Claim Missing Document
Check
Articles

Usia Ibu dan Hubungannya dengan Kondisi Kehamilan, Persalinan, Postpartum dan Kondisi Neonatal Hapisah, Hapisah; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Sofia, Norlaila; Hipni, Rubiati; Megawati, Megawati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13370

Abstract

This study analyzes the relationship between maternal age and various aspects of pregnancy, delivery, postpartum conditions, and neonatal outcomes in Indonesia. The research method used was an observational design with a cross-sectional approach. The results showed that there was a significant relationship between maternal age and pregnancy conditions (p<0.001) with young mothers (<20 years) showing higher levels of anemia (6.7% vs 3.5%) and KEK (8.8% vs 3.0%) compared to the 20-35 year age group. Postpartum infections were more common in young mothers (20.1% vs 15.2%) although this difference was not statistically significant (p=0.087). Low Birth Weight was higher in babies born to young mothers (4.1% vs 2.1%) but this difference was not statistically significant (p=0.096). This study highlights the impact of maternal age on various aspects of maternal and neonatal health in Indonesia. Young mothers (<20 years) are at higher risk of complications during pregnancy, delivery, and the postpartum period. In conclusion, maternal age has a significant impact on various aspects of maternal and neonatal health in Indonesia. Young mothers (<20 years) are at higher risk for certain pregnancy complications and poor delivery outcomes. Keywords: Pregnancy, Neonatal Condition, Childbirth, Post Partum, Maternal Age
Hubungan Pengetahuan Dan Paritas Dengan Pemberian Asi Pada Ibu Post Partum Fisiologis Di RSUD H. Andi Abdurrahman Noor Tahun 2024 Indriani, Novi; Rafidah, Rafidah; Isnaniah, Isnaniah; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.211

Abstract

Latar Belakang : Pemberian Air Susu Ibu (ASI) adalah menyusui bayi sedini mungkin dalam 1 jam pertama setelah kelahiran, pemberian kolostrum dan pemberian ASI Eksklusif hingga 6 bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui hubungan pengetahuan dan paritas dengan pemberian asi pada ibu partum fisiologis di RSUD H. Andi Abdurrahman Noor Tahun 2024 Metode Penelitian : Menggunakan  metode yang digunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melahirkan di RSUD H. Abdurrahman Noor pada bulan September sampai Oktober 2024 berjumlah 40 orang dengan Teknik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian : ,hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar ibu nifas memberikan ASI sebanyak 23 orang (57,5%), yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 24 orang (60%), dan yang memiliki paritas multigravida sebanyak 25 orang (62,5). Kesimpulan : ada hubungan pengetahuan dan paritas dengan pemberian asi pada ibu post partum fisiologis di RSUD H. Andi Abdurrahman Noor Tahun 2024, dianalisi menggunakan uji chi-square. Saran : melakukan analisis lebih lanjut (Multivariat) dengan variable yang lain untuk mengetahui variabel mana yang lebih dominan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMAN I Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru Pratiwi, Anita; Yuniarti, Yuniarti; Laili, Fitria jannatul; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.212

Abstract

Latar Belakang: Anemia menjadi masalah kesehatan yang paling tinggi pada remaja putri, anemia pada remaja putri pada rentang usia 12-19 tahun yaitu pada angka 36% di wilayah kalimantan selatan. Tingginya angka kejadian anemia dapat berdampak pada menurunnya produktivitas remaja. Tujuan penelitian : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan ibu dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMAN 1 Kelumpang Tengah. Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study. Sampel diambil dengan dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel sebanyak 50 siswi di SMAN 1 Kelumpang Tengah, dengan waktu penelitian Juli-Agustus 2024. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Hasil Penelitian : hasil dari penelitian ini Pengetahuan tentang anemia paling tinggi sebanyak 25 siswi (50%), dan sebagian besar remaja putri yang anemia sebanyak 28 siswi (56%). Adapun hasil analisis bivariat Nilai Pearson Chi Square= 0,001<α (0,05) yang artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia remaja putri. Kesimpulan :  Semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri SMAN 1 Kelumpang tengah maka kejadian anemia pada remaja putri akan menurun. Saran : diharapkan dapat melakukan observasi langsung untuk melanjutkan penelitian ini agar hasil yang didapatkan lebih maksimal serta memperbanyak jumlah sampel.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Ibu Batita dalam Kunjungan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru Tahun 2024 Yuliati, Irma; Yuniarti, Yuniarti; Hipni, Rubiati; Suhrawardi, Suhrawardi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.221

