Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN BUAH KURMA TERHADAP KENAIKAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS TUMBANG JUTUH Lindia; Maolinda, Winda; Mariana, Frani; Suhartati, Susanti
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 1 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i1.2519

Abstract

Anemia merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit di dalam darah. Buah kurma memiliki potensi yang baik dalam meningkatkan serum besi (Fe) di dalam tubuh. Mengetahui pengaruh pemberian buah kurma terhadap kenaikan hemoglobin pada pasien ibu hamil yang anemia di Puskesmas Tumbang Jutuh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma terhadap kenaikan hemoglobin pada ibu hamil anemia antara kelompok perlakuan sebanyak 10 orang dan kelompok kontrol sebanyak 10 orang. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum diberi perlakuan adalah 9,87 gr/dl dan sesudah diberi perlakuan adalah 12,950 gr/dl. Uji paired t-test menunjukkan nilai p value 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian buah kurma terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan, rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol pada pengukuran awal (sebelum) adalah 10,210 gr/dl dan pada pengukuran kedua (sesudah) adalah 10,430 gr/dl. Uji paired t-test menunjukkan nilai p value 0,893 yang berarti tidak ada perbedaan kadar hemoglobin ibu hamil anemia pada kelompok kontrol. Terdapat pengaruh pemberian buah kurma terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Kata Kunci: hemoglobin, ibu hamil anemia, kurma
Identifikasi Pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bengkuang Sonia; Zulliati; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Suhartati, Susanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 3 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i3.633

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan Hipotiroid merupakan masalah yang sangat penting. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, bayi dengan hipotiroid kongenital akan  mengalami gangguan tumbuh kembang hingga retardasi mental. di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkuang sendiri baru menjalankan program SHK pada bulan Oktober Tahun 2023. Dengan jumlah persalinan Oktober 2023 sampai Februari 2024 mencapai 35 persalinan, sedangkan bayi yang hanya di Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) hanya mencapai 20 orang (57,1%). Tujuan: Mengidentifikasi Pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital Di Wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkuang. Metode: Jenis penelitian ini adalah  Observasional  Analitik  dengan rancangan Cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 30 orang Tenaga Kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkuang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden tidak tersertifikasi sebanyak 25 orang (83,3%), tidak memiliki logistik sebanyak 12 orang (40%), ada penolakan sebanyak 6 orang (20%), dan Kebijakan belum tersosialisasi sebanyak 18 orang ( 60%). Simpulan: Teridentifikasi rendahnya cakupan pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bangkuang adalahkarena faktor Keterampilan, Logistik, Persetujuan Keluarga dan Kebijakan.
Motivasi Dan Tingkat Kemandirian Ibu Nifas Dalam Merawat Diri Selama Immediate Postpartum Di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kapuas Noperia, Loliya Noperia; Suhartati, Susanti; Lestari, Yayuk Puji; Yuliantie, Putri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i1.148

Abstract

Immediate postpartum yaitu masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan dua puluh empat jam pertama. Periode postpartum adalah masa yang penting bagi kesehatan ibu, sehingga dibutuhkan perawatan ekstra pada ibu dan bayi. Tujuan: Mengetahui Motivasi dan Tingkat Kemandirian Ibu Nifas Dalam Merawat Diri Selama Immediate Postpartum di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kapuas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, dan instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Responden terbanyak dengan umur 20-35 tahun yaitu 25 orang (83,3 persen), responden terbanyak dengan pendidikan SD yaitu 14 orang (46,7 persen), responden terbanyak dengan pekerjaan ibu rumah tangga yaitu 20 orang (66,7 persen), responden terbanyak dengan paritas yaitu 18 orang (60 persen), responden terbanyak dengan motivasi rendah yaitu 17 orang yaitu (56,7 persen) dan responden terbanyak tidak mandiri yaitu 17 orang (56,7 persen). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat motivasi dan tingkat kemandirian ibu nifas yang rendah dalam perawatan diri selama Immediate Postpartum dipengaruhi oleh umur yang beresiko, pandidikan yang rendah, pekerjaan ibu rumah tangga, dan paritas yang masih primigravida.
Gambaran Kunjungan Antenatal Care Di Posyandu Karuhey Kelurahan Tumbang Rungan Rabiatunnisa, Rabiatunnisa; Suhartati, Susanti; Anita, Anita; Zulliati, Zulliati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i1.179

