Articles
Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Manusia dan Lingkungan Siswa Kelas V SDN 4 Singkawang
Setianingsih, Lilis;
Fitriyadi, Slamat;
Sulistri, Emi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir krtitis siswa; (2) untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa; (3) untuk mengidentifikasi respon siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbasis higher order thinking skills Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskripsif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 4 Singkawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes berupa lembar tes kemampuan berpikir kritis siswa dan teknik angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Prasyarat, Uji Hipotesis dan N Gain , Berdasarkan hasil uji hipotesis dan uji t dua sampel dapat diketahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari uji t menunjukkan thitung>ttabel yaitu 4,322> 2,024.pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diberikan model pembelajaran Mind Mappingberbasis Higher Order Thinking Skills dan model langsung pada materi manusia dan lingkungan di kelas V SD 4 Singkawang.Dari data uji peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran mind mapping mengalamai peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan perolehan N-gain sebesar 0,64 dengan kriteria sedang dan pada kelas kontrol dengan menerapkan model pembelajaran langsung diperoleh N-gain sebesar 0,27 dengan kriteria rendah. Sehingga dengan menggunakan model pembelajaran mindmapping berbasis Higher Order Thinking Skillsmengalami peningkatan.Respon siswa terhadap model pembelajaran mindmapping berbasis Higher Order Thinking Skills sebesar 80,93 pada kriteria sangat baik.
Penerapan Alat Peraga SIDAIR Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Siklus Air Kelas V
Izwan, Almizar;
Sulistri, Emi;
Fitriyadi, Slamat
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 9, No 3 (2024): VOLUME 9 NUMBER 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jpdi.v9i3.4797
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan minat belajar siswa pada materi siklus air melalui penerapan alat peraga SIDAIR berbasis lingkungan untuk kelas V. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 8 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif berjenis Pre exsperimental dengan bentuk one group pretest posttest. Populasi penelitian seluruh siswa kelas V SDN 8 Singkawang dengan teknik pengambilan sampel berupa teknik sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan satu kelas yaitu kelas eksprimen yang diberi perlakuan dengan alat peraga SIDAIR berbasis lingkungan berjumlah 34 siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan minat belajar siswa kelas V antara kelas pretest dengan kelas posttest yang diberikan perlakuan yaitu menggunakan alat peraga SIDAIR berbasis lingkungan yang dianalisis menggunakan uji t dengan t_hitung = 10,154 > t_tabel= 2,034.; (2) Respon siswa terhadap alat peraga SIDAIR berbasis lingkungan memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswa kelas V sebesar 92,48 dalam kriteria sangat positif. Respon guru terhadap alat peraga SIDAIR berbasis lingkungan memiliki pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswa kelas V sebesar 94 dalam kriteria sangat positif. Penerapan alat peraga SIDAIR berbasis lingkungan terbukti dapat meningkatkan minat belajar siswa dan memberikan pengaruh yang sangat positif dalam pembelajaran.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN INTRAPERSONAL DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 11 KOTA SINGKAWANG
Fazira, Friska Era;
Fitriyadi, Slamat;
Hendriana, Evinna Cinda
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 10, No 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/mes.v10i1.9225
This study aims to: determine the relationship between intrapersonal intelligence and mathematics learning outcomes of class V students at SD Negeri 11 Singkawang City. By using a quantitative approach and correlational research, the aim of this research is to find out how the mathematics learning outcomes of fifth grade students at SD Negeri 11 Singkawang City are related to intrapersonal intelligence. Students in class V at SD Negeri 11 Singkawang City are the subjects of this research. This research involved 20 students as population and sample. Intrapersonal intelligence questionnaires and mathematics learning outcomes tests for class V students were the instruments of this research. Instrument testing consists of validity tests, reliability tests, normality tests, and linearity tests, which are tests of the analytical requirements used. To determine the relationship between intrapersonal intelligence variables and students' mathematics learning outcomes, the data analysis technique used was product moment correlation hypothesis testing and simple linearity regression. The results of the research show that: 1) The intrapersonal intelligence of class V students at SD Negeri 11 Singkawang City is in the high category based on the calculation of the percentage of student scores with an overall average of 69.75. 