Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP LOYALITAS DAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENGGUNA TOKOPEDIA DI KOTA MAKASSAR Aswar, Nurul Fadilah; Aslam, Annisa Paramaswary; Satriani, Irma
Jurnal Ilmiah Manajemen Emor (Ekonomi Manajemen Orientasi Riset) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/jim.v7i1.2494

Abstract

Pada era globalisasi ini, hampir semua aktivitas dan kegiatan sehari-hari dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti internet. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Data Indonesia, diketahui bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia di dalam berinternet paling banyak salah satunya untuk melakukan aktivitas berbelanja online yang mencapai angka 42,2% persen dari total pengakses internet. Seperti yang telah dipaparkan mengenai data-data industri e-commerce di Indonesia, salah satu yang menjadi pemain besar di industri e-commerce tersebut adalah Tokopedia. Pendekatan penelitian saat ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian saat ini menggunakan teknik pengumpulan data kuantitatif dengan survei sebagai instrumennya. Populasi pengguna Tokopedia yang berjumlah 158,3 juta, teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana melalui alat SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat pengaruh secara positif dan signgikan untuk variabel brand image yang dimiliki Tokopedia terhadap loyalitas konsumen oleh Pengguna Tokopedia di Makassar, (2) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan untuk variabel brand image yang dimiliki Tokopedia terhadap kepuasan konsumen oleh Pengguna Tokopedia di Makassar.
PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI PROSES PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 MAKASSAR Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Indryani, Rahmah; Nurrahmah, Nurrahmah; Asriadi, Asriadi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan karakter siswa SMA Negeri 12 Makassar melalui proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang didukung oleh kegiatan asistensi mengajar. Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Makassar secara aktif memperbarui kurikulum dan melaksanakan kegiatan asistensi mengajar selama satu semester, yang meliputi pengajaran di kelas, pembekalan materi drama, dan pementasan drama. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogik dan keterampilan berbahasa mahasiswa, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan moral siswa melalui penanaman nilai-nilai etika, empati, dan keberagaman. Pendidikan karakter di Indonesia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, menekankan pembentukan individu beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab, dimana sastra Indonesia berperan penting dalam menanamkan nilai moral dan pengalaman hidup. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan karakter melalui pembelajaran bahasa dan sastra yang didukung kegiatan asistensi mengajar mampu menghasilkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki moral dan kemampuan sosial yang baik.
PERTUNJUKAN DRAMA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 MAKASSAR Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Herdiani, Rizki; Ramadhan, Nur Syawaluddin; Ramadani, Aulia Magfira
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 03 (2025): JUNI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif pelatihan drama dalam membina pendidikan sosial dan moral di SMA 12 Makassar. Dengan menggunakan metode kualitatif, dan melibatkan siswa kelas XI sebagai peserta. Melalui pendidikan drama, siswa belajar mengembangkan nilai-nilai sosial seperti empati, kerja sama tim, dan penerimaan dengan terlibat dalam berbagai situasi dunia nyata. Temuan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media drama dapat meningkatkan kesadaran sosial, pengembangan karakter, dan kapasitas siswa untuk memahami sudut pandang orang lain dan menghargai keberagaman. Pengabdian ini mendukung penggunaan metode yang berfokus pada drama sebagai strategi pendidikan karakter yang relevan dan efisien di lingkungan sekolah menengah.
Pemenuhan Kebutuhan Hierarki Abraham Maslow dalam Dinamika Keluarga: Analisis Film “Keluarga Cemara2” Reski, Reski; Satriani, Irma
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.46-56

Abstract

This article presents an analysis of the fulfillment of Abraham Maslow's hierarchical needs in the family dynamics shown in the film "Family Cemara". This research aims to identify how the characters in the film fulfill Maslow's five levels of needs, namely physiological needs, security, affection, self-esteem and self-actualization. The method used is a qualitative approach with narrative analysis of interactions between family members. The research results show that this film depicts the importance of emotional and social support in meeting basic needs and how relationships between family members contribute to well-being and harmony. In the context of the film, it can be seen that despite facing various challenges and difficulties, the Cemara family is still able to maintain solidarity and support each other. These findings provide insight into the relevance of Maslow's theory in the context of family life and highlight the important role of communication and solidarity in building healthy family dynamics. Apart from that, this article also discusses the implications of fulfilling these needs for individual and collective development in the family, as well as how values transmitted through daily interactions can shape the character and identity of family members. Thus, this research not only enriches filmography studies but also contributes to the understanding of family psychology in the context of Indonesian culture
Ketaksadaran Tokoh Utama dalam Film Ketika Berhenti di Sini: Karya Umay Shahab Haerana, Haerana; Satriani, Irma
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.55-62

