Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Antibakteri Dan Uji Fisik Sediaan Suspensi Anti Acne Lotio Kummerfeldi Formula Standar Terhadap (Propionibacterium acne) Dengan Metode Difusi Cakram Retnaningsih, Agustina; Aprinosa, Rika; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9924

Abstract

Lotio kummerfeldi adalah obat jerawat dalam bentuk lotio yang khasiatnya bisa mengelupas kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada sediaan lotio anti jerawat formula standard an apakah sediaan lotio acne formula standar dapat menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acne. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode difusi cakram dengan cara meletakan kertas cakram diatas media kemudian hasil pengamatan yang diperoleh berupa ada atau tidaknya daerah bening yang terbentuk di sekeliling kertas cakram pada pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi 1%, 2% dan 3%.kemudian dilakukan uji sifat dan fisiknya dengan uji organoleptic, uji Ph, uji homogentitas dan uji viskositas. Hasil uji sifat fisik lotio acne formula standar dari uji organoleptic untuk warna lotio acne berwarna putih kekuningan, beraroma khas minyak mawar dan berbentuk cair. Hasil uji ph menunjukan angka 6, untuk uji homogenitas menuntukan lotio acne formula standar homogen dan uji viskositas 1880 Cps. Berdasarkan uji sifat fisik dari sediaan lotio acne formula standar semuanya memenuhi syarat dan sesuai dengan Depkes RI,1979. 
Penerapan Hygine Sanitasi Penjamah Makanan pada Pedagang Kaki Lima di Wilayah Kerja Puskesmas Metro Romadon, Fiqri Ardiansyah; Amirus, Khoidar; Sary, Lolita; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i4.16159

Abstract

Rendahnya sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima berdampak pada kesehatan pembeli. Wilayah kerja Puskesmas Metro menempati urutan pertama dengan jumlah TPP terbanyak di Kota Metro, Lampung tetapi hanya 6,13% TPP yang memenuhi higiene sanitasi makanan. Pengetahuan dan sikap menjadi faktor yang dapat menyebabkan rendahnya sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penerapan higiene sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima di wilayah kerja Puskesmas Metro. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional , dengan populasi berjumlah 225 pedagang kaki lima di wilayah kerja Puskesmas Metro, Lampung secara purposive sampling sehingga diperoleh 179 sampel. Analisis menggunakan uji chi-square dengan hasil yang diperoleh bahwa penerapan jamaah makanan sudah baik 51,4%, pengetahuan baik 87,2% dan sikap positif 54,7%. Terdapat hubungan pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima dengan nilai ρ–value 0.031, OR = 2.736 (CI 1.066-7.022) artinya pengetahuan yang baik 2.736 kali akan menerapkan higiene sanitasi yang baik, dan terdapat hubungan sikap dengan penerapan higiene sanitasi Penjamah makanan pada pedagang kaki lima dengan nilai ρ–value 0,001 OR = 2,871 (CI 1,540-5,352) berarti sikap positif sebesar 2,871 kali akan menerapkan higiene sanitasi yang baik. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada penjamah makanan untuk melengkapi peralatan kebersihan pribadi seperti menggunakan masker dan sarung tangan plastik serta diharapkan agar tidak berbicara dan merokok saat sedang mengolah makanan karena hal tersebut dapat mengakibatkan kontaminasi makanan.
UJI HEDONIK DAN KANDUNGAN PROTEIN COOKIES BUAH DURIAN (Durio zibenthinus L) KOMBINASI TEPUNG BIJI DURIAN Putri, Selomita Nabela; Winahyu, Diah Astika; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.17774