2) Students' cognitive domain mathematics learning outcomes are in the high category with an overall average of 78.25. 3) There is a relationship between intrapersonal intelligence and the mathematics learning outcomes of class V students at SD Negeri 11 Singkawang City.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIRS SHARE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DI MATERI PECAHAN KELAS IV SDN 89 SINGKAWANG
Nurkhusnasari, Nurkhusnasari;
Fitriyadi, Slamat;
Kariadi, Dodik
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 10, No 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/mes.v10i1.9483
This research aims to determine whether there is an influence of the TPS (Think Pairs Share) learning model on problem solving in fourth grade fraction material at SDN 89 Singkawang. The type of research used is quantitative research with a true experimental design method. The population in this study was 35 class IV students at SDN 89 Singkawang. Then samples were taken using a purposive sampling technique so that the sample used was 35 students consisting of class IV. The sample used in the research was carried out by selecting samples taking into account the students' cognitive results, so that researchers could produce class IV for the experimental class and control class. The prerequisite test carried out is a normality test using the Chi-square formula and a variance homogeneity test is carried out to see the similarity of the variants in the two groups. To test the first hypothesis, the Effect Size formula is used and to test the second hypothesis, the t-test formula is used. The results of the research show that: 1) The TPS (Think Pairs Share) learning model has an effect on problem solving abilities in class IV fraction material at SDN 89 Singkawang. This is shown from the calculation of the Effect Size value, which is 1,600, which is included in the high criteria. 2) There is a difference in problem solving abilities using the TPS (Think Pairs Share) model with the conventional model in class IV fraction material at SDN 89
PENGARUH GAME EDUKASI MATEMATIKA GULI OLES BERTANYA TERHADAP BURNOUT BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN PADA SISWA KELAS VI SD
Yazi, Armon;
Fitriyadi, Slamat;
Hendriana, Evinna Cinda
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 10, No 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/mes.v10i1.9588
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat burnout belajar sebelum diterapkan game edukasi matematika “guli oles bertanya” kelas VI, 2) mengetahui tingkat burnout belajar siswa setelah diterapkan game edukasi matematika “guli oles bertanya” kelas VI, 3) mengetahui apakah game edukasi matematika ”guli oles bertanya” berpengaruh terhadap burnout belajar matematika kelas VI. Penelitian ini melibatkan 20 siswa sebagai populasi dan sampel. Angket burnout belajar merupakan instrumen penelitian Uji normalitas Shapiro-wilk dan uji hipotesis Wilcoxon merupakan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan 1) Tingkat burnout belajar siswa sebelum penerapan game edukasi matematika guli oles bertanya di SDN 17 Singkawang berada pada kategori tinggi dengan rentang skor 93-124 berjumlah 4 siswa dan kategori sedang dengan rentang skor 62-92 berjumlah 16 siswa. 2) Tingkat burnout belajar siswa setelah penerapan game edukasi matematika “guli oles bertanya” di SDN 17 Singkawang berada pada kategori sedang dengan rentang skor 62-92 berjumlah 9 siswa. Sedangkan kategori rendah dengan rentang skor 31-61 berjumlah 11 siswa. 3) Hasil uji hipotesis menggunakan uji statistik Wilcoxon pada bagian Asymp. sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,001 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh penerapan game edukasi matematika “guli oles bertanya” terhadap burnout belajar matematika kelas VI SDN 17 Singkawang.
