Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pola Asuh sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 bulan di Kecamatan Mantikulore Provinsi Sulawesi Tengah Megasari, Anitatia Ratna; Ginting, Riska Mayang Saputri; Fikri, Mohammad
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 2 (2024): Volume 15 No. 2 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i2.1743

Abstract

kronis sehingga anak menjadi pendek diantara anak seusianya dengan nilai z-score panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) kurang dari -2 Standar Deviasi (SD). Salah satu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita adalah pola asuh, anak yang mendapatkan pola asuh yang kurang baik cenderung berisiko 2 kali lebih besar mengalami stunting jika dibandingkan dengan anak yang mendapat pola asuh baik dimana pola asuh yang dimaksud meliputi pengasuhan makan anak, perawatan dasar anak, personal hygiene dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (retrospective study dengan rancangan case control study) dan kualitatif atau mix method research dengan model campuran sekuensial eksplanatori. Variabel bebas yaitu pola asuh, dan variabel terikat yaitu stunting. Sampel penelitian ini adalah seluruh anak berusia 6-24 bulan di puskesmas pada Kecamatan Mantikulore, serta orang tuanya yang bertempat tinggal di lokasi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dengan melakukan pengukuran ulang, kuesioner terstruktur, dan wawancara mendalam. Analisis bivariabel dengan menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariabel menggunakan logistic regression dengan p-value <0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting dimana anak dengan pola asuh kurang baik berisiko 2,66 kali lebih besar mengalami stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan terhadap kejadian stunting adalah pola asuh. Kesimpulan yaitu pola asuh merupakan faktor risiko kejadian stunting. Oleh karena itu diharapakan untuk dinas terkait untuk memberikan edukasi berkala serta pendampingan kepada keluarga bayi terutama ibu terkait pola asuh yang baik
CAPAIAN KINERJA PETUGAS DAN KADER TERHADAP TREATMENT COVERAGE (TC) PADA PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS: KAJIAN DESKRIPTIF EPIDEMIOLOGI DI KOTA PALU Syahadat, Dilla Srikandi; Jannah, Annisa Raudhatul; Yuniarti, Irfanita Dwi; Sari, Nur Fadhilah; Fikri, Mohammad; Megasari, Anitatia Ratna
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 2 (2024): Volume 15 No. 2 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i2.1788

Abstract

Petugas dan Kader TBC merupakan ujung tombak dalam keberhasilan mencapai program treatment coverage. Namun, di Kota Palu program penanggulangan ini masih terbilang rendah dari target nasional ≥90%. Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Palu tahun 2021 pasien yang ditemukan dan diobati sebanyak 46%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran capaian kinerja petugas dan kader terhadap Treatment Coverage (TC) pada program penanggulangan tuberkulosis di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan kuesioner yang akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pengetahuan, motivasi, pelatihan dan ketersediaan dana yang dimiliki petugas TBC sudah baik secara keseluruhan (100%), namun petugas yang memiliki tugas rangkap sebanyak 27 orang (84,4%). Pada kader TBC menunjukkan bahwa berdasarkan variabel pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan dana sudah baik 100%, namun kader yang memiliki motivasi kurang dalam melakukan tugasnya sebanyak 15 orang (53,6%) dan secara keseluruhan memiliki tugas rangkap (100%). Capaian kinerja petugas dan kader terhadap treatment coverage pada program penanggulangan tuberkulosis di kota palu dari segi pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan dana sudah baik. Namun masih ada kader yang memiliki motivasi kurang dalammelaksanakan tugas serta tugas rangkap yang diberikan kepada petugas dan kader yang dapat mempengaruhi ketercapaian treatment coverage
Market Proximity, Income, and Home Gardening: Investigating Determinants of Household Food Security for Young Children in Samarinda City Ginting, Riska Mayang Saputri; Reski, Sepsina; Megasari, Anitatia Ratna; Fikri, Mohammad
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 1 (2025): VOLUME 16 NO.1 TAHUN 2025
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v16i1.2045

