Claim Missing Document
Check
Articles

Distribution and Contamination Status of Heavy Metals in the Surface Sediments along Western Coast of Bali Strait, Banyuwangi Yona, Defri; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Kretarta, Anedathama; Effendy, Citra Ravena Putri; Aini, Misba Nur; Adi, M Arif As'
Torani Journal of Fisheries and Marine Science VOLUME 1 NOMOR 2, JUNI 2018
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.153 KB) | DOI: 10.35911/torani.v1i2.4439

Abstract

This study attempted to analyze the distribution and contamination status of heavy metals (Cu, Fe and Zn) along western coast of Bali Strait in Banyuwangi, East Java. Bali Strait is one of the many straits in Indonesia with high fisheries activities that could potentially contributed to high heavy metal pollution. There were five sampling areas from the north to south: Pantai Watu Dodol, Pantai Kalipuro, Ketapang Port, Pantai Boom and Muncar as the fish landing area. Heavy metal pollution in these locations comes from many different activities such as tourism, fish capture and fish industry and also domestic activities. Contamination factor (CF), geo-accumulation index (Igeo) and enrichment factor (EF) of each heavy metal were calculated to obtain contamination status of the research area. The concentrations of Fe were observed the highest (1.5-129.9 mg/kg) followed by Zn (13.2-23.5 mg/kg) and Cu (2.2-7.8 mg/kg). The distribution of Cu, Fe and Zn showed variability among the sampling locations in which high concentrations of Cu and Zn were higher in Ketapang Port, whereas high concentration of Fe was high in almost all sampling locations. According to the pollution index, contamination factors of Cu, Fe and Zn were low (CF < 1 and Igeo < 1). However, high index of EF (> 50) showed high influence of the anthropogenic activities to the contribution of the metals to the environment. This could also because of the high background value used in the calculation of the index due to the difficulties in finding background value from the sampling areas.Keywords: heavy metals, pollution index, contamination factor, geo-accumulation index, Bali Strait
Pengaruh Variasi Suhu Permukaan Laut (Spl) dan Klorofil-a Terhadap Tangkapan Ikan di Perairan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur dari Tahun 2018-2022: The Impact of Variation in Sea Surface Temperature (Sst) and Chlorophyll-a on Fish Catch in Muncar Waters, Banyuwangi, East Java from 2018 To 2022 Julianinda, Yanida Azhari; Iranawati, Feni; Yona, Defri; Sartimbul, Aida
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.3

Abstract

Variabilitas Suhu Permukaan Laut (SPL) dan sebaran klorofil-a di Perairan Muncar (Selat Bali) sangat mempengaruhi hasil tangkapan ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar. Informasi mengenai hal ini penting untuk kajian pendugaan dinamika penangkapan ikan melalui penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas parameter oseanografi pada tahun 2018 hingga 2022, serta dinamika penangkapan ikan di Perairan Selat Bali, khususnya di PPP Muncar. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi SPL dan klorofil-a dari satelit Aqua-MODIS level 3 dan data produksi ikan dari PPP Muncar selama 5 tahun. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi SPL dan konsentrasi klorofil-a dengan keterkaitan erat antara keduanya. Selama periode tersebut, dinamika penangkapan ikan menunjukkan peningkatan produksi ikan lemuru dan layang pada tahun 2019, meskipun terjadi penurunan produksi pada tahun 2022 akibat peningkatan SPL yang berdampak pada stok ikan. Analisis hubungan antara anomali SPL dan klorofil-a menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a meningkat saat SPL menurun dengan korelasi -0.378. Fenomena penurunan SPL di perairan Selat Bali menyebabkan adanya peningkatan nilai klorofil-a di perairan yang juga mendukung peningkatan pada hasil produksi ikan. Sedangkan peningkatan SPL yang berkontribusi pada menurunnya hasil produksi ikan. Pemahaman mengenai keterkaitan antara SPL dan klorofil-a dapat digunakan salah satu pertimbangan dalam merumuskan strategi pengelolaan sumber daya ikan yang lebih berkelanjutan, guna meningkatkan produksi perikanan di wilayah tersebut di masa depan.   Sea Surface Temperature (SST) variability and chlorophyll-a distribution in the Muncar Waters (Bali Strait) have been demonstrated to significantly impact the catch of fish landed at Muncar Fishing Port. This information is crucial for the study of estimating fishing dynamics through remote sensing. The present study aims to ascertain the variability of oceanographic parameters from 2018 to 2022, as well as the dynamics of fishing in the Bali Strait Waters, with a particular focus on the Muncar Fishing Port.The study utilizes data from the Aqua-MODIS satellite level 3, which includes SPL and chlorophyll-a measurements, along with fish production data from PPP Muncar over a five-year period. The analysis revealed fluctuations in SST and chlorophyll-a concentrations, with a close relationship between the two parameters. During the observed period, fishing dynamics exhibited an increase in Bali Sardinella and Indian Scad production in 2019, followed by a decrease in 2022, attributed to an increase in SPL, which impacted fish stocks. The analysis revealed a negative correlation between SPL and chlorophyll-a anomalies, with chlorophyll-a concentrations increasing as SPL decreased, as indicated by a correlation coefficient of -0.378. The observed phenomenon of decreasing SPL in the waters of the Bali Strait is concomitant with an increase in chlorophyll-a concentration, thereby supporting an increase in fish production. Conversely, an increase in SPL is associated with a decrease in fish production. A comprehensive understanding of the intricate relationship between SPL and chlorophyll-a can inform the development of more sustainable fish resource management strategies, with the ultimate goal of enhancing fisheries production in the region.
VARIASI KOMUNITAS PLANKTON DAN PARAMETER OSEANOGRAFI DI DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI PERAIRAN MALANG SELATAN, JAWA TIMUR Sartimbul, Aida; Yona, Defri; Larasati, Ardelia Annisa; Saria, Syarifah Julinda; Rohadi, Erfan
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 2 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.02.2

