Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BOLU SALAK MENGGUNAKAN METODE ECONOMYC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA UD BOLU SALAK KENANGA KOTA PADANG SIDIMPUAN Hasibuan, Surya Dinung; Emmia Tambarta Kembaren; Sakral Hasby Puarada; Eva Wardah; Fadli
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 4 No. 1 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v4i1.21021

Abstract

This research was conducted in Padang Sidimpuan City. This research was carried out becausePadang Sidimpuan City is one of the snakefruit producing cities which is currently developing as afarming commodity. Salak in Padang Sidimpuan City is utilized and developed by every company toprovide added value or profitable prices, one of which is UD Bolu Salak. However, it is felt thatmanaging the supply of raw materials by the company is not optimal, so researchers use theEconomic Order Quantity (EOQ) method to optimize the supply of raw materials in the company.This research aims to analyze the control of the supply of raw materials for salak sponge cake at UDBolu Salak Kenanga, Padang Sidimpuan City, using the Economic Order Quantity (EOQ) method.The sampling technique was carried out using the purposive sampling method. The research methoduses a quantitative descriptive approach, namely analyzing the control of the supply of raw materialsfor at UD Bolu Salak. The research results show that the company's policy inventory costs are IDR11,400,000.00 for each raw material. This policy is considered not optimal because excess purchasesoften occur which causes wasted costs. On the other hand, using the EOQ method provides moreefficient results. The inventory costs generated by the EOQ method for each raw material are aroundIDR 1,310,000.00 per year, which is much lower than the company's policy. The Safety Stock analysisshows that the need for reserve supplies for wheat flour is 18,400 kg, granulated sugar 3,591.68 kg,snake fruit 3,116.68 kg, and eggs 7,095 squares, which is not accommodated by company policy.Meanwhile, the Reorder Point (ROP) based on the EOQ method occurs at certain minimum inventorylevels, such as 64.64 kg of wheat flour and 32.18 kg of granulated sugar, while company policy doesnot stipulate ROP.Keywords: Inventory Control, Raw Materials, Salak Cake, Economic Order Quantity (EOQ), CostEfficiency
Pelaksanaan SL-PTT Dan Peran Penyuluh Terhadap Petani Kakao Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Wardah, Eva; Budi, Setia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1107

Abstract

This study aims to determine the application of SL-PTT to smallholder cocoa farmers and the role of agricultural extension agents in cocoa cultivation activities in Banda Baru Sub District, Pidie Jaya District. This research uses survey method. Primary data was obtained from structured interviews (quisioner) while secondary data were obtained from various agencies that were related to this research. Data were analyzed quantitatively and qualitatively and described in the results of the study. The results showed that the majority of members of the Cocoa farmer group were productive working age for farming, the majority only had formal junior high school education level (SLTP). More than half of Cocoa farmers have a family burden of 3-5 people. The land area of kakao farmers is in the medium category (1-3 Ha). The application of SL-PTT in the People's Cocoa Farming is in the role category. Furthermore, the role of instructors as initiators, mediators, facilitators is in the very instrumental category, while the role of instructors as dynamicators and organizers is in the role category. Strengthening is needed for extension agents, especially in terms of strengthening farmer group institutions and the ability and skills to motivate farmer group members to implement innovations offered by extension workers in cocoa farming activities
Dampak Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi Untuk Petani Cabai Merah Wardah, Eva; Maisura, Maisura; Budi, Setia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v4i2.2720

Abstract

This study aims to determine the impact of training to produce Bokashi fertilizer including; 1) the ability of red chili farmers as participants to identify raw materials to make Bokhashi fertilizer, 2) the farmers understand the benefits of Bokashi fertilizer in red chili cultivation, 3) the farmers are able to make Bokashi fertilizer, 4) farmers familiar how to apply Bokashi fertilizer in the red chili cultivation, (5) farmers have a desire to apply Bokashi fertilizer to the red chili cultivation. The research method is qualitative descriptive which measures the impact of implementing Bokashi fertilizer training by comparing the initial evaluation (pretest) with the final evaluation (posttest) of the knowledge, skills, and attitudes of farmers towards Bokashi fertilizer training. The results of the study indicate the impact of increasing aspects of knowledge, skills, and attitudes of participants from the indicators assessed in this research activity. It is expected that the government and other empowerment parties will provide a variety of empowerment methods (a combination of training and mentoring) to increase the knowledge, skills, and attitudes of farmers in farming chili
Menakar Kendala Penerapan Sistem PsPSP Terhadap Peningkatan Produksi Pada Usaha Tani Kakao Aceh Wardah, Eva; Budi, Setia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v5i2.5277

