajar. Adapun langkah-langkah dari model pembelajaran tersebut  memiliki 5 tahapan yaitu 1) Tahap orientasi peserta didik pada masalah, 2) Tahap mengorganisasi peserta didik dalam belajar. 3) Tahap membimbing penyelidikan secara individu maupun kelompok. 4) Tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya. 5) Tahap  menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Selanjutnya bagaimana aktifitas guru dan siswa dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam materi pola bilangan akan dibahas dalam artikel ini. AbstractThis article presents how the Problem-Based Learning model is applied to the numerical pattern material in Grade VII of Junior High School. Problem Based Learning is a learning approach that uses real-world problems as a context for students to learn about critical thinking and problem-solving skills, and to acquire essential knowledge and concepts from subject matter. Problem-based learning is used to stimulate high-level thinking in problem-oriented situations, including learning how to learn. The steps of the learning model have 5 stages namely 1) Stage orientation learners on the problem, 2) Stage of organizing learners in learning. 3) Stage guiding individual and group investigations. 4) Stage of developing and presenting the work. 5) Phase analyze and evaluate problem solving process. Furthermore, how the activities of teachers and students in the model of Problem Based Learning (Problem Based Learning) in the matter of number patterns will be discussed in this article.
Peningkatan Kemampuan Literasi Statistis melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek yang Dimodifikasi Sudi Priyambodo; Iyam Maryati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.375 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.496

Abstract

AbstrakKemampuan literasi statistis siswa sekolah menengah pertama masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan tersebut dengan melakukan inovasi terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Berkaitan dengan peningkatan kemampuan literasi statistis tersebut diterapkan model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi. Metode dalam penelitian ini metode kuasi-eksperimen dengan instrumen penelitian soal tes berupa indikator kemampuan literasi statistis. Subjek penelitian siswa kelas VIII pada Madrasah Tsanawiyah berjumlah 36 orang siswa. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kemampuan literasi statistis yang signifikan antara siswa yang mendapat model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi dengan model pembelajaran ekspositori. Model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan literasi statistis. Enhancing Statistical Literacy Abilities through Modified Project-Based LearningAbstractThe statistical literacy ability of junior high school students is still low. One way to improve this ability is by innovating the applied learning model. Regarding the increase in statistical literacy skills, a modified project-based learning model is applied. The method in this study is a quasi-experimental method with a research instrument about test questions in the form of indicators of statistical literacy. The research subjects of class VIII students at the Tsanawiyah Madrasah were 36 students. The results of the study are that there are significant differences in statistical literacy skills between students who receive a project-based learning model modified by the expository learning model. The modified project-based learning model can be used as an alternative learning model for improving statistical literacy skills.
Efektivitas Metode Pembelajaran Think Talk Write untuk Meningkatkan Kulaitas Perkuliahan Aljabar dan Trigonometri Iyam Maryati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.504 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Aljabar dan Trigonometri.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP terhadap Materi Segiempat Resa Khoerunnisa; Iyam Maryati
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1583

Abstract

Kemampuan representasi matematis dibutuhkan siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal. Fakta menunjukkan diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian bertujuan menganalisis kemampuan representasi matematis siswa SMP kelas VIII pada materi segiempat. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dokumentasi, dan catatan peneliti. Teknik analisis data dillakukan dengan model analisis Milles dan Huberman. Subjek penelitian adalah enam orang siswa SMP kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan representasi visual dikuasai siswa tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab, representasi gambar hanya dikuasai oleh beberapa siswa karena sebagian lainnya kurang percayaan diri, representasi persamaan atau ekspresi matematika hanya dikuasai oleh satu orang siswa karena sebagian besar siswa tidak memahami bagaimana pengerjaan materi yang terdapat pada soal, dan pada representasi kata dapat  dikuasai oleh semua siswa, tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab karena tidak tahu bagaimana pengerjaan soal yang digunakan.Mathematical representation skills are needed in understanding the material and solving problems. The facts show that efforts are needed to improve students' mathematical representation abilities. This research aims to analyze the mathematical representation ability of VIII grade junior high school students on quadrilateral material. The research method is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out through written tests, interviews, documentation, and researcher notes. The data analysis technique was carried out using the Milles and Huberman analysis model. The research subjects were six grade VIII junior high school students. The results showed that visual representations were mastered by students but when given other cases students could not answer, image representations were only mastered by some students because others lacked confidence, representations of equations or mathematical expressions were only mastered by one student because most students did not understand how to work. the material contained in the questions, and the word representation can be mastered by all students, but when given another case students cannot answer because they do not know how to work on the questions used.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Model Problem Based Learning dan Probing Prompting Learning Suwanti Suwanti; Iyam Maryati
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.1263

