Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi
Unknown Affiliation

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Makna Tanaman pada Perlengkapan Upacara Perkawinan Adat Suku Dayak Uud Danum Oktaviani, Ursula Dwi; Andri, Andri; Ege, Benediktus
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v14i1.7004

Abstract

Plants Meaning in Traditional Wedding Ceremony Equipment of Dayak Uud Danum Ethic Group ABSTRAKPenelitian pada upacara perkawinan adat suku Dayak Uud Danum menggunakan kajian semiotika Roland Barthes. Tanda-tanda dianalisis melalui penanda (signifier), petanda (signified), tanda denotative (denotative sign), penanda konotatif (connotative signifier), petanda konotatif (connotative signified), dan tanda konotatif (connotative sign). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tanaman pada perlengkapan upacara perkawinan adat suku Dayak Uud Danum. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode kualitatif dengan kata lain penelitian ini mengkaji data secara mendalam tentang semua kompleksitas yang ada dalam penelitian tanpa melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan yang lainnya. Instrument penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu: lembar wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Data pada penelitian ini yakni tanaman pada perlengkapan upacara perkawinan adata suku Dayak Uud Danum. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari observasi partisipan, wawancara terbuka dan  mendalam, serta dokumentasi. Teknik analisis data yakni domain, taksonomi, komponensial. Terdapat 6 (enam) jenis tanaman yang digunakan pada perlengkapan upacara perkawinan adat suku Dayak Uud Danum, hasil dari analisis ditemukan beberapa makna yakni makna konotatif, makna denotatif, dan mitos.Kata kunci: Tanaman, upacara perkawinan adat, Dayak Uud Danum, semiotikaABSTRACTResearch on the customary wedding ceremony of the Dayak Uud Danum tribe used a semiotic study by Roland Barthes. Signs were analyzed by means of a signifier, a signified, a denotative sign, a connotative sign, the connotative signified, and the connotative sign. This study aims to describe the meaning of plants in the traditional wedding ceremony equipment of the Dayak Uud Danum ethic group. The method used in this study is a qualitative method, in other words, this study examines data in depth about all the complexities which exist in research without going through statistical procedures or other forms of calculation. The research instruments used in this study were: interview sheets, observation sheets and documentation. The data in this study were plants in the traditional wedding ceremony equipment of the Dayak Uud Danum ethic group. Data collection techniques in this study consisted of participant observation, open and in-depth interviews, and documentation. Data analysis techniques, namely domain, taxonomy, and components. There are 6 (six) types of plants used in the traditional wedding ceremony equipment of the Dayak Uud Danum tribe, the results of the analysis found several meanings, namely connotative meaning, denotative meaning, and myth.Keywords: Plants, traditional wedding ceremony, Dayak Uud Danum, semiotics
Nilai dan Unsur Budaya pada Cerita Rakyat Buah Udak Suku Dayak Linoh Olang, Yusuf; Oktaviani, Ursula Dwi; Oktaviani, Yati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v14i2.8917

Abstract

Value and Cultural Element in Buah Udak Folklore Dayak Linoh Ethic Group ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai dan unsur budaya pada sastra lisan cerita rakyat suku Dayak Linoh. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah semua kutipan-kutipan yang terdapat dalam cerita rakyat suku Dayak Linoh. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat suku Dayak Linoh dari Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang yang berisi satu cerita rakyat  Dayak Linoh yang berjudul Buah Udak. Hasil analisis data menunjukkan nilai budaya yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan masyarakat, hubungan manusia dengan orang lain atau sesamanya, hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Sedangkan unsur budaya terdapat: peralatan dan perlengkapan hidup, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, bahasa, kesenian, sistem kepercayaan, dan sistem ilmu dan pengetahuan. Masyarakat Dayak Linoh memercayai nilai budaya yang terdapat dalam cerita tersebut dan menjadi adat istiadat/tradisi.Kata kunci: nilai budaya, cerita rakyat, Dayak Linoh ABSTRACTThe purpose of this study was to describe the values and cultural elements in the oral literature of the Linoh Dayak folklore. This study uses a qualitative descriptive method. The data in this study are all quotes contained in the folklore of the Linoh Dayak group ethic. The source of the data in this study is the folklore of the Dayak Linoh group ethic from Sungai Tebelian District, Sintang Regency which contains a Dayak Linoh folktale entitled Buah Udak. The results of data analysis show cultural values that describe the relationship between humans and God, human relationships with nature, human relationships with society, human relationships with other people or with each other, human relationships with themselves. While the elements of culture are: tools and equipment for life, kinship systems and social organization, language, arts, belief systems, and systems of science and knowledge. The Linoh Dayak community believes in the cultural values contained in the story and becomes a custom/tradition.Keyword: cultural value, folklore, Dayak Linoh.
Afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Tyas, Debora Korining; Oktaviani, Ursula Dwi; Fitrianingrum, Evi; Oktaviani, Irmaculata
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11096

