Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Self-Compassion on Parenting Stress in Mothers of Early Childhood Children: Systematic Literature Review Renaldi Ointu; Nida Hasanati
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i3.2235

Abstract

Background: Self-compassion plays an important role in reducing levels of parenting stress among mothers of young children. Purpose: This systematic review aims to identify the negative relationship between self-compassion and parenting stress, indicating that mothers with higher levels of self-compassion tend to experience lower levels of parenting stress. Method: The PRISMA method was applied through searches of electronic databases, including Google Scholar, APA PsycNET, Springer, and Elsevier. Of the identified articles, 11 journals met the inclusion criteria after undergoing a rigorous selection process. Result: Based on the results of the systematic literature review of various empirical studies, self-compassion plays a significant role in reducing parenting stress among mothers of young children. Early childhood is a developmental phase that requires high levels of attention, emotional involvement, and physical energy from mothers. Conclusion: These conditions often trigger psychological pressure, particularly when mothers face limited personal resources, multiple role demands, and high social expectations regarding motherhood.
Faktor yang Mempengaruhi Regulasi Emosi Siswa SD dalam Menghadapi Perundungan: Kajian Literatur Sistematis Annisa Rizekiati; Nida Hasanati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24343

Abstract

Bullying in elementary schools is a serious problem that has a negative impact on students’ mental health and academic performance. Emotional regulation skills are key for children in monitoring, evaluating, and modifying their emotional reactions when facing these psychosocial impacts. This study aims to investigate the dominant internal and external factors influencing emotional regulation in elementary school students, as well as to map the role of the school environment. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) based on the Rayyan instrument, analyzing 27 relevant research journals from 2013 to 2026. The review results indicate that internally, this ability is influenced by students’ cognitive maturity, emotional awareness, and temperament. Externally, the family environment plays the most dominant role, where parental emotional warmth, parenting skills, and secure attachment significantly enhance children’s emotional regulation capacity. At school, the principal’s anti-bullying policies, along with teachers’ moral support and emotional literacy, contribute positively as protective factors. Various interventions such as psychoeducation, role-playing, and music therapy have also been proven effective in improving students’ emotional stability. This study concludes the importance of strong synergy between parents and educators to build a resilient emotional foundation for children. ____________________________________________________________________Perundungan di sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak buruk terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Kemampuan regulasi emosi menjadi kunci utama bagi anak dalam memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosional saat menghadapi dampak psikososial tersebut. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi faktor internal dan eksternal dominan yang mempengaruhi regulasi emosi siswa sekolah dasar, serta memetakan peran lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis instrumen Rayyan terhadap 27 jurnal penelitian relevan dari rentang tahun 2013 hingga 2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa secara internal, kemampuan ini dipengaruhi oleh kematangan kognitif, kesadaran emosional, dan temperamen siswa. Secara eksternal, lingkungan keluarga memegang peranan paling dominan di mana kehangatan emosional orang tua, keterampilan pengasuhan, dan keterikatan aman secara signifikan meningkatkan kapasitas regulasi emosi anak. Di sekolah, kebijakan anti-perundungan kepala sekolah serta dukungan moral dan literasi emosi guru berkontribusi positif sebagai faktor pelindung. Berbagai intervensi seperti psikoedukasi, bermain peran, dan terapi musik juga terbukti efektif meningkatkan stabilitas emosi siswa. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya sinergi kokoh antara orang tua dan pendidik untuk membangun fondasi emosional anak yang tangguh.
PERAN ALAM TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA DEWASA: TINJAUAN SISTEMATIK THE ROLE OF NATURE IN SUBJECTIVE WELL-BEING AMONG ADULTS: A SYSTEMATIC REVIEW Irba Chalisha Amaly; Nida Hasanati
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1132