Abstract

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari penerapan sistem PsPSP pada usaha tani kakao yang ada di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala dalam penerapan sistem PsPSP (Panen sering, Pemangkasan, Sanitasi dan Pemupukan) pada usaha tani kakao untuk peningkatan  produksi kakao. Penelitian ini mengunakan metode survei di mana penentuan lokasi ditentukan secara purposive (sengaja) di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Data primer didapatkan dari responden melalui observasi dan wawancara terstruktur (kuesioner), sedangkan data skunder diperoleh dari berbagai instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif   dengan beberapa alat analisis sesuai dengan kebutuhan penelitian ini  yang kemudian dideskripsikan dalam hasil penelitian sehingga menghasilkan gambaran kendala dari penerapan sistem PsPSP usaha tani kakao di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan secara penerapan seluruh pelaksanaan sistem PsPSP dalam meningkatkan produksi kakao belum optimal. Secara berurutan kegiatan pemangkasan dan sanitasi  masih dirasakan kendalanya, sedangkan kegiatan panen sering dan pemupukan tidak dirasakan kendala yang berarti oleh petani. Perlu ditingkatkan kemampuan petani khususnya keterampilan dalam penerapan sistem PsPSP untuk meningkatkan produksi kakao.
Pemberdayaan Petani Gaharu Tentang Proses Inokulasi Hasil Hutan Non Kayu di Gampong Teupin Rusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Budi, Setia; Lukman, Lukman; Wardah, Eva
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu dapat terbentuk akibat adanya interaksi antara mikroba (inokulum tertentu) dengan tanaman inang dan adanya mekanisme kimia yang akhirnya membentuk suatu produk yaitu gubal.  Inokulam lokal efektif dalam menghasilkan gaharu, karena endemiknya didaerah tertentu. Beberapa kendala mitra yang sangat dirasakan anatara lain (1) rendahnya pengetahuan anggota kelompok tani dalam hal proses inokulasi pada tanaman penghasil gaharu (2) belum adanya ketrampilan dalam proses penyutikan (inokulasi) tanaman gaharu unggul Aceh. Solusi yang ditawarkan kepada petani mitra yaitu pelatihan dan dan pendampingan proses inokulasi yang dilakukan dilingkungan petani mitra dengan pendampingan dari tim pengabdian yang sudah berpengalaman. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan Pendampingan cara penyutikan inokulasi untuk menghasilkan gaharu. Para anggota kelompok petani mitra akan dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana proses dan teknis inokulasi pada tanaman budidaya gaharu dengan komposisi berupa teori pelatihan 20% dan dilanjutkan dengan praktikum penyuntikan inokulan pohon panghasil gaharu dengan komposisis yang lebih besar mencapai 80%. dari keseluruhan kegiatan pelatihan. Hasil pengabdian menunjukan Pemberdayaan petani gahauru tentang teknik inokulasi tanaman gaharu, mendapat perhatian dan tanggapan yang sangat baik serta antusias dari anggota kelompok Tani “Tunas Gaharu”. Selain itu pelatihan mengenai teknik inokulasi pohon gaharu yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, mendapat perhatian dan tanggapan yang sungguh-sungguh, yang ditandai dengan banyak pertanyaan-pertanyaan berkualitas yang diajukan peserta pelatihan menyangkut produksi gubal dengan teknik inokulasi, prospek pasar dan tempat memasarkan gubal gaharu. Perlu adanya pembinaan dan pendampingan terhadap Kelompok Tani “Tunas Gaharu” Dusun Pante Bahagia Gampong Teupin Reuseup Kecamatan Sawang Aceh Utara secara berkesinambungan.
Pemberdayaan Petani Padi Sawah Melalui Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto Alba) untuk Pengendalian Hama Tikus (Rattus Argentiventer) di Gampong Pulo Iboh Kecamatan Kuta Makmur Wardah, Eva; Budi, Setia; Lukman, Lukman
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman padi adalah adanya serangan hama tikus (Rattus-rattus spp). Tikus merupakan hama yang relatif sulit karena memiliki kemampuan adaptasi, mobilitas, dan kemampuan berkembang biak yang pesat serta daya rusak yang tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian program kemitraan masyarakat ini adalah untuk terlaksananya pengendalian hama tikus secara berkelanjutan dengan menjawab masalah serangan hama tikus yang mampu menurunkan hasil produksi padi sawah yang diusahakan oleh anggota kelompok tani mitra secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penerapan Inovasi pengendalian hama tikus dengan pengadaan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) diharapkan mampu membantu meningkatkan produksi padi sawah anggota kelompok tani “Tuah Mugoe" pada khususnnya, dan petani diareal pengabdian pada ummunya. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dengan Demontrasi Cara (DemCa), pendampingan kedua metode ini menjadi pendekatan yang tepat dimana partisipasi petani mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pedampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan dan secara tidak langsung proses ini menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Kegiatan pelatihan yang sudah dilakukan meliputi pengenalan pengendalian hama tikus secara hayati mulai dari pengenalan jenis-jenis pengendalian hama tikus secara hayati, manfaat dan dampak pengendalian hama tikus dengan pendekatan ekologi (lingkungan). Praktek langsung pembuatan Rumah burung hantu (RUBUHA) pembuatan struktur bangunan, pembuatan pondasi tiang penyangga dan pemasangaan Rumah Burung hantu secara benar.