Abstract

The Dayak Hibun Language Affixation in Hibun Village Folklore Parindu District, Sanggau Regency ABSTRAKTujuan penelitian yaitu mengetahui afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah rekaman cerita rakyat bahasa Dayak Hibun dengan sumber data dari dua orang informan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan aplikasi Elan dan Toolbox, selanjutnya hasil eksport dari Toolbox dianalisis manual menyesuaikan materi yang ada dalam kaidah morfologi untuk menemukan afiksasi yang ada dalam cerita rakyat bahasa Dayak Hibun. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1)hanya terdapat satu jenis afiksasi yaitu prefik. (2) prefik yang didapatkan dalam penelitian ini ada 9 jenis yaitu: prefik be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) total kata yang berprefik adalah 72 kata. (4) jumlah kata pokok dalam ketujuh cerita adalah 1.313. Berdasarkan korpus data yang digunakan peneliti dari tujuh cerita berbahasa Dayak Hibun yang sudah dipaparkan diatas menyatakan bahwa didalam bahasa Dayak Hibunhanya terdapat satu afiksasi saja. Hal ini bisa saja terjadi karena itu merupakan keunikan yang dimiliki oleh bahasa tersebut. Selain hanya terdapat satu afiksasi saja, bahasa Dayak Hibunjuga memiliki keunikan lain yaitu sangat minim penggunaan konsonan “r” dalam penyebutan katanya.Kata kunci: Afiksasi, Bahasa, DayakHibun, Cerita RakyatABSTRACTThe purpose of the study was to determine the Dayak Hibun language affixation in Hibun Village Folklore, Parindu District, Sanggau Regency. The research approach is a qualitative approach with descriptive research method. The data of this study is a recording folklore in Dayak Hibun language with the data source from two informants. Data collection technique is observation, in-depth interviews and documentation. The research data result were analyzed using the Elan and Toolbox applications. Then, the export results is obtained from the Toolbox. Moreover, it were analyzed manually by adjusting the material contained in the morphological rules to find affixes in the folklore of the Dayak Hibun language. The results obtained are: (1) there is only one type of affixation, namely prefixes. (2) there are 9 types of prefixes obtained in this study, namely: be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) the total words with prefixes are 72 words. (4) the number of root lexical in the seven stories is 1,313. Based on the corpus of data which is used by researchers from seven stories in the Dayak Hibun language described above, it is stated that in the Dayak Hibun language there is only one affixation. This can happen because it is the uniqueness of the language. In addition to having only one affixation, the Dayak Hibun language also has another uniqueness, namely the very minimal use of the "r" consonant in pronunciation the word.Keyword: Affixation, Dayak Hibun Language, Folklore
Analisis Makna Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Charles Sanders Peirce pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden? Oktaviani, Ursula Dwi; Susanti, Yudita; Tyas, Debora Korining; Olang, Yusuf; Agustina, Rosita
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13017

