Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN DAN BATANG SAMBILOTO (Andhrographis paniculata) PADA PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella thypi DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Agustina Retnaningsih; Gusti Ayu Rai Saputri; Riska Pandala Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5492

Abstract

Tanamansambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan tanaman yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk dijadikan obat herbal, karena efektif, efisien, aman dan ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daun sambiloto dan batang sambiloto dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi penyebab demam tifoid, maka dilakukan uji daya hambat ekstrak etanol daun dan batang sambiloto dengan menggunakan metodedifusi sumuran. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Tumbuhan Sambiloto jenis Andrographis paniculata Nees dalam bentuk simplisia. Uji dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan dengan menggunakan masing-masing konsentrasi sebesar 20%, 40%, 60%,80%, dan 100%. Hasil penelitian memperlihatkan tidak adanya daerah bebas kuman atau zona jernih disekitar lubang sumuran yang telah mengandung batang dan daun sambiloto. Kesimpulan hasil ini ialah ekstrak etanol daun dan batang Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) tidak mempunyai efek antibakteri terhadap Salmonella thypi.Kata kunci: Daun dan Batang Sambiloto, Salmonella thypi, metode sumuran
PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM PADA ES KRIM PUTER YANG DIJUAL SEKITAR WILAYAH RAJABASA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Dwi Mentari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2792

Abstract

Es krim puter merupakan makanan jajanan yang dibuat dengan cara diputardengan bahan dasar nya yaitu santan. Oleh karena proses pembuatannya dilakukansecara tradisional, sehingga aspek higienitas sering terabaikan. Hal ini yangmenyebabkan adanya pencemaran bakteri Coliform. Coliform digunakan sebagaiindikator adanya polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air,makanan, susu dan produk-produk susu. Adanya bakteri Coliform didalam minumanatau makanan menunjukkan kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifatenteropatogenik yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini dilakukanuntuk bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform pada es krim puter yangdijual sekitaran wilayah Rajabasa Bandar Lampung. Pengujian dilakukan denganmetode Most Probable Number (MPN). Prinsip dari metode ini yaitu pertumbuhanbakteri Coliform yang ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham.Pengujian ini menggunakan media cair Lactose Broth dan Brilliant Green Lactose Bile Broth. Sampel penelitian ini adalah es krim puter yang diambil dari 5 pedagang es krim puter. Dari kelima sampel yang diambil positif tercemar Coliform dimana bakteri Coliform melebihi persyaratan SNI 03-7388-2009 yaitu Coliform tidak lebih dari 3 APM/g.Kata Kunci : Most Probable Number (MPN), es krim puter, Coliform, perhitunganjumlah bakteri
Seleksi Galur-Galur Leuconostoc yang Mempunyai Aktivitas Bakteriostatin Terhadap Berbagai Bakteri Indikator Retnaningsih, Agustina; Malik, Amarila; Radji, Maksum
Majalah Ilmu Kefarmasian Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lactid Acid Bacteria (LAB) are known to produce bacteriocins which have antimicrobial activity, and possessed to be developed as antibiotic complement. This study aimed to characterize bacteriocins activity from Leuconostoc strains isolated previously from local sources, and to optimize pH and incubation temperature as well. A well diffusion agar assay for zone inhibition method and bacteriocin potency assay performing minimum inhibition concentration (MIC) have been done. Bacterial indicators used in this study are Leu. mesenteroides TISTR 120, and JCM 6124, Staphylococcus aureus FNCC 0047, Listeria monocytogenes FNCC 0156, Escherichia coli FNCC 0183, Pseudomonas aeruginosa FNCC 0063, Salmonella typhi FNCC 0165 and Bacillus subtilis FNCC 0061. Catalase, Trypsin and Protease K were also used for confirmation test. Results revealed that both Leu. mesenteroides MBF2-5 and MBF7-17 possessed bacteriocin activity although against Leu. mesenteroides TISTR 120 and JCM 6124 indicators strains. The optimum pH for bacteriocin potency assay for both Leuconostoc strains MBF2-5 and MBF7-17 was pH 6, whereas the optimum incubation temperature was 32 oc with MIC value of 90% and 80%, respectively.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG BOMBAY (Allium cepa L) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli PENYEBAB DIARE Agustina Retnaningsih; siska anggraini
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7287