Abstract

Latar Belakang: Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat yang berguna untuk memantau kesehatan masyarakat terutama pada batita. Tujuan penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki batita usia 12-36 bulan yang berjumlah 243. Teknik sampel pada penelitian ini yaitu accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukkan nilai, nilai p pengetahuan = 0,008, nilai p sikap = 0,018, nilai p dukungan keluarga = 0,037 < α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima yang artinya ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan keaktifan ibu batita dalam kunjungan posyandu. Kesimpulan Pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga berhubungan dengan keaktifan ibu batita dalam kunjungan posyandu. Saran : Diharapkan dapat memberikan informasi pada ibu batita tentang pentingnya manfaat posyandu bagi pemantauan tumbuh kembang batitanya.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 2 Karang Intan Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan 2 Kabupaten Banjar Tahun 2024 Riandini S, Istanty; Yuniarti, Yuniarti; Hipni, Rubiati; Hapisah, Hapisah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.230

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri ditandai dengan kondisi mudah lelah, lesu, letih, lemas, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk dan kadar hemoglobin< 12 g/dl. Anemia pada remaja berdampak pada gangguan konsentrasi sehingga mengalami penurunan prestasi, mudah terserang penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh. Anemia pada remaja putri berakibat jangka panjang yaitu pada saat hamil, tidak mampu mencukupi kebutuhan zat-zat gizi bagi dirinya dan janin serta dapat meningkatkan angka prematur, dan bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Karang Intan 2 sekolah SMPN masih banyak siswi yang enggan mengonsumsi TTD yang diberikan pihak puskesmas melalui sekolah. Tujuan penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling jumlah sampel sebanyak 68 remaja putri kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian dari 68 Responden yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 38 responden (95,0%). Responden yang tidak patuh dan tidak mengalami anemia ada 2 responden (5,0%). Responden yang patuh mengkonumsi tablet Fe dan tidak mengalami anemia sebanyak 28 responden (100 % ) dan tidak ada responden yang patuh mengkonsumsi tablet Fe yang mengalami anemia. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi Tablet Fe dengan kejadian anemia (p-value 0,000). Kesimpulan Remaja yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe tidak akan mengalami anemia, namun sebaliknya remaja yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe maka akan mengalami anemia. Saran : Diharapkan pada Remaja putri agar lebih patuh dalam  konsumsi tablet Fe
Hubungan Umur, Paritas Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pemakaian Kontrasepsi IUD Di Puskesmas Pekauman Marollita, Dewi; Tunggal, Tri; Yuliastuti, Erni; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.236