Abstract

Icon Signed Meaning Analysis, Indexs and Semiotics Symbol in Charles Sanders Peirce in 2014 Siapa di Atas Presiden? Movie ABSTRAKFilm 2014 Siapa di Atas Presiden? bertemakan konflik politik dengan mengangkat latar belakang pemilihan presiden pada tahun 2014 periode 2014-2019. Film ini memberikan gambaran tentang dunia politik. Penelitian ini mengkaji tentang analisis semiotika pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden?.  Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan makna tanda dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?, untuk menunjukkan tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol, serta mendeskripsikan makna dari tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?. Penelitian ini menggunakan pendekatan   kualitatif, metode   deskriptif, teknik   pengumpulan   data melalui baca catat dan teknik dokumentasi. Temuan yang diperoleh yaitu: 1) Ikon yang menunjukan adanya hubungan persamaan  antara tanda dengan objek manusia (tokoh dalam novel) dan benda 2) Indeks adalah tanda yang menunjukan hubungan tanda dengan objek bersifat diperkirakan, atau hubungannya menunjukkan sifat hubungan kasual (sebab-akibat), arbitrer dan diperkirakan 3) Makna tanda ikon berdasarkan hubungan tanda dengan objek pada tipe ikon maka hubungan tanda dan objek dalam gambar  yaitu  sama  antara gambar dan tanda ikon.Kata kunci: Semiotika; Film 2014 Siapa di Atas Presiden?ABSTRACT2014 siapa di atas presiden? movie has political conflict theme by taking the background of the 2014 presidential election in 2014-2019 period. This movie provides an overview of the politics world. This study examines the semiotic analysis in the 2014 siapa di atas presiden? movie. The purpose of this study is to describe the meaning of the sign in the 2014 siapa di atas presiden? movie, in order to show icon sign, index sign and symbols, and also to describe the meaning of icon sign, index sign and symbols in the 2014 siapa di atas presiden? movie. This research used a qualitative descriptive method, data collection techniques were through reading notes and technical documentation.  Based  on  research  results as follows: 1) Icons that show a similar relationship between signs and human objects (characters in novels and objects, 2) Index is a sign that revealed the relationship between signs and objects is predictable or the relationship shows the nature of casual (cause and effect), arbitrary and predictable relationships, 3) Icon sign meaning is based on sign and object relationship in icon type. It is therefore the relationship of sign and object in image is similar to image and icon sign.Keyword: Semiotics, Movie 2014 Siapa di Atas Presiden
Analisis Pendahuluan Pengembangan Modul Fiksi Realistik dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Dasar Serani, Gabriel; Oktaviani, Ursula Dwi; Kurniati, Agusta; Parida, Lusila
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i1.24619

Abstract

This study investigates the implementation of realistic fiction instruction in fourth-grade classrooms, identifying the challenges in achieving optimal learning outcomes and addressing the need for a more effective approach. A descriptive qualitative approach was used, including document analysis, surveys, classroom observations, and interviews. The findings reveal that current teaching methods are insufficient in fostering deep literary appreciation among students. To address these issues, a learning module integrated with QR Codes is developed. The module incorporates digital content, fostering engagement and supporting a more interactive, multimodal approach to literature appreciation, ultimately promoting cognitive, affective, and psychomotor growth in students.
KAJIAN SEMIOTIKA CERITA RAKYAT SUKU DAYAK SUAID Olang, Yusuf; Oktaviani, Ursula Dwi; Diva, Bernadeta
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol4no2hlm651-662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan Ikon dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid; (2) mendeskripsikan Indeks dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid; dan (3) mendeskripsikan Simbol dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan motode deskriptif analitik. Data dalam penelitian ini berupa rekaman cerita rakyat suku Dayak Suaid yang berjumlah 5 rekaman cerita yang berbeda dan bersumber dari informan yang berbeda. Data berupa rekaman ditranskripsi menggunakan aplikasi Elan versi 4.9.4, kemudian ditranslasi ke dalam Bahasa Indonesia. Berdasarkan analisis data dari 5 cerita tersebut, ditemukan 53 data temuan yang mencakup 10 Ikon, 23 Indeks, dan 20 Simbol. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa temuan Ikon dalam cerita rakyat suku Dayak Suaid jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah temuan Indeks dan Simbol. Hal ini menunjukan bahwa Ikon dalam setiap cerita sangat minim ditemukan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk para peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang serupa sebagai tambahan penelitian semiotika yang lebih luas.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU CERITA RAKYAT SUB SUKU DAYAK DESA SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Warkintin, Warkintin; Kurniati, Agusta; Riberu, Evensius Dimas Hendro; Oktaviani, Ursula Dwi; Putri, Lisia Adelia
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v11i2.5557

