Claim Missing Document
Check
Articles

FACTORS AFFECTING ZAKAT PAYMENT THROUGH INSTITUTION OF AMIL: MUZAKKI’S PERSPECTIVES ANALYSIS Ayuniyyah, Qurroh
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 2 No. 2 (2011): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the third pillar of Islam, zakat has an important role from both social and economic perspectives. Socially, zakat can build brotherhood and sense of belonging among Muslims. Beside purifies the wealth, zakat also can reduce the social gap between the have and the have not. Zakat empirically can alleviate the poverty as well as generate prosperity of the ummah which was realized during the Golden Age of Umar bin Abdul Azis Caliph. At that period, zakat was controlled, collected, and disbursed by trustable and professional amil officers. In Indonesia, the potential of zakat is promising. This condition is indicated by reaching 3.4 percent of Gross Domestic Product (GDP) that equals to 217 trillion Rupiahs (BAZNAS and FEM, 2011). Unfortunately, the realization of the zakat collection is still far behind its potential. In 2010, zakat collection was only 1.5 trillion Rupiahs or less than 1 percent from the expectation. This fact shows that the awareness to pay zakat through institutions in Indonesia is still poor. Therefore, this paper attempts to analyze the factors that determine muzakki to pay zakat through the Institutions by taking case study of Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), as the National Zakat Board in Indonesia. One hundred respondents from zakat payers through BAZNAS and one hundred respondents from non-institution zakat payers have been selected as the sample of the research. The respondents have been deeply interviewed on December 2009 to February 2010. The samples were determined using purposive convenience sampling (non probability sampling). Descriptive statistics, IPA (Importance Performance Analysis) and CSI (Customer Satisfaction Index) methods have been used as analytical methods.
DYNAMIC ANALYSIS OF ISLAMIC AND CONVENTIONAL MONETARY INSTRUMENTS TOWARDS REAL SECTOR GROWTH IN INDONESIA Ayuniyyah, Qurroh; Ricardo, Rico; Nursechafia, Nursechafia; Fakrikha, Yuni Yulia
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 3 No. 1 (2012): MARET
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini fiat money, interest rate, dan fractional reserve banking system telah digunakan sebagai instrumen utama dalam sistem moneter di seluruh dunia. Namun, sejumlah pakar melihat bahwa ketiga alat tersebut adalah akar dari rentannya sistem ekonomi secara keseluruhan, sehingga begitu banyak krisis terjadi dan terjadi lagi, dan terjadi ketidakseimbangan yang besar antara sektor moneter dan sektor riil dalam abad-abad terakhir ini. Di sisi lain, sistem moneter syariah menawarkan instrumen yang lebih adil dan wajar, yaitu real money, profit and loss sharing, dan full reserve banking system, karena dapat menjembatani sektor moneter dan sektor riil secara sempurna. Tulisan ini bertujuan melihat perbandingan efek dari instrumen moneter syariah dan konvensional ke arah pertumbuhan sektor riil, dengan mengambil studi kasus Indonesia dari Januari 2004 sampai Desember 2010. Industrial Production Index (IPI) digunakan sebagaiproksi pertumbuhan sektor riil. Exchange rate (ER), working capital interest rate (R_WK), dan quasi money (QM) digunakan untuk merepresentasikan instrumen moneter konvensional. Sebaliknya, gold price index (GOLD), mudharabah investment deposits rate (R_MID), dan base money (M0) adalah representasi dari instrumen moneter syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen moneter syariah lebih stabil daripada instrumen moneter konvensional dalam merespon shock of exogenous variables.
SIGNIFIKANSI PERAN PERBANKAN SYARIAH TERHADAP SEKTOR RIIL DI INDONESIA Ayuniyyah, Qurroh
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara pengaruh instrumen moneter dan perbankan syariah dengan konvensional terhadap pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Dalam menganalisis data runtut waktu periode Januari 2004 hingga Desember 2009, digunakan metode VAR-VECM serta analisis IRF dan FEVD. Berdasarkan model VECM, variabel nilai nominal pembiayaan syariah dan DPK konvensional memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan sektor riil. Hal ini sejalan dengan hipotesis penelitian dan teori ekonomi. Sedangkan variabel nilai nominal kredit konvensional dan nominal DPK syariah ternyata memiliki memiliki hubungan negatif dengan pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis penelitian. Bagi hasil (rate of return syariah) memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan sektor riil, sedangkan suku bunga memiliki hubungan yang negatif terhadap pertumbuhan sektor riil. Hal ini memang telah sesuai dengan hipotesis dan teori ekonomi yang ada. Berdasarkan analisis IRF, variabel instrumen moneter konvensional memberikan guncangan yang jauh lebih besar terhadap pertumbuhan sektor riil dibandingkan dengan instrumen moneter syariah. Hal ini disebabkan karena proporsi instrumen konvensional yang masih mendominasi sekitar 97 persen dari share perbankan nasional. Hasil analisis FEVD punmenunjukkan adanya dominasi instrumen moneter konvensional terhadap variabilitas pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Selain itu, instrumen moneter syariah memiliki karakteristik yang lebih stabil dibandingkan dengan variabel moneter konvensional.
