Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Strategi Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Al-Qur’an Metode Ummi melalui Program Upgrading Bacaan Al-Qur’an Hodijatun Nahdah; Ikin Asikin; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.263 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4314

Abstract

Abstract. The objectives to be achieved in this study are to find out and describe how the strategies adopted by schools and ummi coordinator teachers in improving the professional competence of Al-Qur'an teachers using the ummi method are also to find out and describe how they are implemented and their implications for the professional competence of Al-Qur'an teachers ummi method at SDIT Anni'mah Al-Karimah. This study uses a qualitative approach, and the type of research used is a descriptive study. The data collection technique uses observation, interview and documentation techniques, after that the data is analyzed using the Miles and Hubermant concept including data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study can be concluded that: (1) The objective condition of the competence of the Al-Qur'an teachers in the Ummi Method at SDIT Anni'mah has good competence, (2) In the implementation of the Al-Qur'an reading upgrading program at SDIT Anni'mah has been running continuously and is going well. Of course, this program can have good implications for the professional competence of SDIT Anni'mah teachers, (3) However, in the implementation of the ummi method of upgrading the reading of the Qur'an, there are still obstacles, namely the lack of awareness of the teachers of the Qur'an method. ummi about the importance of the program activities, then the lack of special room facilities for implementation activities, and the lack of time management. Abstrak. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana strategi yang dilakukan oleh sekolah serta guru koordinator ummi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Al-Qur’an metode ummi juga untuk mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana pelaksanaanya serta implikasinya terhadap kompetensi profesional guru Al-Qur’an metode ummi . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah itu data dianalisis menggunakan konsep Miles dan Hubermant meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (1) Kondisi objektif kompetensi guru Al-Qur’an metode Ummi di SDIT Anni’mah memiki kompetensi yang baik, (2) Dalam implementasi pelaksanaan program upgrading bacaan Al-Qur’an sudah berjalan secara kontinue dan berjalan dengan baik. Tentunya program ini dapat berimplikasi baik terhadap kompetensi profesional guru ummi SDIT Anni’mah, (3) Tetapi dalam pelaksanaan program upgrading bacaan Al-Qur’an metode ummi ini masih terdapat hambatan, yaitu kurangnya kesadaran dari guru-guru Al-Qur’an metode ummi akan pentingnya kegiatan program tersebut, kemudian masih kurangnya fasilitas ruangan khusus untuk kegiatan pelaksanaanya, serta masih kurangnya manajemen waktu. Dengan itu, program ini masih terus melakukan perbaikan-perbaikan supaya dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Pengelolaan Program Cerdas Spiritual dalam Pembentukan Akhlakul Karimah di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung Iqbal Arfah Gunawan; Nadri Taja; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.176 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4604

Abstract

Abstract. The formation of morality is the most important education in addition to science education. In various ways, schools carry out moral formation for students, one of which is SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung which makes spiritual intelligence programs as a means to form morality. The purpose of this study is to examine the planning, implementation, evaluation and factors that are inhibiting and supporting the spiritual intelligent program to form akhlaq karimah. This study uses a qualitative-descriptive method, namely collecting information about the status of existing symptoms without any engineering. The results of this study indicate that (1) the planning of the spiritual intelligent program includes the background of the formation of the spiritual intelligent program, the objectives of the spiritual intelligent program, indicators of the spiritual intelligent program, the methods used in the spiritual intelligent program and time allocation for the intelligent program. spiritual. (2) The implementation of this spiritual intelligent program is a habit that is carried out every day such as testing the reading of the Qur'an, the habit of reading the Qur'an or Asmaul Husna and continued by praying, habituation of dhuha prayer, habituation of midday prayer in congregation, habituation Friday prayers, the implementation of daughterhood, habituation of infaq and shodaqoh and commemorating major Islamic holidays. (3) Evaluation in forming akhlaq karimah is quite good in its implementation by students, but there are several obstacles and obstacles to achieve it. (4) The inhibiting and supporting factors in this spiritual intelligent program include facilities and infrastructure, student behavior and less than optimal conditioning and support from educators. Abstrak. Pembentukan akhlakul karimah menjadi pendidikan yang paling utama disamping pendidikan ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara sekolah melakukan pembentukan akhlak untuk peserta didik salah satunya SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung yang menjadikan program cerdas spiritual sebagai sarana untuk membentuk akhlakul karimah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji perencanaan, implementasi, evaluasi dan faktor yang menjadi penghambat serta pendukung dalam program cerdas spiritual untuk membentuk akhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif yaitu mengumpulkan informasi mengenai status gejala yang ada tanpa adanya rekayasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan program cerdas spiritual meliputi latar belakang terbentuknya program cerdas spiritual, tujuan program cerdas spiritual, indikator program cerdas spiritual, metode yang digunakan dalam program cerdas spiritual dan alokasi waktu untuk program cerdas spiritual. (2) Implementasi program cerdas spiritual ini merupakan pembiasaan yang dilakukan setiap harinya seperti pengetesan baca Al-Qur’an, pembiasan membaca Al-Qur’an atau asmaul husna serta dilanjutakn dengan berdo’a, pembiasaan shalat dhuha, pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, pembiasaan shalat jum’at, pelaksanaan keputrian, pembiasaan infaq serta shodaqoh dan memperingati hari-hari besar Islam. (3) Evaluasi dalam membentuk akhlakul karimah sudah cukup baik dalam pelaksanaannya oleh peserta didik, namun ada beberapa hambatan serta kendala untuk mencapainya. (4) Faktor yang menjadi penghambat serta pendukung dalam program cerdas spiritual ini meliputi sarana dan prasarana, perilaku peserta didik dan kurang maksimalnya pengondisian dan dukungan dari tenaga pendidik.
Pembinaan Olah Raga Panahan sebagai Media Pendidikan Akhlâq pada Siswa Bandung Archery Club and School Fitri Fitriyani; Ayi Sobarna; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6515