Abstract

Kesejahteraan subjektif pada individu dewasa menjadi isu penting dalam psikologi modern, karena fase ini sering diwarnai oleh berbagai tekanan sosial, ekonomi, dan emosional. Salah satu pendekatan yang berkembang menyoroti peran alam sebagai faktor protektif yang dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematik terhadap 18 artikel yang membahas hubungan antara interaksi dengan alam dan kesejahteraan subjektif pada individu dewasa. Hasil menunjukkan bahwa keterhubungan dengan alam berkontribusi terhadap peningkatan afek positif dan kepuasan hidup, serta penurunan afek negatif. Paparan terhadap alam dan pengalaman estetis dengan keindahan lingkungan juga terbukti memperkuat suasana hati positif, sementara aktivitas atau strategi regulasi emosi berbasis alam membantu menurunkan emosi negatif. Perbedaan hasil pada beberapa penelitian kemungkinan disebabkan oleh variasi konteks budaya, metode, serta jenis pengalaman alam yang diteliti. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa hubungan manusia dengan alam memiliki potensi besar sebagai sumber dukungan emosional, sosial, dan makna hidup bagi kesejahteraan individu dewasa.
Anteseden Ide Bunuh Diri pada Remaja: Tinjauan Sistematik Alya Dwi Anggraeni; Nida Hasanati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14908

Abstract

Bunuh diri pada masa saat ini menjadi fenomena yang krusial dan banyak terjadi sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah hal ini semakin banyak terjadi dengan mencegah munculnya ide bunuh diri. Ide bunuh diri merupakan pikiran untuk merencanakan maupun mempertimbangkan untuk bunuh diri. Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematik yang bertujuan untuk mengkaji 24 jurnal internasional atau menemukan berbagai anteseden dari ide bunuh diri pada remaja berdasarkan jurnal empiris yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan, berupa jenis jurnal, tahun, bahasa, dan subjek yang digunakan. Hasil tinjauan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa anteseden ide bunuh diri mencakup psikologis, pengalaman negatif, faktor keluarga, dan faktor perilaku. Depresi menjadi anteseden yang paling konsisten terhadap peningkatan ide bunuh diri, berbagai bentuk perundungan, rendahnya keberfungsian keluarga, kontrol orang tua, serta pola tidur yang buruk dan kecanduan internet maupun game menjadi anteseden yang dapat meningkatkan ide bunuh diri pada remaja. Temuan ini menegaskan bahwa ide bunuh diri ini terjadi karena interaksi yang kompleks antara faktor internal dan eksternal.
Psychological and Organizational Factors Influencing Fraud Reporting in Organizations: A Systematic Literature Review Rr. Feni Aryanti; Nida Hasanati
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 9 (2024): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v2i9.245

Abstract

Whistleblowing is a crucial mechanism for maintaining organizational integrity by exposing unethical or illegal activities such as fraud, data manipulation, and policy violations. This study systematically reviews the psychological and organizational factors influencing whistleblowing behavior. Key psychological factors include moral responsibility, risk perception, self-control, and Machiavellianism, which can either encourage or deter individuals from reporting unethical conduct. Organizational factors such as culture, institutional support, and whistleblower protection policies significantly shape reporting intentions. Demographic and social factors, including age and proximity to fraudsters, also play a critical role. The review highlights that gaps exist in understanding how religious values, organizational structures, and protection mechanisms impact whistleblowing behavior. Addressing these gaps, this review provides recommendations for future research, emphasizing the need for robust organizational policies and support systems to foster transparency and accountability. By answering key research questions and identifying overlooked aspects, this review contributes to the theoretical and practical understanding of whistleblowing, offering insights for organizations across various sectors to encourage effective fraud reporting.
Kepemimpinan Transformasional dan Culture Intelligence sebagai faktor Innovative Work Behavior karyawan: Tinjauan Sistematik Rofiqi; Nida Hasanati
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 8 (2024): NJMS - Maret 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian pimpinan kepada pegawai yang mempunyai perilaku kerja inovatif tingkat tinggi. Ketika mereka merasa mendapat perhatian khusus dari seorang pemimpin, maka mereka akan dianggap mampu memberikan ide-ide yang lebih inovatif dan kreatif. organisasi, sehingga hal ini akan mampu mempengaruhi karyawan lainnya untuk mendapatkan hal yang sama sehingga mendapat perhatian lebih dari perusahaan. Pegawai yang memiliki kecerdasan budaya tidak akan mengalami kesulitan dalam proses penyesuaian, termasuk meningkatkan perilaku kerja inovatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepemimpinan transformasional dan kecerdasan budaya merupakan faktor yang mendukung perilaku kerja inovatif karyawan. Metode dalam penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan kecerdasan budaya mempunyai pengaruh terhadap perilaku inovasi kerja karyawan.