Abstract

Durian memiliki kandungan senyawa seperti fibre, protein, carbohydrates,vitamin A, dan vitamin B1. Biji durian bisa dimanfaatkan sebagai tepung biji durian oleh karena itu tepung biji durian bias dijadikan cookies yang salah satunya jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak berkadar lemak tinggi, relatif renyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonik pada cookies buah durian kombinasi tepung biji durian dengan menggunakan kandungan protein. Proses pembuatan cookies , mentega, gula halus, vanili bubuk, dicampurkan lalu dimixer, setelah itu campurkan tepung terigu,tepung biji durian, baking powder,susu bubuk, dan tepung maizena dimixer Kembali hingga rata, kemudian tambahkan telur dan daging buah durian di mixer Kembali hingga rata, adonan cookies dicetak sesuai selera lalu tambahkan chococip ,lalu adonan tersebut dipanggang sampai matang. Sediaan cookies di uji dengan uji hedonik, uji kadar air, dan uji kadar protein dengan metode kjedhal. Pada uji hedonik mendapatkan hasil yang paling disukai formulasi 3 karena memiliki rasa yang khas ke durian untuk para responden, responden yang dipakai pada uji hedonik yaitu 24 orang. Uji kadar air berpengaruh besar terhadap daya tahan bahan pangan, kadar air tersebut mendapatkan hasil rata-rata yaitu 1,65 % sampel cookies tersebut memenuhi persyaratan SNI 01-2973-1992 yaitu maksimal 5 %. Uji kadar protein dengan metode kjedhal pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap destruksi, destilasi dan tahap titrasi ,kadar protein mendapatkan hasildengan rata-rata 8,87 % protein tersebut memenuhi persyaratan SNI 01-2973- 1992 yaitu minimum 5%.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP LIDAH BUAYA (Aloevera L) TERHADAP KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Falsianingrum, Mupi; Retnaningsih, Agustina; Feladita, Niken
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas salep antiinflamasi ekstrak lidah buaya (Aloevera L) terhadap kelinci jantan. Perlakuan dilakukan pada tiga kelompok kelinci, setiap kelompok terdiri dari dua ekor kelinci. Kelompok pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 10%. Kelompok kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15% dan kelompok ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%. Pengolesan dilakukan satu kali sehari dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20% menunjukan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4, salep dengan konsentrasi ekstrak 15% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4 dan ke-5 untuk salep dengan konsentrasi ekstrak 5% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep ekstrak lidah buaya (Aloevera L) efektif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling efektif yaitu pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%.
Uji Aktivitas Antibakteri Dan Uji Fisik Sediaan Suspensi Anti Acne Lotio Kummerfeldi Formula Standar Terhadap (Propionibacterium acne) Dengan Metode Difusi Cakram Retnaningsih, Agustina; Aprinosa, Rika; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9924

Abstract

Lotio kummerfeldi adalah obat jerawat dalam bentuk lotio yang khasiatnya bisa mengelupas kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada sediaan lotio anti jerawat formula standard an apakah sediaan lotio acne formula standar dapat menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acne. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode difusi cakram dengan cara meletakan kertas cakram diatas media kemudian hasil pengamatan yang diperoleh berupa ada atau tidaknya daerah bening yang terbentuk di sekeliling kertas cakram pada pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi 1%, 2% dan 3%.kemudian dilakukan uji sifat dan fisiknya dengan uji organoleptic, uji Ph, uji homogentitas dan uji viskositas. Hasil uji sifat fisik lotio acne formula standar dari uji organoleptic untuk warna lotio acne berwarna putih kekuningan, beraroma khas minyak mawar dan berbentuk cair. Hasil uji ph menunjukan angka 6, untuk uji homogenitas menuntukan lotio acne formula standar homogen dan uji viskositas 1880 Cps. Berdasarkan uji sifat fisik dari sediaan lotio acne formula standar semuanya memenuhi syarat dan sesuai dengan Depkes RI,1979. 
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAN LIP CREAM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DAN SARI BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Fatmawati, Rindi; Retnaningsih, Agustina; Sembiring, Enny Rimita
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.17785