A SURVEY ON ISLAMIC PRODUCTION THEORY Ayuniyyah, Qurroh; Hambari, Hambari
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 8 No. 1 (2017): MARET
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic economics has been growing immensely for almost four decades since the First International Conference on Islamic Economics held in Makkah in February 1976. Many improvements on developing Islamic economics as an independent discipline have been done by many scholars. For instance, there are scholars that attempt to develop Islamic economics from the point of view of fiqh (jurisprudence) and some try to cultivate it from the economic approach. The latter‟s effort is to critically integrate between Islamic heritage and modern economics in order to establish such discipline. This actually is the part of the realization of Islamization of Knowledge (IOK) agendas as proposed by Al-Attas and Al-Faruqi. One of the major challenges faced by Islamic economics theory is to build microeconomic concept rather than its macroeconomic counterpart. Correspondingly, it is commonly known that one of the most important microeconomic concepts includes the actions done by producers in order to execute production in the economy. This paper, hence, aims to present theproduction theory from the Islamic economics perspective. It provides economic thought from several contemporary Islamic economists including Muhammad Abdul Mannan, Muhammad Nejatullah Siddiqi, and many more.
MANAJEMEN KEUANGAN MASJID AL-HILAL SURABAYA DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH Imron, Sulkan; Ibdalsyah, Ibdalsyah; Ayuniyyah, Qurroh
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 13 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maslahah mursalah is the argument for establishing a new problem that has not been explicitly mentioned in the main sources, the Qur'an and hadith, either accepted or rejected. In this study, the author focuses on finance to describe and analyze in depth the management of Al-Hilal Mosque in Surabaya in the production, distribution, and consumption of infaq funds from the perspective of maslahah mursalah. The methodology used in this research is descriptive qualitative with a case study approach and literature. The results of this study indicate that the financial management of Al-Hilal Mosque Surabaya in 2021, both in the production, distribution, and consumption sectors of infaq funds have legal similarities in the perspective of maslahah mursalah. The similarities include: First, based on the content, it is included in the maslahah ammah category. Second, based on its nature, it is included in the category of maslahah mutaghayirah.Third, based on the level of human needs and interests, it is included in the maslahah dharuriyah category. Fourth, based on the existence and category with Shari'a, it is included in maslahah mu'tabarah (which is acceptable) and maslahah mursalah.
SUMBER DAYA ALAM DAN ZAKAT SEBAGAI KEBIJAKAN FISKAL SYARIAH UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT Rudianto, Sofiyan; Tanjung, Hendri; Ayuniyyah, Qurroh
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 13 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negeri yang memiliki potensi kekayaan sumber daya alam dan penerimaan zakat yang besar, namun ternyata masih banyak rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Di sisi lain negara terus mengandalkan pajak sebagai sumber utama penerimaan negara yang akan semakin menyengsarakan rakyat. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana konsep pengelolaan sumber daya alam dan zakat sebagai kebijakan fiskal syariah agar mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitif. Dalam penelitian ini, ditemukan potensi penerimaan negara yang sangat besar dari sumber daya alam sebesar Rp18.918 triliun dan zakat sebesar Rp327,6 triliun. Namun potensi penerimaan yang besar ini hanya akan mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyat apabila dikelola berdasarkan syariah, yaitu apabila seluruh sumber daya alam dan zakatdikelola oleh negara, sehingga seluruh hasilnya akan menjadi penerimaan negara (Rp19.246 triliun). Inilah yang dimaksud dengan kebijakan fiskal syariah. Adapun indikator kesejahteraan rakyat adalah terjaminnya pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu (sandang, pangan dan papan) serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat (pendidikan, kesehatan dan keamanan). Dengan potensi penerimaan yang besar dan dikelola dengan berdasarkan kebijakan fiskal syariah, maka sumber daya alam dan zakat akan mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat.
