Claim Missing Document
Check
Articles

Fajar Shadiq Sebagai Penanda Awal Waktu Shalat Shubuh Reza, Akhmad Lucky; Farah, Labibah Amil; Nafi’ah, Muazarotun; Musyarrofa, Musyarrofa; Indayati, Wiwik; Solikin, Agus
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 4 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v4i2.2226

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas peran fajar shadiq sebagai penanda awal waktu salat Subuh dalam perspektif syariat dan astronomi. Berdasarkan hadis-hadis Nabi dan penjelasan ulama, fajar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fajar kadzib dan fajar shadiq. Awal waktu salat Subuh ditandai dengan munculnya fajar shadiq, yang berciri cahaya horizontal di ufuk timur, berbeda dengan fajar kadzib yang bercahaya vertikal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan fajar shadiq, seperti polusi cahaya, ketebalan atmosfer, dan kondisi cuaca. Hasil observasi di Masjid Jami’ Manyar Gresik menunjukkan bahwa tingginya tingkat polusi cahaya dan kondisi cuaca mendung menghambat visibilitas fajar shadiq, sehingga mempersulit penentuan awal waktu Subuh berdasarkan pengamatan visual. Artikel ini menegaskan pentingnya memahami karakteristik fajar dan dampak lingkungan terhadap akurasi penentuan waktu ibadah, serta perlunya pendekatan astronomi untuk mendukung ketepatan dalam praktik keagamaan. Studi ini juga memperkaya literatur tentang integrasi antara ilmu falak dan fiqh dalam menentukan waktu-waktu ibadah.Kata Kunci: Fajar Shadiq, Waktu Subuh, Polusi Cahaya, Ilmu Falak, Astronomi Islam.Abstract: This article discusses the role of fajr shadiq as the marker for the beginning of the Subuh prayer time from both Islamic law and astronomical perspectives. Based on the hadiths of the Prophet and scholarly interpretations, dawn is categorized into two types: fajr kadzib and fajr shadiq. The start of Subuh prayer is marked by the appearance of fajr shadiq, characterized by a horizontal light spreading across the eastern horizon, in contrast to the vertical light of fajr kadzib. This qualitative study employs literature review and field observation to identify factors influencing the visibility of fajr shadiq, such as light pollution, atmospheric thickness, and weather conditions. Observations conducted at Masjid Jami’ Manyar Gresik revealed that high levels of light pollution and cloudy weather significantly hindered the visibility of fajr shadiq, complicating the visual determination of Subuh prayer time. The article highlights the importance of understanding the characteristics of dawn and the environmental impacts on the accuracy of religious practices, emphasizing the need for astronomical approaches to support precise worship timings. This study also contributes to the broader literature on the integration of astronomy and Islamic jurisprudence in determining prayer times.Keywords: Fajr Shadiq, Subuh Time, Light Pollution, Islamic Astronomy, Falak Science.
Konsep dan Aplikasi Rumus Sudut Bantu Segitiga Bola dalam Penentuan Arah Kiblat Solikin, Agus; Damanhuri, Adi
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v5i1.2228

