Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DI KELAS XI1 SMA NEGERI 1 LAKUDO Fahrun, Fahrun; Amaluddin, La Ode; Nursalam, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v6i1.16483

Abstract

SMAN 1 Lakudo adalah salah satu sekolah di Kabupaten Buton Tengah yang menjadi objek peneliti karena hasil belajarnya masih rendah. Hal ini dikarenakan hanya 54% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk menentukan aktivitas belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Solving, (2) untuk menentukan aktivitas mengajar guru dalam menerapkan model pembelajaran Problem Solving, (3) untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI1 SMA Negeri 1 Lakudo yang terdaftar pada semester ganjil tahun ajaran 2019 yang berjumlah 23 siswa. Data penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Dalam penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut: (1) aktivitas belajar IPS-Geografi siswa kelas XI1 SMA Negeri 1 Lakudo yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Problem Solving pada setiap siklus terjadi peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 2,7 berada pada kategori cukup, dan meningkat pada siklus II sebesar 3,1 berada pada kategori baik; (2) aktivitas guru dengan menerapkan model pembelajaran Problem Solving pada setiap siklus terjadi peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata aktivitas guru pada siklus I sebesar 2,7 berada pada kategori cukup, dan meningkat pada siklus II sebesar 3,2 berada pada kategori baik; (3) deskripsi hasil belajar siswa kelas XI1 SMA Negeri 1 Lakudo pada siklus I menunjukkan bahwa nilai maksimum yang diperoleh siswa adalah 78,6 dan nilai minimum sebesar 28,6 dengan nilai rata-rata 63,2, sedangkan hasil deskripsi hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan bahwa nilai maksimum yang diperoleh siswa adalah 85,7 dan nilai minimum sebesar 60,7 dengan nilai rata-rata 77,2; (3) peningkatan hasil belajar siswa kelas XI1 SMA Negeri 1 Lakudo dengan menerapkan model pembelajaran Problem Solving adalah sebesar 14. Kesimpulan penelitian ini adalah model Problem Solving dapat menigkatkan hasil belajar peserta didik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA Moita, Cucun Niswanti; Amaluddin, La Ode; Nursalam, La Ode; Musyawarah, Rahma
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16666

Abstract

SMAN 1 Tirawuta merupakan salah satu sekolah di Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur yang menjadi objek penelitian peneliti karena kurangnya motivasi dan antusias siswa dalam belajar sehingga hasil belajar geografi siswa masih rendah di bawah kriteria ketuntasan minimal dengan nilai ≥75. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa, aktivitas mengajar guru, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS1 SMAN 1 Tirawuta yang berjumlah 22 orang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI IPS1 SMAN 1 Tirawuta. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Gambaran aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model discovery learning pada setiap siklus meningkat, ditunjukkan dengan skor rata-rata 2,5 dengan kategori cukup pada siklus I dan meningkat pada siklus II dengan skor rata-rata 3,2 dengan kategori baik; 2) Gambaran aktivitas mengajar guru dengan menerapkan model discovery learning pada setiap siklus meningkat, hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata 2,7 pada siklus I dengan kategori cukup, meningkat pada siklus II dengan skor rata-rata 3,2 dengan kategori baik; 3) Hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS1 SMAN 1 Tirawuta meningkat, dimana pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 55% atau 12 siswa memperoleh nilai ≥75 sesuai KKM dan pada siklus II meningkat menjadi 82% atau 18 orang memperoleh nilai ≥75 sesuai KKM mata pelajaran geografi.
DESKRIPSI KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI JAGUNG DI DESA KOLOWA KABUPATEN BUTON TENGAH Roni, La; Amaluddin, La Ode; Nursalam, La Ode; Ati, Amniar
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16672