Abstract

AbstractPerairan Malang Selatan merupakan daerah yang potensial sebagai daerah penangkapan ikan. Keberadaan berbagai jenis ikan pelagis kecil terutama ikan planktivor secara langsung dipengaruhi oleh pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton mempunyai peran penting sebagai dasar rantai makanan dalam ekosistem perairan, sedangkan zooplankton merupakan herbivor pemangsanya. Pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton dipengaruhi oleh faktor oseanografinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi komunitas plankton dan hubungannya dengan parameter oseanografinya, serta distribusi spasial plankton di daerah penangkapan ikan di Perairan Malang Selatan, Jawa Timur. Metode purposive sampling dengan teknik zigzag pada 10 titik sampling digunakan dalam pengambilan data pada penelitian ini. Sedwicgk rafter counting cell digunakan dalam metode penghitungan plankton. Sampel plankton diambil secara horizontal dan vertikal pada kedalaman 1 dan 15 m dengan jaring plankton bermata jaring 20 µm, sedangkan parameter oseanografi secara in situ diukur menggunakan aqua quality sensor tipe AAQ 1183 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton sebesar 49.764 sel/m3, didominasi oleh genus Chaetoceros. (Bacillariophyceae), dan kelimpahan zooplankton sebesar 894 ind/m3, didominasi oleh genus Nauplius. (Copepoda). Indeks keanekaragaman dan keseragaman fitoplankton dan zooplankton dapat dikategorikan sedang, berturut-turut sebesar 1,77–1,85 dan 1,70–1,77; 0,58–0,59 dan 0,77–0,79, sedangkan indeks dominansinya masuk dalam kategori rendah yaitu berturut-turut 0,27–0,28 dan 0,24–0,27. Analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa parameter oseanografi utama yang paling berpengaruh pada variasi komunitas plankton adalah turbiditas, klorofil-a, oksigen terlarut dan fosfat. Hasil uji T menunjukkan bahwa distribusi spasial kelimpahan fitoplankton dan zooplankton pada kedalaman 1 m dan 15 m berbeda nyata. Studi ini memberikan informasi penting tentang kelimpahan plankton dan faktor oseanografi yang berpengaruh di daerah penangkapan di Perairan Malang Selatan. Kata Kunci: komunitas plankton, parameter oseanografi, fishing ground, Perairan Malang Selatan AbstractThe South Malang water is a potential area as a fishing ground. The existence of various species of small pelagic fishes such as planktivores fishes are directly influenced by the growth of phytoplankton and zooplankton. Phytoplankton has an important role as the basis of the food chain in aquatic ecosystems, whereas zooplankton is its predator. The growth of phytoplankton and zooplankton is influenced by oceanography factors. This study aims to determine the variation of the plankton community and its relationship with oceanographic parameters, as well as the spatial distribution of plankton in the fishing ground at South Malang water. The purposive sampling method with zigzag technique at 10 sampling sites was used in data collection in this research. Sedwicgk rafter counting cells were used in plankton counting methods. The plankton samples were taken horizontally and vertically at depths of 1 and 15 m with a 20 μm planktonnet, while in situ oceanographic parameters were measured using aqua quality sensor AAQ type 1183 C. The results showed that phytoplankton abundance was 49.764 cells / m3, dominated by the genus Chaetoceros (Bacillariophyceae), and zooplankton abundance of 894 ind / m3, dominated by the genus Nauplius (Copepoda). The diversity index and uniformity index of phytoplankton and zooplankton could be categorized as the middle as 1.77-1.85 and 1.70-1.77; 0.58-0.59 and 0.77-0.79, respectively, while the dominance index was included in the low category that was 0.27-0.28 and 0.24-0,27, respectively. Principal Component Analysis (PCA) analysis showed that the most important major oceanographic parameters for plankton community variation were turbidity, chlorophyll-a, dissolved oxygen and phosphate. T test results show that the spatial distribution of phytoplankton abundance and zooplankton at depth of 1 m and 15 m are significantly different. This study provides important information on the plankton abundance and oceanography factors affected at fishing ground of South Malang water. Keywords: Plankton community, oceanography parameters, fishing ground, South Malang Water
KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA PERAIRAN DI BANYUURIP, GRESIK, JAWA TIMUR Ayuingtyas, Wulan Cahya; Yona, Defri; Julinda, Syarifah Hikmah; Iranawati, Feni
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.5