Abstract

Food insecurity remains a significant public health issue, especially among infants and young children. This study aimed to identify the determinants of food security among 6-23-month-old infants in Mangkupalas, Samarinda, Indonesia. A cross-sectional study was conducted among 137 households with infants aged 6-23 months in Puskesmas Mangkupalas area. The study used consecutive sampling in 3 villages namely tenun, mesjid and mangkupalas. Quantitative data were collected using a structured questionnaire and analyzed using spearman rank correlation test.A total of 73.7% of households locatednear markets were food secure compared to 52.5% of those far from markets, and this distance was statistically associated with household food security(p = 0.019, r = -0.201). Household income showed a significant positive association with food security (p = 0.008, r = 0.226), where 76.7% of households earning ≥3,500,000 IDR/month were food secure compared to only 52.2% among those earning ≤1,500,000 IDR/month. Interestingly, home gardening, which theoretically influences food security, was not found to have a significant association(p = 0.884, r = 0.017).The findings indicate that in urban areas, where food access heavily depends on purchasing power and proximity to food sources, household food security is shaped more by economic stability and market access than by subsistence practices like home gardening. Limited land availability and a narrow variety of cultivated crops may constrain the effectiveness of home gardening in contributing to nutritional adequacy.
The Paradox of Character Education: Scouting as a Means of Covert Militarization in Indonesian Schools Fikri, Mohammad
Faiyadhah | Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2025): Faiyadhah
Publisher : Yapilin Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64344/fydh.v1i2.55

Abstract

Scouting activities in Indonesian secondary schools are formally framed as instruments of character formation through discipline, responsibility, and obedience. Field observations, however, reveal that routines such as marching drills, uniform inspections, and behavioral standardization foster hidden militarization embedded within the hidden curriculum, shaping school culture and pedagogical relationships. Adopting a qualitative case study design, the research involved eight secondary schools in East Java, employing in-depth interviews, participatory observations, and policy document analysis, followed by Miles, Huberman, and Saldaña's interactive analytic model. Findings demonstrate that scouting successfully cultivates orderliness and procedural discipline yet simultaneously constructs a compliance habit that constrains dialogic spaces and suppresses student voice. These disciplinary norms permeate classroom practices, reinforcing hierarchical teacher-student relationships and exposing a paradox between the goals of character education and the Merdeka Belajar policy, which promotes creativity and participatory learning. Theoretically, the research enriches studies on the hidden curriculum by operationalizing soft militarization within Indonesian secondary education. Practically, it proposes strategies for dialogic discipline to balance procedural order with academic freedom, enabling scouting-based character education to foster learners who are not only compliant but also critical, creative, and actively engaged.
Kerentanan kesehatan penyintas bencana terhadap perubahan iklim Fikri, Mohammad; Firmansyah, Firmansyah; Krisnasari, Sendhy; Ashari, Muhammad Rizki; Megasari, Anitatia Ratna; Afdhal, Muhammad Ridha
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1833

Abstract

Background: Global climate change has increased the frequency and intensity of natural disasters, including in previously affected areas such as Palu City. Disaster-affected communities relocated to the Tondo Permanent Housing (Huntap) continue to face potential disaster risks. Purpose: To examine the health vulnerability of disaster survivors to the impacts of climate change in Huntap Tondo. Method: . A qualitative approach with a case study design was employed, and data were collected through in-depth interviews using the snowball sampling technique. Data analysis was conducted using content analysis supported by NVIVO 12 software. Data validity was ensured through source triangulation and peer debriefing. Results: Communities still face the potential for disasters such as mudflows, strong winds, and the risk of landslides, which impact access to clean water and environmental conditions. Infrastructure, such as drainage, is deemed inadequate, while building structures raise doubts about their durability. However, mitigating behaviors such as community service and social adjustment are emerging within the community. Conclusion: Although residents have been relocated to permanent housing, they remain vulnerable to the impacts of climate change and require strengthened mitigation systems and supporting infrastructure   Keywords: Climate Change; Survivor; Susceptibility.   Pendahuluan: Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam, termasuk di wilayah yang telah terdampak sebelumnya seperti Kota Palu. Masyarakat penyintas bencana yang direlokasi ke Hunian Tetap (Huntap) Tondo masih menghadapi potensi risiko bencana. Tujuan: Untuk mengkaji kerentanan kesehatan masyarakat penyintas terhadap dampak perubahan iklim di Huntap Tondo. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) menggunakan aplikasi NVIVO 12. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan peer debriefing Hasil: Masyarakat masih menghadapi potensi bencana seperti banjir lumpur, angin kencang, dan risiko tanah longsor yang memengaruhi akses terhadap air bersih dan kondisi lingkungan. Infrastruktur seperti drainase dinilai belum memadai, sementara struktur bangunan menimbulkan keraguan terhadap ketahanannya. Meski demikian, terdapat perilaku mitigatif seperti kerja bakti dan penyesuaian sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat Simpulan: Meskipun telah direlokasi ke hunian tetap, masyarakat masih mengalami kerentanan terhadap dampak perubahan iklim dan perlu penguatan sistem mitigasi serta infrastruktur pendukung.   Kata Kunci : Kerentanan; Penyintas; Perubahan Iklim.
Perencanaan program ibu care posyandu turry melalui peer support group Ramadani, Nurul Ma'rifa; Makmur, Nindha Aulia; Faradiana, Dwi Nur; Gustia, Wanda; Anggraeni, Diva Nabilah; Rahmayanti, Desy Anugerah; Rahayu, Agustin Putri; Permana, Lies; Rohmah, Nur; Nurrachmawati, Annisa; Feriyanti, Alma; Fikri, Mohammad
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1911

