Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Improving the Skills of Implementing Inclusive Education at PAUD RA Khadijah Tabanan Bali Sulistiyaningsih, Retno; Mubarok, Ali Syahidin; Dwiastuti, Ike; Hidajat, Helga Graciani; Fatmawiyati, Jati; Windraguri, Hajarotul Annisa; Hardinata, Jesicha Ramadhani Puteri; Rozi, Choirul; Prasetyo, Oky Bagas; Hasan, Akhmad Farroh
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9758

Abstract

Being a basic level educational institution appointed as the organizer of inclusion education in Tabanan Regency, RA Khadijah seeks to provide the best service to parents of students who have children with special needs. This appointment occurs because of students with special needs received to study at RA Khadijah, supported by the desire of teachers to learn about the implementation of inclusion education, especially knowledge about handling children with special needs. This community services uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach to maximize the resources owned by RA Khadijah. ABCD implemented using discovery, dream, design, define and destiny. Data collection using a questionaries to know the differences before and after community service established. This approach was chosen because the assets owned by RA Khadijah are complete, so it is necessary to empower appropriate so that the implementation of inclusion education can be carried out optimally. The result of this service is that RA Khadijah is able to inventory the strengths possessed for the implementation of inclusion education including the conditions and location of the school, the school environment and most importantly the teachers who conduct the initiative of self-development related to the knowledge and handling of children with needs by participating in activities such as webinars, following the groups on social media and present experts related to children with special needs. The teachers in RA Khadijah no one has an extraordinary educational background or psychology. This community service also concluded that the ownership of qualified human resources became one of the important assets in the development of services to the community, in this case the handling of children with special needs with the background of non -extraordinary non -educational educators. The limitations of this community service lie in the lack of support for teachers to be able to develop better teachers regarding inclusive education. The results of this community service aim to show the importance of maximum support from various parties to provide proper education, especially in the theme of inclusive education.
LANSCAPE SELF LOVE: Edukasi Seksualitas dan Edukasi Self-Love pada Siswa Sekolah Dasar Melalui E-Comic: LANSCAPE SELF LOVE: Sexuality Education and Self-Love Education for Elementary School Students Through E-Comics Hidajat, Helga Graciani; Putri, Raissa Dwifandra; Putri, Paramytha Magdalena Sukarno; Novianti, Ranti
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.8588

Abstract

One of the developmental tasks of elementary school students is to be able to care for their sexual and mental health. The empirical problem faced by students at SD Negeri Mergosono 03 is that elementary school students do not yet have an understanding of sexual health, plus the challenge of adapting to body changes due to puberty and other sexuality problems. Mergosono 03 Public Elementary School students also have the problem of low self-love, characterized by feelings of inferiority, and difficulty accepting their strengths and limitations. Sexuality and mental health education related to self-love is still not found in this school. Partners also need this education. Therefore, the proposer developed the LANSCAPE SELF LOVE program: Sexuality education and self-love education for elementary school students through e-comics to address partners' problems and needs. This program is carried out through 4 stages: e-comic development, sexuality education, self-love education, and the dynamics of self-analysis related to self-strengths and limitations. This community service can increase students' understanding of sexuality and mental health.
Psychological Capital Psychoeducation for Persons with Disabilities in Kediri Regency (PDKK): Psikoedukasi Psychological Capital pada Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK) Sulistiyaningsih, Retno; Permata, Resi Shaumia Ratu Eka; Hidajat, Helga Graciani; Nurochim, Alifia Damara; Ulumiyah, Najmil; Mubarok, Ali Syahidin; Rozi, Choirul
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.19591