Burnout Guru BK di Kota Singkawang
Suwanto, Insan;
Fitriyadi, Slamat
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.487 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.5186
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran data ilmiah tentang bagaimana tingkat burnout pada guru bimbingan dan konseling (BK) yang ada di Kota Singkawang. Reponden dalam penelitian ini adalah seluruh guru BK kota singkawang pada SMP/sederajat dan SMA/sederajat se-Kota Singkawang. Penelitian ini merupakan descriptive survey research dengan menggunakan instrumen penelitian MBI-GS (Maslach Burnout Inventory-General Survey). Data dianalisis dengan menggunakan descriptive statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata guru BK di Kota Singkawang memiliki tingkat burnout yang sangat rendah (20,33%). Hasil survei menunjukkan bahwa diantara 66 orang guru BK hanya 1 orang guru BK yang memiliki tingkat burnout Tinggi. Kemudian, 19 orang pada kategori Rendah, dan 46 orang masuk pada kategori Sangat Rendah. Berdasarkan survei, guru BK pria memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi. Kemudian, Guru BK yang lebih muda dengan usia kerja kurang dari 10 tahun memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa guru BK di kota singkawang sudah mampu menjalankan tugas dan perannya sesuai dengan yang seharusnya dan memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab rendahnya burnout guru BK di Kota Singkawang.AbstractThe purpose of this study is to provide an overview of scientific data related to the level of burnout in the guidance and counseling (BK) teacher in Singkawang City. The respondents in this study were all guidance and counseling teachers in junior and high school in Singkawang City. This research is a descriptive survey research using the research instrument is the MBI-GS (Maslach Burnout Inventory-General Survey). Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that the average guidance and counseling teacher in Singkawang City had a very low burnout rate (20.33%). The survey results showed that among 66 BK teachers only 1 guidance and counseling teacher had a high burnout rate. Then, 19 people were in a Low category, and 46 people were in the Very Low category. Based on the survey, male teachers have a higher burnout rate. Then, younger teachers with less than 10 years of age have a higher burnout rate. Then, the guidance and counseling teacher in Singkawang City had a professional efficacy of 51.24%. This shows that guidance and counseling teachers in the city of Singkawang have been able to carry out their duties and roles as they should and have a high level of job satisfaction. Further research is needed to find out more about the causes of the low guidance and counseling teacher burnout.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS V SDN 84 SINGKAWANG
Salinda, Tia;
Slamat Fitriyadi;
Lili Yanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i01.22711
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah di terapkan model pembelajaran problem based learning (PBL) Berbantuan Canva untuk meningkatkan hasil belajar IPAS di kelas V SDN 84 Singkawang, 2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS setelah di terapkan model pembelajaran problem based learning (PBL) Berbantuan Canva untuk meningkatkan hasil belajar IPAS di kelas V SDN 84 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksprimen semu (quasi experimental). Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 84 Singkawang dengan jumlah 18 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik non probability dengan jenis purposive sampling yaitu siswa kelas V SDN 84 Singkawang dengan siswa sebanyak 18 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik pengukuran. Teknik analisis data yaitu rata-rata uji Sample T-Test, uji Independent Sampel T-Test, dan menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diterapkannya model Problem Based Learning berbantuan canva terhadap hasil belajar IPAS siswa pada ranah kognitif, 2) Model Problem Based Learning berbantuan canva dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0,66 pada mata Pelajaran IPAS. Di tandai dengan hasil belajar siswa sebelum pelaksanaan model pembelajaran problem based learning berbantuan aplikasi canva pada pre-test dengan nilai rata-rata 41,70 sedangkan pada post-test terdapat peningkatan dengan nilai rata-rata 79,50.