Abstract

Mikroplastik merupakan bagian terkecil dari plastik yang berukuran 0,3 mm – >5 mm. Mikroplastik yang masuk ke lingkungan akan terakumulasi di perairan dan tidak mudah dihilangkan karena sifatnya yang persisten. Banyaknya kelimpahan mikroplastik sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan sumber pencemarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik pada perairan di Banyuurip. Pengambilan sampel perairan dilakukan pada 5 lokasi yang memiliki aktivitas berbeda, yaitu tempat pelelangan ikan (TPI), mangrove, tambak, muara sungai, dan laut lepas. Pengambilan sampel perairan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan mengguakan plakton net dengan volume air tersaring sebanyak 15 L pada setiap stasiun. Idetifikasi mikroplastik menggunakan metode NOAA yang dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu penyaringan sampel, pengeringan sampel, pemisahan zat organik dan identifikasi mikroplastik. Perbedaan kelimpahan jenis mikroplastik pada setiap lokasi dianalisis dengan mengukan ANOVA one way. Hasil kelimpahan total yang ditemukan sebesar 57,11 x 10² partikel/m³. Jenis mikroplastik yang ditemukan adalah fragment, fiber, dan film. Jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan pada perairan Banyuurip adalah jenis fragment. Hal ini dikarenakan sumber pencemaran mikroplastik jenis fragment lebih besar, yaitu berasal dari limbah rumah tangga dan kegiatan antropogenik. Kelimpahan jenis mikroplastik paling tinggi ditemukan pada mangrove sebesas 22,89 x 10² partikel/m³. Sementara itu, kelimpahan jenis mikroplastik pada lokasi tambak, muara sungai dan laut terbuka memiliki rentang nilai yang tidak jauh berbeda, yaitu 7,11– 8,89 x 10² partikel/m³. Hal ini diduga karena sampah lebih mudah terperangkap di akar-akar mangrove dan terakumulasi lebih banyak.
HEALTH RISK ASSESSMENTS OF HEAVY METALS OF PERNA VIRIDIS FROM BANYUURIP WATERS IN UJUNG PANGKAH, GRESIK Rayyan, Muhammad Fathur; Yona, Defri; Sari, Syarifah Hikmah Julinda
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.2

