Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI METODE KARTOMETRIK UNTUK PEMETAAN PENEGASAN BATAS KELURAHAN ANGGOEYA DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kasmiati, Sitti; Hadini, La Ode; Amaluddin, La Ode; Surdin, Surdin; Saudi, Fitriyani; Nurhasanah, Nurhasanah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37244

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik di berbagai tingkatan dari pusat hingga kelurahan harus didukung oleh data yang baik, termasuk juga data batas kelurahan sebagai acuan melakukan perencanaan pembangunan dan mencegah terjadinya perselisihan akibat masalah perbatasan. PKM ini bertujuan: Memberikan pemahaman aparat kelurahan mengenai Permendagri No. 45 Tahun 2016 terkait metode kartometrik untuk penegasan batas desa (kelurahan); Meningkatkan pemahaman bagi aparat kelurahan terkait penegasan batas kelurahan dalam mencegah konflik batas wilayah, serta Mendorong aparat kelurahan melakukan langkah kerja nyata dalam pemetaan penegasan batas kelurahan.PKM dilaksanakan dengan metode Focus Group Discussion melalui teknik berupa ceramah dan tanya jawab mengenai metode kartometrik untuk penegasan batas kelurahan dan permasalahan batas kelurahan, serta evaluasi keberhasilan program PKM. Hasil dari PKM menunjukkan: Aparat kelurahan memahami amanat Permendagri (2016) untuk menggunakan metode kartometrik dalam rangka pemetaan penegasan batas kelurahan; Peningkatan pengetahuan dan kesadaran aparat kelurahan terkait pentingnya pemetaan penegasan batas kelurahan untuk mencegah konfik perbatasan; serta Timbulnya kesadaran aparat kelurahan melakukan langkah kerja nyata dalam rangka pemetaan penegasan batas kelurahan sesuai Permendagri (2016).
Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Wirnayanti, Wa Ode; Amaluddin, La Ode; Ati, Amniar
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v11i1.741

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum is an adaptation process of the 2013 Curriculum that provides teachers with greater freedom to deliver learning materials creatively and enjoyably, in accordance with students' interests and talents. This study aims to determine the level of teacher readiness in implementing the Merdeka Curriculum at Senior High School 02 Baubau. The research method used is descriptive with a quantitative approach. The results show that of the 12 aspects of readiness analyzed, there are 10 aspects that are in the ready category, namely the design of the Learning Objective Flow, learning and assessment planning, the use and development of teaching tools, the planning and implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), the application of student-centered learning, the integration of assessment with learning, learning according to the student's achievement stage, collaboration between teachers in curriculum development and learning, and the implementation of curriculum reflection and evaluation. Meanwhile, two other aspects are in the developing category, namely collaboration with students' parents and community involvement. Overall, the main obstacle felt by teachers in implementing the Merdeka Curriculum is the limited training received. The implications of this research emphasize the importance of strengthening teacher training and multi-stakeholder collaboration to support the successful implementation of the Merdeka Curriculum.