Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Prenatal Gentle Yoga Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hami Di Puskesmas Sampanahan Kecamatan Sampanahan Kabupaten Kotabaru Hayati, Weni Rahmah; Yuniarti, Yuniarti; Laili, Fitria Jannatul; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.291

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan sebuah proses fisiologis yang dialami oleh seorang wanita selama periode siklus kehidupannya. Pada Proses kehamilan ini akan menimbulkan perubahan pada system tubuh seorang perempuan baik secara fisik mapun psikologis. Salah satu adaptasi fisiologis yang terjadi adalah perubahan bentuk tubuh yang menyebabkan ibu hamil sering merasa nyeri serta mudah lelah, hal ini berdampak pada kualitas tidur yang dialaminya. Prenatal Gentle yoga merupakan salah satu kegiatan olahraga intensittas sedang yang dapat dilakukan selama kehamilan. Tujuan penelitian :bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap kualitas tidur ibu hamil. Metode penelitian: Metode menggunakan rancangan peneltian eksperimen dengan one group pre-post test, dimana subyek dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM II dan III di wilayah kerja Puskesmas Sampanahan Kabupaten Kotabaru yang berjumlah 20 Orang, dengan menggunakan instrument kuisoner kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Prenatal Gentle Yoga dilaksanakan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu dengan Jumlah 12 kali dalam 1 bulan. Hasil Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon rank test/Wilcoxon Matched Pair Signed-Rank Test dengan hasil P value < 0.05 (p vlue=0,001), Hasil Penelitian :Diskusi berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa prenatal yoga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur ibu hamil
Efektivitas E-Booklet Persiapan Kehamilan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Usia Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat Wahidah, Fitria; Hapisah, Hapisah; Megawati, Megawati; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.299

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dini merupakan kehamilan dimana usia ibu kurang dari 20 tahun, dimana hal tersebut erat kaitannya dengan resiko tinggi dalam kehamilan. Perkawinan berusia muda mengundang risiko khususnya pada bayi, berupa bayi berat lahir rendah (BBLR), prematuritas, asfiksia, dengan akibat jangka panjang berupa keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif. Oleh karena itu, remaja perempuan harus mempunyai persiapan, baik secara fisik, maupun pengetahuan. Pengetahuan dan kesiapan ibu dalam menghadapi kehamilan sangat bermanfaat untuk mencegah malnutrisi, menyiapkan tubuh pada perubahan- perubahan pada saat hamil, mengurangi stress, mengurangi risiko keguguran, persalinan prematur, berat bayi lahir rendah dan kematian janin mendadak, dan mencegah efek dari kondisi kesehatan yang bermasalah pada saat kehamilan serta kesiapaan menghadapi kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif quasi experiment design (eksperimen semu), dengan pendekatan one group pretest- posttest design (tes awal dan tes akhir). Penelitian ini dilakukan untuk menguji perubahan pengetahuan ibu hamil usia dini sebelum diberikan perlakuan hingga setelah diberikan perlakuan (experiment). sampling yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling dengan jumlah 31 orang ibu hamil usia dini dengan rentang usia 16-19 Tahun dan menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi menggunakan e-booklet sebesar 39,35 dan 83,87. Hasil dari statistik terdapat efektifitas media e-booklet pada pengetahuan ibu hamil usia dengan nilai signfikan yang diperoleh (A-Sig = 0,001 ≤ α 0,05). Kesimpulan: Efektifitas penelitian adalah media e-booklet persiapan kehamilan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil usia dini. Diharapkan agar media e- booklet dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pengetahuan persiapan kehamilan ibu hamil usia dini.
Hubungan Pengetahuan dan Budaya Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024 Satriani, Satriani; Dewi, Vonny Khresna; Megawati, Megawati; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.301