Abstract

Banyuurip is one of villages in Ujung Pangkah District, Gresik with high aquaculture activities of Perna viridis. Green mussels are highly produced in that area, however Banyuurip waters also has potential risk of heavy metals pollution. Therefore, this research was conducted to understand the concentrations of Fe and Zn in the sediments and in the Green Mussels. The heavy metals concentration will be used to analyze Bio Concentration Factor (BCF) and Human Health Risk Assessments (HHRA). A total about 45 P. viridis populations were collected from 3 sites in Banyuurip waters. In order to obtain a representative sample at each site, 15 populations of Green Mussels with similar shell lengths and bottom sediment were collected. Mussel’s tissue and bottom sediment were analyzed using AAS (AAnalyst700) to determine the concentrations of Fe and Zn. The concentrations of Fe were found almost similar with the concentrations of Zn in P. viridis within the range of Fe = 3.10 – 5.25 mg.kg-1 and Zn = 3.91 - 4.67 mg.kg-1. BCF (o-s) of Fe in P. viridis is lower than the BCF (o-s) of Zn, because the concentrations of Fe in the mussels were less than the concentrations in the sediments. According to the Target Hazard Quotients (THQ) values (THQ < 1), both heavy metals are not likely causing negative health effects for human during lifetime. However, Estimated Daily Intakes (EDI) values are above Provisional Tolerable Daily Intakes (PTDI) standard means it can cause negative effects due to daily consumption (EDI > PTDI).
Analisis Mikroplastik Pada Kerang Kijing (Pilsbryoconcha exilis) Di Sungai Perancak, Jembrana, Bali Yunanto, Agung; Sarasita, Dara; Yona, Defri
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.32

Abstract

Sampah plastik merupakan sumber sekunder dari mikroplastik. Ukuran mikroplastik yang sangat kecil dapat menyerupai plankton dan mikroorganisme lainnya, sehingga berpotensi termakan oleh biota laut yang bersifat pasif seperti kerang. Mikroplastik yang terkandung dalam biota akan terakumulasi dan menyebabkan berbagai macam dampak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan mengidentifikasi mikroplastik pada kerang Kijing (Pilsbryoconcha exilis) di Sungai Perancak, Bali. Analisa dan identifikasi dilakukan dengan 4 tahapan, yaitu preparasi sampel, perlakuan hidrogen peroksida, pemisahan massa jenis dan identifikasi mikroplastik secara visual. Hasil dari penelitian ini, ditemukan mikroplastik jenis fiber dan film pada sampel kerang. Mikroplastik jenis fiber paling banyak ditemukan pada sampel dibandingkan mikroplastik jenis film.Plastik waste is a secondary source of microplastics. The very small size of microplastics can resemble plankton and other microorganisms, so that they have the potential to be eaten by passive marine biota such as shellfish. Microplastics contained in biota will accumulate and cause various kinds of impacts. This research was conducted to analyze and identify microplastics in shellfish (Pilsbryoconcha exilis) in the Perancak River, Bali. Analysis and identification were carried out in 4 stages, namely sample preparation, hydrogen peroxide treatment, density separation and visual identification of microplastics. The results of this study, found microplastic types of fiber and film in the shell samples. Fiber type microplastics are mostly found in samples compared to film type microplastics.
KOMPOSISI MIKROPLASTIK PADA ORGAN SARDINELLA LEMURU YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN SENDANGBIRU, MALANG Yona, Defri; Harlyan, Ledhyane Ika; Fuad, M.Arif Zainul; Prananto, Yuniar Ponco; Ningrum, Diana; Evitantri, Mangesti Reza
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.20

Abstract

Mikroplastik sebagai hasil degradasi sampah plastik besar telah mencemari lingkungan perairan. Mikroplastik di perairan ini berpotensi untuk terakumulasi dalam tubuh organisme termasuk ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan mikroplastik pada insang, saluran pencernaan dan daging ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang didaratkan di Pelabuhan Sendangbiru, Malang. Pengumpulan sampel ikan dilakukan pada Bulan Maret 2020 dengan membeli  10 ekor ikan hasil tangkapan nelayan dengan kisaran ukuran 11−15 cm. Analisis laboratorium dilakukan mulai dari mengukur panjang (cm) dan berat (g) ikan, melakukan pembedahan masing- masing organ, destruksi bahan organik dan identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop. Destruksi bahan organik dilakukan dengan merendam sampel organ yang sebelumnya telah ditimbang berat basahnya menggunakan larutan H2O2 30 % dan Fe(II) 0.05 M. Sampel diinkubasi selama 24 jam hingga sampel beserta bahan organik hancur. Tiga jenis mikroplastik ditemukan di seluruh sampel organ ikan dengan dominansi jenis fiber (54 %), diikuti oleh fragmen (43 %) dan film (3 %). Keberadaan mikroplastik pada ikan dapat dikaitkan dengan keberadaan mikroplastik di perairan. Komposisi jenis mikroplastik  berbeda  untuk  setiap  organ.  Fragmen  ditemukan  paling  banyak  pada insang, sedangkan pada saluran pencernaan dan daging didominasi oleh jenis fiber. Film ditemukan dengan jumlah yang paling sedikit pada ketiga organ. Keberadaan mikroplastik pada insang dan saluran pencernaan berkaitan dengan interaksi langsung ikan dengan lingkungan melalui pernapasan dan proses makan, sedangkan mikroplastik pada daging karena adanya proses translokasi atau perpindahan antar organ
Beach Cleanliness and Marine Debris Characteristics for Sustainable Coastal Tourism in Prigi Bay, Indonesia Syamsuddin, Maura Fayza Dwinanda; Nevandra, Adinda Prameswari Aisyah; Yona, Defri; Yamindago, Ade; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Yanuar, Adi Tiya
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.329-344