Abstract

Kemampuan representasi matematis siswa rendah. Upaya meningkatkan kemampuan representasi matematis diantanya melakukan inovasi model pembelajaran. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan dan kualitas peningkatan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran problem based learning dengan probing prompting learning, beserta respon sikap siswa. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP swasta di Garut tahun ajaran 2018/2019, sampelnya yaitu kelas VIII-A dan VIII-B. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran problem based learning dengan probing prompting learning, kualitas peningkatan kemampuan representasi matematis siswa kedua kelas berinterpretasi sedang, dan sikap siswa berinterpretasi baik. Model pembelajaran problem based learning dengan probing prompting learning dapat digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis. The students' mathematical representation ability is low. Efforts to improve mathematical representation skills include innovating learning models. The purpose of the study was to analyze the differences and quality of improvement in mathematical representation skills between students who received the problem-based learning model with probing prompting learning, along with student attitude responses. The research method is quasi-experimental. The population is all class VIII students of one of the private junior high schools in Garut for the 2018/2019 academic year, the samples are class VIII-A and VIII-B. The results showed that there were differences in the ability of mathematical representation between students who received the problem-based learning model with probing prompting learning, the quality of improving the mathematical representation ability of students in both classes had moderate interpretation, and students' attitudes had good interpretations. A problem-based learning model with probing prompting learning can be used in learning to improve mathematical representation abilities.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP pada Materi Segiempat dan Segitiga di Kampung Sukagalih Lidia Indriana; Iyam Maryati
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.1456

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah bisa disebabkan oleh karakter matematika yang sukar dan menyeramkan menurut siswa.Kemampuan pemecahan masalah memberikan manfaat yang besar kepada siswa dalam melihat relevansi antara matematika dengan mata pelajaran yang lain, serta dalam kehidupan nyata.Untuk mencapai kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena kemampuan untuk menerapkan dalam matematika dilakukan secara individual.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah pada materi Segiempat dan Segitiga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berada di kampung Sukagalih sebanyak 3 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis disertai wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kampung Sukagalih termasuk dalam kategori sedang.The low problem-solving ability can be caused by the difficult and scary character of mathematics according to students. Problem-solving skills provide great benefits to students in seeing the relevance of mathematics to other subjects, as well as in real life. Achieve students' problem-solving skills in mathematics is not an easy thing because the ability to apply mathematics is done individually. The purpose of this study was to analyze the mathematical problem-solving ability of junior high school students in solving problems on the material of quadrilaterals and triangles. The subjects of this study were class VIII students in the village of Sukagalih as many as 3 students. The instrument was used in the form of a written test accompanied by interviews. This research is qualitative descriptive research with a descriptive analysis method. The results of this study indicate that the mathematical problem-solving ability of students in Sukagalih village is included in the medium category.
Kesalahan Siswa SMP pada Soal Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Teori Newman Irna Rahmayanti; Iyam Maryati
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.1026

Abstract

Salah satu faktor rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah karena siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Bagaimanapun, matematika membutuhkan ketelitian dalam perhitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam pemecahan masalah berdasarkan prosedur teoritis Newman dan untuk mengetahui mengapa siswa melakukan kesalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII kelas VIII tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 4 orang di Kp Cilengkeng Ds Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, soal tes, dan wawancara, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan hanya pada tahap memahami masalah sebanyak 31,25%, sedangkan pada tahap keterampilan proses sebanyak 50% dan pada tahap menulis jawaban akhir sebanyak 12,50%. Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu memahami soal dengan baik, kurang paham dengan soal yang diberikan peneliti, tidak mampu mentransformasi kalimat bahasanya untuk menyusun langkah-langkah membuat diagram garis, tidak meluangkan waktu dengan baik. , tidak berhati-hati, cepat dan tidak. dapat menyimpulkan masalah menggunakan kalimat bahasa mereka. One of the factors of the low ability of students' mathematical problem solving is because students think that mathematics is a difficult subject. After all, mathematics requires accuracy in calculations. The purpose of the study was to determine the types of students' mistakes in problem-solving based on Newman's theoretical procedures and to find out why students made these mistakes. The research method used is qualitative. The research subjects were 4 grade VIII students for the 2020/2021 academic year at Kp Cilengkeng Ds Wangunjaya, Banjarwangi District. The data collection techniques used observation, test questions, and interviews, while the data analysis techniques used the Milles and Huberman model. The results showed that students made mistakes only at the stage of understanding the problem as much as 31.25%, while at the stage of process skills as much as 50% and at the stage of writing the final answer as much as 12.50%. The factors that cause students to do this are not being able to understand the questions well, not being familiar with the questions given by the researcher, not being able to transform their language sentences to compile steps to make a line diagram, not taking good time, not being careful, hurry and not. can conclude a problem using their language sentences.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA MATERI GARIS DAN SUDUT Titin Suningsih; Iyam Maryati
Jurnal Padegogik Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Padegogik, July 2023
Publisher : LPPM Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jpd.v6i2.3133

