Claim Missing Document
Check
Articles

"Base Genep" Instant Spices Quality For Sale In East Denpasar Sofia nggoweng; Ni Made Ayu Suardani singapurwa; I Nyoman Rudianta
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.657 KB) | DOI: 10.22225/seas.4.2.2623.142-150

Abstract

Instant spices is a mixture of several spices that are young to be found in the market at an affordable price, and are usually used immediately as a cooking spice for certain foods. This study aims to determine the quality of the "Base Genep" instant spices sold in the East Denpasar Market. This research is a descriptive study using survey and experimental methods in the laboratory. The number of samples to be studied was 44 samples from 81 populations. The variables in the study were moisture content, pH, Escherichia coli, Total Plate Count (TPC) and mold. The results showed that from 44 samples of "Basa Genep" instant seasoning water content test results obtained were 21.62% - 23.707%, while the pH value of 44 samples of "Basa Genep" instant spice was obtained between 2.2-2.5 so that it meets the requirements.
Application of Hazard Analysis of Critical Control Point (HACCP) on "Urutan" Chicken Products at Dapur Ayuna Catering A.A.Made Semariyani; I Wayan Sudiarta; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i1.203

Abstract

This Applied Research is expected to be able to identify, analyze and control the hazards that may occur in the food manufacturing process. Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) is a food safety system by analyzing materials, processes, and food products. HACCP analysis can be used as an effort to control the quality of the final product in order to meet the requirements for healthy, safe, and halal food products. Dapur Ayuna Catering is a catering company for the general public that processes traditional Balinese menus, one of which is a sequence of orders made not only made from pork but also made from chicken meat to meet the wishes of consumers who should not or are allergic to pork and casings. The sleeve used is a synthetic casing made from collagen. This company has implemented HACCP in every food production including in the manufacture of chicken orders. This type of research is descriptive with the method of observation of the production process of chicken (Balinese sausage) menus. The application of HACCP in the production process of Urutan menus is to control the temperature and time during the production process to prevent microbial growth in food. Of the ten applications of HACCP according to Indonesian National Standard SNI No. 01-4852-1998 regarding the HACCP system, only one point of application is not in accordance with SNI, namely monitoring. Monitoring activities are not carried out routinely during the empon-empon washing process in the manufacture of 'basa genep' (Bali complete spices) and the storage of the final product has not been carried out in a special freezer because it is still using a refrigerator for households so that it is still one with other product storage. The HACCP system at the Dapur Ayuna Catering for Urutan chicken products for the general public has been implemented properly starting from receiving raw materials, processing, packaging, labeling, and storage (storage freezer). Critical of every CCP that has been set by Dapur Catering Ayuna Buduk Mengwi Badung. It takes handling and prevention of contamination in every stage of the chicken menu processing process with the aim that the food consumed by consumers is safe from contamination.
Preservation of Tofu With Liquid Smoke From Coconut Shell Ni Putu Chiana Adi Arandini; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; Anak Agung Made Semariyani
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.6.2.5377.102-111

Abstract

Tofu is one of the processed soybean products which is processed through the clumping of soy protein extract. Under normal conditions (room temperature) the average shelf life of tofu is 1-2 days. If it is more than this limit, the taste of tofu will become sour and rotten so it is not suitable for consumption. This study aims to determine the effect of coconut shell smoke and storage time on the chemical, microbiological, and organoleptic characteristics of tofu stored at room temperature. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with two factors and two replications The first factor was concentrations (0%, 2%, 4%, 6%, and 8%) and the second factor was storage time (1, 2, 3 and 4 days). Observations were made objectively including total phenol, water content, ash content, fat content, and protein content. Microbiological analysis by testing Escherichia coli and Salmonella sp. While organoleptic parameters subjectively observed include color, aroma, texture, taste, and overall acceptance. The results showed that the concentration of 6% coconut shell liquid smoke in three days storage at room temperature resulted in the best tofu characteristics with a subjective assessment of neutral – to moderately like (score 4.40) and total phenol 0.57%, water content 82.34%, ash content 0.34%, fat content 5.72%, protein content 9.15%, Escherichia coli <3 APM/g, and negative for Salmonella sp. The shelf life of soaked tofu with a concentration of 6% coconut shell liquid smoke at room temperature is 3 days.
ANALISIS PEMANIS BUATAN SAKARIN PADA PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.994 KB)