Abstract

Background: Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health service that plays a crucial role in improving maternal and child health. However, at Posyandu Turry, there is still a lack of understanding and participation from mothers, which impacts the effectiveness of Posyandu services. Purpose: To identify problems at Posyandu Turry, prioritize problems using ultrasound methods, and plan an empowerment program that can increase community knowledge and participation in Posyandu activities on an ongoing basis. Method: This study identified problems at the Turry Integrated Health Post (Posyandu), determined priorities using the USG method, and developed an empowerment program using a qualitative case study approach and Participatory Action Research (PAR). Data were collected through interviews, focus group discussions (FGDs), observations, and document analysis. Results: The FGDs revealed that low community knowledge about the importance of Posyandu was the highest-scoring problem. This was due to limited access to information and a lack of engaging educational materials. Based on these findings, the "Ibu Care Posyandu" empowerment program was formulated to increase community knowledge and engagement through easier-to-understand education and consistent information delivery. Conclusions: Low community knowledge, minimal participation by mothers of toddlers, and limited skills of cadres contributed to the low effectiveness of the Turry Integrated Health Post (Posyandu) service. Through case studies and Participatory Action Research (PAR), these problems were collaboratively addressed through the development of a peer-support-based "Ibu Care Posyandu" program to increase community knowledge and engagement.   Keywords: Community Empowerment; Health Education; Maternal Health; Participation; Posyandu.   Pendahuluan: Posyandu adalah layanan kesehatan yang didasarkan pada komunitas dan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Namun di Posyandu Turry masih terdapat rendahnya pemahaman dan partisipasi dari ibu-ibu yang berdampak pada efektivitas pelayanan posyandu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi permasalahan di Posyandu Turry, menetapkan prioritas masalah menggunakan metode USG, serta merencanakan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu secara berkelanjutan. Metode: Penelitian ini mengidentifikasi masalah di Posyandu Turry, menentukan prioritas dengan metode USG, dan menyusun program pemberdayaan melalui pendekatan kualitatif studi kasus, serta Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, observasi, dan dokumen. Hasil: FGD menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya posyandu menjadi masalah dengan skor tertinggi. Faktor penyebabnya adalah kurangnya akses informasi dan minimnya materi edukasi yang menarik. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan program pemberdayaan “Ibu Care Posyandu” untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat melalui edukasi yang lebih mudah dipahami dan penyampaian informasi yang konsisten. Simpulan: Rendahnya pengetahuan masyarakat, minimnya partisipasi ibu balita, dan keterbatasan keterampilan kader menyebabkan rendahnya efektivitas pelayanan Posyandu Turry. Melalui studi kasus dan Participatory Action Research (PAR), masalah tersebut diatasi secara kolaboratif melalui pengembangan program “Ibu Care Posyandu” berbasis dukungan sebaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat.   Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Kesehatan Ibu; Partisipasi; Pemberdayaan Masyarakat; Posyandu.
Penyadaran Masalah dan Perencanaan Program dalam Peningkatan Layanan Operasional Posyandu Lansia Seroja Samarinda Abdania, Hazizah Tausia; Wulandari, Putri Fauziah; Pratama, Rangga Aditya; Adellia, Yerita; Saputri, Anisatia; Mutawakkiliin, Syifa’ul Alif; Permana, Lies; Nurrachmawati, Annisa; Fikri, Mohammad; Rohmah, Nur; Rahayu, Agustin Putri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3238

