p-Index From 2021 - 2026
7.503
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi MediaKom : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Nyimak: Journal of Communication Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi Profesional Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Science Midwifery BASKARA: Journal of Business and Entrepreneurship Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Journal of Economics and Business UBS International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Visi Komunikasi Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Innovation Research and Knowledge JUARA: JURNAL WAHANA ABDIMAS SEJAHTERA Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Komunikasi Global ATHENA: Journal of Social Culture and Society Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal ICT : Information and Communication Technologies Journal International Dakwah and Communication Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal manajemen informasi kesehatan Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Dialogos Multikultura KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Journal of Dialogos
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Perempuan Miskin Kota melalui Pendidikan Leila Mona Ganiem
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.87 KB)

Abstract

Corporate Social Responsibility sebagai Strategi Komunikasi Bisnis Perusahaan Marselinus Nuba Sabini; Leila Mona Ganiem
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2015): Juli 2015
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.933 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v2i5.86

Abstract

This study aims to determine the understanding of the mine repellent group PT.ABC communication strategy through the CSR program. Research using qualitative descriptive approach with the constructivist paradigm. Data collection technique used the techniques of interview and literature study. The study design is done with the design of the case study. The results showed PT.ABC has been running various CSR programs that include four areas of activity: community development, education, health and infrastructure improvements. Nevertheless, the rejection of a repellent group remain. Some of the factors, the program is limited to a certain group, employment is still very limited, and the tendency of corporations to be closed to some sensitive issues like IUP, illegal miners and environmental damage. Constraints faced by the corporation less communicate openly with repellent group, the CSR program is also still limited to a few groups, the limited competence of communicating CSR employee-related mines, as well as the personal interests of the group repellent utilizing the mine issue.
MEMBANGUN LINGKUNGAN SEHAT DI KAWASAN WISATA PANTAI SAWARNA Leila Mona Ganiem; Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.457 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7221

Abstract

Pantai Sawarna, desa wisata yang memiliki potensi alam yang sangat indah dan banyak dikunjungi wisatawan kini berubah menjadi kotor karena banyak sampah serta sedikit sarana prasarana yang mendukung lingkungan sehat.  Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penularan penyakit.  Perlunya upaya kolektif untuk menjaga lingkungan yang sehat, salah satunya adalah perlunya partisipasi masyarakat untuk ikut menciptakan lingkungan yang sehat melalui pendekatan Personal Social Responsibility atau PSR.  Konsep PSR dilandasi oleh sikap altruisme. Sikap ini merefleksikan tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa pamrih atau keinginan untuk beramal baik. PSR dapat membangun karakter pada pelakunya. Karakter tersebut adalah toleransi, bersahabat/komunikasif, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, kreatif. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan komunikasi lingkungan sehat dalam membangun sikap peduli terhadap lingkungan di kawasan Pantai Sawarna. Khalayak sasaran adalah tokoh masyarakat (tokoh agama, pendidik, pelaku usaha kecil dan anggota masyarakat di sekitar pantai sejumlah 20 orang. Metode penyampaian adalah dengan presentasi dengan contoh, dialog, dan focus group discussion. Peserta pengabdian masyarakat ini menjadi lebih menyadari pentingnya menjaga lingkungan sehat di wilayah mereka serta dampaknya pada kehidupan mereka ketika melakukannya.  Peserta menjadi berminat melakuan upaya aktif dalam menjaga lingkungan sehat. Perserta juga berharap kontribusi kolektif dari pejabat setempat, unsur masyarakat lainnya serta para wisatawan dalam menjaga lingkungan yang sehat. 
MEMBANGUN PERSONAL SOCIAL RESPONSIBILITY MELALUI PEMANFAATAN PERAN PEER GROUP SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PERKAWINAN USIA REMAJA DI SMKN 49 JAKARTA UTARA Rafika Hani; Leila Mona Ganiem
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i2.2662