Abstract

ABSTRAKKeamanan pangan jajanan sampai saat ini masih perlu mendapat perhatian karena adanya penggunaan bahan tambahan illegal, penggunaan bahan tambahan pangan melebihi kadar yang diijinkan serta mutu dan keamanan mikrobiologis yang tidak memenuhi syarat. Saat ini masih banyak penggunaan pemanis buatan dalam berbagai makanan maupun minuman yang dijual bebas dengan kadar yang melebihi ambang batas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan sakarin dan mengetahui kadar sakarin tersebut memenuhi syarat atau tidak dengan batas maksimum yang diijinkan pada minuman tanpa merek tanpa label yang disiapkan dan dijual oleh pedagang di kantin sekolah dasar Kecamatan Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei dan eksperimen di laboratorium. Jumlah sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Selatan yaitu 72 sekolah. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 145 jenis minuman tanpa merek tanpa label yang disiapkan dan dijual oleh kantin sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Selatan. Jumlah sampel hasil sampling yaitu 110 sampel. Parameter pemanis buatan sakarin diuji kuantitatif secara KCKT/ HPLC. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 110 sampel yang mengandung sakarin 39 sampel (35.45%) dan kadar sakarin seluruh sampel memenuhi syarat sesuai dengan batas maksimum yang diijinkan mengacu pada Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 4 Tahun 2014.Kata kunci: pemanis buatan, sakarin, pangan jajanan
KELOMPOK PENGOLAH PANGAN JAJANAN TRADISIONAL DI DENPASAR Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; Luh Kade Datrini; I Putu Candra
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.136 KB)

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pengabdian Pengolah Pangan Jajanan Tradisional di Denpasar dilaksanakan pada Kube Sari Utama di Denpasar. Pangan jajanan sudah diproduksi dan dipasarkan oleh mitra, namun belum intensif, dan mitra ingin meningkatkan kuantitas dan kualitasnya. Mitra tidak memiliki pengetahuan dalam bidang kewirausahaan, sehingga mengalami hambatan dalam pengelolaan produksi dan pemasaran serta belum memiliki ijin dari Dinas Perijinan. Solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra adalah: Memberikan pengetahuan teknologi tepat guna dalam pengolahan pangan jajanan tradisional; memberikan pengetahuan cara pengolahan yang baik, sanitasi dan higiene pengolahan, pengemasan dan pelabelan produk, pemasaran yang lebih luas, kewirausahaan dan manajemen usaha; memberikan pengetahuan pembukuan yang tertata dengan baik; memberikan pengetahuan mengenai cara untuk mendapatkan Ijin Produksi dari Dinas Perijinan; dan memberikan bantuan peralatan. Target luaran yaitu teknologi tepat guna pengolahan pangan jajanan tradisional; omzet mitra meningkat; keterampilan dan pengetahuan mitra meningkat, kualitas dan kuantitas produk meningkat; serta produk memiliki ijin PIRT.Kata Kunci : Pangan Jajanan Tradisional, Teknologi tepat gunaABSTRACTThe Traditional Food Processing Service in Denpasar was held at Kube Sari Utama in Denpasar. Food snacks have been produced and marketed by partners, but have not been intensive, and they want to increase their quantity and quality. Partners do not have knowledge in the field of entrepreneurship, so they experience obstacles in production and marketing management and do not have permission from the Licensing Service. The solution to solve the problems faced by partners is: Providing an appropriate technology knowledge in traditional snacks processing; provide knowledge of good processing, sanitation and hygiene processing, product packaging and labeling, broader marketing, entrepreneurship and business management; provide bookkeeping knowledge that is well organized; provide knowledge on how to obtain a Production Permit from the Licensing Service; and provide equipment assistance. Output targets are appropriate technology for traditional food processing; partner turnover increases; partner skills and knowledge increase, product quality and quantity increases; and the product has a PIRT permit.Keywords: Traditional Snack Food, Appropriate Technology
Isolasi Bakteri Dari Rumput Laut Eucheuma spinosum dan Skrining Aktivitas Antibakteri Terhadap Beberapa Bakteri Gram Positif dan Negatif I Gusti Agung Ayu Sucitra Ekaryani; Anak Agung Gede Indraningrat; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Wayan Sudiarta; Anak Agung Made Semariyani; I Putu Candra
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p01