Abstract

Abstract. Moral education is an effort to instill the values of goodness and truth in the human soul, so that they can distinguish between what is right and what is wrong. The process of moral education is not only studied in formal education but can be applied in non-formal education. One of them can be implemented through coaching archery sports. In Bandung there is an archery sports club called BACS (Bandung Archery Club and School). BACS is an archery club and school that accepts training to archery athletes through achievement. This study aims to: (1) what is the planning of moral education through archery coaching for Bandung Archery Club and School students?, (2) how is the implementation of moral education through archery sports coaching for Bandung Archery Club and School students?, and 3) how to evaluate moral education through archery coaching for Bandung Archery Club and School students? The research method used is descriptive method. While the nature of the research used is a qualitative approach. Data collection techniques using, observation, interviews, and documentation. The stages of data analysis include three activity flows: data reduction, data presentation and conclusion/verification. The research instruments in this study were the head of BACS, BACS trainers, students and parents of students. The results of the research obtained indicate that the implementation of moral education through the development of archery sports in its implementation has several stages including: in terms of planning, implementation and evaluation. Factors supporting and inhibiting the implementation of moral education through archery sports coaching at BACS include, supporting factors include: a) a conducive place, b) a structured program of activities, c) supporting infrastructure facilities, d) certified trainers. Inhibiting factors include: the background conditions of the students are different, making the approach to children carried out with different variations. With the existence of moral education which is implemented through archery, it is hoped that it can train habits so that it can form good morals and personality. Abstrak. Pendidikan akhlâq adalah upaya untuk menanamkan nili-nilai kebaikan dan kebenaran dalam jiwa manusia, sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Proses pendidikan akhlâq tidak hanya di pelajari di pendidikan formal saja melainkan dapat diterapkan di pendididkan non formal. Salah satunya dapat diimplementasikan melalui pembinaan olah raga panahan. Di Bandung terdapat salah satu club olah raga panahan yang bernama BACS (Bandung Archery Club and School). BACS merupakan club dan sekolah panahan yang menerima pembinaan ke atletan olah raga memanah jalur prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) bagaimana perencanaan pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?, (2) bagaimana pelaksanaan pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?, dan 3) bagaimana evaluasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Sedangkan sifat penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data meliputi tiga alur kegiatan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Instrument penelitian dalam penelitian ini adalah ketua BACS, pelatih BACS, siswa, dan orang tua siswa. Hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan bahwa implementasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan dalam pelaksanaannya terdapat beberapa tahapan antara lain: dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan di BACS di antaranya, faktor pendukung meliputi: a) tempat yang kondusif, b) program kegiatan yang sudah terstruktur, c) fasilitas sarana prasarana yang mendukung, d) pelatih yang telah tersertifikasi. Faktor penghambat antara lain: kondisi background siswa yang berbeda-beda, menjadikan pendekatan pada anak dilakukan dengan variasi yang berbeda. Dengan adanya pendidikan akhlâq yang diimplementasikan melalui olah raga panahan, diharapkan dapat melatih habits (kebiasaan) sehingga dapat membentuk akhlâq dan kepribadian yang baik.
Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru PAI terhadap Hasil Pembinaan Baca Hafal Tulis Al-Qur'an (BHTQ) di SDN Sekarwangi Neng Sri Hernawati; Enoh; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6982