Abstract

Salah satu penyimpangan dalam mengungkapkan eksistensi remaja, adalah perilaku seks bebas yang berakibat pada kehamilan dan penikahan usia dini. Tujuan dari program pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan, memotivasi remaja ikut bertanggung jawab terhadap sesama (peergroup) dalam mencegah perilaku perkawinan usia remaja melalui Personal Social Responsibility atau PSR. Metode kegiatan adalah sosialisasi tentang peran PSR dalam bentuk peer gorup bagi remaja melalui webinar secara online. PSR membantu remaja untuk fokus pada pengembangan karakter, konsep diri, kemampuan, bakat dan minatnya yang sesuai dengan usia mereka. PSR akan lebih efektif jika dilakukan secara peer group. Peserta kegiatan ini adalah siswa/i SMKN 49 Jakarta Utara. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah terciptanya pengetahuan peserta terhadap PSR, keinginan dalam melaksanakan PSR, dan bentuk rencana tindakan PSR yang ingin dilakukan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan pergaulan remaja. Manfaat dari kegiatan ini juga dapat mendukung program pemerintah dalam menekan angka perkawinan pada anak dan remaja untuk mencetak generasi unggul dan berkualitas
Pemberdayaan Tokoh Masyarakat Dan Adat Sebagai Media Komunikasi Harmonis Dan Pembangunan Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan; Leila Mona Ganiem
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.175 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.511

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi isu belum diberdayakannya tokoh masyarakat dan forum komunikasi adat sebagai media komunikasi harmonis dan pembangunan masyarakat Desa Sawarna Lebak Banten. Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, bertujuan mengubah persepsi, pengetahuan, kesadaran, maupun kreativitas para tokoh masyarakat Desa Sawarna Lebak Banten. Adapun hasilnya yaitu : Satu, tingkat ketertarikan, pengertian, penerimaan, dan respon peserta terhadap isi pesan sangat tinggi. Dua, penggunaan video sebagai alat bantu penjelasan, sangat mendukung, disukai, dan menarik perhatian. Tiga, kurangnya imbalan, pengorbanan, maupun pembagian keuntungan dari pemerintah desa dan Pemda menjadi salah satu faktor penghambat bagi upaya dimaksud. Empat, tokoh adat dan forum komunikasi adat tidak dapat diberdayakan, karena dianggap belum ada. Lima, bagi masyarakat Desa Sawarna, Pemerintah desa setempat kurang transparan tentang dana Desa, kurang peduli pada pemberdayaan masyarakat desa, dan kurang perhatian secara finansial terhadap kegiatan komunitas pariwisata desa Sawarna. Enam, belum adanya BUMDes, menjadi hambatan bagi upaya pembangunan desa Sawarna. Tujuh, mayoritas peserta yang hadir belum paham arah kebijakan pembangunan sektoral dan pemberdayaan masyarakat (people empowering) desa, sebagai akibat masih adanya kesenjangan komunikasi (communication gap) dan belum adanya dialog yang baik antar masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan Pemda setempat.
Semiotic Analysis of Gender Equality Representation in Soy Sauce Product Advertising Dian Nurvita Sari; Leila Mona Ganiem
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 2 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.779 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.4298

