Eka Dian Aprilia
Department Of Psychology, Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MOTIVASI CALEG PEREMPUAN DITINJAU DARI ASAL PARTAI POLITIK Hidayati, Siti Hajar Sri; Rachmatan, Risana; Aprilia, Eka Dian
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.78 KB)

Abstract

Kesetaraan gender merupakan hal yang paling penting untuk mencegah diskriminasi yang terjadi di masyarakat. Terdapat beberapa cara untuk mencapai kesetaraan gender, salah satunya dengan memberikan kesempatan pada perempuan untuk mempengaruhi kebijakan politik seperti berpartisipasi dalam politik dengan menjadi calon legislatif. Persentase perempuan yang rendah di lembaga legislatif, khususnya legislatif di Aceh menunjukkan bahwa perempuan masih belum berpartisipasi aktif. faktor penyebab minimnya persentase perempuan adalah motivasi yang rendah. Motivasi merupakan pendorong tingkahlaku individu sesuai arah tujuan. Ada tiga jenis need yang mempengaruhi tingkah laku individu yaitu need for power, need for affiliation dan need for achievement.Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan motivasi calon legislatif perempuan ditinjau dari partai nasional dan partai lokal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 69 calon legislatif, yang terdiri dari 35 caleg partai lokal dan 34 caleg partai nasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala motivasi yang terdiri dari 24 pernyataan. Hasil analisis data menggunakan uji statistik independent samples t-test menunjukkan nilai P=0,023 (0,023 < 0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan motivasi pada caleg perempuan partai nasional dengan caleg perempuan partai lokal.
IMPULSE BUYING PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH Aprilia, Eka Dian; Septila, Rasulika -
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 2 (2017): Psikoislamedia : Jurnal Psikologi
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v2i2.2449

Abstract

Impulse buying adalah proses pembelian yang dilakukan oleh konsumen tanpa mempertimbangkan kebutuhan suatu produk dan tidak melewati tahap pencarian informasi terhadap suatu produk serta sangat kental unsur emosionalnya. Impulse buying dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan yang umumnya berada pada taraf usia remaja akhir dan dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan impulse buying pada mahasiswa di Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang berusia 18-21 tahun berjumlah 100 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala impulse buying sebanyak 48 aitem. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini adalah metode statistik, dengan teknik komparasi dengan hasil t-test independent samples adalah sebesar 0,030< t tabel yaitu 1,664. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan impulse buying pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala ditinjau dari jenis kelamin.
KECERDASAN EMOSI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA PERAWAT Aprilia, Eka Dian; Mauritsatina, Mauritsatina
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 6 No. 2 (2021): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v6i2.9323

Abstract

Saat menjalankan tugasnya, perawat dituntut harus menumbuhkan rasa saling menolong, mampu bekerja sama dan bersikap  ramah yang merupakan wujud dari perilaku prososial. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah kecerdasan emosi. Semakin tinggi kecerdasan emosi maka akan semakin tinggi perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit X. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 161 orang dengan menggunakan teknik pengambilan data incidental sampling. Penelitian ini menggunakan Skala Kecerdasan Emosi yang disusun oleh Mawarpury (2004) berdasarkan aspek yang disampaikan oleh Goleman (2000) yang kemudian dimodifikasi, skala ini terdiri atas 27 aitem pernyataan dan Skala Perilaku Prososial yang disusun oleh peneliti berdasarkan pada teori Eisenberg dan Mussen (1989), skala ini terdiri atas 27 aitem pernyataan. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis pearson product-moment menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,789 dengan nilai p = 0,000 (p < 0.05). Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit X. Hasil analisa juga menunjukkan semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit X.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF DISCLOSURE AND RESILIENCE AMONG NURSES AT ACEH MENTAL HOSPITAL, INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Zahrina, Nazila; Mawarpury, Marty; Aprilia, Eka Dian; Sulistyani, Arum
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 7 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v7i2.241