Abstract

Pelayanan Posyandu Lansia Seroja di Loa Bakung menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kemampuan komunikasi efektif kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada lansia. Temuan social mapping menunjukkan bahwa para lansia tinggal di lingkungan permukiman yang padat dengan tingkat pemahaman kesehatan yang masih terbatas, serta memiliki kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini menuntut penyampaian informasi kesehatan yang jelas dan menenangkan, namun kemampuan komunikasi kader yang belum optimal sering menimbulkan kekhawatiran pada lansia sehingga pemahaman mereka tidak berkembang dengan baik. Stakeholder mapping juga menggambarkan belum tersusunnya alur koordinasi yang menyeluruh antara kader, Puskesmas Loa Bakung, Klinik Bunga Bakung, Kelurahan Loa Bakung, dan Kecamatan Sungai Kunjang. Ketidakterhubungan struktur ini membuat kegiatan penyuluhan berjalan tanpa dukungan teknis yang memadai. Melalui analisis situasi, pemetaan masalah, dan penentuan prioritas menggunakan metode USG, kemampuan komunikasi kader teridentifikasi sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Perencanaan program kemudian difokuskan pada upaya pemberdayaan kader agar mampu berkomunikasi secara empatik, jelas, dan sesuai konteks sosial masyarakat. Perencanaan ini memberikan dasar strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu Lansia melalui penguatan kapasitas kader dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih efektif dan mudah dipahami.
Pendampingan Kader Posyandu dalam Analisis Kebutuhan dan Penyusunan Perencanaan Program Pelita Kemuning di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda Herawan, Dea Aurela; Anwar, Alyssa Putri; Papu, Theresa Rebecca; Harun, Siti Fadilah; Anggraini, Alfina Dwi; Ramadhantya, Fazira Shinaia; Fikri, Mohammad; Rahayu, Agustin Putri; Feriyanti , Alma; Rohmah, Nur; Permana, Lies; Nurrachmawati, Annisa
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3299

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda. Permasalahan yang dihadapi kader selama ini adalah rendahnya keterampilan dalam melakukan pengukuran, pencatatan, serta interpretasi hasil antropometri, sehingga diperlukan pendampingan teknis yang lebih terstruktur. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam penggunaan media edukasi gizi melalui penyusunan dan pemanfaatan buku saku panduan antropometri. Mitra dalam kegiatan ini adalah 15 kader posyandu aktif dengan total sasaran sekitar 30 balita binaan yang rutin memanfaatkan layanan posyandu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk mengidentifikasi prioritas masalah, dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan intensif terkait penggunaan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu memahami dan menggunakan buku saku sebagai panduan edukasi gizi maupun sebagai acuan standar dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Selain itu, masyarakat memberikan respons positif karena buku saku dinilai membantu penyampaian informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Rencana tindak lanjut yang disusun meliputi revisi dan pencetakan ulang buku saku oleh kader, pelatihan lanjutan bagi kader baru maupun yang membutuhkan penguatan kompetensi, serta evaluasi dampak program setelah enam bulan bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.
Mental Health Determinants And Risk Behaviors of High School Students Agustini, Rina Tri; Nurrachmawati, Annisa; Rohmah, Nur; Permana, Lies; Feriyanti, Alma; Rahayu, Agustin Putri; Fikri, Mohammad
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.1-7

Abstract

Background: According to the Basic Health Research Survey (Riskesdas), the prevalence of depression in the population aged 15–24 years is 6.2%. Adolescents are prone to a variety of risky behaviors, such as drug abuse, unsafe sexual behaviors, and unhealthy diets. Objective: The purpose of this study was to analyze risky behaviors related to mental health determinants in high school students. Methods: This cross-sectional study was conducted in North Balikpapan, Samboja, and Sepaku Districts, which serve as buffer zones of the National Capital, particularly at SMAN 9 Balikpapan (n=248), SMAN 2 Samboja (n=110), and SMAN 3 Penajam Paser Utara (n=28), during October–November 2024. The dependent variables measured were health risk behaviors, and the independent variables were determinants of mental health. A multivariate analysis was performed using a binary logistic regression test. Results: Family mental health status was found to increase the likelihood of smoking behavior by 2.282 times (p=0.005). Meanwhile, psychological pressure on students increased the likelihood of excessive time spent staring at a gadget screen by 2.126 times (p=0.018). Additionally, family mental health status had a protective effect against low physical activity in students (p=0.010, OR=0.198). Conclusion: Psychological distress and family mental health significantly influence adolescent risk behaviors. Further research is needed to explore the physiological aspects of stress and the impact of family mental health on risky behaviors in adolescents.