Abstract

Kosmetik dibagi menjadi dua jenis yaitu skincare dan dekoratif. Salah satu kosmetik dekoratif yang paling terkenal yaitu pewarna bibir. Warna merupakan hal yang paling utama dalam formulasi sediaan kosmetika khususnya dalam sediaan kosmetik dekoratif. Kandungan brazilin pada secang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami serta kandungan asam glutamat dan sukrosa pada buah tomat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kelembaban bibir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat dapat dijadikan pewarna alami dan pelembab bibir, serta untuk mengetahui perbedaan warna konsentrasi dari kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat. Kayu secang diekstraksi dengan menggunakan etanol 96% selama 3X24 jam, sementara buah tomat hanya diambil sari buahnya. Kemudian dilakukan skrining fitokimia pada ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat. Lip cream dibuat dalam 4 formulasi dengan konsentrasi ekstrak etanol kayu secang F1 2%, F2 4%, dan F3 6%, untuk konsentrasi tomat semua formulasi menggunakan konsentasi 5%. Kemudian sediaan lip cream dilakukan uji sifat fisik dengan hasil telah memenuhi syarat, seperti uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH (F0 6,40, F1 6,34, F2 6,37, F3 6,42), uji daya sebar (F0 5,70 cm, F1 5,73 cm, F2 5,63 cm , F3 5,76 cm), uji daya oles, uji stabilitas, dan uji kesukaan. Pada uji stabilitas lip cream mengalami perubahan, lip cream stabil dan tidak mengalami perubahan setelah minggu ke-4 sampai dengan bulan ke-3. Pada uji kesukaan F2 dipilih sebagai formulasi yang paling banyak disukai panelis. 
Pemanfaatan seledri sebagai TOGA dalam upaya pencegahan kolestrol Retnaningsih, Agustina; Budiarti, Ria Deni; Putri, Nur Aisyah; Berlyana, Adynda; Arkhananta, Dhea Adzilla; Afiva, Isnita Mayang; Rizki, Muhammad
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.316

Abstract

Introduction: TOGA is a home-grown plant that has medicinal properties, TOGA planting can be done in pots or in the land around the house. The celery plant is an example of TOGA (Family Medicinal Plant) which is very easy to find and has many benefits that are good for health, for example as a lowering of high cholesterol levels. Purpose: To introduce the benefits of Family Medicinal Plants (TOGA), then explain about cholesterol, and the use of celery plants as a prevention of high cholesterol levels. Method: This method is carried out by direct counseling to the women of the Rajawali Posyandu, North Panjang Village. Results: From this counseling, it explained the understanding of TOGA plants (family medicinal plants), the benefits of traditional medicinal plants, one of which was celery, and a demonstration of how to process celery into juice to prevent high cholesterol levels for mothers. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the mothers understand what has been conveyed in the counseling on processing celery into celery juice to prevent high cholesterol levels. Mothers also understand that celery has many health benefits. Keywords: Celery; Cholesterol; TOGA. Pendahuluan: TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, Penanaman TOGA dapat dilakukan di pot atau di lahan sekitar rumah. Tumbuhan seledri adalah contoh TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang sangat mudah ditemukan dan memiliki banyak manfaat yang baik untuk Kesehatan, contohnya sebagai penurun kadar tinggi kolestrol. Tujuan: Untuk mengenalkan manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA), kemudian menjelaskan tentang kolestrol, dan pemanfaatan tanaman seledri sebagai pencegah tingginya kadar kolestrol. Metode: Dilakukan dengan cara penyuluhan langsung kepada ibu ibu posyandu rajawali kelurahan Panjang utara. Hasil: dari penyuluhan ini menjelaskan pengertian dari tanaman TOGA (tanaman obat keluarga), manfaat dari tanaman obat tradisiolan salah satunya seledri, serta dilakuka demostrasi cara pengolahan seledri menjadi jus untuk pencegahan tingginya kadar kolestrol bagi ibu ibu. Simpulan: dari penyuluhan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dimana ibu-ibu paham atas apa yang telah sampaikan pada penyuluhan pengolahan seledri menjadi jus seledri untuk mencegah tinggi kadar kolesterol. Ibu-ibu juga paham bahwa seledri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Pengabdian masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat sehat tanpa efek samping dengan olahan toga serai dan jahe Retnaningsih, Agustina; Herawati, Karlina; Fransiska, Amelia; Apriza, Mertalia; Handayani, Erina; Aziz, Abdul
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.317