Abstract

Indonesia kini menjadi salah satu dari 13 negara dengan angka kematian ibu tertinggi di dunia. Tingginya Angka kematian ibu disebabkan karena adanya komplikasi-komplikasi saat kahamilan. Menurut WHO (2018) sekitar 287.000 ibu meninggal karena komplikasi kehamilan dan kelahiran anak, seperti perdarahan 28 persen, preeklampsia/eklampsia 24 persen, infeksi 11 persen, dan penyebab tidak langsung (trauma obstetri) 5 persen Salah satu upaya yang diakukan untuk menurunkan dan mencegah terjadinya komplikasi saat melahirkan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan (Antenatal care) secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran kunjungan antenatal care di Posyandu Karuhey Kelurahan Tumbang Rungan. Penelitian ini adalah studi deskriptif yaitu peneliti menyelidiki gambaran kunjungan antenatal care di Posyandu Karuhey Kelurahan Tumbang Rungan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 7 ibu hamil. Kemudian seluruh ibu hamil diberikan kuesioner tentang pemeriksaan antenatal care. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar ibu hamil berpengetahuan rendah 71,4 persen, mempunyai sikap negatif 57 persen, penghasilan keluarga kurang dari UMR 57 persen, suami tidak mendukung 57 persen dan kunjungan antenatal care tidak sesuai jadwal 57 persen. Kesimpulan: masih terdapat ibu hamil dengan pengetahuan rendah dan bersikap negative, tidak mendapat dukungan dari suami serta melakukan kunjungan antenatal care tidak sesuai jadwal.
Assosiation of maternal factors on stunting incidence in toddlers at Cempaka Inpatient Health Center, Banjarbaru Octaviani, Indah; Palimbo, Adriana; Suhartati, Susanti; Yuliana, Fitri; Jannah, Raudhatul
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 2: August 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i2.69

Abstract

Background: Stunting is a serious public health issue that affects children's physical and cognitive development, leading to long-term economic consequences. Despite various interventions, stunting prevalence remains high in Indonesia, particularly in areas with limited access to nutrition and healthcare. Maternal factors, including maternal age, nutritional status during pregnancy, and maternal height, are believed to play a crucial role in stunting incidence among children. Objective: This study aims to analyze the relationship between maternal age during pregnancy, nutritional status based on mid-upper arm circumference (MUAC), and maternal height with stunting incidence in toddlers in the working area of Cempaka Inpatient Health Center, Banjarbaru. Method: A case-control study design was employed, involving 212 mothers with toddlers, divided into 106 cases (stunted toddlers) and 106 controls (normal toddlers). Data were collected through structured interviews and anthropometric measurements. The relationship between maternal factors and stunting incidence was analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio (OR) calculations, with a significance level of p<0.05. Results: The findings revealed a significant association between maternal age and stunting incidence, where mothers of high-risk age (<20 years or >35 years) had 2.950 times higher odds of having stunted children (p=0.003). Maternal nutritional status, measured by MUAC <23.5 cm, was also significantly associated with stunting (OR=2.865; p=0.002). Additionally, maternal height <150 cm increased the risk of stunting by 3.143 times compared to mothers with a height ≥150 cm (p=0.001). Conclusion: Maternal factors, including age, nutritional status during pregnancy, and height, significantly contribute to stunting incidence. Strengthening maternal health interventions focusing on adequate nutrition and optimal pregnancy planning is crucial to preventing stunting from an early stage.
Efektivitas Rebozo Dalam Penurunan Kepala Janin Pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB WM Zulianur, Riska Ali; Suhartati, Susanti; Sri Redjeki, RR Dwi Sogi; Yunita, Laurensia; Maolinda, Winda
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.473

