Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA SEMPOA PADA ANAK DI TK AISYIAH LIMBUNG KEC. BAJENG KAB. GOWA Annisa, Fitri; Alwi, Besse Marjana; Angriani, Andi Dian; Patiung, Dahlia; Nur, Fitriani
AN-NISA Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v17i1.6733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui media sempoa (2) Untuk mengetahui meningkatnya kemampuan berhitung anak menggunakan media sempoa. Jenis Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek peserta didik kelas B TK Aisyiah Limbung yang berjumlah 12 orang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 6 perempuan. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sempoa dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak di TK Aisyiah Limbung dengan hasil yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan kemampuan berhitung pada peserta didik yang dimana pada pra siklus peserta didik yang mencapai kriteria berkembang sangat baik 0 dari 12 peserta didik. Dan pada siklus I peserta didik yang mencapai kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) yaitu sebanyak 6 orang atau dengan persentase 50%. Kemudian pada siklus II bertambah menjadi 10 orang atau dengan persentase 83% yang telah mencapai standar penilaian yang telah ditentukan
Pengembangan Media Pembelajaran TCG (Trade Card Game) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Materi Bangun Ruang KelasVIII SMP Negeri I Tinggimoncong Khaidir, Khaidir; Thamrin Tayeb; Angriani, Andi Dian; Baharuddin
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 7 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine (1) the process of developing TCG (Trade Card Game) learning media to increase learning motivation on solid geometry material for eighth-grade students at SMP Negeri 1 Tinggimoncong, and (2) the quality of TCG learning media in terms of validity, practicality, and effectiveness. This research employs the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model consisting of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The developed product is a TCG-based learning media for solid geometry material. The subjects for the trial are 31 students from class VIII.4 at SMP Negeri 1 Tinggimoncong. The instruments used include expert validation sheets, observations of teacher and student activities, student learning motivation questionnaires, teacher response questionnaires, and learning outcome tests. The research results show that: (1) The validity of the TCG learning media is in the "Very High" category with a score of 0.96. (2) The practicality of the media is classified as "Very Positive" with a teacher response rate of 91% and a teacher activity observation score of 4 ("Very Good"). (3) The effectiveness of the media is indicated by the student learning motivation of 90.6% ("High"), with an increase of 41.8% from the initial motivation (48.8%), student activity at 85% ("Very Good"), and learning completeness reaching 80.5% in a classical setting. Thus, the development of this TCG learning media has been proven to be valid, practical, and effective in enhancing student motivation and learning outcomes in spatial geometry material.
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TSTS BERBANTUAN SCAFFOLDING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PESERTA DIDIK Putri, Amaliya; Sriyanti, A.; Angriani, Andi Dian; Suharti; Latuconsina, Nur Khalisah
Differential: Journal on Mathematics Education Vol. 3 No. 2 (2025): Differential: Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/differential.v3i2.1397

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran, namun kenyataannya masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe TSTS (Two Stay Two Stray) berbantuan teknik scaffolding terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.4 sebagai kelas kontrol, yang dipilih dengan teknik simple random sampling dari siswa SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest pemahaman konsep matematika. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest pemahaman konsep pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Perhitungan efisiensi relatif juga menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TSTS berbantuan teknik scaffolding efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas X SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar. Pemahaman konsep matematika merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran, namun kenyataannya masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe TSTS (Two Stay Two Stray) berbantuan teknik scaffolding terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.4 sebagai kelas kontrol, yang dipilih dengan teknik simple random sampling dari siswa SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest pemahaman konsep matematika. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest pemahaman konsep pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Perhitungan efisiensi relatif juga menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TSTS berbantuan teknik scaffolding efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas X SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK GURU MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUATAN BAHAN AJAR ETNOMATEMATIKA Angriani, Andi Dian; Kusumayanti, Andi; Nur, Fitriani; Syam, Lisa Kurnia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19640

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian ini, untuk meningkatkan kemampuan guru matematika dalam membuat bahan ajar berbasis etnomatematika dengan cara memberikan pendampingan terhadap guru untuk membuat bahan ajar berbasis etnomatematika dan mengetahui respon peserta terhadap kegiatan pendampingan yang dilakukan. Kegiatan ini dilakukan di Pesantren Madani Alauddin dengan jumlah mitra sebanyak 14 instansi. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini berbentuk service learning, yakni suatu aktivitas pendampingan dengan beberapa tahapan baik secara synchronous (pembelajaran daring secara langsung dalam satu waktu) ataupun secara asynchronous (pembelajaran daring secara tidak serentak dalam satu waktu). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket respon partisipan. Kegiatan pendampingan dianalisis dengan mengkategorikan respon partisipan pendampingan dalam 4 kategori yaitu sangat kurang, kurang, baik, dan sangat baik, selanjutnya dianalisis berdasarkan 3 indikator yaitu: kesesuaian materi pilihan dengan kebutuhan, kebermanfaatan materi dalam kehidupan, dan indeks kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkabahwa seluruh rangkaian kegiatan pendampingan yang dilakukan termasuk dalam kategori sangat baik dengan indeks rata-rata sebesar 4. Selain itu, diperoleh hasil meningkatnya pemahaman peserta terhadap pembuatan bahan ajar berbasis etnomatematika, dimana terjadi penurunan frekuensi peserta yang memiliki pemahaman yang sangat tidak mendalam dan tidak mendalam masing-masing sebesar 37,5% dan terjadi peningkatan frekuensi pemahaman yang sangat mendalam sebesar 12,5% serta peningkatan frekuensi pemahman mendalam sebesar 62,5%. Maka direkomendasikan untuk melakukan kegiatan serupa dengan jumlah partisipan yang lebih banyak.Abstract: The purpose of this service, to improve the ability of mathematics teachers to make ethnomathematics-based teaching materials by providing assistance to teachers to make ethnomathematics-based teaching materials and find out the participants' responses to the mentoring activities carried out. This activity was carried out at Pesantren Madani Alauddin with a total of 14 partners. The approach applied in this activity is in the form of service learning, which is a mentoring activity with several stages either synchronously (online learning directly at one time) or asynchronously (online learning not simultaneously at one time). The data collection instrument used was a participant response questionnaire. Mentoring activities were analyzed by categorizing the responses of mentoring participants in 4 categories, namely very less, less, good, and very good, then analyzed based on 3 indicators, namely: the suitability of the selected material to the needs, the usefulness of the material in life, and the index of participant satisfaction with the implementation of the activity. The results of the service showed that the entire series of mentoring activities carried out were included in the excellent category with an average index of 4. In addition, the results obtained increased participants' understanding of the making of ethnomathematics-based teaching materials, where there was a decrease in the frequency of participants who had a very in-depth and not deep understanding of 37.5% each and an increase in the frequency of very deep understanding by 12.5% and an increase in the frequency of deep understanding by 62.5%. So it is recommended to carry out similar activities with a larger number of participants.