Abstract

Penyandang disabilitas masih dianggap sebagai pihak yang memiliki keterbatasan yang menyebabkan penyandangnya menjadi tidak percaya diri. Hal ini berakibat pada kemandirian penyandang disabilitas yang bergantung pada orang lain, padahal mereka hanya memiliki keterbatasan, bukan ketidakmampuan secara menyeluruh. Pengabdian ini berupaya menggali potensi dari dalam diri penyandang disabilitas yang tergabung di Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK). Penggalian potensi yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan memberikan psikoedukasi tentang psychological capital atau modal psikologis sebagai upaya internal pengenalan diri dan potensi diri yang dimiliki masing-masing individu. Hasil dari pengabdian menunjukkan adanya perubahan pengetahuan tentang psychological capital pada masing-masing individu. Peserta pengabdian juga diberikan kesempatan untuk melakukan identifikasi potensi diri yang dimiliki berdasarkan materi tentang psychological capital. Pengabdian ini menunjukkan pengenalan dan penggalian potensi diri pada penyandang disabilitas menjadi salah satu pintu untuk melakukan pemberdayaan pada penyandang disabilitas.
Penguatan Keterampilan Guru Dalam Upaya Implementasi Pencegahan Bullying Dan Kekerasan Seksual Di Sekolah Dasar Putri, Paramytha Magdalena Sukarno; Hidajat, Helga Graciani; Wafa, Alfian Fawaidil; Indrayati, Alifia Meida; Veronica, Shanica Yohana; Gustawan, Randy
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.957

Abstract

Anggapan bahwa pemberian edukasi kesehatan reproduksi seksual dan bullying pada anak perlu ditunda hingga usia dewasa sesungguhnya sudah tidak relevan. Mencuatnya kasus kekerasan seksual dan bullying di lingkungan sekolah, seolah menjadi penanda bahwa kasus tersebut telah menjadi urgensi yang harus menemukan solusi. Oleh karena itu, kegiatan ini berfokus pada guru sebagai pendidik yang berperan penting dalam proses edukasi kesehatan reproduksi seksual dan bullying. Sejumlah 10 guru telah melaksanakan kegiatan workshop yang di dalamnya memuat proses Focus Group Discussion. Kegiatan ini dilaksanakan bulan Juli 2025. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengalami hambatan saat menyampaikan edukasi, khususnya dalam pemilihan istilah yang terkait dengan are kemaluan. Perasaan canggung dan tabu masih kerap kali dirasakan dan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Adapun, pelatihan dan media belajar mengenai kesehatan reproduksi seksual dan bullying sungguh diharapkan tersedia sebagai bentuk dukungan bagi guru.
Adaptasi Alat Ukur Academic Self-Regulated Learning Questionnaire Versi Indonesia Mukaromah, Nurul; Utomo, Hanggara Budi; Hidajat, Helga Graciani
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15334

Abstract

Self-regulated learning merupakan pembelajaran yang efektif membantu siswa menyadari hubungan antara cara berpikir, tindakan yang mereka ambil, dan hasil yang mereka capai dalam kehidupan sosial dan lingkungan. Self-regulated learning adalah bagian dari komponen strategi pembelajaran. Komponen lain dari strategi pembelajaran adalah keterampilan dan kemauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi Academic Self-regulated Learning Questionnaire (ASLQ) ke Bahasa Indonesia serta mengkaji reliabilitas dan validitas dari adaptasi tersebut. Adaptasi alat ukur ini melewati proses penerjemahan forward-backward, tinjauan para ahli, dan cognitive debriving sebelum diadministrasikan pada 57 responden yang dipilih dengan Teknik purposive sampling. Alat ukur secara keseluruhan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (α = 0,872) dan memiliki daya diskriminasi yang baik. Uji analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa model tidak fit (p pada chi-square (χ2) kurang dari 0,001, RMSEA = 0,141, TLI = 0,290, CFI = 0,334, SRMR = 0,123). Setelah 25 item dihapus, model menunjukkan model yang fit (p pada chi-square (χ2) lebih dari 0,001 yaitu 0,028, RMSEA = 0,090, TLI = 0,874, CFI = 0,906, SRMR = 0,069). Adaptasi alat ukur ini dapat digunakan untuk mengukur konstruk self-regulated learning dengan menghapus 25 item.
Cross-cultural adaptation and psychometric validation of the Autism Social Skills Profile in children with autism spectrum disorder in Indonesia Seftiani, Adela; Farida, Ika Andrini; Hidajat, Helga Graciani
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v8i2.12442