Abstract

The aim of the research is to analyze students' ability to understand mathematical concepts. The method applied in this research is descriptive method. The research subjects were students of class VII. The instrument used in this study was a test of students' ability to understand mathematical concepts, which amounted to 3 questions according to indicators of students' understanding of mathematical concepts. After data collection, the researcher analyzed the results of working on the ability to understand mathematical concepts and the results of the interviews to see the ability to understand students' mathematical concepts. Based on data analysis, it can be concluded that the ability to understand mathematical concepts in class VII students of SMP Negeri 1 Banjarwangi is still low, as evidenced by the presence of many mistakes in solving mathematical comprehension ability questions, especially in the indicator of restating a concept in the material lines and angles, giving examples and non-examples of concepts. , as well as on the indicators classifying objects based on whether or not the requirements that make up the concept are met or not as stated in the material lines and angles.     Keywords: Ability to Understand Mathematical Concepts, Lines and Angles
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Materi Aljabar Linier Maryati, Iyam; Suzana, Yenny; Harefa, Darmawan; Maulana, Ilham Tri
PRISMA Vol 11, No 1 (2022): PRISMA Volume 11, No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i1.2044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis mahasiswa berdasarkan: 1) analisis secara keseluruhan, 2) analisis kecenderungan kemampuan berdasarkan kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang, 3) analisis berdasarkan jawaban yang benar dalam penelesaian soal tes kemampuan pada mata kuliah Aljabar Linear. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia pada program studi pendidikan teknologi informasi semester 2 tahun akademik 2019/2020 sebanyak 2 kelas yang terdiri dari 48 mahasiswa. Adapun indicator kemampuan komunikasi matematis yang diteliti yaitu (1) kemampuan mengekspresikan ide-ide matematika melalui lisan, tertulis, dan bentuk visual (2) kemampuan memahami, menginterpretasikan dan mengevaluasi ide-ide matematika baik secara lisan, tulisan, maupun dalam bentuk visual (3) kemampuan dalam menggunakan istilah-istilah, notasi-notasi matematika dan struktur-strukturnya, untuk menyajikan ide-ide, menggambarkan hubungan-hubungan dan model-model situasi. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi tes kemampuan komunikasi matematis dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Pengolahan data dilakukan dengan tehnik triangulasi yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa 73, 04% termasuk kategori baik. Sedangkan Mahasiswa berkemampuan sangat baik sebesar 27, 08%, mahasiswa berkemampuan baik sebesar 54,17%, mahasiswa berkemampuan cukup sebesar 16,67%. mahasiswa berkemampuan kurang sebesar 2,08%, dan mahasiswa berkemampuan sangat kurang sebesar 0%. Kemampuan komunikasi matematis berdasarkan jawaban yang benar memiliki rata-rata persentase 98,46% berasal dari kategori sangat baik, rata-rata persentase 79,23% berasal dari kategori baik, dan rata-rata persentase 65,00% berasal dari kategori cukup.
ANALISIS KESULITAN DALAM MATERI STATISTIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI STATISTIS Maryati, Iyam; Priatna, Nanang
PRISMA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 2 tahun 2017
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v6i2.209

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan matematika yang dialami siswa SMP dalam memecahkan masalah dalam materi statistik pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan uji dan wawancara sedangkan validitas data dengan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data melalui beberapa tahap dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan penarikan kesimpulan panggung. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Garut tahun akademik 2016/2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesulitan yang dialami oleh siswa adalah: 1) menyajikan laporan statistik secara lisan, tertulis, tabel, diagram, dan grafik (untuk komunikasi); 2) dugaan lapangan; 3) melakukan manipulasi statistik; 4) menyusun bukti, memberikan alasan atas kebenaran solusi; 5) menarik kesimpulan; 6) memeriksa argumen yang valid; 7) menemukan patterms atau ciri-ciri gejala statistik untuk membuat generalisasi. Sedangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesulitan belajar siswa selain faktor internal siswa yang 1) kurangnya pemahaman awal materi tentang statistik dan 2) motivasi siswa dalam mengikuti proses pengajaran dan pembelajaran. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa adalah: 1) lingkungan kelas adalah) kurangnya sarana dan prasarana yang dapat mendukung siswa dalam memahami materi pelajaran, b) model pembelajaran yang diterapkan kurang memotivasi siswa untuk belajar aktif dan kreatif dalam memahami pelajaran materi, 3) lingkungan keluarga kurang mendukung dalam menciptakan suasana kondusif untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan belajar di rumah, dan 4) lingkungan masyarakat adalah lingkungan tidak nyaman bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang luas wawasan.