Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

DOMINANSI DAN KEMERATAAN JENIS SERANGGA PADA TANAMAN JAGUNG YANG DIBERI PUPUK ORGANIK CAIR GULMA SIAM (CHROMOLAENA ODORATA) Irsan, Mohamad; Retnowati, Yuliana; Lamangantjo, Chairunnisah J.; Danial, Mohamad Ikbal Riski A.; Muhlis, Muhlis; Jusran, Jusran; Syapril, Syapril
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37380

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pupuk organik cair daun Gulma Siam (Chromolaena odorata) terhadap dominansi dan kemerataan serangga pada tanaman Jagung (Zea mays). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain rancangan acak kelompok(RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan (0, 40, 60, dan 80)% dengan 6 ulangan. Indeks dominansi serangga ditentukan berdasarkan indeks dominansi Simpson dan indeks kemerataan berdasarkan indeks kemerataan Eveness. Analisis pengaruh pupuk organik cair daun Gulma Siam terhadap indeks dominansi dan kemerataan serangga menggunakan analisis varians (ANAVA) dengan taraf signifikasi 5%, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 13 spesies serangga yang ditemukan pada tanaman jagung yang diperlakukan dengan pupuk organik cair daun Gulma Siam dengan jumlah individu bervariasi pada tiap perlakuan. Indeks dominansi dan kemerataan serangga pada tanaman jagung adalah 0.49 dan 0.15 yang termasuk kedalam kategori sedang. Pemberian pupuk organik cair daun Gulma Siam (Chromolaena odorata) berpengaruh secara signifikan terhadap indeks dominansi dan indeks kemerataan serangga dengan konsentrasi pupuk organik cair daun Gulma Siam masing-masing adalah 60% dan 40%.
DETEKSI SEBARAN PERTANAMAN CENGKEH DI KABUPATEN SINJAI BERDASARKAN PEMBACAAN DATA CITRA SATELIT LANDSAT ETM+8 Muhlis, Muhlis; Danial, Mohamad Ikbal Riski A.; Jusaran, Jusaran
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38827

Abstract

Cengkeh (Eugenia aromatica L.) merupakan tanaman rempah yang sangat penting dan dibutuhkan. Untuk mengetahui luasan pertanaman serta kondisi tanaman diperlukan survei lapangan, namun survei lapangan membutuhkan tenaga yang banyak, waktu yang lama serta biaya yang relatif mahal, teknologi remote sensing menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan lahan secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran pertanaman cengkeh di Kabupaten Sinjai berdasarkan pembacaan data citra satelit resolusi menengah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan semi kuantitatif dan kualitatif dengan analisis spasial dan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sinjai pada bulan Mei-September 2024: meliputi 5 Kecamatan sentra cengkeh. Berdasarkan hasil interpretasi citra satelit landsat ETM+8 tahun 2023, luas penutupan lahan yang terbesar adalah areal pertanaman cengkeh/ perkebunan campuran yaitu 2.172 atau 22,2% dengan jumlah pixel yang teridentifikasi sama yaitu 24.124 pixel (1 pixel = 0.09 ha) dari 21.272.8 Ha total area atau 106.364 pixel yang terklasifikasi. Penutupan lahan lainnya yang teridentifikasi adalah pemukiman 7.971 pixel atau 717,4 Ha atau 7,3%, sawah yang teridentifikasi yaitu 21.327 pixel atau 1.919,4 Ha atau 19,9%, hutan yang teridentifikasi yaitu 12.266 pixel atau 1.103,9 Ha atau 11,3%. Jumlah pixel yang paling banyak teridentifikasi hampir sama adalah pada penutupan lahan areal perkebunan cengkeh, hal ini disebabkan karena pengambilan training areal lebih banyak pada wilayah pertanaman cengkeh sedangkan untuk hutan pixelnya kurang karena hanya dianggap pembanding sehingga pengambilan training arealnya sedikit.
PELATIHAN PEMBUATANDODOL PISANG SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT Putra, Reski Praja; Indrayani, Indrayani; Rahmah, Nur; Danial, Mohamad Ikbal Riski A.; Mustarin, Amirah
JUBDIMAS ( Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 4 No 2 (2025): Artikel Pengabdian September 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jubdimas.v4i2.393