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas aplikasi rumus sudut bantu dalam segitiga bola untuk menghitung arah kiblat umat Islam. Segitiga Bola adalah segitiga yang memiliki tiga sisi dan tiga sudut, dengan setiap sisi merupakan lingkaran besar dalam bola dan setiap sudut yang ada dalam segitiga bola terbentuk dari perpotongan dua buah lingkaran besar. Selaras dengan hal itu, dalam segitiga bola dikenal pula dengan aturan cosinus dan sinus seperti segitiga bangun datar. Berangkat dari segitiga bola dan aturan cosinus serta sinus maka dapat dibuat sebuah sudut bantu yang dapat berfungsi untuk menentukan sudut atau sisi dari segitiga bola yang belum diketahui. Berdasarkan hal tersebut, maka rumusan masalah dalam makalah ini yaitu tentang aplikasi rumus sudut bantu dalam perhitungan arah kiblat, dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan grounded theory, data dikumpulkan melalui studi Pustaka. Data dikumpulkan dengan cara penelaahan dokumen-dokumen tersebut, selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan cara deskriptif analitis induktif yang menggunakan pendekatan grounded theory. Sedangkan untuk mengetahui hasil perhitungan arah kiblat digunakan kalkulator casio fx-350MS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa rumus sudut bantu segitiga bola memiliki akar rumus perhitungan dari aturan cosinus dan sinus dalam segitiga bola, dan jika diaplikasikan dalam perhitungan arah salat umat Islam maka akan memiliki bentuk rumus yang lain. Hasil menunjukkan bahwa rumus sudut bantu yang diturunkan dari aturan kosinus dan sinus segitiga bola dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat secara akurat dengan bantuan kalkulator ilmiah.Kata Kunci: Segitiga bola, Rumus Sudut Bantu, Perhitungan Arah Kiblat, Umat Islam. Abstract: This study discusses the application of the auxiliary angle formula in a spherical triangle to calculate the direction of the qibla of Muslims. A ball triangle is a triangle that has three sides and three corners, with each side being a large circle in a sphere and each corner in a spherical triangle formed from the intersection of two large circles. In line with that, in a spherical triangle it is also known as the cosine and sine rules like a flat building triangle. Departing from the spherical triangle and the rules of cosine and sine can be made an auxiliary angle that can function to determine the angle or side of an unknown spherical triangle. Based on this, the formulation of the problem in this paper is about the application of the auxiliary angle formula in the calculation of the direction of the qibla, with a qualitative descriptive method and a grounded theory approach, data is collected through a literature study. Data is collected by studying these documents, then the collected data is analyzed in an inductive analytical descriptive way using a grounded theory approach. Meanwhile, to find out the results of the calculation of the Qibla direction, a Casio FX-350MS calculator was used. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that the formula for the auxiliary angle of the spherical triangle has the root of the calculation formula of the rules of cosine and sine in a spherical triangle, and if it is applied in the calculation of the direction of prayer of Muslims, it will have another form of formula. The results show that the auxiliary angle formula derived from the cosine and sine rules of the spherical triangle can be used to accurately determine the direction of the qibla with the help of scientific calculators.Keywords: Ball triangle, Auxiliary Angle Formula, Qibla Direction Calculation, Muslims.
Eksplorasi Kewenangan Hakim Terhadap Suami yang Lalai dalam Nafkah Istri Perspektif Ibnu Qudamah Mas Amaliyatus Sholichah; Solikin, Agus; Mustofa, Imron
Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam Volume 5, No, 1 Juli 2025, Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam (JRHKI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrhki.v5i1.6396

Abstract

Abstrak. Kelalaian suami dalam memenuhi kewajiban nafkah terhadap istri merupakan salah satu penyebab utama konflik dalam rumah tangga. Dalam konteks pernikahan Islam, nafkah bukan sekadar kewajiban moral, melainkan juga tanggung jawab hukum yang memiliki dampak luas terhadap kesejahteraan dan keharmonisan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsekuensi hukum dan moral yang dapat ditanggung oleh suami yang lalai memberi nafkah, serta mengeksplorasi kewenangan hakim dalam menangani kasus tersebut, dengan merujuk pada pandangan Ibnu Qudamah sebagai kerangka teoritik utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur klasik dan referensi kontemporer yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelalaian suami dalam memberikan nafkah tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar istri, tetapi juga dapat menimbulkan ketegangan emosional, ketidakpuasan dalam pernikahan, dan bahkan memicu perceraian. Dalam perspektif Ibnu Qudamah, hakim memiliki kewenangan untuk memerintahkan pemenuhan nafkah dan menyita harta suami guna menjamin hak-hak istri, serta diberi batasan terhadap haknya jika lalai menjalankan tanggung jawab. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kesadaran suami terhadap kewajiban nafkah sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas rumah tangga dan mencegah konflik berkepanjangan. Abstract. A husband's negligence in fulfilling his obligation to provide for his wife is one of the main causes of conflict within the household. In the context of Islamic marriage, providing financial support is not merely a moral obligation but also a legal responsibility with far-reaching implications for the welfare and harmony of the family. This study aims to examine the legal and moral consequences faced by husbands who neglect this duty, while also exploring the authority of judges in addressing such cases, with reference to the perspective of Ibn Qudamah as the primary theoretical framework. This research employs a qualitative method with a library research approach, analyzing classical literature and relevant contemporary references. The analysis reveals that negligence in providing for one’s wife not only affects the fulfillment of her basic needs but also leads to emotional tension, marital dissatisfaction, and even divorce. According to Ibn Qudamah, judges have the authority to order the fulfillment of the wife's rights and to confiscate the husband's assets to ensure her well-being, while also limiting the husband's legal standing if he fails to uphold his responsibilities. This study highlights the importance of raising awareness among husbands regarding their financial obligations as a preventive measure to maintain household stability and avoid prolonged domestic conflict.
IMPLEMENTASI UJI MANN-WHITNEY DALAM EVALUASI PRESTASI HASIL BELAJAR DALAM KEGIATAN PELATIHAN SAILS-UINSA DI FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UINSA Damanhuri, Adi; Solikin, Agus
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v23i1.12571