Abstract

Desa Kolowa merupakan salah satu desa di kecamatan Gu kabupaten Buton Tengah dimana kebanyakan penduduknya bermata pencaharian sebagai petani jagung. Akan tetapi penghasilan dari usaha tani sangat minim sehingga para petani harus mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kondisi sosial masyarakat petani Jagung di Desa Kolowa dan (2) mendeskripsikan kondisi ekonomi masyarakat petani Jagung di Desa Kolowa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistic deskriptif, dimana data yang telah terkumpul kemudian di deskripsikan dengan menggunakan tabel dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui (1) Kondisi sosial: kelompok umur petani jagung di desa Kolowa di dominasi oleh kelopok umur 46-50 tahun dengan persentase sebanyak 33,3%, umur 51-55 tahun sebanyak 26,6%, kemudian umur 41-45 tahun sebanyak 23,3%, umur 36-40 sebanyak 6,6% dan terakhir umur 30-35 tahun dengan persentase 10%. Pendidikan formal petani jagung sebagian besar hanya sampai tingkat sekolah dasar dengan persentase 46,6%, tingkat penddikan SLTP sebanyak 16,6%, yang mencapai tingkat pendidikan SLTA sebanyak 6,6% serta yang tidak sekolah sebanyak 30%. (2) Kondisi ekonomi: sektor pertanian bukanlah satu-satunya sumber penghasilan petani untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, melainkan juga ditambah dengan pekerjaan lain di luar usaha tani. Petani jagung di desa Kolowa rata-rata memiliki penghasilan perbulan Rp. 1.500.000 – 2.000.000 sebanyak 40%, petani dengan penghasilan Rp.1.000.000-1.500.000 sebanyak 36,6%, petani dengan penghasilan ≤Rp.1.000.000 sebanyak 10%, sementara itu petani dengan penghasilan ≥Rp.2.000.000 sebanyak 13,3%.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LERNING Widasmara, Ananda; Amaluddin, La Ode; Nursalam, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v5i2.13581

Abstract

SMA Negeri 08 Bombana adalah salah satu sekolah di Kecamatan Kabaena Tengah yang menjadi objek penelitian karena hasil belajar geografinya yang masih terbilang rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 08 Bombana yang di ajar melalui penggunaan pembelajaran discoverypada pokok materi jagat raya dan tata surya; 2) untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru di kelas X SMA Negeri 08 bombana yang di ajar dengan menerapkan model discovery pada pokok materi jagat raya dan tata surya. 3) Untuk menentukan peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 08 Bombana melalui penggunaan pembelajaran discovery pada pokok materi jagat raya dan tata surya. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa: 1) Gambaran aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model discovery pada setiap siklus cenderung meningkat. Hal ini ditunjukkan denganskor rata-rata pada setiap siklus, dimana pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa adalah 2,1 berada pada kategori cukup, meningkat pada siklus II menjadi 3,8 berada pada kategori baik; 2) Gambaran aktivitas mengajar guru dengan menerapkan model pembelajaran discovery pada setiap siklus cenderung meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata pada setiap siklus, dimana pada siklus I skor rata-rata aktivitas guru adalah 2,4 yang termasuk kategori cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 3,8 yang berkategori baik. 3) Hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 08 Bombana meningkat setelah menerapkan model discovery padapokok materi jagat raya dan tata surya. Dimana pada siklus I yaitu diperoleh nilai terendah 65, nilai tertinggi 90, nilai rata-rata 80 dan ketuntasan belajar sebesar 75% yang mencapai KKM atau dari 16 siswa hanya 12siswa yang memperoleh nilai ≥ 75. Pada siklus II diperoleh nilai terendah 80, nilai tertinggi 100 nilai rata-rata adalah 91 dan ketuntasan belajar pada siklus II mengalami peningkatan yaitu dari 16 orang siswa, semuanya memperoleh nilai ≥ 75, dengan persentase ketuntasan hasil belajar adalah 100%. 
HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X IIS SMA NEGERI 1 PURIALA Femita, Femita; Surdin, Surdin; Amaluddin, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16667