Abstract

Panakkukang Village is located in Pallangga District, Gowa Regency, South Sulawesi. The village is approximately 13.2 km from the Department of Agricultural Technology, Faculty of Engineering, Makassar State University, with a travel time of approximately 26 minutes. The abundant natural resources in this area are rice and seasonal tropical fruits. Generally, tropical fruits are obtained only for personal consumption or some of the harvest is directly sold in the market as fresh. A farmer said that in Panakkukang Village, training on fruit processing has not been conducted. Generally, training is provided for farmers in cultivating rice fields to produce high rice yields. Raja bananas are one of the tropical fruits in this village. However, the utilization of raja bananas for processed products has not yet achieved optimal results. The purpose of this community service activity is to provide training to the community on the correct and good method of making raja banana dodol. The activity begins with the stages of observation, interviews, and discussions. Next, the delivery of material and counseling, demonstrations, mentoring, and assessment (evaluation). The ingredients used in this training consisted of plantains, coconut milk, glutinous rice flour, brown sugar, milk, and vanilla. These ingredients were then cooked over medium heat, stopping after the plantain dodol (rice cake) had been produced, characterized by a soft, non-sticky texture due to the oily surface from the coconut milk. Evaluation results indicated that participants had successfully produced plantain dodol independently. The plantain dodol they made was highly appreciated for its excellent sensory qualities.
PELATIHAN PEMANFAATAN AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR BAGI MASYARAKAT Muhlis, Muhlis; Mustarin, Amirah; Puspitasari, Dewi; Danial, Mohamad Ikbal Riski A.; Diapati, Siti Maifa; Budiningtyas, Dwi Putri
JUBDIMAS ( Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 4 No 2 (2025): Artikel Pengabdian September 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jubdimas.v4i2.395

Abstract

In the soldiers' housing complex, a large volume of rice washing water is wasted, even though this waste can be used as a liquid organic fertilizer with high nutritional value for plant growth. Community service is a concrete manifestation of the role of academics in making a positive contribution to the development and safety of the surrounding environment. This activity not only aims to transfer useful knowledge and technology, but also encourages community independence in utilizing local potential that is often not optimally managed. One common problem encountered in many households is the high volume of wasted domestic waste, including rice washing water waste, which has long been considered worthless. This training provides a positive contribution to the community because it can be an alternative in finding alternative fertilizers to overcome fertilizer scarcity and prevent environmental pollution. This community service activity is a form of knowledge transfer from academics to the wider community to provide benefits based on the results of research that has been carried out on campus, especially the process of making liquid organic fertilizer.
PEMBERDAAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SELAI MANGGA SEBAGAI PRODUK OLAHAN DI DESA PANAKUKKUNG, KABUPATEN GOWA Danial, Mohamad Ikbal Riski A.; Sukainah, Andi; Rahmah, Nur; Indrayani, Indrayani; Putra, Reski Praja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian merupakan sektor penting dalam peranan menopang perekonomian nasional, khususnya di Wilayah pedesaan. Desa Panakukkang yang terletak di Kabupaten Gowa, memiliki beberapa sumber daya alam yang melimpah yaitu buah-buahan tropical salah satunya buah mangga. Buah mangga matang seringkali tidak termanfaatkan dan hanya dibuang, kondisi ini mengindikasikan perlunya adanya upaya pengolahan pangan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui sosialisasi dan pelatihan pengolahan mangga menjadi selai kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Panakkukang Kabupaten Gowa. Metode pelaksanaan terdiri dari survey lapangan, sosialisasi, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabidan kepada masyarakat (PKM) menunjukkan antusiasme dan semangat dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memperoleh keterampilan baru, dan mampu memproduksi selai dari buah mangga yang sebelumnya belum diolah menjadi produk pangan. Pengolahan buah mangga menjadi selai mangga berpotensi menjadi sumber ekonomi kreatif yang dapat ditingkatkan dari perorangan, kelompok dan skala indsutri.
Penyuluhan Perhutanan Sosial pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Kabupaten Gorontalo Mohamad Ikbal Riski A. Danial; Muhlis; Reski Praja Putra; Hartini Ramli; Ika Wahyuni Rusti Annisa
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 2 (Juni 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v3i2.576

Abstract

Pengelolaan Hutan sampai dengan sekarang masih menjadi isu permasalahan pemerintah, berbagai program telah dilakukan untuk bagaimana cara pengelolaan dan pemanfaatan hutan secara lestari. Pengelolaan Kawasan hutan tidak bisa berjalan hanya dengan adanya Pemerintah, butuh masyarakat yang hidup di sekitar hutan untuk memanfaatkan hutan secara bijaksana dalam artian pemanfaatan secara berkelanjutan. Maksud dan tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan tentang perhutanan sosial. Metode yang digunakan adalah Forum Group Discussion (FGD). Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat, bahwa kelompok tani hutan (KTH) telah melaksanakan pengelolaan Kawasan dengan sistem perhutanan sosial. Dalam pemanfaatan kawasan hutan diharapakan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya kelompok tani hutan yang hidup berdampingan dengan Kawasan hutan. Kelompok tani hutan dapat memanfaatkan kawasan hutan dengan mempertimbangkan kelestarian serta keberlanjutan lingkungan.
Sosialisasi dan Pendampingan Pengelolaan Lingkungan Sekolah Berbasis Gaya Hidup Berkelanjutan pada Program P5 di SMPN 3 Bantaeng Cicilia Selry Tanri; Abdul Mun'im Thariq; Mohamad Ikbal Riski A. Danial; Andi Khairunnisa Salsabila Putri
Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v3i1.125

