Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kajian : Pestisida Glifosat (N-phosphonomethyl-glycine) Pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Lingkungan Menggunakan Alat Pendekatan PRISMA Anggraeni, Trisna; Samosir, Rony Harlen; Siahaan, Tria Putra; Pasaribu, Felix Yudha; Sandro, Ales; Haura, Khanaya Balqis; Simarmata, Armando Sahat Parulian; Saragih, Sri Wahyuna; M, Maisarah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13855383

Abstract

The use of pesticides containing the active ingredient Glyphosate (N-phosphonomethyl-glycine) in oil palm plantations has raised concerns about serious environmental impacts. This article aims to analyze the environmental impacts caused by the use of Glyphosate (N-phosphonomethyl-glycine) in oil palm plantations. This article presents a study of the use of the herbicide Glyphosate (N-phosphonomethyl-glycine) with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Item (PRISMA) Approach used to identify, filter, and include relevant articles. Identifying articles related to the use of the active ingredient Glyphosate (N-phosphonomethyl-glycine) in the oil palm plantation sector that meet the requirements for analysis is one of the writing methods. The findings indicate that there are high levels of residues in the use of Glyphosate (N-phosphonomethyl-glycine) in the soil and water around the plantation. The findings show the accumulation of residues of Glyphosate (N-phosphonomethyl-glycine) which is often known by the trade name Roundup which exceeds the safe threshold, has the potential to harm soil and water quality, and affect the growth of oil palm plants themselves. The findings also show that Roundup has an impact on biodiversity around the plantation with a significant decrease in the diversity of flora and fauna. This indicates a negative impact on the local ecosystem. So this article highlights the urgency to implement sustainable pesticide management practices in the oil palm industry. Strengthened environmental protection measures are needed, including monitoring the use of Roundup and developing more environmentally friendly alternatives.
Sosialisasi Sosialisasi Perbanyakan Jamur Trichoderma Sebagai Pencegah Ganoderma Tanaman Kelapa Sawit Pada Lubang Tanam Sebelum Menanam Kelapa Sawit Sinuraya, Robi Alisyahbana; Nurliana, N; Maisarah, M; Ashari, Reza; Rambe, Surya Achmad; Lubis, Fadhillah Martua; Mendrofa, Moreno Fransaro; Halawa, Albertus
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jppm.v6i1.1220

Abstract

Tanaman kelapa sawit memiliki dampak positif yang signifikan pada perekonomian masyarakat Indonesia, salah satunya terlihat di Masyarakat Desa Kwala Pesilam, yang terletak di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Meskipun begitu, budidaya kelapa sawit di sana juga dihadapkan pada masalah serius, yakni penyakit ganoderma (busuk pangkal batang) pada tanaman kelapa sawit. Untuk mencegah masalah ini, salah satu langkah preventif yang dapat diterapkan adalah mengintroduksi jamur Trichodema sp ke dalam lubang tanam kelapa sawit. Dalam rangka memberikan pemahaman dan keterampilan kepada Masyarakat Desa Kwala Pesilam dan mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia tentang teknik perbanyakan jamur Trichoderma sp menggunakan padi dan jagung, dilakukan sebuah program pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis, 11 September 2023, di aula kantor Desa Kwala Pesilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, dengan tujuan agar penyebaran pengetahuan ini dapat membantu mengatasi permasalahan Ganoderma di lahan yang digunakan untuk budidaya kelapa sawit.
Kajian: Standar Operasional Perusahaan Dalam Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit di Divisi III Kebun Matapao PT. Socfindo Maisarah, Maisarah; Dian, Rahmad; Barus, Friska Anggraini; Lesmana, Rey Naldi; Hanali, Arif; Setiawan, Toni; Setiawan, Dimas Bagus; Rambe, Syahril Gemmilang; Sitepu, Dika Gusti Armanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9486

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi yang cukup besar dan memegang peranan penting dalam kegiatan perekonomian Indonesia karena kemampuannya menghasilkan minyak nabati yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri. Penelitian ini dilaksanakan di PT. SOCFIN INDONESIA Kebun Mata Pao. Fokus pada penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi dan hilirisasi dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Dalam hal ini yang penting untuk di bahas yaitu pembibitan, peremajaan, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), pemeliharan tanaman menghasilkan (TM), produksi dari tanaman kelapa sawit dan pasca panen kelapa sawit. Setiap kegiatan yang dikerjakan harus sesuai dengan output dan tidak melupakan mutu. Kelapa sawit baru bisa dilakukan pada saat tanaman N3 dengan ketentuan 60% buah siap panen dalam suatu areal yang akan dipanen. Terbukti Teknologi dan mekanisasi akan membawa pengaruh positif bagi industri kelapa sawit di Indonesia.
Sosialisasi Perbanyakan Jamur Trichoderma Pada Lahan Kelapa Sawit Di Desa Kwala Pesilam, Kabupaten Langkat Sinuraya, Robi Alisyahbana; Ashari, Reza; Rambe, Surya Achmad; Lubis, Fadhillah Martua; Mendrofa, Moreno Fransaro; Halawa, Albertus; Handoko, Habib; Anata, Ananda Apri; Kherunnisa, Musdalifah; Nurliana, Nurliana; Maisarah, Maisarah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.9309

