Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengetahuan Masyarakat Aceh Selatan Tentang Pencegahan Covid-19 : Studi Fenomenologi Kawati, Salma Merda; Satria, Orita; Nasution, Nurromsyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9924

Abstract

Pandemi Covid-19 dimulai dikota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok dan telah membawa tantangan baru bagi kesehatan masyarakat diberbagai Negara. Penyebaran Covid-19 terus meningkat setiap harinya dan sudah menginfeksi lebih dari 200 Negara di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini untuk menilai pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan metode analisis Colaizzi yang menghasilkan 4 tema: (1) konsep Covid-19, (2) tanda dan gejala Covid-19, (3) dampak Covid-19, dan (4) pencegahan Covid-19. Simpulan, partisipan memiliki pengetahuan yang baik terkait penyakit Covid-19, partisipan memahami tanda dan gejala Covid-19, dampak dari Covid-19, serta cara mencegah penularan dari virus Covid-19.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI Apriani, Fitri; Satria, Orita; Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Aulia, Yulfa; Yulizar, Yulizar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9662

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan hasil bahwa 10 orang pasien yang mengalami hipertensi, walaupun mereka minum obat hipertensi setiap malam tetapi tekanan darah mereka tetap tidak normal atau masih tinggi, terutama saat keadaan hati mereka tidak baik atau banyak pikiran. Tujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total sampel sebanyak 34 orang. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 20 February - 25 Juni  2024. Hasil tekanan darah sebelum di lakukan relaksasi otot progresif atau pretest mayoritas adalah dengan tekanan 160mmHg-179mmHg serta 180mmHg-195mmHg sebanyak 17 orang (50%). Hasil pemeriksaan tekanan darah sesudah di lakukan relaksasi otot progresif atau postest mayoritas adalah dengan tekanan 140mmHg-155mmHg serta 160mmHg-175mmHg sebanyak 17 orang (50%). Hasil hasil uji Wilcoxon pada hasil output test statistik diketahui bahwa Asymp.sig (2-tiled) 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan nilai Z yang didapatkan -5,831b. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat di lihat dari nilai p-value 0,000. Kesimpulan adanya pengaruh yang signifikan antara relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat. Saran: diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan pertimbangan bagi responden untuk menurunkan tekanan darah tanpa menggunakan obat
The Effect of Snake and Ladder Education Games on Knowledge of Sexual Violence Prevention in Children at Sdn 12 Meulaboh Apriani, Fitri; Aulia, Yulfa; Satria, Orita; Nasution, Nurromsyah
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5870

Abstract

Background: Sex education aimed at preventing sexual violence in early childhood is often considered taboo within society, contributing to vulnerability of children to sexual violence. Thus, introducing and teaching sexuality, protect themselves, and respond appropriatly if they encounter sexual crimes. One method of delivering sex education is through educational games, such as snakes and ladders. Objective: To examine the impact of snake and ladder educational game on children’s knowledge of sexual violence prevention at SDN 12 Meulaboh.  Method: this quasi experimental study employed a one group pretest and post test design, involving 58 participants selected through proportional stratified random sampling. The study was conducted from July 30 to August 14, 2024. Results: The wilcoxon test results indicated a significant improvement in children’s knowledge of sexual violence prevention following the snake and ladder educational intervention with p-value of 0.00 (p-value < 0.05), indicating the rejection of the null hypothesis (H0) and acceptence of the alternative hypothesis (Ha), with a z-score of -5.615. Conclusion: education through the snakes and ladders game is effective in increasing children’s knowledge of sexual violence prevention. Suggestion: it is necessary to carry out preventive efforts that are comprehensive, intensive and sustainable by parents, teachers, educational institutions and health workers to solve the problem and reduce the risk of sexual violence as well as guarantee the freedom for children to develop their abilities as the future generation.
The relationship between diet and events Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) inteenager Nasution, Nurromsyah; Satria, Orita
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5900

Abstract

Heartburn (epigastric pain), acid regurgitation (gastric pain), nausea, and dysphagia are some of the symptoms of gastroesophageal reflux disease (GERD), a disorder in which stomach acid refluxes into the esophagus. Because it can cause digestive disorders in adolescents, diet is considered a risk factor for GERD. The approach used was cross-sectional, and sample selection was carried out through cluster random sampling of 40 respondents. The location of the study was at the Alue Pisang Health Center, Southwest Aceh, August–November 2024. The results of the bivariate analysis between diet and GERD symptoms in adolescents showed a relationship between the two, with a p value of 0.000 (P <0.05). The health center is expected to promote education about GERD prevention in schools
Efektifitas Terapi Kompres Air Hangat Jahe terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lutut pada Lansia di UPTD Puskesmas Geumpang Kabupaten Pidie Sari, Novita; Putra, Muakhir Syah; Bukhari, Bukhari; Satria, Orita; Jurwita, Linda
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 1 (2024): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v4i1.122