Sosialisasi Dampak Perilaku Bullying Pada Siswa SMPS 1 PGRI Sungai Raya Kepulauan
Basith, Abd;
Mariana, Dewi;
Kamaruddin, Kamaruddin;
Suwanto, Insan;
Fitriyadi, Slamat;
Desy, Desy;
Almawati, Sri;
Mawazid, Zidni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPMI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.3573
Bullying merupakan tindakan yang sering kali muncul di lingkungan Pendidikan. Siswa sering kali menjadi korban atau bahkan menajdi pelaku. Ini tentunya disebabkan karena pemahaman siswa yang belum baik terhadap bullying itu sendiri. Perilaku bullying yang biasa terjadi di Sekolah seperti ejekan, ancaman, dan pemukulan. Tujuan pengabdian ini yaitu agar peserta didik SMPS 1 PGRI Sungai Raya Kepulauan mendapatkan pemahaman mengenai apa saja yang termasuk tindakan bullying, apa dampak dari bullying dan bagaimana cara mengatasi bullying apabila peserta didik menjadi pelaku bullying. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan, diketahui bahwa aspek verbal bullying mencapai 75% dengan kategori tinggi, aspek physical bullying mencapai 65% dengan kategori tinggi, aspek social bullying mencapai 50% dengan kategori sedang, aspek cyber bullying mencapai 62% dengan kategori rendah, aspek sexual bullying mencapai 55% yang berada pada kategori tinggi, dan aspek cara menghadapi bullying mencapai 60% dengan kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dampak perilaku bullying pada siswa berjalan dengn lancar. Ini tentunya berimplikasi pada kehidupan sekolah yang nyaman, aman, dan menyenangkan sebagai dampak dari munculnya kesadaran siswa tentang perilaku bullying.
APPLICATION OF MIND MAPPING LEARNING MODEL BASED ON HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) ON CRITICAL THINKING ABILITY ON HUMAN AND ENVIRONMENTAL MATERIAL OF GRADE V STUDENTS OF SDN 04 SINGKAWANG
Setianingsih, Lilis;
Sulistri, Emi;
Fitriyadi, Slamat
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 6 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/prospek.v6i2.644
This study aim to (1) identify students' critical thinking skills; (2) to identify differences in students' critical thinking skills; (3) to identify students' responses to the mind mapping learning model based on higher order thinking skills . Research This implemented at SDN 4 Singkawang . The data collection technique in this study used test and non- test techniques. that is in the form of a critical thinking ability test sheet for students and a student response questionnaire technique. The data analysis techniques used are Prerequisite Test, Hypothesis Test and N Gain . Based on results of hypothesis testing and two -sample t-test can known difference ability think critical students in class experiments and classes control . From the t-test shows t count > t table that is 4,322 > 2,024. Statement on can concluded that There are differences in the critical thinking abilities of students who are given the Mind Mapping learning model. based on Higher Order Thinking Skills and direct models on human and environmental material in class V of SD N 4 Singkawang. From the test data the improvement ability think critical students in class experiment with implementing learning models mind mapping experiencing improvement ability think critical students . Improvement the shown with N-gain acquisition of 0.64 with criteria in and out of class control with implementing learning models direct obtained an N-gain of 0.27 with criteria low . So by using the mind learning model mapping based on Higher Order Thinking Skills increased. Response students towards the mind learning model mapping based on Higher Order Thinking Skills of 80.93 in the very good criteria.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN 52 SINGKAWANG
Tiara;
Slamat Fitriyadi;
Sri Mulyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.30361
The ability to read and comprehend is very important to help children learn things.Through correct and good reading activities, it is hoped that children will be able toabsorb the essence of the reading they read and get something from the readingactivities they do. This study is to find out: (1) To find out the ability of readingcomprehension in Indonesian subjects of grade IV students of SDN 52Singkawang (2) Factors that affect the ability to read comprehension in Indonesiansubjects of grade IV students of SDN 52 Singkawang. The research used isqualitative research. The subjects of this study are grade IV teachers and 10students from grade IV, where students will represent the characteristics of thepopulation as a whole. The results of the study show that (1) There are twocategories of students reading comprehension ability in Indonesian subjects,namely the middle and low categories. (2) There are two factors that affectstudents& reading ability, namely internal and external factors. In internal factors,things that affect students reading comprehension ability are emotional controland vocabulary. Meanwhile, external factors affect students reading ability,namely the family environment and the school environment.