Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN PARALEL DI KECAMATAN PONTIANAK KOTA APRILA, SALENDRI; RAHIM, Abdul; Martoyo, Martoyo
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 12, No 4 (2023): PUBLIKA EDISI DESEMBER 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v12i4.3186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentangPartisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Jalan Paralel di Kecamatan Pontianak Kota. Masalah yang ditelitiberupa tingkat partisipasi masyarakat yang masih kurang, juga masyarakat yang belum mengambil keputusan untuk menyerahkan lahannya dan kesepakatan tentang tali asih dengan pihak pemerintah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengananalisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori partisipasi masyarakat dari Cohen dan Uphoff(dalam Dwiningrum2011:61-63) yang terdiri dari ; 1)Partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan musyawarah  belum optimal dalam musyawarah dan pengambilan keputusan terkait pembebasan jalan Paralel; 2) Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan, Masyarakatbelum setuju terkait dengan tali asih, dan ada beberapa masyarakat tidak hadir musyawarah; 3)Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan, masih belum optimalsebab pembangunan jalanbelum selesai tetapi ada beberapa masyarakat yang sudah memanfaatakan; 4) Partisipasi dalam evaluasi, masih kurangnya keterlibatan masyarakat dalam memberikan tanggapan dan penolakan terhadap program. Rekomendasi dalam penelitian ini agar sebaiknya pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangmelakukan pendekatanulang kepada masyarakat dan mengharuskan masyarakat terlibat dengan perencanaan pembangunan jalan paralel karena tanggapan dan penolakan itu akan menjadi tolak ukur pihak dinas agar mencapai kesepakatan. Agar masyarakat mau menyerahkan lahannya untuk dijadikan jalan paralel sehingga pembangunan jalan tersebut dapat dilanjutkan.
Dual Role Burden among Female Agricultural Laborers in Rural Indonesia Nafisah, Fasatin; Martoyo, Martoyo; Faisol, Muhammad
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13438

Abstract

General Background: Women’s participation in public economic activities has increased alongside evolving gender roles in Indonesian society, yet normative legal frameworks emphasize balanced rights and obligations within households. Specific Background: Female agricultural laborers in Ramban Kulon Village simultaneously engage in income-generating activities and domestic responsibilities, reflecting a complex interaction between socio-legal norms and rural realities. Knowledge Gap: Despite formal recognition of gender equality in Islamic family law and national legislation, discrepancies persist in the practical division of household roles, particularly in agrarian communities. Aims: This study aims to analyze the forms of problems experienced by female agricultural laborers and identify the social and economic factors contributing to these challenges. Results: Findings reveal excessive double workloads, limited recovery time, and unequal domestic role distribution, driven by patriarchal norms and unstable household income. Women’s economic participation does not alter domestic responsibilities, resulting in sustained role conflict and structural burden. Novelty: This study highlights the interaction between socio-cultural structures and economic necessity in shaping persistent dual role conditions among rural women within a socio-legal framework. Implications: The findings underscore the need for gender-responsive policies and community-based interventions addressing structural inequality and promoting equitable role distribution in rural households. Highlights: Simultaneous domestic and agricultural responsibilities create continuous physical and emotional strain. Patriarchal cultural norms maintain unequal household task allocation despite income contribution. Seasonal and unstable earnings drive women’s labor participation without shifting family role structures. Keywords: Women's Dual Roles, Farm Laborers, Family Problems