Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal MAIYAH

Jenis Kelamin Ikan Nilem (Osteochilus hasseltii) Berdasarkan Truss Morfometrik di Sungai Banjaran, Kabupaten Banyumas Widayanto, Imanuel Eka; Muslih, Muslih; Sari, Lilik Kartika
MAIYAH Vol 2 No 2 (2023): Maiyah : Vol.2 No.2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.2.8828

Abstract

Osteochilus hasseltii belongs to the Cyprinidae family and is a native species in the Banjaran River. Populations of O. hasseltii that are continuously exploited can cause the population to decrease and cause an imbalance between males and females. This study aims to determine differences in morphology and sex of O. hasseltii. The research method uses a survey method and purposive random sampling at two stations, namely Kober Village and Kedung Wuluh Village. A total of 16 individuals of O. hasseltii (8 males and 8 females) were caught using fishing rods. About 24 morphometric truss distances were measured using Image-J software. Normality and homogeneity tests need to be done before conducting the t-test. Data analysis used the t-test with the help of Minitab software. The morphological characters of O. hasseltii seen from the dendogram can be seen that each truss distance measured on male O. hasseltii has a similarity of above 90% so that the morphological differences and the similarities are small. Whereas in female O.hasseltii, the similarity exceeds 75% at each truss distance so that the distinguishing character of female O.hasseltii can be seen from the truss distance which has a small similarity, namely Anal-fin base length (Q) of 76.14% and Upper-jaw length (D) of 86.3%. The results of the t-test showed 8 morphometric truss distances that could be used as a distinguishing feature of male and female O. hasseltii is Snout-supraoccipital distance, Snout length, Snout-pectoral distance, Snout-gill distance, Postorbital head length, Gill-pelvic distance, Dorsal-pelvic distance, and Dorsal fin base length. Therefore, the morphometric truss can be used to differentiate the sex of O. hasseltii.
Perbedaan Jenis Kelamin Ikan Brek (Barbonymus balleroides) Jantan dan Betina Berdasarkan Karakter Morfometrik di Sungai Banjaran, Kabupaten Banyumas Rafidah, Farah; Muslih, Muslih; Sari, Lilik Kartika
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9659

Abstract

Barbonymus balleroides merupakan ikan yang banyak ditemukan di Sungai Banjaran sebagai ikan konsumsi bagi masyarakat sekitar. Bentuk morfologi ikan secara terus menerus dapat mengalami adaptasi morfologi sejak ikan itu lahir hingga dewasa, oleh karena itu dapat dideteksi menggunakan beberapa alat. Salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui karakter morfologi ikan adalah morfometrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfometrik B. Balleroides dan mengetahui jarak truss pembeda B. Balleroides jantan dan betina. Hasil yang didapat dari pengukuran 22 karakter morfometrik menunjukkan bahwa morfologi B. Balleroides kurang bervariasi. Klaster yang terbentuk baik jantan maupun betina memiliki kemiripan di atas 90%. Sedangkan jarak truss yang menjadi pembeda B. Balleroides jantan dan betina terdapat dua karakter morfometrik yaitu jarak awal sirip dorsal-pangkal sirip perut (K) dan jarak awal sirip dorsal-pangkal sirip anal (Q) dimana betina lebih panjang dibanding jantan, tetapi hasil tersebut tidak berbeda nyata secara statistik. Berdasarkan penelitian ini, B. Balleroides jantan dan betina tidak bisa dibedakan menggunakan metode morfometrik berbasis 22 landmark.
Sistem Sosial Ekologi Masyarakat Silvofishery Segara Anakan Ulandari, Fatmah Sri; Sari, Lilik Kartika; Hilmi, Endang; Fauzi, Imam
MAIYAH Vol 2 No 4 (2023): Maiyah : Vol. 2 No. 4 Desember 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.4.10107

Abstract

Penelitian ini berjudul Sistem Sosial Ekologi Masyarakat Silvofishery Studi Kasus: Segara Anakan. Segara Anakan merupakan sebuah Laguna yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Sistem sosial-ekologi merupakan jalinan sistem-sistem adaptif yang kompleks antara unsur sosial dan ekologi dimana keduanya dipandang sebagai bagian yang berkaitan satu sama lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi dan sistem sosial ekologi masyarakat silvofishery di Kelurahan Kutawaru dan Kelurahan Donan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan tingkat pendidikan masyarakat silvofishery masih perlu peningkatan, keanekaragaman mangrove di tambak silfofishery berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon-Wienner (H’) dalam kategori rendah pada semua stasiun. Tingkat rata rata kerapatan vegetasi mangrove bervariasi dari rendah ke padat berkisar 400 – 330.000 ind per ha, sedangkan untuk Nilai Indeks Penting (INP) didapati spesies mangrove Rhizophora mucronata merupakan spesies yang memiliki INP tertinggi baik di semua stasiun maupun di semua tingkatan (semai, pancang, dan pohon). Sistem sosial ekologi masyarakat silvofishery Segara Anakan terbentuk oleh beberapa komponen hubungan yaitu antara sesama masyarakat silvofishery, hubungan antara masyarakat silvofishery dengan tengkulak, hubungan antar masyarakat silvofishery dengan pemerintah Kelurahan, hubungan antar tetangga sesama masyarakat silvofishery, dan hubungan antar masyarakat silvofishery dengan ekosistem mangrove.