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu biota laut yang berinteraksi kuat dengan mikroorganisme khususnya dengan kelompok bakteri. Bakteri yang berasosiasi dengan rumput laut dapat memproduksi metabolit sekunder untuk mendukung pertumbuhan dan melindungi inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri yang berasosiasi dengan rumput laut Eucheuma spinosum dan menskrining aktivitas antibakteri dari isolat bakteri yang diperoleh. Hasil isolasi bakteri dari E. spinosum diperoleh 32 isolat dengan sebaran 14 isolat dari media umum dan 18 isolat dari media khusus. Pengamatan morfologi dari 32 isolat menunjukkan bahwa tujuh isolat bakteri tergolong Gram positif dan 25 isolat bakteri Gram negatif. Sedangkan 25 isolat menunjukkan katalase positif dan tujuh isolat katalase negatif. Hasil pre-skrining antibakteri terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus atcc 25923 dan Streptococcus mutans fncc 0405) dan bakteri Gram negatif (Escherichia coli atcc 25922 dan Klebsiella pneumoniae atcc 700603) menunjukkan 22 isolat memiliki aktivitas antibakteri. Isolat PCAR1 dan SMPR9 menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Streptococcus mutans berturut-turut sebesar 9,21 mm dan 7,89 mm. Hasil penelitian ini secara umum memberikan gambaran potensi isolat yang berasosiasi dengan E. spinosum sebagai penghasil senyawa antibakteri.
Pengelolaan Desa Wisata Di Desa Adat Kiadan Plaga Badung Bali Berbasis Desa Adat (Perspektif Hukum Kepariwisataan) I Wayan Wesna Astara (Scopus ID: 57211467012); I Made Mardika; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.179 KB)

Abstract

Pengelolaan Desa wisata berbasis Desa adat di Bali menjadi penguatan desa adat dalam mengelola sumber daya alam, sumber daya budaya dan potensi desa adat dapat memberikan manfaat kepada masyarakat lokal di Bali. Pulau Bali, memiliki potensi kebudayaan yaitu manusianya, adat, kesenian dan alamnya. Pariwisata budaya di tingkat desa (dinas) Pelaga dan/atau desa adat Kiadan merupakan implementasi dari Peraturan Bupati Badung nomor 47 tahun 2010 tentang desa wisata. Pengabdian KKN-PPM ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat adat dalam mengelola desa wisata berbasis Desa adat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kualitatif dengan pengamatan partisipan, wawancara semi structural, dan introspeksi (Mikkelen, 2011). Bentuk analisis yang digunakan adalah analisis dan interpretasi kritis atas bahan sumber. Hasil pengabdian ini adalah dalam pengelolaan desa wisata upaya yang dilakukan adalah penyuratan perarem dan/atau perjanjian desa adat Kiadan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan desa wisata. Peranan Desa Adat dan Desa Dinas, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung untuk memprioritaskan program pemerdayaan desa adat. Pengelolaan Desa Wisata berbasis desa adat, dengan memberikan seperangkat alat kerja seperti Laptop dan printer yang dilengkapi Web ekowisata Desa Kiadan Plaga. Bidang ekonomi kreatif yaitu ada produk kopi “IJO BANG” KIADAN yang ramah lingkungan, kemudian dibuatkan perbaikan pengemasan Produk. Dalam hukum kepariwisataan, implementasi Peraturan Bupati Nomor 47 tahun 2010 tentang desa wisata masih perlu ada pengembangan dari pemerintah, masyarakat lokal, dan bekerjasama dengan pihak-pihak swasta dengan pola kerjasama saling menguntungkan. Selain itu, Sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif diperlukan dalam pengelolaan Desa wisata.
Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan di Desa Sulangai A.A. Made Semariyani; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra; I Gede Pasek Mangku; Luh Suriati; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.415 KB)