Abstract

Latar Belakang: IUD adalah salah satu alat kontrasepsi ideal untuk mencegah kehamilan di rekomendasikan pada program keluarga berencana yang mengandung hormon di masukan ke dalam rahim melalui vagina. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman pemakaian IUD aktif hanya sebanyak 1,7 % dari 9.683 PUS. untuk pemakai IUD baru tahun 2021 sebanyak 0.2 %, tahun 2022 sebanyak 2% dan 2023 sebanyak 2%.  Tujuan: Mengindentifikasi hubungan umur, paritas dan tingkat pendidikan terhadap pemakaian kontrasepsi IUD dan menganalisa hubungan umur, paritas dan tingkat pendidikan terhadap pemakaian kontrasepsi IUD di Puskesmas Pekauman. Metode Penelitian Menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh wanita PUS akseptor KB tahun 2023 jumlah 9.683 orang. Sampel menggunakan perbandingan 1:1 dengan teknik simple random sampling, sampel kasus 133 pemakai IUD, sampel control 133 PUS akseptor KB. Instrumen penelitian ini menggunakan buku register KB di Puskesmas Pekauman. Analisi data yang di gunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian Didapatkan bahwa dari 266 responden, 133 orang (50%) memakai IUD. 133 orang (50%) tidak memakai IUD, Responden penelitian dengan umur tidak berisiko sebanyak 75 orang (56,4%), paritas berisiko sebanyak 98 orang (73,7%), dan pendidikan menengah sebanyak 61 orang (45,9%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan umur (ρ = 0,007), ada hubungan paritas (ρ = 0,000), ada hubungan pendidikan (ρ = 0,000) dengan pemakaian IUD. Kesimpulan penelitian Umur, paritas dan pendidikan berhubungan terhadap pemakaian kontrasepsi IUD.
HUBUNGAN PARITAS DAN POLA KONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS MARTAPURA 2 TAHUN 2024 Mutiara, Mutiara; Hipni, Rubiati; Suhrawardi, Suhrawardi; Yuliastuti, Erni
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v2i1.4760

Abstract

Latar belakang: Angka kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi di Puskesmas Martapura 2 termasuk dalam 5 besar Kabupaten Banjar yaitu 33,80%. Dengan prevalansi anemia yang meningkat dari 16.50% tahun 2022 menjadi 17.97% pada tahun 2023. Tujuan: untuk menganalisis hubungan paritas dan pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Martapura 2 tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan metode survey analitik desain Case Control. Populasi berjumlah 104 orang ibu hamil trimester III, sampel diambil menggunakan Random sampling, jumlah sampel case 52 ibu hamil trimester III yang anemia, sampel control 52 ibu hamil trimester III yang tidak anemia. Variabel Independen Paritas dan Pola Konsumsi, variabel dependen kejadian anemia pada ibu hamil. Pengumpulan data dari buku kohort, laporan bulanan cakupan Fe3 berdasarkan catatan riwayat ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya. Jenis data ordinal, dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji chi square melalui komputerisasi. Hasil: Didapatkan hasil dari 104 ibu hamil trimester III ada 52 orang (50,0%) ibu yang anemia, paritas berisiko 65 orang (62,5%),pola konsumsi tidak sesuai 57 orang (54,8%). Ada hubungan paritas dengan kejadian anemia p-value = 0,043 OR = 2,513, dan ada hubungan signifikan pada pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia p-value = 0,049) OR = 2,382. Kesimpulan: terdapat hubungan antara paritas dan pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian Anemia pada ibu hamil. Diharapkan dengan edukasi tentang anemia dan pencegahannya dapat menekan angka kejadian anemia
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Yuningsih, Delma; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Hipni, Rubiati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10644