Abstract

Background: Human resource health efforts area tangible manifestation of the community's role in health development, one of which is TOGA (Family Medicinal Plants). TOGA is a home-cultivated plant that has medicinal properties, one example is ginger and lemongrass. Purpose: This community service aims to provide knowledge as well as information about the TOGA plant, especially the content and benefits of ginger and lemon grass for health. Method: The method use to cadres and members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District. Results: From this counseling, the benefits of TOGA were explained, how to plant TOGA, and examples of how to make drinks made from ginger and lemongrass were given to members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the community can increase knowledge about family medicinal plants (TOGA) and know the benefits of TOGA. Keywords: Ginger; Integrated Health Service Center; Lemongrass; TOGA. Pendahuluan: Upaya Kesehatan bersumber daya manusia merupakan wujud nyata peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan, salah satunya adalah dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). TOGA adalah tanaman hasil budi daya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, salah satu contohnya adalah jahe dan serai. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus informasi tentang tanaman TOGA terutama kandungan dan manfaat dari jahe dan serai untuk kesehatan. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan sosialisasi kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara. Hasil: Dari penyuluhan ini dijelaskan manfaat TOGA, cara menanam TOGA, dan diberikan contoh cara membuat minuman berbahan dasar jahe dan serai kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan disimpulkan bahwa, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA) serta tahu manfaat dari TOGA.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA BERDASAR KHAZANAH LOKAL DI PEKON SIDOKATON KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG Nusantari, Candra Saka; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18525

Abstract

Pekon Sidokaton di Kabupaten Tanggamus, Lampung, memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk tanaman obat keluarga (TOGA) yang telah lama digunakan secara turun-temurun. Sayangnya, pengetahuan tentang pemanfaatan TOGA berdasarkan khazanah lokal semakin tergerus oleh perkembangan zaman dan minimnya upaya pelestarian. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi warga mengenai identifikasi, pengolahan, dan pemanfaatan TOGA sesuai dengan nilai-nilai tradisional yang diwariskan oleh leluhur. Kegiatan dilakukan melalui serangkaian penyuluhan, pelatihan praktis, dan pendampingan berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang diterapkan meliputi wawancara dengan tokoh adat dan praktisi kesehatan lokal, observasi lapangan, serta demonstrasi pengolahan TOGA menjadi produk herbal sederhana seperti jamu, minyak oles, dan teh kesehatan. Melalui program ini, diharapkan terjadi pelestarian khazanah lokal, peningkatan kesadaran kesehatan berbasis alami, dan penguatan ekonomi masyarakat. Pendekatan berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam membangun rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap warisan tradisional mereka.
UJI SIFAT FISIK FORMULASI SEDIAAN SAMPO EKSTRAK BIT MERAH (BETA VULGARIS L.) DAN UJI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Asrini, Dhana Putri; Retnaningsih, Agustina; Sembiring, Enny Rimita
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20414

Abstract

Buah Bit merah (Beta vulgaris L.) termasuk dalam keluarga Chenophodiaceae. Kandungan yang dimiliki sebagian besar vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, fosfor, potasium, elektrolit, enzim, karotenoid, silika, protein, karbohidrat dan Kandungan senyawa antioksidan terdiri dari senyawa flavonoid (350-2760 mg/kg), betasianin (840-900 mg/kg), betanin (300- 600mg/kg), asam askorbat (50-868 mg/kg), dan karotenoid (0,44 mg/kg).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada sampo ekstrak etanol buah bit merah dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel buah bit merah diesktrasi dengan metode maserasi. Pengujian sifat fisik sampo esktrak bit merah dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji tinggi busa, uji pH dan uji hedonik. Selain itu, sampo esktrak bit merah dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan pereaksi DPPH. Hasil uji sifat fisik sampo pada semua uji memenuhi persyatan dengan standar (SNI 06-2692-1992). Hasil nilai IC50 pada formulasi 1, 68,91 ppm pada formulasi 2, 42,74 ppm dan pada formulasi 3, 40,60 ppm. Kesimpulan penelitian ini, sampo esktrak bit merah memenuhi persyaratan uji sifat fisik dan uji aktivitas antioksidan memiliki kategori sangat kuat dan kuat (IC50 < 50 ppm, 50-100ppm).