Abstract

Background: Registered nurses employed in acute and semi-acute wards of mental hospitals frequently encounter elevated levels of stress, a significant component of which is the constant threat of violence from patients. Consequently, the capacity to adapt in challenging circumstances is referred to as resilience. Resilience, defined as the ability to cope with adversity, enables individuals to perceive challenges as catalysts for personal growth. Purpose: to identify the relationship between self-disclosure and the level of resilience exhibited by nurses at Aceh Mental Hospital. Methods: used a quantitative correlational approach, involved 45 nurses through a total sampling technique. The instruments used were the Resilience Scale for Nurse (RSN) (α = 0.830) and the Revised Self Disclosure Scale (RSDS) consisting of five dimensions with varying reliability. Results: A substantial relationship was identified between resilience and the dimensions of intent to disclose (p=0.002; r=0.456), amount of disclosure (p=0.029; r=0.326), and positive factor of disclosure (p=0.029; r=0.326). Meanwhile, the dimensions of honesty-accuracy and control of general depth did not show a significant relationship. Conclusion: Several factors related to self-disclosure have been shown to be positively associated with resilience, suggesting that openness may play a crucial role in enhancing the mental resilience of nurses working in high-risk environments. Abstrak Latar Belakang: Perawat yang bekerja di bangsal akut dan semi-akut Rumah Sakit Jiwa kerap menghadapi tekanan berat, termasuk risiko kekerasan dari pasien. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dan tetap tangguh dalam situasi menantang, yang dikenal sebagai resiliensi. Resiliensi memungkinkan individu untuk melihat tekanan dan kesulitan sebagai peluang untuk berkembang. Tujuan: bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara self disclosure dengan tingkat resiliensi pada perawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, melibatkan 45 perawat melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Resilience Scale for Nurse (RSN) (α = 0.830) dan Revised Self Disclosure Scale (RSDS) yang terdiri dari lima dimensi dengan reliabilitas bervariasi. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara resiliensi dengan dimensi intent to disclose (p=0.002; r=0.456), amount of disclosure (p=0.029; r=0.326), dan positive factor of disclosure (p=0.029; r=0.326). Sementara itu, dimensi honesty-accuracy dan control of general depth tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Beberapa aspek self disclosure berkorelasi positif dengan resiliensi, menunjukkan pentingnya keterbukaan dalam memperkuat daya tahan mental perawat di lingkungan kerja berisiko tinggi.
Relationship Between Parent Career Behavior with Career Maturity among Syiah Kuala University Students Ayu Utami Pratiwi; Irin Riamanda; Eka Dian Aprilia; Risana Rachmatan
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v5i1.165

Abstract

Career maturity is one of the developmental tasks that students must fulfill as early adults or late adolescents. Good career maturity will affect the selection of a student career life in the future. One of the factors that influence student career maturity is parent career behavior. Parent career behavior is a parent's behavior or parenting style related to a child's career. This research uses quantitative research methods with a correlation approach. The purpose of this study was to see a relationship between parent career behavior and career maturity in Syiah Kuala University students. Sampling using a nonprobability sampling technique of quota sampling type with a total of 332 research respondents. The results showed that there was a positive relationship between parent career behavior and career maturity in Syiah Kuala University students. The hypothesis test was carried out using the Spearman Correlation technique and obtained a significance value (p)=0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient value (r)=0.428. In addition, the results of the study also showed that most respondents were in the category of career maturity and moderate parent career behavior.
The Relationship between Resilience and Work-Study Conflict in Working Students Najwa Najwa; Eka Dian Aprilia; Irin Riamanda; Marty Mawar Puri
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v5i2.176

Abstract

In addition to having a busy course in college, some students also have activities outside of college; have a job. Dense lecture activities and busy work carried out can cause work-study conflicts in students. Work-study conflict is a work activity that interferes with student learning activities to meet demands and obligations related to school or campus. One of the factors that can reduce work-study conflict is resilience. The purpose of this study was to determine the relationship between resilience and work-study conflict. This study used quantitative methods with a correlation approach. The data collection procedure uses a nonprobability sampling technique of accidental sampling type with a sample of 170 people collected using google research form. The research measurement tool used the Work Study Conflict Scale (WSCS) with Alpha Croanbach (α) 0.777 and the Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) with Alpha Croanbach (α) 0.930. The hypothesis test was carried out using the Spearman Correlation technique, obtaining a significance value (p) = 0.471 (p<0.05). The results showed there is no negative relationship between resilience and work-study conflict in working students. In addition, the results also showed that the majority of research subjects were in the high work-study conflict category and the high resilience category.