Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Model Project Based Laerning (PjBL) Melalui Media Gambar Dalam Menulis Teks Prosedur Pada Peserta Didik Fase D SMP Kelas VII Ajeng Widya Mayasari; Hary Soedarto Harjono; Arum Gati Ningsih; Andiopenta Purba
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model project based learning (PjBL) melalui media gambar dalam menulis teks prosedur pada peserta didik fase D SMP kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kota Jambi yang berlokasi di Jl. M. Yamin, Payo Lebar, Kec. Jelutung, Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Subjek penelitiannya, yaitu siswa kelas VII dan objek penelitiannya, yaitu menulis teks prosedur. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan analisis dokumen. Aspek yang dinilai dalam menulis teks prosedur yaitu kesesuaian struktur dan kaidah kebahasaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model project based learning (PjBL) melalui media gambar dalam menulis teks prosedur pada peserta didik fase D SMP kelas VII telah memperoleh hasil yang baik. Rincian nilai setelah menggunakan media gambar sebagai media pembelajaran yaitu 11 dari 32 memperoleh nilai baik sekali, 4 dari 32 memperoleh nilai baik dan 14 dari 32 memperoleh nilai cukup.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MATERI MENGULAS KARYA FIKSI KELAS VIII SMP NEGERI 1 KOTA JAMBI cindy claudia siringoringo; Rustam Rustam; Arum Gati Ningsih
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.11667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning dalam kemampuan mengulas karya fiksi di kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, penelitian ini dilakukan pada bulan Februari tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mencakup hasil observasi guru dan siswa, wawancara dengan guru bahasa Indonesia, serta hasil nilai siswa dan modul ajar. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dilakukan dengan baik, sesuai dengan langkah-langkah pemberian rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan kesimpulan. Evaluasi pembelajaran meliputi penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengulas karya fiksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan analisis dan pemahaman siswa terhadap teks ulasan karya fiksi.Kata kunci: Discovery Learning, Mengulas, Fiksi, Pembelajaran Aktif
PENERAPAN MODEL THINK-TALK-WRITE (TTW) PADA KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 25 KOTA JAMBI Eka Supriyanti; Rustam Rustam; Arum Gati Ningsih
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.11792