Abstract

Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" merupakan pilar penting dalam Kurikulum Merdeka untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini pada peserta didik. Namun, implementasi di lapangan seringkali terkendala oleh kurangnya pemahaman teknis mengenai pengelolaan lingkungan yang aplikatif di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan pengelolaan lingkungan bagi guru dan peserta didik di SMPN 3 Bantaeng. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi terarah (Focus Group Discussion), dan demonstrasi praktik pemilahan serta pengolahan limbah sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep gaya hidup berkelanjutan dan keterampilan praktis dalam mengelola sampah sekolah. Pendampingan ini berhasil merumuskan draf standar operasional prosedur pengelolaan lingkungan sekolah yang terintegrasi dengan kegiatan P5. Kesimpulannya, kolaborasi antara akademisi dan warga sekolah mampu mempercepat internalisasi nilai-nilai Pancasila yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Konsentrasi Total Suspended Partikulat dan Timbal pada Udara Ambien Juslan; Cicilia Selry Tanri; Abdul Mun'im Thariq; Mohamad Ikbal Riski A. Danial; Andi Khairunnisa Salsabila Putri
Buletin Keslingmas Vol 45 No 2 (2026): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 45 NO. 2 TAHUN 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v45i2.14531

Abstract

Air pollution is a vital environmental issue, especially in areas close to industrial activities and heavy transportation. Biring Ere Village, located in Pangkep Regency, is vulnerable to air quality degradation due to vehicle mobility and other sectoral activities. The study aims to analyze the concentration of Total Suspended Particulate (TSP) and heavy metal Lead (Pb) in ambient air in Biring Ere Village and compare it with quality standards based on Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of 2021 and SNI 7119-3:2017. The research method used was field observation with air sampling using a High-Volume Air Sampler (HVAS), which was then analyzed in the laboratory. Laboratory test results showed that in residential areas, the concentration of TSP was 121 μg/m3 and lead (Pb) was 0.01 μg/m3, while in industrial areas, the concentration of TSP was 216 μg/m3 and the concentration of lead (Pb) was 1.4 μg/m3. Based on a comparison with Government Regulation No. 22 of 2021 and SNI 7119-3:2017, the results show that both parameters are still below the established quality standards (TSP < 230 μg/m³ and Pb < 2 μg/m³). The ambient air quality in Biring Ere Village is categorized as safe. However, the concentration levels of Total Suspended Particulate (TSP) and Lead (Pb) are close to the threshold, requiring special attention in air pollution control efforts to ensure that they remain below the quality standards.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN BAGI PELAKU USAHA DI KOTA MAKASSAR Mohamad Ikbal Riski A. Danial; Cicilia Selry Tanri; Abdul Mun&#039;im Thariq; Andi Khairunnisa Salsabila Putri; Syam S. Kumaji; Rika Wahyuni Rusti Annisa
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i2.2378

Abstract

The problem of urban waste in Makassar City continues to increase in line with economic growth and the number of businesses, particularly micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The low level of knowledge and skills among business actors in environmentally friendly waste management means that waste is not yet being managed optimally and still has the potential to cause negative impacts on the environment. The community service activity aims to provide standards for the implementation of waste reduction and management at the source, based on Presidential Regulation No. 97 of 2017 concerning national policies and strategies for the management of household waste and similar waste, as well as to increase the knowledge, attitudes, and skills of business actors in Makassar City in managing waste in an environmentally friendly manner through socialization and training activities. The methods used to carry out these activities are socialization, training, and discussions on environmentally friendly waste management. The activities were carried out in a participatory manner through material delivery, interactive discussions, and hands-on practice. The results of the activities show an increase in business actors' understanding of the importance of environmentally friendly waste management and their ability to implement waste sorting and management practices at the source. It is hoped that this activity will encourage changes in the behavior of business actors in waste management, reduce the amount of waste sent to final processing sites (landfills), and support the realization of a clean and sustainable environment in the city of Makassar.