Abstract

Gender equality and inequality is an important issue in society and the nation. In a patriarchal culture such as in Indonesia, in the domestic sphere, the role of women tends to be more dominant. This social construction is usually reinforced by the mass media. but in a soy sauce product advertisement, the issue of gender equality is shown by placing the role of women in the domestic and public spheres. The purpose of the study was to reveal the meaning behind the symbols representing gender equality between the roles of men and women in domestic life contained in the true husband version of the ABC soy sauce advertisement. The research method uses Roland Barthes’ semiotic approach through analysis of two levels of marking, namely denotation, and connotation, then proceeds to uncover hidden myths. The results of this study indicate that the burden of the dual role of working mothers in a patriarchal culture fosters the myth that women are creatures who have superpowers capable of working in the public sphere without leaving their work in the domestic sphere, the myth of a true husband, namely a husband who can share roles to do the work. domestic work and the myth of space genderization. In the ABC version of the true husband soy sauce advertisement, gender equality is achieved by cooperation between husband and wife regardless of work and space-based on gender.Keywords: Representation of gender equality, semiotic analysis, soy sauce product advertisement ABSTRAKKesetaraan dan ketidaksetaraan gender adalah isu penting dalam masyarakat dan bangsa. Dalam budaya patriarki seperti di Indonesia, di ranah domestic, peran perempuan cenderung lebih dominan. Konstruksi social tersebut biasanya diperkuat oleh media massa. namun dalam suatu iklan produk kecap, isu kesetaraan gender  ditampilkan dengan menempatkan peran perempuan di ranah domestic dan public. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap makna dibalik simbol-simbol representasi kesetaraan gender antara peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan rumah tangga yang terkandung dalam iklan kecap ABC versi suami sejati. Metode penelitian menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes melalui analisis dua tingkat penandaan,  yaitu denotasi dan konotasi lalu dilanjutkan dengan membongkar mitos yang tersembunyi.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beban peran ganda yang dimiliki oleh ibu pekerja dalam budaya patriarki menumbuhkan mitos bahwa perempuan adalah makhluk yang memiliki kekuatan super mampu bekerja di ranah publik tanpa meninggalkan pekerjaannya di ranah domestik, mitos suami sejati yakni seorang suami yang mampu berbagi peran untuk mengerjakan pekerjaan domestik rumah tangga dan mitos genderisasi ruang. Dalam iklan kecap ABC versi suami sejati kesetaraan gender tercapai dengan adanya kerjasama antara suami dan istri tanpa memandang pekerjaan dan ruang berdasarkan gender.Kata Kunci: Analisis semiotik, representasi kesetaraan gender, iklan produk kecap
MENGEMBANGKAN ‘PERSONAL SOCIAL RESPOSIBILITY (PSR)’ DALAM MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA Leila Mona
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.293 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1344

Abstract

Kualitas karakter dan kompetensi dari generasi muda merupakan fondasi penting suatu negara. Sebagai generasi muda, mahasiswa diharapkan berperan sebagai manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia, agen perubahan, penjaga nilai-nilai di masyarakat, memiliki kekuatan moral dan menjadi kontrol sosial. Bonus demografi di Indonesia meneguhkan pentingnya pendidikan karakter pada generasi muda. Dalam upaya menempatkan kembali peran perguruan tinggi sebagai wadah dalam membangun karakter sesuai UU no. 12 Tahun 2012 dan Konferensi Unesco tentang Perguruan Tinggi tahun 2009, maka kajian ini menawarkan pendekatan pembentukan karakter mahasiswa dengan dilandasi sifat altruisme, yaitu Personal Social Responsibility (PSR) bagi mahasiswa dan mengoptimalkan pengabdian masyarakat sebagai salah satu dari Tridarma perguruan tinggi. Kajian ini mengelaborasi pengimplementasian sinergi PSR dengan Pengabdian Masyarakat, serta peluang pengembangan nilai-nilai karakter bangsa melalui kegiatan PSR tersebut. Implementasi dari program PSR dilakukan minimal dua kali selama masa kuliahnya. Pemilihan program PSR disesuaikan dengan minat probadi dan minat yang disesuaikan dengan bidang studi yang diambil. Nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan adalah toleransi, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan kreatif.
Effectiveness of the use of various digital applications to promote public health in Indonesia: A study of the impact of technology on public health Budi Sulistiyo Nugroho Nugroho; Maulana Filani Rizal; B.M.A.S. Anaconda Bangkara; Leila Mona Ganiem; Reza Yuridian Purwoko
Science Midwifery Vol 10 No 5 (2022): December: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i5.930