Abstract

Tujuan penelitian dalam paper ini adalah mengukur prestasi hasil belajar dalam kegiatan pelatihan SAILS-UINSA di Fakultas syariah dan Hukum dengan menggunakan Man-Whitney. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis secara diskriptif dan menggunakan mann-whitney. Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang telah dikumpulkan, diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan SAILS-UINSA di Fakultas Syariah dan UINSA secara diskripsi memberikan kenaikan rata-rata hassil prestasi belajar antara sebelum dan sesudah pelatihan yaitu sebesar 1,14, dengan peserta yang mengalami kenaikan prestasi belajar sebesar 57,14%. Namun, jika dianalsiis dengan mann-whitney pelatihan tersebut tidak memberikan kenaikan prestasi belajar.
Strategi Bersaing UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 Menggunakan Analisis SWOT (Studi Kasus UMKM Arusmaya Tuban) Aniswatun Masruroh; Putri, Sindy Marchelia; Ichwayudi, Budi; Solikin, Agus
Jurnal Manajemen dan Inovasi (MANOVA) Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Management Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/manova.v6i1.595

Abstract

Usaha dibidang desain saat ini memiliki potensi pasar yang cukup besar di situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Namun dengan banyaknya pelaku usaha dibidang jasa desain menunjukkan adanya persaingan yang ketat. Untuk dapat berkembang dan bersaing diperlukan analisis dan strategi yang tepat. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis situasi lingkungan internal dan ekstenal beserta alternatif strategi yang dapat digunkana oleh UMKM Arusmaya. Penelitian ini menggungana metode kualitatif deskriptif terhadap SWOT dengan sumber data sekunder dan primer. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan UMKM Arusmaya Berdasarkan klasifikasi pada tabel IFE dan EFE diketaui bahwa skor untuk faktor internal adalah sebesar 3,02 dan skor untuk faktor eksternal adalah sebesar 2,58 diatas rata-rata 2,50 yang berarti bahwa kondisi UMKM Arusmaya masuk dalam kategori baik. Selain itu hasil juga menunjukkan UMKM Arusmaya dapat menggunakan kekuatan dan peluang menjadi sebuah strategi yang dapat meningkatkan bisnisnya. Serta ancaman dan kelemahan jika dianalisis dapat diatasi dan bisa menjadi sebuah strategi yang menguntungkan.
Pengenalan Pengukuran Arah Kiblat di Tingkat Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Melalui Mata Pelajaran Matematika Materi Pengukuran Sudut Solikin, Agus
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v1i1.3677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang proses pengenalan pengukuran arah kiblat di tingkat Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar melalui mata pelajaran matematika pada materi pengukuran sudut. Hal ini bertujuan untuk mengaitkan antara matematika dengan nilai-nilai agama, selain itu pembelajaran matematika akan lebih bermakna jika dikaitkan dengan contoh-contoh yang nyata dalam kehidupan. Dengan bahasa lain, pembelajaran matematika akan terasa memberikan manfaat jika dapat dihubungkan dengan sikap beragama, sehingga dengan demikian akan diperoleh interaksi antara matematika dengan agama.Berekenaan dengan hal itu, maka penelitian ini dirancang dalam penelitian kualitatif yang berbasis data berasal dari literatur-literatur yang tekait dengan fokus dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh bahwa, langkah-langkah pengenalan pengukuran arah kiblat di tingkat Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar melalui mata pelajaran matematika pada materi pengukuran sudut dapat dilakukan oleh guru dimulai dengan penjelasan tatacara pengukuran sudut dengan menggunakan penggaris busur, kemudian dilanjutkan dengan latihan pengukuran sudut, pemberian lembar kerja tentang pengukuran arah kiblat, terakhir pengambilan kesimpulan terakit arah kiblat.
TINJAUAN MATEMATIS TERHADAP KETETAPAN JADWAL ADZAN ISYA SEPANJANG TAHUN (Studi Kasus Di Datar, Putukrejo, Loceret, Nganjuk, Jawa Timur) Solikin, Agus
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v4i1.14263

Abstract

Tulisan ini menggambarkan tentang kasus perbedaan pelaksanaan awal waktu salat yang terjadi di Datar, Putukrejo, Loceret, Nganjuk. Hal ini disebabkan karena jadwal waktu adzan ditetapkan oleh kyai desa dan berbeda pada umumnya. Berangkat dari kasus tersebut di atas, maka penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk mengetahui secara matematis adzan Isya  yang dikumandangkan telah atau belum masuk jadwal waktu salat. Guna mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dirancang dalam penelitian kualititatif dengan metode pengumpulan data observasi dan penelaahan literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif induktif dengan pendekatan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa secara umum jadwal adzan Isya yang dikumandangkan secara matematis terjadi  17% atau 62 hari adzan yang dikumandangkan belum masuk waktu salat isya. Terkait dengan temuan ini, kiai setempat juga sudah meberikan solusi yaitu dengan mempertimbangkan budaya local setempat. Kata kunci :  Matematis, Jadwal Adzan, Datar Putukrejo
Persepsi Santriwati Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya Terhadap Arah Kiblat Sholikah, Nurus; Muna, Putri Nailul; Arifin, Rochmalia Faizah; Solikin, Agus; Sholihuddin, Muh.
Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Vol 27 No 1 (2024): Al-Qanun, Vol. 27, No. 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alqanun.2024.27.1.129-140