Pemberdayaan Petani Melalui Berbagai Pola Pembibitan Gaharu Sebagai Komoditi Unggulan Hutan Non-Kayu di Gampong Teupin Rusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Budi, Setia; Wardah, Eva; Lukman, L
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu adalah substansi aromatik berupa gumpalan berwarna coklat muda, coklat kehitaman sampai hitam yang terbentuk pada lapisan kayu gaharu.  Gaharu dapat terbentuk akibat adanya interaksi antara mikroba (inokulum tertentu) dengan tanaman inang dan adanya mekanisme kimia yang akhirnya membentuk suatu produk yaitu gubal.  Inokulum lokal efektif dalam menghasilkan gaharu, karena endemiknya didaerah tertentu. Beberapa kendala mitra yang sangat dirasakan anatara lain (1) rendahnya kemampuan anggota kelompok tani dalam hal pembibitan tanaman gaharu baik secara alami (generatif) meliputi perlakuan perbanyakan dengan pengunaan benih yang sudah masak dan anakan (cabutan) serta pola stek tanaman. (2) Belum adanya pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompok kedua mitra dalam melakukan pembibitan dan pemeliharaan bibit gaharu. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan pembibitan pola biji dan anakan (cabutan) dan stek tanaman. Pendekatan ini tepat untuk dilakukan dimana partisipasi petani mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pendampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan. Pola pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada petani mitra menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Pemberdayaan Petani pada kegiatan Pembibitan Komoditi Unggulan Hutan Non-Kayu (Gaharu Aceh) di Gampong Teupin Rusep telah mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta perubahan sikap dalam pembibitan tanaman gaharu. Dampak yang dirasakan dengan adanya kegiatan pembibtan tanaman gaharu melputi; peningkatan pendapatan ekonomi petani mitra yang sangat potensial serta peningkatan keharmonisan sosial diantara anggota kelompok dan masyarakat dilokasi kegiatan pengabdian.
Pengenalan Inovasi Benih Unggul Dan Pupuk Bokashi Pada Kelompok Tani Budidaya Padi Sawah Desa Binaan Pulo Iboh Kabupaten Aceh Utara Wardah, Eva; Budi, Setia; Lukman, L
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan benih padi sawah unggul secara lokal merupakan solusi yang tepat ini dengan mendorong sebagian petani menjadi penangkar. Upaya ini lebih berorientasi pemberdayaan petani dan mengedepankan aspek kemandirian.  pola ini lebih menjamin ketersediaan benih unggul secara lokal, sehingga murah dan mudah didapat oleh petani. Selanjutnya kegiatan pelatihan untuk pembuatan pupuk bokashi diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan petani untuk dapat menjawab permasalahan kelangkaan dan ketidakmampuan petani untuk mengakses pupuk anorganik karena membutuhkan biaya yang besar. Ketrampilan budidaya untuk petani yang dipersiapkan untuk penangkar juga diberikan pelatihan dan pedampingan untuk memastikan penerapan paket tehnologi untuk menghasilkan benih padi unggul. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan Demontrasi Plot (DemPlot) kedua metode ini menjadi pendekatan yang tepat dimana partisipasi Mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pedampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan dan secara tidak langsung proses ini menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa pengenalan inovasi berupa benih unggul varietas IPB (IPB 3S, IPB 8G dan IPB 9G serta IPB 7R) dan pembuatan pupuk jenis Bokhasi mendapatkan sambutan dari petani mitra.  Pengunaan varietas unggul yang diperkenalkan oleh tim pengabdian telah mampu meningkatkan hasil produksi padi sawah petani mitra. kegiatan peuatan pupuk bokhasi dengan bahan baku yang mudah didapatkan oleh petani mitra, proses pembuatannya yang tidak rumit menjadi daya tarik bagi petani mitra untuk memproduksi pupuk bokashi serta menerapkan dalam kegiatan usaha pertanian khususnya pada lahan padi sawah petani mitra. Setelah mengikuti kegiatan pengenalan inovasi keberdayaan mitra terwujud dengan terjadinya peningkatan produksi serta solusi terhadap ketersediaan pupuk pada uasahatani petani mitra pengabdian.
CONSTRAINTS AND ROLE OF AGRICULTURAL EXTENSION PARTNERSHIPS IN APPLICATION RICE FIELD RICE CULTIVATION INNOVATIONS TO REALIZE FOOD SECURITY Setia Budi; Eva Wardah
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 2 No. 6 (2022): December
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v2i6.587