Abstract

This study aims to analyze the relationship between knowledge, attitude, and the practice of IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) examination as an early detection method for cervical cancer among women of reproductive age (WRA) in the working area of Simpang Empat Health Center. The research employed a descriptive-analytic survey method with a quantitative approach using the Chi-Square test at α = 0.05 on 98 respondents. Data were collected through questionnaires covering aspects of knowledge, attitude, and IVA examination practices. The results revealed that 35.7% of respondents had sufficient knowledge, 66.3% exhibited negative attitudes towards IVA examinations, and 65.3% did not undergo IVA examination. Bivariate analysis indicated a significant relationship between knowledge level (ρ-value = 0.000) and attitude (ρ-value = 0.000) with the practice of IVA examinations. Adequate knowledge influences WRA’s awareness and motivation to conduct early cervical cancer detection, while a positive attitude impacts their perception and response to IVA examinations. Conversely, a lack of knowledge and negative attitudes were major barriers to the practice. This study aligns with previous research by Oktavia (2020), Nuryawati (2020), and Asmin (2020), which demonstrated a correlation between knowledge and attitude with the practice of early cervical cancer detection. The study concludes by emphasizing the importance of intensive education by healthcare workers to enhance knowledge and foster positive attitudes among WRA towards IVA examinations, thereby reducing cervical cancer risks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan pelaksanaan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai metode deteksi dini kanker serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif melalui uji Chi-Square dengan α = 0,05 terhadap 98 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,7% responden memiliki pengetahuan cukup, sementara 66,3% responden memiliki sikap negatif terhadap pemeriksaan IVA, dan sebanyak 65,3% responden tidak melakukan pemeriksaan IVA. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (ρ value = 0,000) dan sikap (ρ value = 0,000) dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Pengetahuan yang baik memengaruhi kesadaran dan motivasi WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks, sedangkan sikap positif memengaruhi persepsi dan respons terhadap pemeriksaan IVA. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan dan sikap negatif menjadi penghambat utama pelaksanaan pemeriksaan. Studi ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Oktavia (2020), Nuryawati (2020), dan Asmin (2020) yang menunjukkan hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker serviks. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya edukasi yang intensif oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif WUS terhadap pemeriksaan IVA, sehingga dapat menurunkan risiko kanker serviks.
The Studi Komparasi Penggunaan E-Booklet Dan Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Tahun 2024 Azzahra, Refina; Suhrawardi, Suhrawardi; Hipni, Rubiati; Kirana, Rita
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v8i2.163

Abstract

Anemia among pregnant women in Indonesia is still high, reaching 48.9%, which can cause serious pregnancy complications. To analyze the difference in effectiveness between the use of e-booklets and pocketbooks in improving pregnant women's knowledge about anemia prevention in the working area of Puskesmas Martapura 2.This study used a quantitative method with a quasy-experiment design, involving two experimental groups: the e-booklet group and the pocket book group. The study population was pregnant women in the working area of Puskesmas Martapura 2, with purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires distributed using Google Form to assess pregnant women's knowledge about anemia prevention before and after the intervention. Data were analyzed using the Mann-Whitney test to compare the effectiveness of the two educational media. The results showed that both methods were considered equally effective in increasing pregnant women's knowledge about anemia prevention (E-Booklet p=0.097 and Pocket Book p=0.155). There was no difference between the use of e-booklets and pocketbooks. Both methods are equally effective in improving pregnant women's knowledge about anemia prevention. Keywords: Anemia, pregnant women, e-booklet, pocket book, knowledge
OPTIMALISASI KESEHATAN OTAK IBU HAMIL MELALUI POLA HIDUP SEHAT PENDEKATAN INTERPROFESSIONAL COLLABORATION Hutagaol, Rutmauli; Hipni, Rubiati; Fauziah, Erna; Pratiwi, Niken
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v3i2.76

Abstract

The brain health of pregnant women is an important aspect that affects maternal well-being and fetal development. Knowledge about health checks, including BSE (Breast Self-Examination), and the implementation of a healthy lifestyle during pregnancy play a major role in maintaining the brain health of pregnant women. This community service aims to optimize the brain health of pregnant women through BSE education and the implementation of a healthy lifestyle with the Interprofessional Collaboration (IPC) approach in the Assisted Village of the Tambarangan Health Center Area, Tapin Regency. The results showed that most pregnant women were aged 25-35 years (60.0%) and had little knowledge about BSE (60.0%). More worryingly, all pregnant women (100%) had never performed BSE. This low level of knowledge not only increases the risk of late detection of breast cancer, but can also trigger stress and anxiety that have a negative impact on the mental and brain health of pregnant women. Through the IPC approach, integrated education from various health professions (doctors, nurses, midwives, nutritionists, and psychologists) is carried out to improve the knowledge of pregnant women about BSE, stress management, and the implementation of a healthy lifestyle. This program helps pregnant women understand the importance of maintaining brain health by paying attention to nutritional intake, physical activity, and routine check-ups. This interprofessional collaboration plays an important role in integrating comprehensive promotive and preventive efforts, so that it can reduce the risk of physical and mental complications in pregnant women. These findings emphasize the importance of ongoing education and a holistic approach to improving the well-being of pregnant women in rural communities.