Abstract

Pembelajaran bahasa indonesia di kelas VII SMP Negeri 25 Kota Jambi menggunakan model pembelajaran yang bervariasi, salah satu model pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik untuk melakukan pembelajaran di kelas. Selain itu, model pembelajaran yang sesuai pada proses pembelajaran di kelas dapat memberikan pembelajaran yang lebih sistematis. Salah satu model pembelajaran tersebut yaitu model Think-Talk-Write (TTW). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai penerapan model Think-Talk-Write (TTW) pada pembelajaran menulis teks berita. metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumem, selanjutnya data divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber dan trangulasi teknik.Hasil penerapan model Think-Talk-Write (TTW) dalam menulis teks berita terbagi menjadi tiga sub bab : 1) perencanaan pembelajaran/modul ajar yang disusun oleh guru terdapat beberapa macam langkah-langkah model Think-Talk-Write (TTW). 2) Pelaksanaan Think-Talk-Write dalam menulis teks berita terbagi menjadi tiga langkah yaitu Think(berpikir), Talk (berbicara/berdiskusi), dan Write (menulis). Pelaksanaan model pembelajaran TTW  telah sesuai dengan langkah modul ajar yang dimiliki guru. 3) Penilaian hasil belajar dalam menulis teks berita sebelum dan sesudah menerapkan model Think-Talk-Write (TTW) menunjukkan hasil yang baik dari rata-rata nilai siswa 31,89 nejadi 77,58. Berdasarkan hasil penjelasan dapat dilihat bahwa penerapan model Think-Talk-Write (TTW) dapat terlaksana secara sitematis dan baik.kata kunci : Model Think-Talk-Write, Menulis, Teks Berita.
KATA SAPAAN KEKERABATAN BAHASA MELAYU JAMBI PADA MASYARAKAT DESA JAMBI KECIL: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Aisyah Ayie Zahara; Akhyaruddin Akhyaruddin; Arum Gati Ningsih
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penggunaan kata sapaan kekerabatan dalam bahasa Melayu Jambi di Desa Jambi Kecil Sebagai bagian penting dari identitas budaya, Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC), wawancara semi-terstruktur, serta perekaman tuturan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sistem sapaan kekerabatan di Desa Jambi Kecil sangat terstruktur berdasarkan  generasi, mulai dari generasi vertikal atas (+3, +2, +1), generasi horizontal (0), hingga generasi vertikal bawah (-1). Ditemukan keberagaman bentuk sapaan yang spesifik, seperti Puyang pada generasi +3 hingga Kambok pada generasi horizontal. Keragaman ini menunjukkan bahwa pemilihan kata sapaan tidak hanya ditentukan oleh hubungan darah, tetapi juga dipengaruhi oleh urutan usia, kedudukan sosial, dan kedekatan emosional. Meskipun sistem ini masih terjaga secara fungsional, terdapat kecenderungan pergeseran penggunaan akibat pengaruh bahasa Indonesia dan gaya hidup modern, sehingga diperlukan upaya pelestarian agar kekayaan linguistik ini tidak tergerus zaman.  
IMPLEMENTASI ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI UNTUK SMP Arfa Rida; Rustam; Arum Gati Ningsih
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam implementasi asesmen formatif dalam pembelajaran teks eksplanasi berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 25 Kota Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental, penelitian ini melibatkan subjek satu orang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan tiga puluh dua peserta didik kelas IX A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipatif selama tiga pertemuan, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan lima perwakilan siswa, serta analisis dokumen kelengkapan ajar. Keabsahan data diuji melalui triangulasi (teknik dan sumber) serta member check, kemudian dianalisis menggunakan model analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, perencanaan asesmen diawali dengan penyelarasan Capaian Pembelajaran (CP) yang secara spesifik difokuskan pada karakteristik kausalitas teks eksplanasi. Kedua, pelaksanaan asesmen formatif terintegrasi secara real-time selama pembelajaran melalui aktivitas pemantik, diskusi infografis, tes berbantuan Google Form, serta pemberian umpan balik (feedback) yang spesifik dan deskriptif untuk perbaikan langsung. Ketiga, bentuk asesmen yang diterapkan mencakup ranah kognitif (tes uraian dan objektif), ranah afektif (observasi sikap mandiri dan bernalar kritis), serta ranah keterampilan berbahasa (unjuk kerja dan presentasi) yang menjadi instrumen paling dominan. Disimpulkan bahwa guru telah memfungsikan asesmen murni sebagai assessment for learning (penilaian untuk pembelajaran), bukan sekadar evaluasi hasil akhir. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan rubrik khusus untuk kaidah kebahasaan serta pengelolaan alokasi waktu yang lebih efektif bagi guru dalam memberikan umpan balik individual.
BENTUK -BENTUK KESANTUNAN PRAGMATIK DALAM BAHASA BANJAR DI KELURAHAN BRAM ITAM KIRI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT JAMBI Nur Halisa; Akhyaruddin; Arum Gati Ningsih; Andiopenta Purba
Lateralisasi Vol. 13 No. 1 (2025): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i1.8587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan yang digunakan oleh masyarakat Banjar di Kelurahan Bram Itam Kiri, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui observasi, rekaman, dan pencatatan langsung dari percakapan sehari-hari. Dari hasil penelitian, ditemukan 12 tuturan yang menunjukkan bahwa terdapatnya bentuk bentuk kesantunan dalam bahasa Banjar, tidak hanya dilihat dari satu sisi saja, tetapi saling berkaitan dan punya banyak lapisan. Peneliti menggunakan tiga teori, yaitu teori muka Brown dan Levinson, maksim kesantunan dari Leech, dan prinsip kerja sama dari Grice. Hasilnya, satu tuturan bisa mengandung beberapa bentuk kesantunan sekaligus, tergantung pada situasi, tujuan, hubungan antarpenutur, dan kondisi pembicaraan. Penelitian ini penting untuk memperkaya studi pragmatik dan menjaga nilai-nilai kesantunan dalam bahasa Banjar agar tetap bertahan di era sekarang.
Kesulitan, Penyebab, dan Solusi Belajar Berbicara Bahasa Indonesia Mahasiswa Pattani di Jambi: Sebuah Studi Kasus : Difficulties, Causes, and Solutions in Learning to Speak Indonesian Among Pattani Students in Jambi: A Case Study Waedoyee, Asmee; Harjono, Hary Soedarto; Ningsih, Arum Gati; Samaeng, Rusnanee
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 16 No. 3 (2026): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v16i3.56348

Abstract

This study examines the speaking difficulties experienced by Patani Southern Thailand students learning Indonesian in Jambi, Indonesia. Employing a qualitative case study design, this research identifies forms of speaking difficulties, analyzes causative factors, and describes coping strategies. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation from eight Patani students enrolled at universities in Jambi. The findings reveal that students face difficulties in vocabulary mastery, sentence construction, pronunciation, self-confidence, and first language Patani Malay interference. These challenges stem from cross-linguistic differences, limited practice opportunities, and unsupportive language environments. Effective coping strategies include participating in the Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) program, engaging in regular speaking practice through diverse media, and creating a supportive Indonesian-speaking environment. This study contributes theoretically to BIPA scholarship, particularly regarding first language interference in speaking acquisition, and offers practical recommendations for universities and BIPA instructors in designing more contextual learning programs for Patani students.