Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA SUB TEMA TUGASKU SEBAGAI UMAT BERAGAMA PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 06 SETAPANG LAUT KETUNGAU HILIR Oktaviani, Ursula Dwi; Serani, Gabriel; Etikustini, Etikustini
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v5i1.735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan di kelas II SDNegeri 06 Setapang Laut Ketungau Hilir. Pendekatan penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalampenelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 06 Setapang Laut berjumlah 12 siswa, 8 siswamengalami kesulitan membaca permulaan. Alat pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah lem-bar observasi, lembar wawancara siswa dan guru, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa kesulitan dalam membaca permulaan siswa kelas II SDyaitu: 1). penghilangan kata atau huruf (2,5), 2). penyelipan kata (2,625), 2). pengantian kata(2,875), 4). pengucapan kata yang salah (3,375), 5). pengulangan kata dengan bantuan guru(3,75), 6). pengulangan (3,375), 7). pembalikan kata (2,37), 8). pembalikan huruf (2,125), 9).kurang memperhatikan tanda baca (1,5), 10). pembetulan sendiri (2,25), 11), ragu-ragu dantersendat-sendat (2,625).Kata kunci: Membaca, kesulitan membaca permulaan
PROSES RITUAL DAN SIMBOL SENGKELAN PADI SUKU SEBARUK DESA TELAGA DUA KECAMATAN BINJAI HULU KABUPATEN SINTANG Karolina, Anita; Astuti, Sri; Oktaviani, Ursula Dwi
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan saya sebagai seorang peneliti terhadap proses ritual sengkelan padi di Desa Telaga Dua Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang. Penelitian ini menfokuskan masalah penelitian pada Proses Ritual yang dilaksanakan dan Simbol yang ada dalam Ritual Sengkelan padi  tersebut. Peneliti tertarik melakukan penelitian ini karena, yang pertama, peneliti belum pernah melihat seperti apa proses ritual sengkelan padi yang dilaksanakan oleh masyarakat sebaruk dan sebelumnyaa peneliti belum tau ritual sengkelan padi itu ritual yang seperti apa, yang kedua belum adanya peneliti yang meneliti mengenai proses ritual sengkelan padi di Desa tersebut. Dengan adanya penelitian seperti ini, peneliti berharap tradisi  atau pun kebudayaan yang ada di Desa tersebut dapat diketahui oleh masyarakat luar dengan tujuan bahwa masyarakat luar wajib tahu mengenai tradisi-tradisi yang ada disetiap masyarakatyang berbeda daerah dan tradisi atau kebudayaan seperti ini wajib dilestarikan agar tidak punah begitu saja. Tujuan dari analisis penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Proses Ritual dan Simbol yang ada dalam ritual tersebut. Metode penelitian ini, menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif artinya menggambarkan atau mendeskripsikan dan menjelaskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai proses ritual dan simbol sengkelan padi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi.Dalam penelitian ini ditemukan 5 ( lima) proses ritual yang dilaksanakan dalam ritual sengkelan padi yang diantaranya ritual pemberkatan, ritual sembelih, ritual kana bassa, ritual ngagih dan yang terakhir ritual memulangkan puyang gana. Dari kelima ritualini terdapat beberapa simbol yang menarik dan memiliki makna tertentu dan kegunaannya masing- masing, yang diantaranya simbol tersebut berupa makanan dan benda-benda antik. Kata kunci : proses ritual , simbol
PENGGUNAAN METODE STRUKTUR ANALITIK SINTETIK (SAS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I A SD NEGERI 18 SP 2 NOBAL TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Oktaviani, Ursula Dwi; Hendro Riberu, Evemsius Dimas; Anggreini, Ratih Nawang
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v8i1.2317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode Struktur Analitik Sintetik (SAS) pada siswa kelas I A SD Negeri 18 SP 2 Nobal. Penelitian ini dilakukan karena kemampuan membaca permulaan siswa kelas I A SD Negeri 18 SP 2 Nobal masih di bawah KKM. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subyek penelitian siswa kelas I A SD Negeri 18 SP 2 Nobal yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi, tes kemampuan membaca, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pelaksanaan pembelajaran dari siklus I sebesar 66%, meningkat pada siklus II sebesar 93% dan masuk kategori sangat baik. Partisipasi siswa dalam pembelajaran pada siklus I sebesar 66%, meningkat pada siklus II sebesar 86% dan masuk kategori sangat baik. Untuk nilai tes kemampuan membaca permulaan siswa pada siklus I rata-rata 74,57 dan meningkat pada sikus II dengan rata-rata 87,5. Demikian dapat dikatakan bahwa siswa kelas I A SD Negeri 18 SP 2 Nobal telah berhasil dalam peningkatan kemampuan membaca melalui metode Struktur Analitik Sintetik  (SAS). Apabila dikonfirmasi dengan nilai KKM sekolah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa dinyatakan berhasil apabila mencapai 95% yang memperoleh nilai 67 ke atas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Struktur Analitik Sintetik (SAS) dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas IA SD Negeri 18 SP 2 Nobal.Kata Kunci: Struktur Analitik Sintetik, Membaca Permulaan