Abstract

Kegiatan PKM Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan dilaksanakan di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pelatihan diberikan pada Ibu-ibu PKK Desa Sulangai. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk memberikan teknologi pengemasan dan strategi pemasaran produk pangan yang telah diproduksi oleh ibu-ibu PKK desa Sulangai (jamu kunyit, jamu sirih, Virgin Coconut Oil (VCO), manisan tomat, minyak tandusan, jajanan tradisional dan lain-lain). Pada saat pelatihan diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: Pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi pengemasan produk pangan, dan penyuluhan Kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengemas hasil olahan pangan khususnya VCO, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk mengemas produk dan memasarkan produk secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) Peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya. 2) Pelatihan untuk pengemasan dan pemasaran produk pangan dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu mengemas dan memasarkan produk tersebut dengan baik. 3) Target luaran dari kegiatan PKM Pelatihan Pengemasan dan pemasaran produk pangan ini telah diberikan kepada peserta didik.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menerapkan Kesehatan Lingkungan Di Masa Pandemi COVID-19 dan Promosi Potensi Wisata di Desa Bamo, Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Anak Agung Gede Indraningrat; Tanjung Subrata; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.084 KB)

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Warmadewa (Unwar) tahun 2021 berlangsung di tengah merebaknya pandemi COVID-19. Sehingga dengan mempertimbangkan efektivitas dan faktor keamanan, pelaksanaan KKN-PPM dilakukan dengan kombinasi metode daring dan luring dibawah supervisi dari dosen pembimbing KKN yang ditunjuk oleh Unwar. Kelompok 85 adalah salah satu kelompok KKN-PPM Unwar dan telah melangsungkan program kerja selama 1 bulan terhitung sejak 22 April hingga 22 Mei 2021 di Desa Bamo, Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kelompok 85 beranggotakan 28 mahasiswa Unwar yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang meliputi administrasi negara, ilmu hukum, sastra inggris, pertanian, peternakan, dan ekonomi akuntansi. Pemilihan Desa Bamo sebagai lokasi KKN-PPM sesuai dengan kesepakatan kelompok 85 dimana sebanyak enam mahasiswa melakukan KKN secara luring di desa ini sedangkan anggota sisanya mendukung lewat metode daring. Hasil komunikasi dengan mitra mengerucut pada permasalahan kesehatan lingkungan di Desa Bamo selama masa pandemi COVID-19 yaitu kurangnya jumlah tempat sampah dan perlunya partisipasi warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dari segi pendidikan, mitra juga mengharapkan adanya bantuan pembuatan majalah dinding sekolah. Sedangkan dari sisi ekonomi, mitra mengharapkan bantuan dalam hal promosi potensi pariwisata desa Bamo. Hasil pelaksanaan KKN-PPM oleh kelompok 85 selama 1 bulan menunjukkan kontribusi mahasiswa Unwar dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan program kerja kelompok 85 yang meliputi pembuatan majalah dinding untuk siswa SD, pemberian tempat sampah pada tempat ibadah di lingkungan desa Bamo, dan promosi potensi wisata desa Bamo secara gencar lewat media sosial seperti Instagram dan facebook.
PROFIL PROTEIN IKAN LEMURU DENGAN PENGERINGAN OVEN, PENGERING MATAHARI DAN SINAR MATAHARI BERBASIS SDS PAGE Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Putu Candra; A.A. Made Semariyani
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 15, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.238 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v15i2.53612