Abstract

Terapi kompres hangat jahe merupakan intervensi non-farmakologis efektif untuk meredakan nyeri sendi pada lansia. Jahe memiliki efek analgesik dan antiinflamasi melalui sensasi hangat. Lansia, individu berusia di atas 65 tahun, sering mengalami penurunan kemampuan adaptasi terhadap stres lingkungan dan perubahan fungsi biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi yang berdampak pada kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat jahe merah dan kompres hangat terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia di UPTD Puskesmas Geumpang Kabupaten Pidie. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan sampel 20 lansia terindikasi nyeri lutut/sendi yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Geumpang, dipilih secara purposif. Analisis data demografi menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (55%) dan kelompok usia terbanyak (50%) adalah 59-62 tahun. Hasil uji statistik bivariat (uji t-test) menunjukkan adanya pengaruh signifikan kompres air hangat jahe terhadap penurunan nyeri sendi. Nilai signifikansi (α) setelah kompres jahe merah adalah 0,102 dan setelah kompres air hangat adalah 0,111. Disimpulkan bahwa pemberian kompres air hangat jahe (Zingiber officinale roscoe) efektif menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia. Disarankan agar responden memanfaatkan kompres hangat jahe sebagai terapi herbal rutin untuk penanganan nyeri sendi.
The Effect of Animated Video Education on the Level of Knowledge and Attitude in Efforts to Prevent Appendicitis in Adolescents Nasution, Nurromsyah; Satria, Orita; Samsidar, Samsidar; Zakiyah, Zakiyah
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 3 (2025): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i3.6495

Abstract

Appendicitis or inflammation of the appendix is one of the emergency cases that many teenagers experience. Lack of knowledge and appropriate preventive attitudes are significant risk factors. The use of interesting educational media such as animated videos is believed to be able to increase adolescents' understanding of the importance of healthy living behaviors to prevent appendicitis. Research objectives To determine the effect of animated video education on the level of knowledge and attitudes in efforts to prevent appendicitis in adolescents at SMP Negeri 3 Meulaboh. Method This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest and cross-sectional approach. The sample consisted of 277 students, who participated in animated video education on January 24, 25, and 31, 2025. Research results There is a significant influence between animated video education on increasing adolescents' knowledge and attitudes in efforts to prevent appendicitis with statistical test results p-value = 0.000 <? = 0.05). Conclusion: Education using animated video media is effective in increasing knowledge and forming positive attitudes in adolescents in preventing appendicitis.
The relationship between mothers' knowledge of food nutrition and the incidence of stunting at the Padang Rubek community health center Apriani, Fitri; Satria, Orita; Susanti, Ita; Zakiyah4, Zakiyah; Aulia, Yulfa
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 3 (2025): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i3.6558

Abstract

Nutritional problems in children in Indonesia are a crucial and complex public health issue, where optimal nutrition from an early age, especially during the first 1,000 days of life (HPK), is crucial to the quality of a child's growth and development. Various forms of malnutrition, such as undernutrition, severe malnutrition, and low birth weight, are still prevalent in many regions of Indonesia. This study aims to determine the level of mothers' knowledge about nutrition and its impact on stunting rates at the Padang Rubek Health Center in 2025. The type of research used in this study is quantitative research. The research design employs a cross-sectional approach. The study population consists of 297 mothers with infants. The sampling technique used in this study is accidental sampling, with a sample size of 75 individuals. Based on the results of the statistical test using the chi-square test, a p-value of 0.002 (p<0.05) was obtained, indicating a significant association between mothers' knowledge of food nutrition and the incidence of stunting. So, there is a significant association between mothers' knowledge of food nutrition and the incidence of stunting.
The effect of beet juice (beta vulgaris) to increase hemoblobin levels in pregnant women at The Kuala Tadu Health Center Tadu Raya Sub-District, Nagan Raya District Damayanti, Siti; Satria, Orita; Zakiya, Zakiya; Ala, Nurul
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 3 (2025): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i3.6559

