Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Growth Mindset Kewirausahaan dan Self Efficacy untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kelpin Adiyatma; Muhammad Sufyan Suri; Nida Hasanati; Djudiyah Djudiyah
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.8689

Abstract

Penguatan aspek psikologis merupakan faktor penting dalam pengembangan kapasitas kewirausahaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi penguatan mindset kewirausahaan terhadap peningkatan entrepreneurial self-efficacy dan community growth mindset pada pengusaha Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen satu kelompok pretest–posttest. Partisipan penelitian berjumlah 15 pengusaha Muhammadiyah yang memiliki UMKM dan mengikuti seluruh rangkaian intervensi. Instrumen penelitian berupa Skala Efikasi Diri Wirausaha dan Skala Community Growth Mindset dengan model skala Likert 1–5. Intervensi dilaksanakan secara bertahap melalui analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelaksanaan workshop, serta pendampingan UMKM melalui coaching dan mentoring. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired-sample t-test dan uji Wilcoxon sesuai dengan karakteristik distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada entrepreneurial self-efficacy dan community growth mindset setelah intervensi diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi yang mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan berbasis psikologis efektif dalam memperkuat sumber daya psikologis kewirausahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan program pemberdayaan UMKM berbasis komunitas dengan menekankan pentingnya penguatan mindset dan efikasi diri sebagai fondasi keberlanjutan usaha.
Why do Adolescents Lose Their Sense of Guilt ? A Scoping Review of Antecedents of Moral Disengagement in Offline and Online Aggressive Behaviors Ratra Adya Airawan; Nida Hasanati
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i1.2171

Abstract

Moral detachment is an important cognitive mechanism that allows a person to commit aggressive actions without feeling personal sanctions or guilt. This study aims to describe and compile various factors before the occurrence of moral detachment in adolescents and young adult individuals using a broad study approach. A total of 23 scientific articles from international and local publication databases between 2020 and 2025 were analyzed thematically. The results of the data aggregation show that moral release is influenced by interactions involving many factors that include individual, social, digital environment, as well as organizational aspects. Intrapersonal traits such as dark personality traits (Dark Triad), anger traits, and low self-control abilities emerged as main indicators. On the environmental side, the weakness of parental bonds, friendship status, exposure to violent media, and a loose school atmosphere significantly accelerate the emergence of moral detachment.
The Role of Self-Compassion on Parenting Stress in Mothers of Early Childhood Children: Systematic Literature Review Renaldi Ointu; Nida Hasanati
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i3.2235

Abstract

Background: Self-compassion plays an important role in reducing levels of parenting stress among mothers of young children. Purpose: This systematic review aims to identify the negative relationship between self-compassion and parenting stress, indicating that mothers with higher levels of self-compassion tend to experience lower levels of parenting stress. Method: The PRISMA method was applied through searches of electronic databases, including Google Scholar, APA PsycNET, Springer, and Elsevier. Of the identified articles, 11 journals met the inclusion criteria after undergoing a rigorous selection process. Result: Based on the results of the systematic literature review of various empirical studies, self-compassion plays a significant role in reducing parenting stress among mothers of young children. Early childhood is a developmental phase that requires high levels of attention, emotional involvement, and physical energy from mothers. Conclusion: These conditions often trigger psychological pressure, particularly when mothers face limited personal resources, multiple role demands, and high social expectations regarding motherhood.
Faktor yang Mempengaruhi Regulasi Emosi Siswa SD dalam Menghadapi Perundungan: Kajian Literatur Sistematis Annisa Rizekiati; Nida Hasanati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24343

Abstract

Bullying in elementary schools is a serious problem that has a negative impact on students’ mental health and academic performance. Emotional regulation skills are key for children in monitoring, evaluating, and modifying their emotional reactions when facing these psychosocial impacts. This study aims to investigate the dominant internal and external factors influencing emotional regulation in elementary school students, as well as to map the role of the school environment. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) based on the Rayyan instrument, analyzing 27 relevant research journals from 2013 to 2026. The review results indicate that internally, this ability is influenced by students’ cognitive maturity, emotional awareness, and temperament. Externally, the family environment plays the most dominant role, where parental emotional warmth, parenting skills, and secure attachment significantly enhance children’s emotional regulation capacity. At school, the principal’s anti-bullying policies, along with teachers’ moral support and emotional literacy, contribute positively as protective factors. Various interventions such as psychoeducation, role-playing, and music therapy have also been proven effective in improving students’ emotional stability. This study concludes the importance of strong synergy between parents and educators to build a resilient emotional foundation for children. ____________________________________________________________________Perundungan di sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak buruk terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Kemampuan regulasi emosi menjadi kunci utama bagi anak dalam memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosional saat menghadapi dampak psikososial tersebut. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi faktor internal dan eksternal dominan yang mempengaruhi regulasi emosi siswa sekolah dasar, serta memetakan peran lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis instrumen Rayyan terhadap 27 jurnal penelitian relevan dari rentang tahun 2013 hingga 2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa secara internal, kemampuan ini dipengaruhi oleh kematangan kognitif, kesadaran emosional, dan temperamen siswa. Secara eksternal, lingkungan keluarga memegang peranan paling dominan di mana kehangatan emosional orang tua, keterampilan pengasuhan, dan keterikatan aman secara signifikan meningkatkan kapasitas regulasi emosi anak. Di sekolah, kebijakan anti-perundungan kepala sekolah serta dukungan moral dan literasi emosi guru berkontribusi positif sebagai faktor pelindung. Berbagai intervensi seperti psikoedukasi, bermain peran, dan terapi musik juga terbukti efektif meningkatkan stabilitas emosi siswa. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya sinergi kokoh antara orang tua dan pendidik untuk membangun fondasi emosional anak yang tangguh.
PERAN ALAM TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA DEWASA: TINJAUAN SISTEMATIK THE ROLE OF NATURE IN SUBJECTIVE WELL-BEING AMONG ADULTS: A SYSTEMATIC REVIEW Irba Chalisha Amaly; Nida Hasanati
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1132

Abstract

Kesejahteraan subjektif pada individu dewasa menjadi isu penting dalam psikologi modern, karena fase ini sering diwarnai oleh berbagai tekanan sosial, ekonomi, dan emosional. Salah satu pendekatan yang berkembang menyoroti peran alam sebagai faktor protektif yang dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematik terhadap 18 artikel yang membahas hubungan antara interaksi dengan alam dan kesejahteraan subjektif pada individu dewasa. Hasil menunjukkan bahwa keterhubungan dengan alam berkontribusi terhadap peningkatan afek positif dan kepuasan hidup, serta penurunan afek negatif. Paparan terhadap alam dan pengalaman estetis dengan keindahan lingkungan juga terbukti memperkuat suasana hati positif, sementara aktivitas atau strategi regulasi emosi berbasis alam membantu menurunkan emosi negatif. Perbedaan hasil pada beberapa penelitian kemungkinan disebabkan oleh variasi konteks budaya, metode, serta jenis pengalaman alam yang diteliti. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa hubungan manusia dengan alam memiliki potensi besar sebagai sumber dukungan emosional, sosial, dan makna hidup bagi kesejahteraan individu dewasa.