Abstract

Penyebab paling umum dari anemia pada kehamilan adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut dapat terjadi karena interaksi antara keduanya. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Dari data Puskesmas Mantewe selama Januari sampai Juli 2024 didapatkan 563 ibu hamil  yang melakukan ANC , didapatkan 78 ibu hamil dengan anemia (13,8%). Tujuan dalam penelitia ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 ibu hamil. Sampel dalam penelitian sebanyak 73 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Kejadian anemia ibu hamil sebanyak 31 ibu (42,5%), ibu yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 27 (37,0%), ibu yang tidak memiliki budaya yang bertentangan sebanyak 36 ibu (49,3%). Ada hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia (p.value = 0,018 < α 0,05) dan ada hubungan budaya dengan kejadian anemia (p.value = 0,046  < α 0,05). Semakin baik pengetahuan dan budaya ibu hamil maka semakin menurun angka kejadian anemia pada ibu hamil.
PENGGUNAAN APLIKASI PRESMIL UNTUK MENDETEKSI FAKTOR RISIKO KEHAMILAN Hipni, Rubiati; Zakiah, Zakiah; Daiyah, Isrowiyatun
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 3 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i3.1792

Abstract

The need for health knowledge among mothers during the prenatal period is increasing. The research aimed to detect early pregnancy risk factors by developing a PRESMIL application. Mixed methods research with sequential exploratory strategies. Qualitative research with in-depth interviews with 8 experts (1 Obstetrician Specialist, 1 Lecturer in the Department of Nutrition, 2 Health Service Workers, 3 Community Health Center Midwives and 1 IT Personnel) was used to create a questionnaire, determine predisposing factors and risk scores for pregnancy and how to prevent them. Quantitative research to collect data via web applications, as well as risk factor mapping using web-based clustering methods for pregnant women. The total quantitative sample was 41 people, carried out by purposive sampling. The statistical test used to assess the influence between variables is the ANOVA test. There are several factors that influence the risk of pregnancy with a significance level of p<0.005, including Parity (p=0.002), pregnancy spacing (p=0.049), past disease history (p=0.000), and Hb levels (p=0.024) . The PRESMIL application can be used as an alternative tool to detect pregnancy risk. This is shown by the results of research using the PRESMIL application, which shows that the risk of pregnancy is influenced by several factors, including Hb levels, pregnancy spacing, history of previous illnesses, and parity. In addition, the PRESMIL application also provides information and advice regarding preventive steps that can be taken to reduce the risk of pregnancy.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL PADA BALITA DENGAN BERAT BADAN KURANG (UNDERWEIGHT) TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA DI PUSKESMAS TAJAU PECAH TAHUN 2024 Sari, Nuni Puspita; Yuniarti, Yuniarti; Hipni, Rubiati; Rafidah, Rafidah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41069

Abstract

Berdasarkan laporan Puskesmas Tajau Pecah pada Desember Tahun 2023 didapatkan balita dengan berat badan kurang sebanyak 33 orang (3.16%) dimana terjadi peningkatan pada Juli Tahun 2024 sebanyak 49 balita (4.99%). Berat badan kurang dikenal sebagai berat badan kurang yang memiliki perhitungan Berat Badan menurut umur (BB/U) sebagai indikatornya. Salah satu cara untuk menangani masalah gizi pada balita dengan menggunakan bahan pangan lokal. penelitian ini untuk menganalisa pengaruh PMT lokal pada balita dengan berat badan kurang terhadap kenaikan berat badan balita di Puskesmas Tajau Pecah tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quassi eksperiment dengan desain penelitian one group pre-test dan post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah balita underweight sebanyak 49 responden, yang diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Pemberian Makanan Tambahan Lokal balita berat badan kurang. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kenaikan berat badan balita. Data dianalisa menggunakan uji Pairet T Test dengan signifikansi α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita BB kurang terhadap kenaikan berat badan balita di Puskesmas Tajau Pecah Tahun 2024 (p=0,001). Semakin baik PMT maka Tingkat berat badan balita akan normal dan angka kejadian underweight di wilayah kerja Puskesmas Tajau Pecah akan berkurang, sehingga ibu dapat mengaplikasikan PMT secara mandiri setelah program selesai dan lebih memperhatikan kesesuaian berat badan balita sesuai usia, dengan membawa ke posyandu secara rutin.    
Pengetahuan Pantang Makan pada Ibu Pospartum di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan Ayu, Putri; Hipni, Rubiati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.43