Abstract

One of the valid requirements for prayer is facing the Qibla, which is often confusing for the Muslim community in Indonesia, both in implementation and understanding. In the view of the four schools of Islamic jurisprudence scholars, there are two opinions about the direction of the Qibla, namely (1) for those who can see the Kaaba directly and (2) vice versa, giving rise to the terms 'ainul Kaaba and jihatul Kaaba. Likewise, with the latest fatwa issued by the MUI regarding the direction of the Qibla, which shows that the Qibla of Indonesian Muslims is facing the Northwest, not just the West. The female students of the Al Jihad Islamic Boarding School in Surabaya, as respondents in the study, of course also have different perceptions from one another. The results of this study are that there are differences in views about the direction of the Qibla among the female students of the Al-Jihad Islamic Boarding School, which can be caused by differences in a person's background in pursuing knowledge previously, namely those who have never attended boarding school or have attended boarding school.  
Children’s Legal Identity at Stake: Reconstructing Maqasid al-Syari'ah through Marriage Isbat Applications by the Second Generation in Pasuruan Rifqi, Muhammad Jazil; Nadhifah, Nurul Asiya; Hadi, Mukhammad Nur; Junaidy, Abdul Basith; Solikin, Agus
El-Mashlahah Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/el-mashlahah.v15i1.9068

Abstract

The article explored the issue of legal identity among children born from nikah siri (unregistered marriages) in Pasuruan, Indonesia, who pursue isbat nikah to formally legalize their parents’ undocumented married. Based on earlier research that focused primarily on the marital relationship, the study highlighted a generational shift, wherein children from these married are no longer passive observers but active legal participants seeking access to inheritance, educational entitlements, and official guardianship. Utilizing a socio-legal qualitative methodology, the research employed interviews with petitioners, religious court judges, and representatives from the Office of Religious Affairs. The findings found out that isbat nikah serves not only as a corrective legal process but also as a strategic means to reintroduce excluded families into the formal legal framework of the state. From the theoretical view of maqasid al-syari'ah, the study shows how Islamic legal objectives including the preservation of lineage (hifz al-nasl), the pursuit of justice (‘adl), and the safeguarding of dignity (hifz al-‘ird) are being reshaped through judicial interpretation and community practice. The study enriched current discourse on legal pluralism, reform in Islamic family law, and the emergent role of youth in engaging with religious legal institutions. Although its scope is limited to Pasuruan, the research provides a foundation for comparative investigations into how second-generation actors operate within overlapping legal systems across Muslim-majority societies.
Hifz Al Aql dan Penerapan Open-Ended Question dalam Materi Konsep Arah Kiblat Pada Mata Kuliah Matematika Astronomi Solikin, Agus; Qulub, Siti Tatmainul; Damanhuri, Adi; Sopwan, Novi; Rohman, Holillur
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.3243

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pendekatan open ended question pada materi konsep arah kiblat di mata kuliah matematika astronomi dalam rangka menjaga semangat hifz al aql. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan di prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah Dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya Semester Gasal Tahun Akademik 2022/2023. Langkah - langkah  penerapan pendekatan pada kajian ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama persiapan yang meliputi penyusunan lembar kerja mahasiswa yang memuat masalah tentang konsep arah kiblat dengan pendekatan open ended question. Tahap kedua pelaksanaan, dimulai dengan dosen pengampu menyampaikan motivasi, tujuan perkuliahan dan metode perkuliahan yang dilakukan. Kemudian dilanjutkan mahasiswa membentuk kelompok, bersama kelompoknya mahasiswa mendiskusikan penyelesaian masalah yang ada dalam lembar kerja mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan satu atau beberapa kelompok mewakili satu kelas untuk mempresentasikan hasil kinerjanya, sedangkan kelompok yang lain diminta untuk memberi tanggapan. Tahap kedua ini ditutup dengan kegiatan mahasiswa secara bersama-sama dengan dosen pengampu, membuat refleksi dan kesimpulan atas solusi penyelesaian masalah tersebut. Tahap ketiga yaitu evaluasi, pada tahap ini dosen melakukan penilaian terhadap hasil perkuliahan,