KAJIAN SEMIOTIKA CERITA RAKYAT SUKU DAYAK SUAID Olang, Yusuf; Oktaviani, Ursula Dwi; Diva, Bernadeta
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v6i1.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan Ikon dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid; (2) mendeskripsikan Indeks dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid; dan (3) mendeskripsikan Simbol dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan motode deskriptif analitik. Data dalam penelitian ini berupa rekaman cerita rakyat suku Dayak Suaid yang berjumlah 5 rekaman cerita yang berbeda dan bersumber dari informan yang berbeda. Data berupa rekaman ditranskripsi menggunakan aplikasi Elan versi 4.9.4, kemudian ditranslasi ke dalam Bahasa Indonesia. Berdasarkan analisis data dari 5 cerita tersebut, ditemukan 53 data temuan yang mencakup 10 Ikon, 23 Indeks, dan 20 Simbol. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa temuan Ikon dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah temuan Indeks dan Simbol. Hal ini menunjukan bahwa Ikon dalam setiap cerita sangat minim ditemukan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk para peneliti  selanjutnya dapat melakukan penelitian yang  serupa sebagai tambahan penelitian semiotika yang lebih luas. Kata Kunci: Ikon, Indeks, Simbol, Dayak Suaid.
DIALEK SOSIAL BAHASA DAYAK SEBERUANG DI DESA SUKAU BERSATU KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG Oktaviani, Ursula Dwi; Susanti, Yudita; Munika, Munika
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v3i2.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dialek berdasarkan tingkat usia, kelas sosial penuturnya di ambil dari segi pekerjaan, dan jenis kelamin penuturnya dalam Bahasa Dayak Seberuang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berbentuk deskriptif. Data penelitian berupa rekaman Dialek Sosial Bahasa Dayak Seberuang. Dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur dan teknik perekam sebagai teknik pengumpul data, data di transkripsikan menggunakan aplikasi Elan Versi 4.9.4. Berdasarkan hasil rekaman yang ada di temukan adanya tiga kata yang sama tapi pengucapan yang berbeda  terdapat di dalam dialek sosial berdasarkan tingkat usia, contohnya kata laki yang di ucapkan oleh penutur remaja sedang penutur dewasa dan lansia mengucapkan kata lake tapi keduanya itu sama merujuk kepada laki-laki. Kata dirik di ucapkan oleh penutur remaja dan lansia, sedangkan kata direk diucapkan oleh penutur dewasa tapi keduanya sama merujuk kepada diri sendiri. Kata tuai di ucapkan oleh penutur dewasa dan lansia, sedangkan kata retuai di ucapkan oleh penutur remaja tapi keduanya itu sama merujuk kepada orang yang lebih tua. Sedangkan dialek  sosial yang berdasarkan kelas sosial penuturnya di temukan ada lima kata yang sama tapi pengucapannya yang berbeda. Kata isik  di ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata bisik di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama merujuk kepada kata ada. Kata ugak di ucapkan oleh penutur petani sedangkan kata gak di ucapkan oleh penutur pertambangan emas keduanya merujuk kepada kata juga. Kata bulih di ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata ulih di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama merujuk kepada mendapatkan hasil. Kata yak di ucapkan oleh penutur pertambangan emas sedangkan kata nyak di ucapkan oleh penutur petani keduanya merujuk kepada kata itu. Kata makai di ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata pajuh di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama merujuk ke pada kata makan. Adapun dialek sosial berdasarkan jenis kelamin hanya terdapat satu variasi kosakatanya yang di temukan yaitu kata laki penutur perempuan mengucapkan kata laki sedangkan penutur lakilaki mengucapkan kata lake dialek sosial berdasarkan jenis kelamin inilebih menitikberatkan kepada perbedaan dari segi  variasi bahasa laki-laki dan perempuan terletak pada kehalusan bahasa, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang dipergunakan. Untuk melihat kemungkinan adanya dialek lain dalam Bahasa Dayak Seberuang, di perlukan  adanya penelitian lanjutan dalam korpus data yang lebih luas lagi. Kata kunci: Dialek Sosial Bahasa Dayak Seberuang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Oktaviani, Ursula Dwi; Kurniati, Agusta; Yuniki, Yuniki