Abstract

Latar Belakang:Persalinan lama menjadi salah satu penyumbang komplikasi persalinan,data dari WHO pada tahun 2021 angka kejadian persalinan lama sebesar 69.000 sebagai penyumbang angka kematian ibu dari seluruh kematian ibu didunia, di Indonesia menjadi komplikasi yang paling sering dilaporkan dengan angka kejadian 45,3%. Kalimantan selatan pada tahun 2020 dari 1.833 persalinan tercatat 2,23% mengalami persalinan lama. Pengoptimalan masuknya kepala janin sebelum persalinan menjadi pencegah terjadinya partus lama salah satu upayanya dengan rebozo. Tujuan: Menganalisis Efektivitas Rebozo Dalam Penurunan Kepala Janini pada Ibu Hamil Trimester III. Metode: Penelitian kuantitatif, dengan rancangan Pre-eksperimental dan pendekatan One group Pretest posttest design. Sampel sebanyak 10 orang. Wakru penelitian 14 hari, teknik sampel menggunakan purposive sampling. Analisis statistic menggunakan uji Mc Nemar. Hasil: Setelah dilakukan treatment sebanyak 3 kali dengan jarak setiap intervensi 3-4 hari, lama pemberian intervensi 30 menit dengan 2 teknik rebozo yaitu teknik shifting dan shake apple tree, mayoritas responden memiliki hasil pemeriksaan leopold IV masuk panggul dengan jumlah 9 dari 10 responden. Hasil uji Mc Namer menunjukan nilai p = 0,004 <0,05 artinya terdapat pengaruh rebozo terhadap penurunan kepala janin pada ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa terapi rebozo efektif terhadap penurunan kepala janin pada ibu hamil trimester III.
ANALISIS KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI PUSKESMAS BERANGAS KABUPATEN KOTABARU Arbainah, Siti; Meldawati, Meldawati; Suhartati, Susanti
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v7i2.957

Abstract

Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan atau masyarakat. Permasalahan kurangnya kepuasan muncul dari lokasi Puskesmas dengan jarak tempuh yang terlalu jauh bagi sebagian ibu, jalan yang masih rusak, dan juga ketersediaan kursi untuk ibu menunggu kadang tidak mencukupi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepuasan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 42 orang. Sampel 30 orang dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 30 responden rata rata puas pada pelayanan KIA Di Puskesmas Berangas Kabupaten Kotabaru. Kategori puas Berdasarkan tangible 16 orang (53,3%), reliability 18 orang(60%), responsiveness 19 orang (63,3%), assurance 20 orang(66,7%), dan empaty 19 orang (63,3%). Disimpulkan bahwa kepuasan ibu berdasarkan Tangible (Bukti Fisik), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan) dan Empaty (Rasa Simpati) pada pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Berangas Kabupaten Kotabaru, responden merasa puas pada pelayanan yang diberikan.
Pengaruh Status Anemia, KEK dan Jarak Kehamilan terhadap Kejadian BBLR Amalia, Nurul; Rahmawati, Dwi; Suhartati, Susanti; Zulliati, Zulliati
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7066

Abstract

Kabupaten Tapin menempati urutan ke 2 dengan kejadian BBLR Puskesmas Binuang mencatat tahun 2023 dengan 40 (11,3%) kasus KEK dan 13 (3,9%) mengalami anemia, pada tahun 2024 dengan 10 (8,4%) kasus KEK dan 13 (11%) mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh status anemia, KEK dan jarak kehamilan terhadap kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang Tahun 2023. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi semua ibu yang melahirkan bayi BBLR dan tidak BBLR tahun 2023 sebanyak 514 ibu. Sampel sebanyak 84 responden, dengan perbandingan kasus dan kontrol yaitu 1: 1. Kelompok kasus adalah ibu yang melahirkan BBLR sebanyak 42 orang dan kontrol adalah ibu yang tidak melahirkan BBLR sebanyak 42 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling Jenuh untuk kelompok kasus, dan Simple Random Sampling. Analisis menggunakan uji chi square. Karakteristik ibu terbanyak umur tidak berisiko sebanyak 72 responden (85,7%), Pendidikan menengah sebanyak 55 responden (65,5%), Pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 56 responden (66,7%), Paritas tidak berisiko sebanyak 66 responden (78,6%), Sosial Ekonomi rendah sebanyak 47 responden (56%). Status anemia ibu mayoritas tidak anemia sebanyak 58 responden (69%), Sebagian besar ibu tidak mengalami KEK sebanyak 69 responden (82,1%), mayoritas jarak kehamilan ibu tidak berisiko sebanyak 58 responden (69%), dan kejadian BBLR dan BBLN dengan kasus sebanyak 42 responden (50%) dan kontrol sebanyak 42 responden (50%). Ada pengaruh status anemia terhadap kejadian BBLR (p=0,002), adanya pengaruh KEK terhadap kejadian BBLR (p=0,004), dan adanya pengaruh jarak kehamilan terhadap kejadian BBLR (p=0,009). Adanya hubungan pengaruh status anemia, KEK dan jarak kehamilan terhadap kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Binuang tahun 2023
PENGARUH PRENATAL GENTLE YOGA TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI PMB W.M Suhartati, Susanti; Lisda Handayani; Winda Maolinda
Midwifery And Complementary Care Vol 2 No 2 (2023): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v2i2.611