Abstract

Kelapa sawit, sejenis tanaman tropis, diyakini berasal dari Nigeria (Afrika Barat) karena awalnya ditemukan di hutan belantara negara tersebut. Pada tahun 1848, kelapa sawit pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh seorang warga Belanda yang membawanya dari Mauritius Amsterdam. Tanaman kelapa sawit memiliki penyakit yang bernama ganoderma yang telah banyak membunuhnya. Untuk mencegah masalah ini, salah satu langkah preventif yang dapat diterapkan adalah mengintroduksi jamur trichodema sp ke dalam lubang tanam kelapa sawit. Mahasiswa ITSI melakukan sosialisasi di aula kantor Desa Kwala Pesilam, Kabupaten Langkat mengenai cara perbanyakan jamur trichoderma dan pengaplikasiannya. Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa ITSI. Masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui cara sederhana mengatasi penyakit ganoderma menjadi tahu dengan penerapan dan praktek yang telah disosialisasikan oleh mahasiswa ITSI
PENGARUH PEMBERIAN AMPAS TEH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI MAIN NURSERY Gunawan, Hari; Isra, Marzuti; Guntoro, Guntoro; Maisarah, Maisarah; Aulia, Mhd. Iqbal
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9488

Abstract

Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar didunia serta industrinya telah menjadi andalan. Ampas teh memiliki kandungan senyawa-senyawa bermanfaat seperti polifenol, tehofilin, flavonoid, tanin, vitamin C dan vitamin E serta sejumlah mineral Zn, Se, Mo, Ge, dan Mg. Kandungan ampas teh yang berupa mineral tersebut merupakan unsur-unsur esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Limbah ampas teh mengandung serat kasar, selulosa dan lignin, berbagai macam mineral seperti karbon organik, Tembaga (Cu) 20%, Magnesium (Mg) 10%, dan Kalsium (Ca) 13%. Kandungan tersebut dapat membantu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas teh terhdap pertumbuhan tanaman kelapa sawit (Elaesgiuneensis jacq) di main nursery. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan ITSI Medan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial (RAK Non Faktorial) terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan sehingga total sampel keseluruhan 24 bibit. Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, diamter batang, jumlah daun, berat basah akar, berat kering akar, analisa tanah awal dan analisa tanah akhir. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dan analysis of variance (ANOVA) dengan uji beda nyata 5% dan 1%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian aplikasi ampas teh berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tinggi tanaman dengan nilai rataan tertinggi di minggu 24 MST, sedangkan pada diameter batang, jumlah daun, berat basah akar dan berat kering akar menunjukkan hasil tidak nyata terhadap bibit kelapa sawit.
Kajian: Standar Operasional Perusahaan Dalam Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit di Divisi III Kebun Matapao PT. Socfindo Maisarah, Maisarah; Dian, Rahmad; Barus, Friska Anggraini; Lesmana, Rey Naldi; Hanali, Arif; Setiawan, Toni; Setiawan, Dimas Bagus; Rambe, Syahril Gemmilang; Sitepu, Dika Gusti Armanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9486

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi yang cukup besar dan memegang peranan penting dalam kegiatan perekonomian Indonesia karena kemampuannya menghasilkan minyak nabati yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri. Penelitian ini dilaksanakan di PT. SOCFIN INDONESIA Kebun Mata Pao. Fokus pada penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi dan hilirisasi dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Dalam hal ini yang penting untuk di bahas yaitu pembibitan, peremajaan, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), pemeliharan tanaman menghasilkan (TM), produksi dari tanaman kelapa sawit dan pasca panen kelapa sawit. Setiap kegiatan yang dikerjakan harus sesuai dengan output dan tidak melupakan mutu. Kelapa sawit baru bisa dilakukan pada saat tanaman N3 dengan ketentuan 60% buah siap panen dalam suatu areal yang akan dipanen. Terbukti Teknologi dan mekanisasi akan membawa pengaruh positif bagi industri kelapa sawit di Indonesia.
Uji Serapan Karbon (Sekuestrasi) Tanaman Kelapa Sawit sebagai Baseline Pada Trading Karbon Maisarah Maisarah; Rahmad Dian; Eka Bobby Febrianto
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 1 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i1.1160