Abstract

Lemuru fish (Sardinella lemuru) contains high nutritional value and is very important for humans as well as affordable source of protein. Lemuru fish are very perishable and seasonally produced, so it needs to be preserved. The people of Jembrana Regency, Bali, preserve it into spiced dried fish called Pedetan. The aim of this study was to determine the protein profile of unseasoned and seasoned lemuru fish which were dried in an oven, artificial dryer and sun drying. The research method used is the Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) method to determine the molecular weight (BM), to see the damage to the protein in the sample. The results of analysis of the protein profile of lemuru meat based on its molecular weight using SDS-PAGE showed that the molecular weight of the separated protein bands varied from 31 to 524 kDa. Based on the results of protein profile analysis, sun drying can cause protein denaturation which is characterized by a decrease in the number of protein bands. Drying with an artificial drying device can reduce damage, because the protein bands can still be maintained, and drying with an oven causes protein damage that is not as big as drying with the sun drying method. While the addition of seasoning for fresh lemuru does not cause protein damage, it can be seen from the number of protein bands that do not change.
Co-Authors A. A. Made Semariyani A.A Made Semariyani A.A. Made Semariyani A.A.Made Semariyani Agata Viani Aida Firdaus Muhamad Nurul Azmi Anak Agung Ayu Kanaka Mutiara Laksmi Anak Agung Diah Apriyanti Anak Agung Gede Indraningrat Anak Agung Made Semariyani Andriani, Agung Sagung Putri Risa Andriani, Anak Agung Sagung Putri Risa Arandini, Putu Chiana Adi Azmi, Aida Firdaus Muhamad Nurul Chelsia Wihelmina Edam Chindrawato, A.A. Sagung Manik Dalima, Yasniana Dalima DellaX’ma Nandari DellaX’ma Nandari DellaX’Ma Nandari Djelantik, Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Edam, Chelsia Wihelmina Ela Tara Wini Bira Firdaus Muhammad Nurul Azmi, Aida Fransiska Sisilia Bheni Giman, Hermanus Gusti Agus Maha Putra Sanjaya Hazim Bin Ahmad Nazari, Muhamad Hermanus Giman I A.A Made Semariyani I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih I Gede Pasek Mangku I Gede Sutapa, I Gede I Gusti Agung Ayu Sucitra Ekaryani I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya I Gusti Bagus Udayana I Ketut Agung Sudewa I Made Griya Adi Parta I Made Mardika I Nengah Suaria I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra, I Putu I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Wesna Astara (Scopus ID: 57211467012) Ignasius Edward Ileng Jiwantara, Gusti Ngurah Oka Komang Nita Wedaningsih Komang Nita Wedaningsih Laksmi, A.A. Ayu Kanaka Mutiara Lamun @ Jailani, Fadhilah Luh Kade Datrini Luh Suariani Luh Suariani Luh Suariani, Luh Luh Suriati Manikam, Raseetha Vani Siva Maria Intan Claudia Yatub Maria Reinaldis Jebaut Subin Mariam Lupita Kant Mulia, I Komang Oki Budi Naratama, I Putu Ngurah Ni Komang Alit Astiari Ni Komang Armaeni Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti Ni Made Darmadi Ni Made Darmadi Ni Made Darmadi Ni Made Yudiastari, Ni Made Ni Putu Anom Sulistiawati, Ni Putu Anom Ni Putu Bella Trisna Dewi Ni Putu Bella Trisna Dewi Ni Putu Chiana Adi Arandini Ni Wayan Eka Manik Astini Ni Wayan Nursini Ni Wayan Yulia Andriani Parta, I Made Griya Adi Pranamya, I Agus Kerta Putri, , Ni Kadek Sintya Pradnyani Putu Chiana Adi Arandini Putu Diah Wahyuni Rama, Kade Nusde Sari Raseetha Vani Siva Manikam Rudianta, , I Nyoman Rudianta, I Nyoman Saloko, Sartijo Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelantik SAPUTRA, ARYA Satrijo Saloko SATRIYAS ILYAS Semariyani, A.A.Made Setianingsih, Ni Luh Putu Putri Sofia nggoweng Sofia nggoweng Subin, Maria Reinaldis Jebaut Sudewa, I Ketut Agung Sudewa, Ketut Agung Sudiarta, Wayan Tanjung Subrata Viani, Agata Wibawa, Putu Rizky Ari Yasa Winduyasa, I Wayan Yasa, I Wayan Sweca Yohanes Lewa Yohanes Parlindungan Situmeang Yulianus Jordi Ziku Yunantariningsih, I Dewa Ayu Ketut Ziku, Yulianus Jordi