Abstract

Masalah kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Puriala yang peneliti amati dilihat dari siswa yang sering terlambat datang ke sekolah dan tidak mengumpulkan tugas tepat waktu,kurang memperhatikan guru ketika sedang menjelaskan dan sering keluar masuk kelas ketika ada guru di dalam ruangan,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara disiplin belajar dengan hasil belajar geografi pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 1 Puriala. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif korelasional yakni penelitian yang dimaksud bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh antara dua atau beberapa variabel tanpa ada upaya untuk mengetahui variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel.Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas X IIS yang berjumlah 30 orang, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial dan uji korelasi sederhana ,Hasil penelitian diperoleh F hitung sebesar 5,976 dan F tabel sebesar 4.20. pada kedua perhitungan Fhitung ≥ Ftabel menunjukan bahwa antara kdisiplinan dengan hasil belajar memiliki suatu hubungan yang dapat mempengaruhi satu sama lain.Sedangkan nilai koefisien korelasi di peroleh T hitung sebesar 0,751 dan koefisien korelasi T tabel sebesar 0,61 sehingga ada korelasi yang kuat antara disiplin belajar dan hasil belajar siswa.Adapun hubungan kedua variabel tersebut berupa positif dan signifikan. Hubungan tersebut berjalan secara berbanding lurus, artinya apabila siswa memiliki sikap disiplin yang termaksud dalam kategori tinggi, maka akan memperoleh hasil belajar yang optimal. Sebaliknya, apabila sikap disiplin siswa termasuk dalam kategori rendah maka hasil belajar yang diperoleh rendah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SEBARAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM Tusadiah, Rani Nurhalima; Surdin, Surdin; Amaluddin, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v6i1.16485

Abstract

SMA Negeri 8 Kendari merupakan salah satu sekolah di Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, kota Kendari yang menjadi objek penelitian peneliti karena kurangnya motivasi dan antusias siswa dalam belajar sehingga hasil belajar siswa masih rendah yaitu di bawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan oleh sekolah dengan nilai ≥ 70. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa, aktivitas mengajar guru, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS1SMA Negeri 8 Kendari dengan penerapan model problem based learning (PBL) pada materi sebaran dan pengelolaan sumber daya alam. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Kendari. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Gambaran aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model problem based learning (PBL) pada setiap siklus meningkat dengan skor rata-rata 3,3 dengan kategori baik; 2) Gambaran aktivitas mengajar guru dengan menerapkan model problem based learning (PBL) pada setiap siklus meningkat, dengan skor rata-rata 3,4  dengan kategori baik; 3) Hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Kendari meningkat, dengan  nilai rata-rata 82 dan persentase ketuntasan belajar 84% atau 25 siswa dengan nilai ≥ 70 sesuai kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran geografi. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASSED LEARNING (PjBL) PADA MATERI PROSES PEMBENTUKAN TANAH Ihlas, Ihlas; Kasmiati, Sitti; Amaluddin, La Ode; Andrias, Andrias
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16669

Abstract

SMA Negeri 1 Wadaga adalah salah satu sekolah di Desa Lailangga Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi objek penelitian peneliti karena hasil belajarnya yang masih rendah, hal ini disebabkan hanya 57% yang memenuhi KKM. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas  X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Project Bassed Learning pada materi pokok Proses Pembentukan Tanah; (2) Untuk mendeskripsikan aktivitas guru kelas  X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga yang mengajar menggunakan model pembelajaran Project Bassed Learning pada materi pokok Proses Pembentukan Tanah; (3) Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas  X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Project Bassed Learning pada materi pokok Proses Pembentukan Tanah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah dilaksanakan dengan dua siklus. Subjek Penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IIS1 SMAN 1 Wadaga, dengan jumlah siswa yaitu 21 orang siswa yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswi perempuan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model Project Bassed Learning pada materi Proses Pembentukan Tanah tiap siklusnya meningkat; (2) Aktivitas mengajar guru  kelas X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga dengan menggunakan model Project Bassed Learning pada materi Proses Pembentukan Tanah tiap siklusnya meningkat; (3) Hasil belajar geografi siswa kelas X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga meningkat setelah menerapkan model Project Bassed Learning pada materi Proses Pembentukan Tanah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA MATERI BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN Alifuddin, Andi; Harudu, La; Amaluddin, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v6i1.16478