Abstract

Background : Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in 2013, the maternal mortality rate (MMR) reached 359 per 100,000 live births. During the puerperium diet problems need to get serious attention, because with good nutrition can accelerate the healing of the mother and greatly affect the composition of milk The impact that occurs in postpartum mothers who abstain from food, nutritional needs will be reduced. Based on a preliminary study on 8-11 May 2019, the average monthly visit was 30 postpartum mothers, after interviews with postpartum mothers in the Panyipatan Community Health Center work area, there were 10 postpartum mothers, with initial data 8 of which did not know about abstinence and 2 some of them understand. Objective: To determine the level of knowledge of Nifas about abstinence during the puerperium at Panyipatan health center, Panyipatan sub-district, Tanah Laut regency in 2019 at a level of good, adequate and insufficient. Research Methods: The design of this study used a quantitative descriptive design. This research was conducted at Panyipatan Health Center, Panyipatan Subdistrict, Tanah Laut Regency. The sample in this study were 30 postpartum mothers. The instrument of this research is a questionnaire. The method of collecting data comes from primary data and secondary data. The single variable is the level of knowledge of Nifas about abstinence during puerperium. The analysis uses univariate and bivariate analysis with a percentage formula. Research Results: The level of knowledge of postpartum mothers about abstinence during the puerperium at Panyipatan Health Center, Panyipatan Subdistrict, Tanah Laut Regency in 2019, respondents with a good level of knowledge were 4 respondents (14%), sufficient knowledge level was 11 respondents (36%) and knowledge level less than 15 respondents (50.0%). Conclusion: Mother Nifas's level of knowledge about abstinence during puerperium at Panyipatan health center, Panyipatan sub-district, Tanah Laut regency in 2019 at a level of insufficient knowledge.
The Determinants of Maternity with Sectio Caesaria at the Banjarbaru Idaman Hospital in 2018 Mahdalena, Olvi; Hipni, Rubiati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v4i2.59

Abstract

Abstrak Riskesdas tahun 2013 menunjukkan di Indonesia kelahiran dengan metode operasi Sectio Caesarea (SC) sebesar 9,8 % dari total 49.603 kelahiran. Berdasarkan presentase kelahiran dengan Caesar tersebut, 13,7% disebabkan oleh gawat janin dan 2,4% karena ukuran janin terlalu besar dan sisanya dilakukan tanpa pertimbangan medis. seluruh kondisi yang ada di Indonesia menggambarkan bahwa angka persalinan dengan section Caesaria cukup tinggi terjadi di Indonesia(Desy R, 2012). Di ruang bersalin RSUD Idaman Banjarbaru,data dari tahun 2018 memperlihatkan bahwa persalinan dengan operasi sectio caesaria (SC) masih tinggi, jumlah ibu yang melahirkan secara keseluruhan adalah sebanyak 3.406 orang ibu bersalin dan ibu dengan sectio caesaria sebanyak 950 orang (27,9%) karena berbagai indikasi baik dari faktor ibu maupun janin. (RSUD Idaman Banjarbaru 2018).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dilakukannya persalinan melalui tidakan operasi sectio caesarea pada persalinan ibu di RSUD Idaman Banjarbaru. Desain penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di RSUD Idaman Banjarbaru pada bulan Mei-Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu melahirkan dengan sectio caesaria di RSUD Idaman Banjarbaru tahun 2018. Sampel penelitian adalah 950 ibu melahirkan dengan sectio caesaria. Cara pengumpulan data berasal dari data sekunder. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dengan rumus persentase. Jumlah persalinan SC di RSUD Idaman Banjarbaru tahun 2018 sebanyak 950 ibu bersalin dengan SC (27,89%), Persalinan SC dengan indikasi faktor ibu sebanyak 723 kasus SC (76,10%), dan penyakit yang menyertai kehamilan terbanyak adalah karena Pre-Eklampsia/Eklampsia sebanyak 97 kasus (13,41%). Persalinan SC dengan indikasi faktor janin sebanyak 227 kasus SC (29,15%), dan kasus tebanyak karena letak sungsang sebanyak 95 kasus (41,85%). Kata Kunci:Sectio Caesarea, DeterminanIbu Bersalin
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA 1 KABUPATEN BANJAR TAHUN 2020 Sari, Eka Fidya; Yuniarti, Yuniarti; Hipni, Rubiati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v5i2.68