Abstract

Tourist activity significantly impacts coastal ecosystems, often leading to increased marine debris pollution. This study examines the influence of tourism on beach cleanliness by analyzing marine debris composition, abundance, and Clean Coast Index (CCI) at four recreational beaches in Prigi Bay, Trenggalek, Indonesia (Cengkrong, Prigi, Karanggongso, and Mutiara). Sampling was conducted in March–April 2024, using a 5×5 m quadrat transect method placed at 20 m intervals along the shoreline in the backshore zone. The Mann-Whitney U test was applied to assess differences in debris accumulation between weekdays and weekends. Results indicated that plastic debris was the dominant type across all sites, with debris abundance slightly higher on weekends (54%) than weekdays (46%). Moreover, the mass of accumulated debris was significantly greater on weekends (1.93 items.m⁻², 8.86 g.m⁻²) than on weekdays (1.57 items.m⁻², 4.69 g.m⁻²), primarily due to an increase in larger debris items (10–100 cm), likely associated with tourism-related waste such as food packaging and recreational items. Despite these fluctuations, all beaches exhibited "extremely dirty" CCI scores (>20), indicating persistent pollution beyond tourism activity. Additional contributing factors may include inefficient waste management, fishing-related debris, and marine transport mechanisms. These findings underscore the urgent need for comprehensive waste management strategies, including source reduction, regular cleanups, improved waste disposal infrastructure, and public awareness campaigns, to mitigate long-term environmental and socio-economic impacts in Prigi Bay. Furthermore, integrating this measure into sustainable coastal tourism planning is crucial to balance recreational use with environmental preservation.
Analisis Karakteristik Sampah Puntung Rokok dan Penilaian Indeks Cigarette Butt Pollution Index (CBPI) Di Pesisir Kabupaten Malang Selatan, Jawa Timur Wirdana, Nurmalisa; Iranawati, Feni; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Yanuar, Adi Tiya; Anggara, Arik; Yona, Defri
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.73437