Abstract

Peningkatan konsentrasi Karbon Dioksida (CO2) sebagai emisi gas rumah kaca ke atmosfer telah menjadi salah satu permasalahan lingkungan sebagai penyebab pemanasan global. Akan tetapi hal ini dijadikan black campaign oleh negara-negara di Eropa. Faktanya, pada industri perkebunan kelapa sawit terdapat dua proses yaitu proses emisi dan proses Sekuestrasi atau penyerapan CO2. Penelitian ini dapat menjadi data yang sistematis, lengkap dan akurat untuk mendapatkan baseline pengukuran peneyerapan karbon pada tanaman kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan data mengenai serapan karbon di perkebunan kelapa sawit secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini mengkombinasikan kedua konsep yaitu pengukuran secara langsung dengan menggunakan biomassa di laboratorium dan menggunakan pehitungan dengan menggunakan metode LCA sehingga memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan penggunaan teknologi yang pesat yaitu penggunaan software dan data. Penelitian ini menggunakan tujuh kelompok tanaman kelapa sawit yaitu Tanaman Kelapa Sawit Pre Nursery,Tanaman Kelapa Sawit Main Nursery ( 4-12 bulan), Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Umur 1 - 3 tahun), Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (Umur 4,5,6,7,8 tahun), Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (Umur 9,10,11,12,13 tahun), Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (Umur 14,15,16,17,18,19,20 tahun), Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (Umur >20 tahun). Pengukuran kadar karbon digunakan menggunakan konsep kolorimetri pada spektrofotometer UV-VIS dengan menggunakan Microplate reader absorbance. Selain itu teknologi pengukuran tidak langsung menggunakan software OpenLCA. Selanjutnya pengamatan data yang dilakukan di kebun percobaan Institut Teknologi Sawit Indonesia diikuti dengan analisis data dari software. Hasil menunjukkan bahwa pada perhitungan secara langsung Tanaman Kelapa Sawit Main Nursery dapat memiliki kandungan karbon sebanyak 3.948,924 mg/mL Karbon / ha.
KEY FACTORS CONTRIBUTING TO THE SUCCESS OF SME PARTNERSHIP PROGRAMS: INSIGHTS FROM PT PERKEBUNAN NUSANTARA III Junaidi, Junaidi; Purjianto, Purjianto; Febrianto, Eka Bobby; Maisarah, Maisarah
Jurnal Bisnis Tani Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Tani Volume 10 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v10i2.11262

Abstract

This research aims to identify the key factors influencing the success or failure of partnership programs for SMEs, specifically those fostered by PT. Perkebunan Nusantara III. The study fills gaps in existing literature and offers practical recommendations for enhancing partnership program design and implementation. Data were gathered from 243 SME business actors using a structured questionnaire, and multiple linear regression analysis was employed to evaluate the relationships between various independent variables and the success of the programs. The findings indicate that experience, knowledge, social networks, and business performance positively affect program success, while communication barriers and high transaction costs hinder success. However, factors like funding amount and communication behavior were found to be insignificant in this context. Based on these results, the study recommends investing in partner training to improve experience and knowledge, developing effective communication strategies, reducing transaction costs, and leveraging social networks. These recommendations aim to enhance the effectiveness of partnership programs, supporting the growth of SMEs and contributing to policy and practice in both Indonesia and globally.
Sosialisasi Eksplorasi Trichoderma sp. Dengan Media Akar Bambu dan Limbah Nasi Sebagai Pencegah Penyakit Ganoderma Maisarah, Maisarah; Sinaga, Nurkhotimah; Hutabarat, Septiana; Tarigan, Cindy Amelia; Situmorang, Pranto Dike; Sihombing, Frans Malo; Sitanggang, Joni; Hasibuan, Arta Augustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.1340

Abstract

Oil palm is the main source of income for farmers in North Sumatra, including in Sibaganding Village, Bangun Purba District, Deli Serdang Regency. One of the main problems faced by farmers is stem rot disease caused by Ganoderma sp. This activity aims to increase farmers' knowledge about Ganoderma sp. control through the exploration of Trichoderma sp. using bamboo root media and used rice. The results of the exploration successfully showed the growth of green mold colonies in accordance with the characteristics of Trichoderma sp. The solutions provided include counseling, socialization, and education related to the production and application of Trichoderma sp. as a biological agent to control pathogens and increase soil fertility. This community service activity lasted for 30 days, involving ITSI lecturers and students as well as 20 participants from farmer groups, village officials, and the local community. It is hoped that this activity will improve farmers' understanding of sustainable oil palm management.ABSTRAKKelapa sawit menjadi sumber pendapatan utama petani di Sumatera Utara, termasuk di Desa Sibaganding, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi petani adalah penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) akibat Ganoderma sp.. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian Ganoderma sp. melalui eksplorasi Trichoderma sp. menggunakan media akar bambu dan nasi bekas. Hasil eksplorasi berhasil menunjukkan pertumbuhan koloni jamur hijau sesuai dengan karakteristik Trichoderma sp.. Solusi yang diberikan meliputi penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi terkait pembuatan serta aplikasi Trichoderma sp. sebagai agen hayati untuk mengendalikan patogen dan meningkatkan kesuburan tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama 30 hari, melibatkan dosen dan mahasiswa ITSI serta 20 peserta dari kelompok petani, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Diharapkan kegiatan ini meningkatkan pemahaman petani dalam pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan.
Analisis Biaya Pemupukan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit di Kebun Tanjung Garbus KSO PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 2 Walmadri, Walmadri; Maisarah, Maisarah; Khairad, Fastabiqul; Manurung, Saroha; Nasution, Taufiq Ridho Ibrahim
AGRISAINS: Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis Vol 7, No 1 (2025): AGRISAINS: Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis JANUARI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrisains.v7i1.5833