Abstract

This study was conducted to gain an in-depth understanding of what and how effective the use of digital applications to promote public health is due to the increasingly powerful impact of technology, including public health. This elephant utilizes the data we search electronically on compounds of health publications and technologies released between 2010 and 2022. We examine them under a biological approach that involves a series of techniques such as coding the data, evaluating the data thoroughly, and approaching conclusions so that we will get answers. Finally, digital applications to promote public health, especially in Indonesia, are a non-negotiable necessity, considering the effectiveness and innovation provided by technology that can complete health tasks that have been carried out manually. These findings will be helpful for further studies.
Strategi Komunikasi Program Corporate Social Responsibility Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan Inge Yulistia Dewi; Leila Mona Ganiem; Wawan Mulyana
Jurnal Visi Komunikasi Vol 21, No 01 (2022): MEI 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v21i01.14332

Abstract

This study aims to describe the communication strategy process of PT CAP's CSR program in community empowerment efforts in Cisiram Umbul Village. This research was conducted using a case study method and a qualitative approach. Data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation study. The results showed that PT CAP had implemented the communication strategy process well, consisting of audience recognition, writing messages, forming methods, using media and selecting communicators. PT CAP's main empowerment activities consist of infrastructure improvements and development of woven bamboo products that have just reached capacitance. At the stage of a continuous community empowerment communication strategy, the activities carried out by PT CAP have not yet reached the termination stage because there are still obstacles in its implementation. However, PT CAP strives to continue to provide assistance and the program is still included in the annual activity plan. So that the resulting impact can be more optimal. Although it has not yet reached the termination stage, this program has an impact on the capacity of beneficiaries and also the respect of the community which has an impact on the company's positive image.
Tahapan Komunikasi Terapeutik Dokter pada Pasien di Klinik Kecantikan Dara Aulia Rachmat; Leila Mona Ganiem
Jurnal Komunikasi Global Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.266 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v9i1.16107

Abstract

Sebagai fungsi klinikal utama dalam membangun hubungan, komunikasi dokter-pasien penting dilalui dengan tahapan proses yang memungkinkan tercapainya tujuan pelayanan kesehatan yang baik.  Penelitian ini bertujuan mengetahui proses komunikasi dokter kepada pasien di klinik kecantikan dengan merujuk pada empat tahap komunikasi terapeutik yang dikembangkan oleh Stuart dan Sundeen. Keempat tahap komunikasi terapeutik tersebut meliputi tahap persiapan, perkenalan, kerja, dan terminasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi partisipasi terhadap dua orang dokter dan dua orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap persiapan dan perkenalan, dokter menggunakan tahapan komunikasi terapeutik sesuai yang dikembangkan oleh Stuart dan Sundeen. Pada tahap kerja, panduan komunikasi terapeutik kurang dijalankan dengan baik. Pada tahap terminasi, dokter membuat pasien memiliki ketergantungan pada dokter melalui pelayanan konsultasi yang lebih intens menggunakan aplikasi WhatsApp. Pasien secara intens dapat memperoleh saran-saran terkait masalah kulit dan dokter dapat memantau kondisi pasien atau menyarankan untuk kembali berkonsultasi. As the main clinical function in building relationships, the communication between doctors and patients is significant to be done through various stages to achieve respectable health services. This study aims to find out the communication process between doctors and patients in beauty clinics by referring to the four stages of therapeutic communication developed by Stuart and Sundeen. The four phases of therapeutic communication include preparation, introduction, working, and termination. This research used a qualitative approach by employing interviews with and participatory observation of two doctors and two patients. The results showed that at the preparatory and introductory stages, doctors applied therapeutic communication stages as suggested by Stuart and Sundeen. In the working stage, therapeutic communication guidelines did not implement properly. At the termination stage, the doctor made the patient dependent on the doctor through a more intense consultation service using WhatsApp. The patients could intensely obtain suggestions related to skin problems, while the doctors were more likely to encourage the patients to make an appointment with them again.