Abstract

Latar belakang: Sampah puntung rokok termasuk sampah laut yang menjadi perhatian khusus karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang di tempat semestinya. Kandungan kimia pada puntung rokok berpotensi mencemari lingkungan yang berdampak pada perkembangan biota, bahkan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik puntung rokok (ukuran, tipe dan merek) serta tingkat polusinya berdasarkan Cigarette Butt Pollution Index (CBPI). Lima pantai wisata di Kabupaten Malang Selatan dipilih sebagai area kajian karena tingginya aktivitas wisata yang berkontribusi terhadap peningkatan sampah puntung rokok di wilayah pesisir.Metode: Pengambilan sampel puntung rokok dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2024 di Pantai Balekambang, Kondang Merak, Sendang Biru, Gatra, dan Clungup. Pengambilan sampel puntung rokok menggunakan metode transek garis berukuran 5 x 5 m yang diletakkan sejajar garis pantai di zona supratidal dan intertidal. Variabel dalam penelitian ini yaitu jumlah, kepadatan, dan tingkat pencemaran puntung rokok. Alat yang digunakan berupa roll meter, tali, pasak, plastik zip, timbangan analitik, dan marine debris identifier. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney untuk membandingkan kepadatan puntung rokok di supratidal dan intertidal, serta Uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan kepadatan puntung rokok di kelima pantai.Hasil: Sebanyak 1,877 sampah puntung rokok ditemukan dan paling banyak di zona supratidal yang didominasi ukuran 2.5–5 cm. Jumlah puntung rokok dalam penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya, namun kepadatannya sangat tinggi berkisar antara 0.06 hingga 1.67 item/m2. Puntung rokok didominasi oleh ukuran  2.5–5 cm bertipe utuh, kecuali Pantai Clungup didominasi oleh ukuran 0.5–2.5 cm bertipe rusak. Gudang Garam menjadi merek yang mendominasi di tiap pantai selain Pantai Clungup. Nilai kepadatan tertinggi ditemukan di Pantai Sendang Biru dan nilai terendah ditemukan di Pantai Clungup, nilai ini berbanding lurus dengan tingkat polusi berdasarkan CBPI.Simpulan: Variasi karakteristik sampah puntung rokok di kelima pantai dipengaruhi adanya perbedaan aktivitas antropogenik dan faktor hidrooseanografi. ABSTRACTTitle: Analysis of Characteristics of Cigarette Butts and Assessment of the Cigarette Butt Pollution Index (CBPI) on the Coast of South Malang Regency, East Java Background: Cigarette butts are a type of marine debris that require special attention due to the low public awareness of proper disposal. The chemical contents in cigarette butts have the potential to pollute the environment, affecting the development of marine biota and even causing death. This study was conducted to analyze the characteristics of cigarette butts (size, type, and brand) and their pollution level based on the Cigarette Butt Pollution Index (CBPI). Five tourist beaches in South Malang Regency were selected as study sites due to the high tourist activity that contributes to the increase in cigarette butt litter along the coastal area.Method: Cigarette butt samples were collected from July to August 2024 at Balekambang, Kondang Merak, Sendang Biru, Gatra, and Clungup Beaches. The sampling was conducted using 5 × 5 m line transect method placed parallel to the shoreline in both the supratidal and intertidal zones. Variables in this study included the number, density, and pollution level of cigarette butts. The tools used were a roll meter, rope, stakes, ziplock plastic bags, an analytical scale, and a marine debris identifier. Data were analyzed using the Mann-Whitney Test to compare cigarette butt densities between supratidal and intertidal zones and the Kruskal-Wallis Test to compare densities across the five beaches.Result: A total of 1,877 cigarette butts were found, mostly in the supratidal zone, dominated by butts sized 2.5–5 cm. The number found is similar to previous studies, but the density was very high (0.06 to 1.67 items/m²). Most butts were intact, except in Clungup where damaged butts sized 0.5–2.5 cm dominated. Gudang Garam was the dominant brand, except in Clungup. The highest density was in Sendang Biru, the lowest in Clungup, matching CBPI values.Conclusion: Variations were influenced by anthropogenic activity and hydro-oceanographic factors.
Penerapan Konsep Ekonomi Sirkular Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Menunjang Green Economy di Desa Nelayan Kondangmerak, Kabupaten Malang Setyawan, Fahreza Okta; Yona, Defri; Rahman, M. Arif; Firdaus, Naufal; Risqi, Mohammad Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 1 (2024): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i1.410