Abstract

In line with the vision and mission of cultural preservation of the Ministry of National Education and Culture, cultural development is prioritized on Increasing Awareness and Understanding of National Identity and Character; Increasing Public Appreciation of Diversity, as well as Creativity of Cultural Values, traditions, beliefs, history, Art, and Film; Improving the Quality of Management, Protection, Development, and Utilization of Cultural Heritage; Increasing Internalization and Cultural Diplomacy; Development of Cultural Resources; Improving Cultural Facilities and Infrastructure. In fact, in the current global era, the transformation is progressing very rapidly which then leads Indonesian society to a knowledge-based society without losing the national identity. Seeing the current phenomenon in the implementation of the independent curriculum in schools, especially at the elementary school level. Where literacy skills are one of the priorities of educational implementation in schools. However, a constraint is the lack of student interest in reading. One of the causes of student low interest in reading is due to the lack of interesting reading materials for students. This is one of the reasons for the urgency of developing this Pocket Book. The Pocket Book that will be developed with special characteristics based on local culture, namely folklore of the Suku Dayak Desa in Sintang Regency. The method in this research is the Development Method, namely creating and developing a Pocket Book of Folk Stories of the Suku Dayak Desa.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Kurniati, Agusta; Warkintin, Warkintin; Oktaviani, Ursula Dwi; Nurahim, Nurahim
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v11i1.4633

Abstract

This Classroom Action Research aims to improve narrative writing skills using a series of pictures as media among fourth-grade students in the Indonesian language subject at the elementary school level. The research employed a qualitative descriptive method, involving 11 fourth-grade students of SD Negeri 02 Nobal in the 2023/2024 academic year as research subjects. Data collection techniques included teacher and student observation, tests, and interviews. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model. The results of the study are as follows: (a) The use of picture series media in the learning process was effective, as evidenced by student learning activities in Cycle I with an average of 55.76% (categorized as fair). In Cycle II, the average student activity increased to 84.54% (categorized as good), indicating an improvement of 28.78%. (b) Students’ learning outcomes from the narrative writing test in Cycle I showed an average score of 61.82 with a classical completeness of 63.63% (fair category), while in Cycle II, the average score rose to 83.62 with a classical completeness of 90.9% (very good category). (c) Students responded very positively to the use of picture series media, as evidenced by their enjoyment of learning Indonesian using this medium.
PROGRAM PENDAMPINGAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SEKOLAH DASAR Kurniati, Agusta; Oktaviani, Ursula Dwi; Serani, Gabriel
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i1.4734

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk memperbaiki proses pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada sekolah perintis kurikulum merdeka, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan konsep yang sebenarnya. Pendampingan projek penguatan profil pelajar Pancasila pada sekolah tingkat dasar merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan implementasi kurikulum merdeka. P5 berfokus pada pendekatan Projek, yakni kegiatan kokurikuler yang berbasis Projek dan bersifat interaktif. Peserta didik akan belajar dalam situasi non-formal, dengan struktur belajar yang fleksibel dan relevan dengan lingkungan sekitar. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sangat fleksibel dan terbuka. Guru memiliki keleluasaan untuk mengembangkan tema Projek yang sesuai dengan kebutuhan, tahapan perkembangan, dan karakteristik peserta didik. Tema-tema yang dapat diangkat sangat beragam dan luas, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menggali dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan Projek yang fleksibel dan bersifat non-formal, P5 memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang secara holistik, membentuk karakter Pancasilais yang mumpuni dan siap menghadapi tantangan masa depan.