Abstract

Bawang bombay (Allium cepa L) merupakan salah satu jenis bahan alam yang sering digunakan untuk bumbu masak. Bawang bombay (Allium cepa L) biasanya dianggap sebagai sayuran, juga memiliki sejarah panjang penggunaan obat, salah satunya sebagai antibakteri. Setelah dilakukan skrining fitokimia bawang bombay memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin, steroid, dan alkaloid. Senyawa tersebut berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak bawang bombay (Allium cepa L) terhadap bakteri Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Ekstraksi yang digunakan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, Uji daya hambat bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Metode ini memiliki mekanisme kerja yaitu antibakteri fraksi yang akan diuji diserapkan pada kertas cakram dan ditempelkan pada media agar yang telah dihomogenkan dengan bakteri kemudian di inkubasi sampai terlihat zona hambat didaera sekitar cakram. Pada penelitian ini digunakan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan antibiotik tetrasiklin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak bawang bombay konsentrasi 25% sebesar 8,10mm, konsentrasi 50% sebesar 10,65mm, dan 75% sebesar 10,88mm.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH PAPRIKA HIJAU,KUNING, DAN MERAH (Capsicum annuum L) TERHADAP BAKTERI Esherichia coli PENYEBAB DIARE Agustina Retnaningsih; Alia Yulina
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8178

Abstract

Paprika(CapsicumannuumL)merupakansalahsatujenisbahanalamyangsering digunakanuntukbumbumasak.Paprika(CapsicumannuumL)biasanyadianggapsebagai sayuran, juga memiliki sejarah panjang penggunaan obat, salahsatunya sebagai antibakteri.Setelahdilakukanskriningfitokimiabawangbombaymemilikikandungan senyawasepertiflavonoid,saponin,steroid,danalkaloid.Senyawatersebutberfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambatekstrak Paprika (CapsicumannuumL)terhadapbakteriEscherichiacolimerupakanbakteripenyebab diare.Ekstraksiyangdigunakanmenggunakanmetodemaserasidenganmenggunakan pelarut etanol 96%, Uji daya hambat bakteriEscherichia colimenggunakan metodedifusicakram.Metodeinimemilikimekanismekerjayaituantibakterifraksiyangakandiuji diserapkanpadakertascakramdanditempelkanpadamediaagaryangtelah dihomogenkan dengan bakteri kemudian di inkubasi sampai terlihat zona hambat didaera sekitar cakram. Pada penelitian ini digunakan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan antibiotiktetrasiklinsebagaikontrolpositif.Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaaktivitasantibakteriekstrakbawangbombaykonsentrasi25%sebesar8,10mm,konsentrasi 50% sebesar 10,65mm, dan 75% sebesar 10,88mm.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG BOMBAY (Allium cepa L) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli PENYEBAB DIARE Agustina Retnaningsih; siska anggraini
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7287

Abstract

Bawang bombay (Allium cepa L) merupakan salah satu jenis bahan alam yang sering digunakan untuk bumbu masak. Bawang bombay (Allium cepa L) biasanya dianggap sebagai sayuran, juga memiliki sejarah panjang penggunaan obat, salah satunya sebagai antibakteri. Setelah dilakukan skrining fitokimia bawang bombay memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin, steroid, dan alkaloid. Senyawa tersebut berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak bawang bombay (Allium cepa L) terhadap bakteri Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Ekstraksi yang digunakan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, Uji daya hambat bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Metode ini memiliki mekanisme kerja yaitu antibakteri fraksi yang akan diuji diserapkan pada kertas cakram dan ditempelkan pada media agar yang telah dihomogenkan dengan bakteri kemudian di inkubasi sampai terlihat zona hambat didaera sekitar cakram. Pada penelitian ini digunakan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan antibiotik tetrasiklin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak bawang bombay konsentrasi 25% sebesar 8,10mm, konsentrasi 50% sebesar 10,65mm, dan 75% sebesar 10,88mm.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH PAPRIKA HIJAU,KUNING, DAN MERAH (Capsicum annuum L) TERHADAP BAKTERI Esherichia coli PENYEBAB DIARE Agustina Retnaningsih; Alia Yulina
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8178

