Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

PESONA PAKAIAN ADAT SUKU ROTE NUSA TENGGARA TIMUR Najmi Nihayah; Nazwa Aulia Rahamah; Revly Haiqal Bais; Ahmad Zumaekal; Syairul Bahar; Farkhan Abdurochim Alfarauq
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i11.8725

Abstract

Abstrak Bagi masyarakat bangsawan, kain tenun dengan motif tertentu digunakan sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan, sementara rakyat biasa mengenakan kain dengan desain yang lebih sederhana. Pakaian adat ini juga memainkan peran penting dalam upacara adat, seperti pernikahan, kelahiran, kematian, serta ritual keagamaan. Di era modern, pakaian adat NTT tetap relevan, tidak hanya sebagai warisan budaya tetapi juga sebagai produk ekonomi kreatif yang mendukung pemberdayaan perempuan dan pelestarian tradisi lokal. Pakaian adat merupakan kostum yang mengekspresikan identitas, yang biasanya dikaitkan dengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Di NTT juga terdapat beberapa suku. Dimana masing-masing suku memiliki kekhasan dan keunikan pakaian adat. Salah satu suku yang mendiami NTT adalah suku Rote. Pakaian adat suku Rote memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Kata Kunci: suku rote, kain tenun, pakaian adat Abstract For noble people, woven cloth with certain motifs was used as a symbol of power and honor, while ordinary people wore cloth with simpler designs. This traditional clothing also plays an important role in traditional ceremonies, such as weddings, births, deaths, and religious rituals. In the modern era, NTT traditional clothing remains relevant, not only as cultural heritage but also as a creative economic product that supports women's empowerment and the preservation of local traditions. Traditional clothing is a costume that expresses identity, which is usually associated with a geographic region or time period in history. In NTT there are also several tribes. Where each tribe has its own characteristics and unique traditional clothing. One of the tribes that inhabit NTT is the Rote tribe. The traditional clothing of the Rote tribe has its own characteristics and uniqueness. Keywords: suku rote, kain tenun, pakaian adat
Co-Authors Abrar, Fany Ramadhanty Afif, Salwa Fadiah Ahmad Abrori, Ahmad Ahmad Zumaekal Ainun Nisa Rosiana Ajengningtyas, Azwa Alipia Indriyani Alya Hanifah Andriani Andri Noor Ardiansyah, Andri Noor Ariena Millatie Azzahra Putri Syahbani Budi Sulistiono Canggih Tri Satria Dian Cahya Anbiya Dimas Tri Purtanto Dinda Nur Azizah Divani Truna Wijayanti Dzaki Abiansyah Putra Eva Nurharyati Fachry Abda El Rahman Fadilah, Dwi Diah Fadyah Nurfadriza Fayadh, Ahmad Tsaqif Al Fitria Difa Nuzula Fuad Mudzakir Hafbi, Najwa Hasan, Faqihah Putri Indah Listiana Indri Dwi Lestari Ishaq, Rusli Isnaini Putri Az-Zahra Kamal Aminullah Kamila, Afina Khairunnisa Khairunnisa Khosyi Aini Ahmad Lula Najwa Kamila Lutfiah Rustianti M. Taufik Aulia Rahman Meicca Javanisa Utami Muhamad Arif Muhammad Alffan Muhammad Aprizal Muhammad Brilian Setyaditama Muhammad Fadil Muhammad Fattan Fachrezy Muhammad Rizki As Sidiq Muhammad Rizki Fadhilah Muhammad Sidik Mutiara Cinta Mutiara Cinta4, Naila Azzahra Naila Fadlia Najmi Nihayah Nandayana, Yasmin Nazwa Aulia Rahamah Nazwa Rizky Adilla Nida Siyadati Nooraniyah Karima Afifah Nova Eliza Bachri Nurazizah Nurazizah Nurjanah, Arum Pratama Ilham Abduh Putra Putri, Rida Perdana Rabella Azzahra Ramadani, Reza Ramadhanish, Rekhael Ramda, Rimaysa Revly Haiqal Bais Sabrina Fidzah Kahlaa Salsa Noviandani Salwa Al Qorni Salwa Amanda Syakib Sandy Al Fauzan, Muhammad Hafizh Shifa Fauziah Sulis Nur Adyanti Syahirul Bahar Syahnia Dwi Arianti Syairul Bahar Syaripulloh Syaripulloh Syaripulloh Syifa Almanda Ru’yat Tanggok, Ikhsan Zahra, Aliya Mumtaz Zaimudin Zayid Zidane Aulia Zulfa Nadin Azzahra