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) in Indonesia is still one of the main public health problems, this is due to the high infant and under five mortality rate due to ARI, namely 6\1000. Each child is estimated that 3-6 episode of experiencing ARI each year and 40%-60% of the visit to the public health center are patiens with ARI. This study aims to determine the relationship between nutritional status and gender with the incidence of ARI in toddlers in the work area of the Martapura 1 Public Health Center, Banjar Regency in 2020. This study uses secondary data from register book in the IMCI room with an analytical survey method with a cross sectional approach. The population is all toddlers in the register book in the IMCI room with a sample of 892 respondents with a total sampling method using the Spearman Rank Correation Test (Spearman Rho). The results of he study of 892 toddlers as many as 500 children under five (56,1%) had ARI, the toddlers with the most nutritional ststus were 604 under five (67,7%) with normal nutrirional status and the most gender was male as many as 516 under five (57,8%). The results of statistical tests show the value of ρ = 0,635 (ρ >α > 0,05) for nutritional status and ρ = 0,432 (ρ >α > 0,05) for gender. In conclusion, there is no relationship between between nutritional status and gender with the incidence of ARI in toddlers in the work area of the Martapura 1 Public Health Center, Banjar Regency in 2020.Keywords : ARI (Acute Respiratory Infection), Nutritional Status, Gender, Toddler.
A Factors Influencing the Incidence of Premature Rupture of Membrane (Prom) in Maternity Mothers hipni, rubiati; Isnawati, Isnawati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 7 No 01 (2023): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v7i01.108

Abstract

Abstract Premature rupture of membranes (KPD) or Premature Rupture Of The Membrane (PROM) is a rupture of the membranes before delivery if the opening in primi is less than 3 cm and in multi it is less than 5 cm. Based on the latest data obtained at Idaman Banjarbaru Hospital, mothers who experienced KPD in 2016 were 145 mothers with KPD out of 1594 mothers giving birth (9%) and in 2017 there was an increase of 242 mothers experiencing KPD out of 1974 mothers giving birth (12.25%). This study aimed to discover the factors that influence the incidence of premature rupture of membranes (PROM) in women giving birth. Research method: The research design used in this research is descriptive. The population in this study were all mothers with premature rupture of membranes at Idaman Banjarbaru Hospital in 2017 as many as 242 people. The sampling technique used systemic random sampling with a total sample of 152 people—a collection tool for medical record data documentation. The analysis used is univariate analysis with a percentage formula. The results showed that the number of mothers giving birth with KPD based on the causal factors at Idaman Banjarbaru Hospital in 2017 was caused by abnormalities in the location of the fetus as many as 8 people (5.3%), age factor <20 &> 35 years as many as 34 people (22.4%) ), parity factors 1&>4 were 80 people (52.6%), and multiple pregnancy factors were 6 people (3.9%). Suggestions for routine ANC in pregnant women and the need for further research on other factors that can cause premature rupture of membranes. Keywords: Factors, KPD, mothers giving birth
The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes and the Incidence of Young Marriage in the West Martapura Region Yuliastuti, Erni; Safitri, Khairunnisa; Hipni, Rubiati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 7 No 02 (2023): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v7i02.120

Abstract

Results of the 2007 Indonesian Population Data Survey (IDHS) the number of cases of early marriage in Indonesia reached 50 million people with an average age of marriage 19.1 years. Data from the Office of the Ministry of Religion of South Kalimantan Province shows that the highest cases of early marriage occurred in Banjar Regency, with 7,346 cases of early marriage. In the West Martapura Region, there was an increase in young marriages from 2015 (24.6%) to 2016 (35.8%). This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers with the incidence of young marriage in the West Martapura Region in 2017. The research method used is an analytical survey with a cross sectional approach. The total population is 65 mothers and the total sample is 56 mothers who married young in 2016. The sampling technique used is simple random sampling. The research instrument used daily marriage registers and questionnaires directly to mothers who were recorded as having married at a young age in the West Martapura Region in 2016. Data analysis was carried out using the Chi-Square test with a 95% confidence level. Statistical test results using Chi Square obtained ρ= 0.026 <α=0.05 meaning that there is a relationship between mother's knowledge and young marriage and for the relationship between mother's attitude and young marriage the result is ρ= 0.014 <α=0.05 meaning that there is a relationship between attitude mother with young marriage. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of mothers with the incidence of young marriage.