ANALISIS DAMPAK ZAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN MUSTAHIK Purnama, Andika; Tanjung, Hendri; Ayuniyyah, Qurroh
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 13 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara instrumen yang digunakan islam dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pensejahteraan umat, ialah zakat, infaq, dan shadaqoh. Indonesia meiliki potensi pemasukan keuangan yang sangat besar dari zakat. Pada tahun 2020 saja misalnya, potensi zakat yang ada di Indonesia senilai Rp 327,6 Trilyun. Instrumen zakat inilah yang diharapkan menjadi solusi dalam peningkatan kesejahteraan dhuafa. Namun, efektivitas dan efisiensi program-program Badan dan lembaga Amil Zakat belum dapat diukur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada atau tidak dampak zakat dalam membentuk kesejahteraan mustahik. Penelitian ini dilakukan pada studi kasus pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Pangkalpinang dengan jumlah sampel 50 orang mustahik. Tekhnik/metode analisis dan pengolahan data berupa pendekatan kuantitatif, studi lapangan dengan pengisian kuesioner serta wawancara kepada para mustahik. Datadiuji dengan Uji Validitas dan Reabilitas, sedangkan pengujian hepotesis dilakukan dengan Uji-t Statistik Berpasangan. Hasil penelitian dan analisis data, didapatipeningkatan pendapatan rata-rata rumah tangga sebelum dan sesudah bantuan zakat dengan rata-rata pendapatan sebelum zakat sebesar, Rp 1.110.000 menjadi Rp 1.492.241. Begitu juga dengan spiritual mustahik. Didapati peningkatan skor 10% pada tiap-tiap skor ibadah mustahik. Berdasarkan Model CIBEST, keadaan mustahik setelah adanya bantuan zakat mengalami perubahan.
Co-Authors Abdi Ridho, Muhammad Abdul Husenudin Ahmad Faisal Ahmad Juwaeni Ahmad Nur Ahsan Akhmad Affandi Mahfudz Alfani, Mufti Maula Alfarisi, Muhammad Fadilah Ali Fikri, Muhammad Amir Tengku Ramly Andika Purnama Ariffin, Muhammad Irwan Armen, Rio Erismen Arsyad, Adnan Ataul Huq Pramanik Cece Sulaeman* Didin Hafidhuddin MS DZAKY EL KEMAL, SAIEV Egi Agustian Rahmat Sukendar Eko Saputra Eko Saputra ERISMEN ARMEN, RIO Fakrikha, Yuni Yulia Hafidhudin, Didin Hambari, Hambari Hari Irawan Hari Susanto Harifuddin, Didin Hendri Tanjung Hilman Hakiem Ibdalsyah Ibdalsyah Imam Suyuthi Imron, Sulkan Irawan Putra, Hari Irfan Syauqi Beik Irsyad, Adnan Juwaeni, Ahmad Kemal, Saiev Dzaky El Lelih Amaliatushalihah M Zaaf Fadzlan Rabbani Garamatan Mabruroh, Mabruroh Mohamed Aslam Mohamed Haneef Mufti Maula Alfani Muhammad Abdi Ridha Muhammad Ali Fikri Muhammad Irwan Ariffin Nazrol Kamil Bin Mustaffa Kamil Norma Md Saad Norma Md. Saad Nur Hasan, Ahmad Nursechafia Nursechafia Nursechafia, Nursechafia Perdana, Feby Rizki Pramanik, Ataul Huq Purnama, Andika Purnamasari, Lise Qadryani, Sitti QOLBI, NURUL Ricardo, Rico Rico Ricardo Rio Erismen Armen RIZAL, RIZALUDDIN Rizqan Al Muhaimin RUDIANTO, SOFIAN Rudianto, Sofiyan Saad, Norma Md. Saiev Dzaky El Kemal Saputro, Cahyo Sofiyan Rudianto Sofiyan Rudianto Sujanu Harto Mulyono Sulaeman, Cece Sulkan Imron Trisiladi Supriyanto Trisiladi Supriyanto, Trisiladi Wahyu Rahman Wahyu Wahyu Yasir, Sulaeman Yudi Saeful Rizal, Yulia Fakrikha, Yuni Yuliati, Ety Yuni Yulia Fakrikha Yusup, Yusup Zaid, Zaid