Abstract

Research in the long term aims to produce a partnership model in the application of lowland rice cultivation innovations to increase rice production to realize food security in the region in Aceh Province. In particular, this study aims to (1) identify and analyze the constraints in increasing rice production in Pidie Jaya Regency, (2) identify and analyze the role of agricultural extension partners in implementing innovations in lowland rice cultivation in Pidie Jaya Regency. This research is an action research on the application of innovation combined with a survey method which was carried out to see the pattern of partnerships in the application of innovation in lowland rice cultivation to realize food security in Pidie Jaya Regency. The location of this research was conducted intentionally in Pidie Jaya Regency. Focus Group Discussion) with stakeholders aboutthe potential role of each party in the partnership pattern. The results of the study showinnovations applied to lowland rice cultivation for food security include; superior seed innovation, land management, cropping system with agricultural mechanization, jajar legowo planting pattern, biological pest control (Rubuha), balanced fertilization and harvest implementation using agricultural mechanization. (1) constraint indicatorsthe availability of fertilizers (very constrained), pest and disease attacks, and the availability of extension workers, and the availability of agricultural tools and machinery (constrained) as well as garden patterns that are not simultaneously, the availability of irrigation water, and the low use of superior seeds are in the less constrained category. (2) farmers perceive the role of partners in implementing innovations in rice field cultivationlocal governments and farmers' institutions have played a role, while universities and the private sector/entrepreneurs are in the category of having quite a role.
THE ROLE OF FISHERMEN IN IMPROVING THE FAMILY ECONOMY IN SUKA MAJU VILLAGE, TANJUNG TIRAM DISTRICT, BATU BARA REGENCY, NORTH SUMATERA PROVINCE Nurmaidah; Zuriani; Eva Wardah
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 2 No. 2 (2022): April
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v2i2.1947

Abstract

North Sumatra Province. The purpose of this study is what roles fisherwomen do in improving the family economy and calculate how much the income contribution of women fishermen is in helping to improve the family economy. The data analysis used in this research is descriptive qualitative and descriptive quantitative. The types of data used are primary data. The results showed that fisherwomen carried out activities in the field of fisheries such as: splitting salted fish, drying salted fish, splitting anchovies, looking for shells, choosing boiled fish and peeling shrimp shells, in addition to fishery women fishermen also carried out other activities such as: selling cakes, labor washing/ironing and selling herbs. The income contribution given by women fishermen is 40.15% and it means that the income contribution given by women fishermen is in the moderate category and the economic level of the families of women fishermen are in the lower economic level group, however, before the contribution of women fishermen, the average family income is Rp. 1,454,939/month and after the contribution of women fishermen to the family economic level as much as 12.05 % is in the middle level and 87.95 % is in the lower level with an average family income of Rp. 3,410,566/month.