Abstract

Abstract. This research is motivated by competence, which is the ability to do work based on knowledge, skills and attitudes towards work. teachers have four competency standards namely pedagogical competence, professional competence, personal competence and social competence. The purpose of this study was to find out the description of students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers, to find out the results of fostering students' reading, memorizing, and writing of the Qur'an, and to find out how much influence students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers have on the results of coaching. read, memorize, write the Koran at SDN Sekarwangi. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques carried out in this study used questionnaires, observation, interviews and documentation. Data analysis was performed using product moment correlation and simple linear regression. The results of this research are the results of the calculations that inform the 40 respondents to the questionnaires that have been distributed indicating that the correlation value reaches 0.282 which indicates a weak correlation because it is in the interval 0.21 to 0.40. The calculated F value is 3.271 with a significance value of 0.078 > 0.05, so the regression model cannot be used to predict the pedagogic competency variables of PAI teachers or in other words there is no effect on the outcome variable of BHTQ guidance. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap pekerjaan. guru memiliki empat standar kompetensi yakni kompetensi pedagogis, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI, untuk mengetahui hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an siswa, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI terhadap hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an di SDN Sekarwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini hasil perhitungan menginformasikan dari 40 responden kuesioner yang telah disebar menyatakan secara menunjukkan nilai korelasi yang mencapai 0,282 yang menunjukkan pada korelasi yang lemah karena berada di interval 0,21 s/d 0,40. Nilai F hitung 3.271 dengan nilai signifikansi sebesar 0.078 > 0.05, maka model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi variabel kompetensi pedagogik guru PAI atau dengan kata lain tidak ada pengaruh terhadap variabel hasil pembinaan BHTQ.
Implementasi Program Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab-Kitab (AKPK) Siswa di SMPN 1 Darangdan Hanafi, Nanda; Surana, Dedih; Taja, Nadri
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10275

Abstract

Abstract. This research is motivated by the large number of students who have little or no understanding of religious teachings from original sources according to the religion they adhere to. This condition often gives rise to disagreements and is easily provoked by religious issues without clarifying them first, thus causing arguments just to defend their personal opinions. This can be minimized through efforts to increase their religious knowledge and understanding in accordance with the rules of the religion they adhere to. The objectives of this research are: 1. To determine the concept and implementation of the AKPK program at SMPN 1 Darangdan. 2. To find out what are the supporting and inhibiting factors for the AKPK program. 3. To find out students' religious values in the AKPK program book learning. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection used is observation, interviews, documentation. The data obtained will be analyzed by reducing the data, explaining the data and drawing conclusions. The research results show that, 1). Implementation of the design of the Implementation of the Religious Program and Deepening of the Books of the Bible (AKPK) Students at SMPN 1 Darangdan, achieving educational goals through four basic POAC functions including; planning, organizing, actuating, and controlling. 2). supporting factors are the existence of AKPK pdf files, AKPK guidebooks and literature books, AKPK managerial aspect teams, and teacher participation in the implementation of AKPK. Among the inhibiting factors is the number of students who are illiterate in Arabic. The solution taken from the obstacles to the implementation of this activity is the addition of AKPK hours. 3). The religious value obtained by students from the AKPK program is to improve relationships in insaniyyah and illahiyyah, students also know the position of worship in life. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya pelajar yang kurang atau bahkan tidak memahami ajaran agama dari sumber asli sesuai dengan agama yang dianutnya. Kondisi ini sering menimbulkan silang pendapat dan mudah terprovokasi dengan isu-isu keagamaan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu, sehingga menyebabkan pertengkaran hanya untuk mempertahankan pendapat pribadinya Hal ini bisa diminimalisir melalui upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman keagamaan mereka sesuai dengan kaidah agama yang dianutnya. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui konsep dan pelaksanaan program AKPK di SMPN 1 Darangdan. 2. Untuk Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat program AKPK ini. 3. Untuk mengetahui nilai religius siswa yang ada di dalam pembelajaran kitab program AKPK.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1). Pelaksanaan desain Implementasi Program Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab-Kitab (AKPK) Siswa di SMPN 1 Darangdan, pencapaian tujuan pendidikan melalui empat fungsi dasar POAC diantaranya; planning, organizing, actuating, dan controlling. . 2). faktor pendukung adanya file pdf AKPK, buku panduan dan buku literatur AKPK, tim aspek manajerial AKPK, dan partisipasi guru dalam pelaksanaan AKPK. Diantara faktor penghambatnya adalah banyaknya siswa yang buta huruf Arab. Solusi yang diambil dari penghambat pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan adanya penambahan jam AKPK. 3). Nilai keagamaan yang didapat siswa dari program AKPK yaitu memperbaiki hubungan secara insaniyyah dan illahiyyah, siswa juga mengetahui kedudukan ibadah dalam kehidupan.