Abstract

Background: Prenatal gentle yoga is believed to help reduce the duration of active phase I labor in primigravida mothers, which is often a risk factor for complications such as bleeding, fatigue, and medical interventions such as cesarean section. The duration of labor not only increases the risk of complications for the mother, but also affects the baby's condition. Therefore, non-invasive interventions are needed that can speed up the natural labor process. Prenatal gentle yoga was introduced as a method that helps facilitate labor through breathing techniques, postures, and relaxation that are suitable for pregnant women. Methods:This study used a quasi-experimental design with two groups, namely the intervention group who attended prenatal gentle yoga classes and the control group who did not. A total of 30 primigravida pregnant women participated, consisting of 15 people in the intervention group and 15 in the control group. The duration of active phase I labor was observed and analyzed using statistical tests to see significant differences between the two groups. Result: The results showed that the group that participated in prenatal gentle yoga had an average labor duration of 5 hours, while the control group had 7 hours. Statistical analysis with the Mann-Whitney test resulted in a p-value <0.05, indicating a significant effect of prenatal gentle yoga on accelerating labor. Conclusion: Prenatal gentle yoga is an effective intervention to accelerate active phase I labor in primigravida mothers, making a significant contribution to midwifery practice. Prenatal yoga can be used to reduce the risk of complications due to prolonged labor and improve the quality of maternal and infant health care, and accelerate postpartum recovery. Keywords:: Prenatal gentle yoga, labor, stage I, active phase, primigravida mothers.
PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN ANC BIDAN DENGAN LAYANAN 5S TERHADAP KEPUASAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS HARUAI Esterlina, Maria; Suhartati, Susanti; Rizali, Muhammad
Midwifery And Complementary Care Vol 2 No 2 (2023): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v1i2.301

Abstract

Background: Satisfaction-oriented health services, especially ANC services with 5S services. Satisfaction can affect interest in returning, if the patient is satisfied it will have a positive impact on the puskesmas. Many implementations of 5S in providing services for pregnant women have not been maximized Objective: It is known how the influence of implementing midwifery services with 5S services on the satisfaction of pregnant women at the Haruai Health Center. Methods: This research uses quantitative observational with a cross- sectional approach. The research population is 75 people. The sample uses non-probability sampling accidental sampling. Results: in this study, the p value = 0.075 > α 0.05, which means that there is no effect of the implementation of ANC midwives services with 5S services on the satisfaction of pregnant women at the Haruai Health Center. Conclusion: Most midwives (93.7%) have implemented 5S when providing midwifery services. However, there are still a small number of midwives who do not implement 5S services, namely as many as 6.3%. Most of the pregnant women 87.3% were satisfied with the services that had been provided and a small portion were dissatisfied as much as 12.7%. And from the results of the Chi=Square test, it was found that p value = 0.075 > α 0.05, which means that there is no effect of the implementation of the Midwife's 5S services on the satisfaction of pregnant women at the Haruai Health Center. Keywords: Pregnant Women, 5S, Satisfaction