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v10i2.3972

Abstract

This research aims to describe the development of scrapbook learning media to improve the reading skills of second grade elementary school students. The research was carried out using the ADDIE Research and Development model, with stages of analysis, design, development, implementation and evaluation. The sampling technique was purposive sampling with a total of 63 students. Data collection tools include observation, questionnaires, test questions, and documentation. The trial design uses one group pretest-posttest design. The test subjects were classes IIA, IIB and IIC at SDN 12 Jerora Sintang. The results of media development research and the results of students' reading skills are as follows. (1) The feasibility of the media by media experts was 97% and 93% by material experts was declared to be very feasible criteria and worthy of being tested on students. (2) The results of small group students' reading skills in the pretest class IIB were 23% while the posttest was 86% and in the large group trial in the pretest class IIA 32% while the posttest was 86%, then the pretest class IIC was 27% while the posttest was 82%, from the data the results were obtained. students' reading skills improved significantly. (3) The response of the small group of students in class IIB was 89%, while the large group in class IIA was 93% and in class IIC 92% was categorized as very good.
Analisis Pendahuluan Pengembangan Modul Fiksi Realistik dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Dasar Serani, Gabriel; Oktaviani, Ursula Dwi; Kurniati, Agusta; Parida, Lusila
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i1.24619

Abstract

This study investigates the implementation of realistic fiction instruction in fourth-grade classrooms, identifying the challenges in achieving optimal learning outcomes and addressing the need for a more effective approach. A descriptive qualitative approach was used, including document analysis, surveys, classroom observations, and interviews. The findings reveal that current teaching methods are insufficient in fostering deep literary appreciation among students. To address these issues, a learning module integrated with QR Codes is developed. The module incorporates digital content, fostering engagement and supporting a more interactive, multimodal approach to literature appreciation, ultimately promoting cognitive, affective, and psychomotor growth in students.
RITUAL DAN MAKNA SIMBOLIK PENGOBATAN PENYAKIT KETUMUH PADA SUKU MELAYU DESA LOKA JAYA KENUAL II KECAMATAN TANAH PINOH KABUPATEN MELAWI Herpanus, Herpanus; Oktaviani, Ursula Dwi; Hendro Riberu, Evensius Dimas; Dahlia, Dahlia
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v9i2.4438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripkan ritual dan makna simbolik pengobatan penyakit Ketumuh pada suku Melayu di desa Loka Jaya Kenual II. Penyakit ketumuh adalah suatu penyakit yang menyerang organ penglihatan yaitu mata. Penyakit ini seperti penyakit katarak. Menurut masyrakat setempat penyakit ketumuh berbeda dengan penyakit katarak. Perbedaannya terlihat dari cara pengobatan. Jika pengobatan penyakit katarak bisa diobati dengan melakukan operasi, lain halnya dengan pengobatan penyakit ketumuh yaitu dengan cara tradisional, jika terlambat diobati penderita akan mengalami kebutaan seumur hidup. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan bentuknya deskriptif. Proses ritual pada pengobatan penyakit ketumuh ini terdiri dari tiga tahapan   yaitu:   tahap  pertama menawar racun yang ada pada bola mata hitam, tahap yang kedua memutuskan saraf yang ada pada bagian bola mata hitam, pada tahap ketiga memutuskan saraf pada bagian mata putih. Makna simbolik yang terdapat pada pengobatan penyakit ketumuh terlihat pada masing-masing benda yang digunakan dalam setiap proses dan tahap pengobatan. Benda yang digunakan untuk pengobatan penyakit ketumuh ini memiliki makna yang sangat tersirat dan mengandung kekuatan yang luar biasa, untuk menunjang kesembuhan yang menderita penyakit tersebut.Kata Kunci: Ritual dan Makna Simbolik Penyakit Ketumuh
Jenis Makna pada Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye Kusumandari, Haris; Oktaviani, Ursula Dwi; Astuti, Sri