Abstract

Waste management remains a challenge in Indonesia to this day. Several regions, including the fishing village of Kondangmerak in Malang Regency, East Java, still face obstacles in the waste disposal process. Due to its distance from the village's administrative center, 20 households in Kondangmerak are compelled to manage their own waste. Efforts involve waste incineration, but this poses new issues due to incomplete combustion. The objective of this initiative is to enhance the knowledge and well-being of the community through waste management activities. Various methods are employed, such as waste management and recycling training, the creation of plastic bottle waste bins, and the development of infographic banners on waste. The outcomes encompass improved community skills in waste management, the utilization of dedicated plastic waste bins, and the dissemination of information through infographic banners at various locations along the Kondangmerak Beach.
Co-Authors Abdullah Hamid Ade Yamindago Adi, M Arif As' Adrian Sakti Gangsar Pinilih Agung Yunanto Agung Yunanto Agung Yunanto Agung Yunanto Aida Sartimbul Aini, Misba Nur Akhmad Amirudin Akhmad Amirudin Albarra, Nurhafizh Sri Aliviyanti, Dian Andik Isdianto Andira, Andira Anggara, Arik Ardelia Annisa Larasati Ardelia Annisa Larasati, Ardelia Annisa Arifianti, Dwi Nurjanatin Asih Fitriana Dewi Asri asri Atsuhiko Isobe Atsuhiko Isobe Ayuingtyas, Wulan Cahya Bambang Semedi Bernads Daniel Marolop Siagian Billy Arif Mahendra Carina Daisy Samantha Citra Satrya Utama Dewi Cordova, M. Reza Danu Setia Wardana Dara Sarasita Dara Sarasita David Vernandes Dewi, Citra Satrya Utama Dharmawan, I Wayan Eka Dhira Kurniawan Diana Ningrum, Diana Dwi Candra Pratiwi Dwi Candra Pratiwi Dwi Setijawati Dyah Ajeng Pitaloka Effendy, Citra Ravena Putri Eko Sulkhani Yulianto Elvania, Yuyun Emmanuel Manangkalangi Erfan Rohadi Estina Evitantri, Mangesti Reza Fadhilah Aisyah di Prikah Fahreza Okta Setyawan Farhaninur, Amalia Izzy Feni Iranawati Feni Iranawati, Feni Fikri, Maulana Firdaus, Naufal Firdausi, Muhammad Azka Dzikri Fuad, M.Arif Zainul Fuad, Mochamad Arif Zainul Fuad, Muhammad Arif Zainul Gde Raka Angga Kartika Guntur Hendiari, I Gusti Ayu Diah Hikmah Farda Awaliyah Hutauruk, Immanuel Valentino I Wayan Arthana Iis Nur Rodliyah, M.Ed Indriani, . Irfan Naufal Amar Julianinda, Yanida Azhari Junika Chintia Ayu Putri Kartikaningsih, Hartati Kharisma Wisnu Sesanty Kretarta, Anedathama Ledhyane Ika Harlyan Lestariadi, Riski Agung Luky Sembel Maghfira Shafazamilla Mauludy Maharani, Mela Dita Maheswari, Maretha Dewi Mangesti Reza Evitantri Maulidiyah, Rizqi Aimmatul Mela Dita Maharani Mochamad Arif Zainul Fuad Mochamad Arif Zainul Fuas Mohammad Arif Asadi Muh. Arif Rahman Muhammad Arif Asadi Muhammad Arif Asadi, Muhammad Arif Muhammad Arif As’adi Muhammad Ariq Kautsar Muhammad Fathur Rayyan Muhammad Mahmudi Mulyanto, Febri Dwi Nabila, Risda Ayu Nabilah, Mariah Nevandra, Adinda Prameswari Aisyah Nurhafizh Sri Albarra Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurul Muslihah Oktiyas Muzaky Lutfi Park, Mi Ok Philipus Musyeri Priyanka Mondal Puji Hastuti Putri, Anggi Andrianah Putri, Yandini Eka R Rachmawati Rachmawati Rachmawati Rafika Devi Agustin Rahman, M. Arif Rakhmawan, Hilal ramadhan, firman Rarasrum Dyah Kasitowati Rarasrum Dyah Kasitowati Rayyan, Muhammad Fathur Riski Agung Lestariadi Risqi, Mohammad Aditya Rudianto Rudianto Rumantya, Matthew Adi Bekti Safitri Widya Ningtias Samuel, Pratama Diffi Saputra, Dhira Kurniawan Sarasita, Dara Seftiawan Samsu Rijal, Seftiawan Samsu Setyawan, Fahreza Okta Siburian, Andreas Steve Jonathan Sisylia Eka Narriyah Putri Siti Nur Khabibah Sudono, Chynta Veyra Aulia Susanto, Raden Dwi Syahrir, Ahdiya Syamsuddin, Maura Fayza Dwinanda Syananta, Citra Syarifah Hikmah Julinda Sari Tobing, Michael Tosi Lumban Tsania Humairoh Vidayanti, Viky Wahyudi, Aan J. Wahyudi, Angger Dwiky Widodo S Pranowo Winata, Victor Adi Wirdana, Nurmalisa Wulan Cahya Ayuingtyas Yanida Azhari Julianinda Yanuar, Adi Tiya Yenny Risjani Yunanto, Agung Yuniar Ponco Prananto Yusril Zaqi Ubaydillah Yusrina Rizqi Amalia Zefanya Nandaningtyas