Abstract

Instruments for assessing social skills in children with autism spectrum disorder (ASD) remain scarce in Indonesia, underscoring the critical need for culturally valid tools. This study aims to adapt and validate the Autism Social Skills Profile (ASSP) for use in the Indonesian context through a rigorous cross-cultural methodology. The adaptation process followed the International Test Commission (ITC) guidelines, including forward–backward translation, expert content validation, cognitive debriefing, and psychometric testing. A total of 35 parents of children aged 6–17 years with professionally diagnosed ASD participated in the study. The results demonstrated excellent content validity (Aiken’s V = 0.89–0.92), high internal consistency (Cronbach’s = 0.939), and strong model fit for a refined three-factor structure after removing six items with low discriminatory power (RMSEA = 0.042; CFI = 0.965; TLI = 0.951). The Indonesian version of the ASSP provides theoretical contributions by expanding cross-cultural validation research in ASD assessment and offers practical benefits as a standardized instrument for evaluating social skills and guiding intervention planning in clinical, educational, and community-based settings. These findings support the use of the ASSP as a reliable and culturally relevant tool for improving outcomes in Indonesian children with ASD.
Pengaruh Resiliensi terhadap Psychological Well-Being dengan Dukungan Sosial sebagai Moderator pada Remaja Putus Sekolah Auliya, Naila Putri Dita; Eva, Nur; Hidajat, Helga Graciani
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i2.13596

Abstract

Dropping out of school is a risky behavior that threatens an individual's psychological well-being. Those who drop out of school need social support to help them get back on their feet, overcome problems (resilience), and achieve psychological well-being. This study aims to determine the role of social support as a moderator in the influence of resilience on psychological well-being among school dropouts. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. The study population consists of school dropouts currently enrolled in an equivalency education program at the Community Learning Center (PKBM) in Malang City. The sampling technique used multistage sampling, resulting in a sample size of 348 individuals. Data were collected using Ryff’s Psychological Well-being Scale (RPWBS), Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Each scale of the three variables was analyzed using confirmatory factor analysis (CFA) to determine validity and reliability. Data analysis in this study was conducted using structural equation modeling (SEM). The results of the structural model test indicated that the interaction between resilience and social support (moderating effect) significantly influenced psychological well-being, with a CR value of 3.244 (>1.96) and a p-value of 0.001 (p < 0.05). This means that out-of-school adolescents with high levels of resilience are more capable of improving their psychological well-being when they also receive strong social support.
Pelatihan Extended Activities of Daily Living (EADL) untuk Meningkatkan Kemandirian Fungsional Tunagrahita Biyanti, Yosephin Aris; Dwiastuti, Ike; Hidajat, Helga Graciani
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p380-390

Abstract

Permasalahan kemandirian fungsional pada individu dewasa dengan tunagrahita sedang masih menjadi tantangan di berbagai konteks, terutama dalam kehidupan sehari-hari yang menuntut kemampuan adaptif yang lebih kompleks Rendahnya kemandirian fungsional berdampak pada kesejahteraan psikologis, termasuk stabilitas emosi, harga diri, dan kemampuan berinteraksi sosial secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan Extended Activities of Daily Living (EADL) dengan menerapkan total task chaining berbasis video prompting terhadap peningkatan kemandirian fungsional pada individu dewasa dengan tunagrahita sedang. Subjek terdiri dari tiga perempuan berusia 44–54 tahun di Bhakti Luhur yang belum mandiri dalam aktivitas instrumental sehari-hari. Penelitian menggunakan desain eksperimen A-B-A dengan pendekatan Single Subject Research. Intervensi mencakup pelatihan merapikan tempat tidur, mencuci baju, mencuci peralatan makan, dan membersihkan kamar mandi. Data dianalisis secara visual berdasarkan skor FIM+FAM. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aktivitas selama fase intervensi, dengan stabilitas skor yang stabil setelah intervensi dihentikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik chaining yang dikombinasikan dengan video prompting efektif dalam meningkatkan kemandirian fungsional pada subjek tunagrahita sedang.