Claim Missing Document
Check
Articles

EMOSI INDIVIDU PEMILIK FEARFUL AVOIDANT ATTACHMENT SEBAGAI INSPIRASI BUSANA KONSEPTUAL Intan Nur Fitriana; Diana Evawati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketercapaian representasi dualitas emosi individu pemilik fearful avoidant attachment pada busana konseptual melalui penerapan unsur desain busana meliputi material, warna, tekstur, siluet, bentuk, detail, dan pelengkap busana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap tiga informan ahli serta sepuluh informan non-ahli. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi dualitas emosi berhasil diwujudkan melalui penerapan unsur-unsur desain busana. Material mikado yang kaku merepresentasikan mekanisme pertahanan diri, sedangkan lace transparan melambangkan kerentanan emosional. Warna hitam, putih, merah, dan fearful avoidant attachment pink memperkuat makna perlindungan diri, konflik batin, harapan, serta kebutuhan akan kasih sayang. Tekstur kontras, siluet hourglass, bentuk geometris, bentuk hati, motif floral, detail benang berserabut, serta pelengkap busana membentuk narasi visual yang menggambarkan konflik antara keinginan untuk dicintai dan ketakutan untuk terluka. Berdasarkan evaluasi informan ahli dan non-ahli, keseluruhan unsur desain dinilai mampu merepresentasikan dualitas emosi secara jelas sehingga menghasilkan busana konseptual yang memiliki nilai estetis, simbolik, dan komunikatif. This study aimed to evaluate the representation of the emotional duality of individuals with a fearful avoidant attachment style in conceptual Fashion through the application of Fashion design elements, including materials, colors, textures, silhouettes, shapes, details, and Fashion accessories. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through literature review, documentation, and in-depth interviews with three expert informants and ten non-expert informants. Data validity was ensured through source triangulation, while data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the representation of emotional duality was successfully achieved through the application of Fashion design elements. Rigid mikado fabric symbolized self-defense mechanisms, whereas transparent lace represented emotional vulnerability. The use of black, white, red, and fearful avoidant attachment pink strengthened the psychological meanings of self-protection, inner conflict, hope, and the need for affection. Contrasting textures, an hourglass silhouette, geometric and heart shapes, floral motifs, frayed thread details, and Fashion accessories created a visual narrative portraying the conflict between the desire for intimacy and the fear of being hurt. Based on evaluations from expert and non-expert informants, the overall design elements effectively represented emotional duality, resulting in a conceptual Fashion work with aesthetic, symbolic, and communicative value.
PENERAPAN METODE PJBL DENGAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MURID PADA MATA PELAJARAN DASAR BUSANA MURID SMK DI SURABAYA. Aminatus Khusniyah; Diana Evawati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman murid terhadap materi pengelompokan bahan pelapis masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan belum didukung media yang memfasilitasi penyusunan konsep secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Project Based Learning (PjBL) dengan Mind Mapping, mendeskripsikan pemahaman murid pada materi pengelompokan bahan pelapis, serta menganalisis pengaruh penerapan metode tersebut terhadap pemahaman murid. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Research dan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 62 murid, terdiri atas 31 murid kelas eksperimen dan 31 murid kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif dan analisis hipotesis menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Project Based Learning (PjBL) dengan Mind Mapping terlaksana sesuai sintaks pembelajaran, pemahaman murid mengalami peningkatan setelah pembelajaran, serta hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,001, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman murid pada materi pengelompokan bahan pelapis. Dengan demikian, metode Project Based Learning (PjBL) dengan Mind Mapping dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman murid pada materi pengelompokan bahan pelapis
PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI DAPUR TERHADAP KUALITAS PRODUK MAKANAN HASIL PRAKTIK MAHASISWA TATA BOGA UNIVERSITAS ADI BUANA SURABAYA Helena Betilda Silva; Diana Evawati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan higiene dan sanitasi dapur yang belum optimal dapat memengaruhi kualitas produk makanan hasil praktik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan higiene dan sanitasi dapur, kualitas produk makanan hasil praktik mahasiswa, serta hubungan antara penerapan higiene dan sanitasi dapur dengan kualitas produk makanan mahasiswa Tata Boga Universitas Adi Buana Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 39 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan higiene dan sanitasi dapur berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 38,59, sedangkan kualitas produk makanan berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 44,95. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara penerapan higiene dan sanitasi dapur dengan kualitas produk makanan (r = 0,804; p = 0,000). Semakin baik penerapan higiene dan sanitasi dapur, semakin baik pula kualitas produk makanan yang dihasilkan mahasiswa.