Abstract

Anemia is a condition where the body experiences a lack of hemoglobin levels in the blood which will cause reduced oxygen flow to the organs of the body. To find out if drinking beet juice helps pregnant women have more hemoglobin.  In this study, we used an experimental design involving testing one group of subjects before and after the intervention. A total of 32 pregnant women were sampled using total sampling technique. They were given 200 grams of beetroot juice in 250 ml/day for 7 days. Shows The statistical tests, using a paired sample t-test, showed a P value of 0.000, which is less than 0.05. This means there was a noticeable difference in hemoglobin levels before and after the treatment. These results suggest that giving beet juice greatly helps increase hemoglobin levels in pregnant women with mild to moderate anemia. It can be concluded that the administration of beet juice can be made a reference as an intervention for pregnant women who experience problems with anemia or lack of hemoglobin levels in the blood from mild to moderate categories. The researcher hopes that the health center can increase its role in supporting pregnant women in treatment and how to prevent or handle the occurrence of anemia during pregnancy by increasing the mother's knowledge related to the handling and prevention of anemia by utilizing plants and other alternatives that are cheap and easy to obtain.
Edukasi cegah stunting sebelum genting untuk tumbuh kembang optimal di desa Padang Seurahet Aceh Barat Apriani, Fitri; Satria, Orita; Susanti, Ita; Zakiyah, Zakiyah; Aulia, Yulfa; Paiza, Nurul
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.375

Abstract

Stunting di definisikan sebagai suatu keadaan di mana panjang atau tinggi badan anak berada lebih dari dua deviasi standar (SD) dibawah tinggi badan anak seusianya. Angka stunting pada anak lebih banyak ditemukan di wilayah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan, meskipun secara umum prevalensinya telah mengalami penurunan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor kompleks, meliputi aspek sosio-demografi dan ekonomi, serta sarana pelayanan kesehatan yang tidak merata, gizi yang tidak terpenuhi terutama pada ibu hamil dan balita serta rendahnya pengetahuan ibu terkait stunting. Tujuan dilakukannya pengabdian masayrakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait cegah stunting sebelum genting untuk optimalkan tumbuh kembang anak sehingga dengan pencegahan yang optimal dapat membantu mereduksi angka kejadian stunting di Indonesia khususnya di Aceh. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab pada bulan Juni 2025 dengan jumlah peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini ada 15 orang yang terdiri dari para ibu dan kader yang ada di Desa Padang Seurahet. Sepanjang kegiatan berlangsung peserta antusias dan aktif menyimak serta ikut berdiskusi terkait materi yang menjadi tema pengabdian ini. Dari hasil pretest dan post test diketahui terdapat peningkatan tingkat pengetahuan peserta sebesar 55,3%. Stunting merupakan masalah Nasional yang masih terus menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya penanganannya, pengetahuan ibu yang baik terkait stunting akan berpengaruh terhadap keputusan pemberian gizi yang cukup baik pada anak sehingga akan sangat membantu mencegah terjadinya stunting pada anak. Ibu dengan pengetahuan yang baik akan mampu mempertimbangkan segala kebutuhan gizi dalam jumlah yang cukup pada anak sehingga anak terpenuhi nutrisinya dan mampu tumbuh dan berkembang secara optimal.
Edukasi sarapan pagi untuk konsentrasi belajar siswa kelas V di SDN 25 Meulaboh Damayanti, Siti; Satria, Orita; Zakiya, Zakiya; Rahmadaningsih, Dinda; Mukhsin, Mukhsin
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.376

Abstract

Kebiasaan sarapan pagi merupakan salah satu faktor penting dalam menyediakan zat gizi di pagi hari, yang berguna untuk dapat meningkatkan konsentrasi belajar serta menunjang kesehatan bagi peserta didik sebelum melakukan aktivitas. Nyatanya anak-anak di Indonesia masih banyak yang meninggalkan kebiasaan sarapan pagi, dan memungkinkan untuk memilih jajanan yang tidak sehat di lingkungan sekitarnya. Anak yang meninggalkan sarapan pagi memberikan dampak yang berpengaruh terhadap kinerja otak, daya ingat, risiko anemia dan konsentrasi dalam belajar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan anak mengenai pentingnya sarapan pagi dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Metodologi yang diterapkan mencakup ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 25 meulaboh pada bulan juni tahun 2025. Jumlah peserta yang terlibat dalam acara ini adalah 25 individu, terdiri dari 13 laki-laki dan 12 perempuan. Selama penyuluhan berlangsung, peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan kepada penyuluh mengenai isi materi yang disampaikan. Mereka terlihat bersemangat berpartisipasi dalam diskusi. Hasil dari pretest tingkat pengetahuan  siswa yang tinggi sebesar 28,8% dan post test dengan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 79,5%. Sedangkan hasil pretest tingkat pengetahuan yang rendah sebesar 71,2% dan post test dengan tingkat pengetahuan rendah sebesar  20,5%.