Abstract

SMA 12 Bombana merupakan salah satu SMA yang hasil belajarnya masih tergolong rendah dimana hanya sekitar 40% siswa yang mencapai KKM. Tujuan penelitian untuk: (1) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana yang diajar dengan mengunakan media pembelajaran Audio visual pada materi pokok Bumi Sebagai Ruang Kehidupan; (2) Untuk mendeskripsikan aktivitas guru kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana yang diajar dengan mengunakan media pembelajaran Audio visual pada materi pokok bumi sebagai ruang kehidupan; (3) Untuk mengetahui hasil pembelajaran geografi siswa kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana dengan mengunakan media pembelajaran Audio visual pada materi pokok bumi sebagai ruang kehidupan. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMA 12 Bombana. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas X IIS1 berjumlah 20 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan lembar observasi dan tes hasil belajar siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa dengan menerapkan audio visual pada setiap siklus cenderung meningkat. Hal ini ditunjukan dengan skor rata-rata pada setiap siklusnya. Pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa adalah 2,6 dikategorikan cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 3,2 yang berkategori baik; (2) Aktivitas mengajar guru dengan menerapkan model audio visual pada setiap siklus cenderung meningkat. Hal ini ditunjukan dengan skor rata-rata pada setiap siklusnya. Pada siklus I skor rata-rata mengajar guru adalah 2,8 dikategorikan cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 3,5 yang berkategori baik; (3) Hasil belajar geografi siswa kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana meningkat sebesar 20% setelah menerapkan media pembelajaran audio visual pada materi siklus bumi sebagai ruang kehidupan. Dimana pada siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 65%, dan pada siklus II berubah menjadi 85%.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) Astria, Nina; Amaluddin, La Ode; Nursalam, La Ode; Andrias, Andrias
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16670

Abstract

SMA Negeri 1 Kusambi adalah salah satu sekolah di Kelurahan Konawe Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi objek penelitian peneliti karena hasil belajarnya yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa SMA Negeri 1 Kusambi menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI); (2) untuk mengetahui aktivitas mengajar guru kelas IPS1 SMA Negeri 1 Kusambi dengan menggunakan model pembelajaran group investigation (GI); (3)  untuk meningkatkan  hasil belajar geografi kelas XI Ips 1 SMA Negeri 1 Kusambi menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI). Jenis Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kusambi yang terdaftar pada semester genap  tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru, sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa menggunakan lembar tes siklus dalam bentuk esay. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada setiap siklusnya mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata pada setiap siklus, dimana siklus I skor rata-rata aktivitas belajar siswa 2,7 yang termasuk kategori cukup meningkat pada siklus II menjadi 3,5 yang termasuk pada kategori baik; (2) Aktivitas mengajar guru menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada setiap siklusnya mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata pada setiap siklus, dimana siklus I skor rata-rata aktivitas guru 2,7 yang termasuk kategori cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 5,1 pada kategori baik; (3) Hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Kusambi mengalami peningkatan pada siklus I dengan ketuntasan belajar sebesar 67% yang mencapai KKM sebesar 89% memperoleh nilai ≥ 75 pada siklus II.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Jumaniar, Jumaniar; Harudu, La; Amaluddin, La Ode; Andrias, Andrias
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16671

Abstract

SMAN 1 Raha adalah salah satu sekolah di Kota Raha yang menjadi objek penelitian karena hasil belajar geografinya yang masih terbilang rendah, hal ini dikarenakan kurang lebih hanya 60% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui aktivitas belajar siswa di SMA Negeri 1 Raha yang diajar dengan menerapkan model pembelajaan berbasis masalah; 2) mengetahui aktivitas mengajar guru di SMA Negeri 1 Raha yang diajar dengan menerapkan model pembelajaan berbasis masalah; dan 3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Raha yang diajar dengan menerapkan model pembelajaan berbasis masalah. Data dalam penelitian adalah data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah belajar siswa meningkat dengan skor rata-rata 3,7 berkategoi baik, aktivitas mengajar guru meningkat dengan skor rata-rata 3,6 berkategoi baik, dan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Raha meningkat menjadi 97%  siswa  dengan nilai  ≥  72 sesuai dengan KKM yang ditentukan sekolah.