Abstract

This study aims to analyze fertilization costs for immature oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) at the Tanjung Garbus Plantation Afdeling 2, PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 2 focuses on fertilizer, labor, and transportation costs. The method used is quantitative descriptive analysis, with secondary data collection from the company. The results show that the total fertilization cost in the 2018 planting year at Afdeling 2 amounted to IDR 1,353,060,492. The breakdown of costs includes fertilizer purchases amounting to IDR 1,304,734,345, transportation costs of IDR 6,026,147, and labor costs of IDR 256,643. The fertilization cost per hectare in the 2018 planting year is IDR 1,353,060,492. The largest proportion of the total cost is fertilizer costs, which account for 96% of the total fertilization operation cost. This study provides a clear overview of cost allocation in oil palm fertilization during the immature stage (TBM).
Co-Authors Anata, Ananda Apri Andi Prayogi Anggraeni, Trisna Annisa Tishana Ashari, Reza Aulia Juanda Djaingsastro Aulia, Mhd. Iqbal Awalluddin Siregar Busrizal Faisal Eka Bobby Febrianto Eka Bobby Febrianto, Eka Bobby Fadhli, T Muharrizal Ferdy Ikhwan Friska Anggraini Barus Giyanto Giyanto Guntoro Guntoro, Guntoro Habib Handoko Hafis Hari Alfahri Halawa, Albertus Hanali, Arif Handoko, Habib Hari Gunawan Hasibuan, Arta Augustina Hasibuan, Henry Budi Haura, Khanaya Balqis Heni Pujiastuti Hutabarat, Septiana Ika Ucha Pradifta Rangkuti Ikhsan , Maulana Ikhsan, Maulana Ingrid Ovie Ingrid Ovie Yosephine Iqbal Bukhori Irdamurni Isma, Teguh Wijaksana Ivan Alvianus Simangunsong Janwardi, Tri Isra Jayawarsa, A.A. Ketut Khairad, Fastabiqul Kherunnisa, Musdalifah Kurnainy Tohir Lesmana, Rey Naldi Lubis, Abdul Rahman Lubis, Fadhillah Martua Maisarah Maisarah, Maisarah Makhrani Sari Ginting Manurung, Saroha Marzuti Isra Mendrofa, Moreno Fransaro Muhammad Akbar Syahbana Pane Muhammad Alfarizi Muhammad iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rafli Muhammad Syukri Muhammad Yusuf Dibisono Mulyara, Budi N Nurliana, N Nasution, Taufiq Ridho Ibrahim Nurhidayat, Taufik Nurliana Nurliana NURLIANA NURLIANA Panjaitan, Rio Mas Parmonangan Parangin-angin, Junael Delviero Pasaribu, Felix Yudha Poppy Fitria Pratama, Jovi Pulungan, Muhammad Amin Purjianto Rafli Affandi Rahimah Rahmad Dian Rahmad Dian Rahmad Dian Rambe, Surya Achmad Rambe, Syahril Gemmilang Ratu Mutiara Siregar Resty Fadhillah Rey Naldi , Lesmana Rusdi Machrizal Samosir, Rony Harlen Sandro, Ales Saragih, Hanna Desporina Br Setiawan, Dimas Bagus Siahaan, Tria Putra Sihombing, Frans Malo Simarmata, Armando Sahat Parulian Simbolon, Hasanal Fachri Satia Simbolon, Rizky Aryandi Sinaga, Nurkhotimah Sinuraya, Robi Alisyahbana Sitanggang, Joni Sitepu, Dika Gusti Armanda Situmorang, Pranto Dike Sovhia Agina Areta Br Ginting Sri Wahyuna Saragih Sulthon Parinduri Syahputra, Denny Armawan Tama Harahap, Khaidir Ali Tanjung, Aisyah Protonia Tarigan, Cindy Amelia Toni Setiawan Walmadri, Walmadri Wardani, Lusyana Eka Wardhiah winda lestari siregar Yasmiri