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v12i2.2900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis makna diantaranya makna leksikal dan gramatikal, makna referensial dan nonreferensial, makna denotatif dan konotatif, makna kata dan makna istilah, makna konseptual dan makna asosiatif, makna idiomatikal dan peribahasa, makna kias, makna lokusi, ilokusi dan perlokusi pada novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif berbentuk deskriptif. Data penelitian ini berupa satu buah novel dengan menggunakan dokumen sebagai teknik pengumpulan data kemudian, peneliti klasifikasi kedalam jenis-jenis makna. Berdasarkan analisis di dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye terdapat 716 kata atau kalimat yang mengandung makna leksikal, 376 kalimat yang mengandung makma gramatikal, 716 kata atau kalimat yang mengandung makna referensial, 197 makna atau kalimat yang mengandung makna nonreferensial, 716 kata atau kalimat yang mengandung makna denotatif, 109 kata atau kalimat yang mengandung makna konotatif, 42 kata atau kalimat yang mengandung makna kata, 129 kata atau kalimat yang mengandung makna istilah, 716 kata atau kalimat yang mengandung makna konseptual, 17 kata atau kalimat yang mengandung makna asosiatif, 101 kata atau kalimat yang  mengandung makna idiomatikal , 5 kalimat yang mengandung makna peribahasa, 48 kalimat yang mengandung makna kias, 14 kalimat yang mengandung makna lokusi, 14 kalimat yang mengandung makna lokusi, 14 kalimat yang mengandung makna perlokusi dari 31 sub bab. Untuk dapat melihat kemungkinan adanya jenis makna dalam novel karya Tere Liye, diperlukan adanya penelitian lanjutan dalam novel yang berbeda. Kata kunci: Jenis Makna
Makna Tanaman pada Perlengkapan Upacara Perkawinan Adat Suku Dayak Uud Danum Oktaviani, Ursula Dwi; Andri, Andri; Ege, Benediktus
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v14i1.7004

Abstract

Plants Meaning in Traditional Wedding Ceremony Equipment of Dayak Uud Danum Ethic Group ABSTRAKPenelitian pada upacara perkawinan adat suku Dayak Uud Danum menggunakan kajian semiotika Roland Barthes. Tanda-tanda dianalisis melalui penanda (signifier), petanda (signified), tanda denotative (denotative sign), penanda konotatif (connotative signifier), petanda konotatif (connotative signified), dan tanda konotatif (connotative sign). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tanaman pada perlengkapan upacara perkawinan adat suku Dayak Uud Danum. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode kualitatif dengan kata lain penelitian ini mengkaji data secara mendalam tentang semua kompleksitas yang ada dalam penelitian tanpa melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan yang lainnya. Instrument penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu: lembar wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Data pada penelitian ini yakni tanaman pada perlengkapan upacara perkawinan adata suku Dayak Uud Danum. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari observasi partisipan, wawancara terbuka dan  mendalam, serta dokumentasi. Teknik analisis data yakni domain, taksonomi, komponensial. Terdapat 6 (enam) jenis tanaman yang digunakan pada perlengkapan upacara perkawinan adat suku Dayak Uud Danum, hasil dari analisis ditemukan beberapa makna yakni makna konotatif, makna denotatif, dan mitos.Kata kunci: Tanaman, upacara perkawinan adat, Dayak Uud Danum, semiotikaABSTRACTResearch on the customary wedding ceremony of the Dayak Uud Danum tribe used a semiotic study by Roland Barthes. Signs were analyzed by means of a signifier, a signified, a denotative sign, a connotative sign, the connotative signified, and the connotative sign. This study aims to describe the meaning of plants in the traditional wedding ceremony equipment of the Dayak Uud Danum ethic group. The method used in this study is a qualitative method, in other words, this study examines data in depth about all the complexities which exist in research without going through statistical procedures or other forms of calculation. The research instruments used in this study were: interview sheets, observation sheets and documentation. The data in this study were plants in the traditional wedding ceremony equipment of the Dayak Uud Danum ethic group. Data collection techniques in this study consisted of participant observation, open and in-depth interviews, and documentation. Data analysis techniques, namely domain, taxonomy, and components. There are 6 (six) types of plants used in the traditional wedding ceremony equipment of the Dayak Uud Danum tribe, the results of the analysis found several meanings, namely connotative meaning, denotative meaning, and myth.Keywords: Plants, traditional wedding ceremony, Dayak Uud Danum, semiotics