Abstract

Paprika(CapsicumannuumL)merupakansalahsatujenisbahanalamyangsering digunakanuntukbumbumasak.Paprika(CapsicumannuumL)biasanyadianggapsebagai sayuran, juga memiliki sejarah panjang penggunaan obat, salahsatunya sebagai antibakteri.Setelahdilakukanskriningfitokimiabawangbombaymemilikikandungan senyawasepertiflavonoid,saponin,steroid,danalkaloid.Senyawatersebutberfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambatekstrak Paprika (CapsicumannuumL)terhadapbakteriEscherichiacolimerupakanbakteripenyebab diare.Ekstraksiyangdigunakanmenggunakanmetodemaserasidenganmenggunakan pelarut etanol 96%, Uji daya hambat bakteriEscherichia colimenggunakan metodedifusicakram.Metodeinimemilikimekanismekerjayaituantibakterifraksiyangakandiuji diserapkanpadakertascakramdanditempelkanpadamediaagaryangtelah dihomogenkan dengan bakteri kemudian di inkubasi sampai terlihat zona hambat didaera sekitar cakram. Pada penelitian ini digunakan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan antibiotiktetrasiklinsebagaikontrolpositif.Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaaktivitasantibakteriekstrakbawangbombaykonsentrasi25%sebesar8,10mm,konsentrasi 50% sebesar 10,65mm, dan 75% sebesar 10,88mm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Reni Erlisa; Selvi Marcellia; Agustina Retnaningsih
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p12-23

Abstract

ABSTRAK UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI  EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL (Syzygium Malaccense L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Daun dari tanaman jambu bol yang kurang termanfaatkan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu senyawa alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak daun jambu bol memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun jambu bol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Metode ekstraksi daun jambu bol dengan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol dan uji aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu bol terhadap bakteri Escherichia col. hasil skrining fitokimia daun jambu bol menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrakdaun jambu bol menunjukkan hasil positf pada pengujian kandungan tanin, flavonoid, dan fenol. Ekstrak daun jambu bol memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia colidengan konsentrasi 2% dengan zona hambat 5,73mm. Ekstrak daun jambu bol berpotensi dapat digunakan dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Ekstrak etanol daun jambu bol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan memiliki aktivitas antibakteri Escherichia coli pada konsentrasi 2% dengan diameter hambatan sebesar 5,73 mm dengan kategori sedang ekstrak daun Jambu Bol (5-10 mm).Kata kunci: Daun jambu bol (Syzygium malaccense), antibakteri, Escherichia coli.
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Safitri, Laila; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Purnama, Robby Candra
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.14987

Abstract

Daun kelor memiliki kandungan metabolit sekunder salah satunya adalah senyawa alkaloid. Alkaloid memiliki salah satu aktivitas  antibakteri yang dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membuat formulasi dalam bentuk sediaaan sabun cair ekstrak daun kelor dan mengetahui sifat fisik sabun cair dari ekstrak daun kelor. Proses pembuatan sabun mandi cair dilakukan dengan tahap awal preparasi daun kelor yang diolah menjadi serbuk lalu dilanjutkan dengan tahap maserasi menggunakan pelarut etanol 96% yang dilakukan selama 24 jam. Hasil dari proses maserasi kemudian dievaporasi untuk diambil ekstrak kental sehingga dapat digunakan untuk pembuatan sabun cair. Metode yang digunakan untuk pembuatan sabun dengan memanaskan fase minyak dan fase air dengan penambahan pengemulsi. Sabun mandi cair diformulasikan menjadi sediaan dengan empat formulasi yang berbeda, formulasi 0 (0%), formulasi 1 (5%), formulasi 2 (10%), dan formulasi 3 (15%). Sediaan sabun mandi cair dari ekstrak daun kelor yang diuji dengan menggunakan uji sifat fisik dalam penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji tinggi busa. Hasil pengujian ekstrak daun kelor positif mengandung alkaloid, pada uji sifat fisik sediaan sabun mandi cair ekstrak daun kelor semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji tinggi busa.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN Eucalyptus pellita MENGGUNAKAN PELARUT AIR Kharisma, Gita; Retnaningsih, Agustina; Nusantari, Candra Saka; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.14625

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada ekstrak daun Eucalyptus pellita (E. Pellita) yang bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid, tanin dan total fenolik. Metode yang digunakan adalah skrining fitokimia menggunakan reaksi warna dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun E. pellita positif mengandung flavonoid, tanin dan total fenolik. Ditandai dengan adanya reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan berwarna merah bata dapat dikatakan positif mengandung senyawa flavonoid. kemudian dilihat dari reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan putih dapat dikatakan positif mengandung senyawa tanin. Hasil dari pengukuran total fenolik dengan absorbansi pembanding asam galat diperoleh kurva linear R2 yaitu 0,9609 menunjukkan linearitas yang baik, maka persamaan regresi linear (y= 0,0116x+0036) didapatkan kadar total fenol pada daun E. pellita yaitu 83,4375 mg gallic acid equivalent/g, artinya dalam setiap gram ekstrak etanol daun E. pellita mengandung fenolik setara dengan 83,4375 mg asam galat.