Abstract

Ketidakmampuan tokoh utama dalam film untuk melanjutkan perjalanan atau mengalami titik berhenti sering kali dapat dianalisis melalui lensa teori psikoanalisis Carl Gustav Jung, khususnya konsep "The Shadow" dalam ketaksadaran. Dalam pandangan Jung, "The Shadow" merujuk pada aspek-aspek diri yang ditekan, diabaikan, atau tidak disadari oleh individu karena dianggap bertentangan dengan ideal-ideal ego atau citra diri yang diterima secara sosial. Ketaksadaran ini tidak hanya menyimpan pengalaman-pengalaman negatif atau menyakitkan, tetapi juga potensi-potensi tersembunyi yang dapat menjadi kunci bagi perkembangan diri individu. Ketika tokoh tersebut menghadapi The Shadow, ia dihadapkan pada potensi diri yang terabaikan dan berbagai konflik internal yang belum diselesaikan. Melalui simbolisme dan narasi film, The Shadow dalam ketaksadaran bukan hanya memanifestasikan kekurangan atau kelemahan, tetapi juga mengungkapkan potensi untuk perubahan dan transformasi. Proses menghadapi The Shadow menjadi langkah penting bagi tokoh utama dalam mencapai pemahaman diri yang lebih dalam, yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan hidup mereka secara lebih utuh dan sadar.
Kajian Kritik Sastra dengan Pendekatan Psikologi Sastra pada Cerpen Kucing Setan yang Merasakan Cinta Karya Cicilia Oday Anggita, Dwi; Satriani, Irma
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i2.924

Abstract

This study aims to reveal the psychological dynamics of the main character in the short story Kucing Setan yang Merasakan Cinta by Cicilia Oday through the lens of literary psychology using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The short story stands out by presenting a cat character as a symbolic figure undergoing an inner transformation influenced by its social environment. Employing a qualitative descriptive method with reading and note-taking techniques as well as literature review, this research analyzes the character's personality structure based on Freud's three main components: id, ego, and superego. The results show that the cat undergoes complex psychological conflicts, where instinctual drives (id) initially dominate its behavior filled with anger and vengeance. However, as the story progresses, the development of the ego enables the character to mediate between these instinctual urges and the social norms introduced by the environment. The superego emerges as a moral compass when the character begins to experience affection and comprehend the value of sacrifice. This transformation demonstrates that even symbolic non-human characters possess psychological structures worth exploring. This study is expected to contribute to Indonesian literary criticism by expanding the analytical space for symbolic characters in short stories.
Relasi Kuasa dan Wacana Resistensi dalam Novel Janji Karya Tere Liye Perspektif Michel Foucault Ramadani, Atika Suri; Satriani, Irma
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i2.919

Abstract

This study aims to analyze the forms and dynamics of power relations in Tere Liye’s novel Janji through Michel Foucault’s theory of discourse and power. The research employs a qualitative method with a Foucauldian discourse analysis approach to examine how power operates, spreads, and produces truth within the novel’s social context. The data consist of textual excerpts that illustrate elements of surveillance, discipline, and resistance. The findings reveal that power in Janji is not monolithic or merely repressive but rather productive and diffused across three major domains: mental control through normalization and surveillance, bodily discipline through social and institutional mechanisms, and social domination maintained through economic and symbolic power. On the other hand, acts of resistance emerge as counter-discourses performed by the main character, demonstrating that power always allows space for opposition and social transformation. The study concludes that Janji reflects the complexity of power relations that not only constrain but also shape individual identity, behavior, and awareness within social networks, emphasizing the importance of critical consciousness toward the mechanisms of power embedded in everyday life.
Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad Satriani, Irma; Dewi, Anita Candra; Herdiani, Rizki
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i2.487

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad. Tujuan penelitian ini  mengungkap tanda dan simbol dalam drama Visa merepresentasikan relasi kekuasaan antara individu dan institusi. Pendekatan yang digunakan semiotika Peirce yang berfokus pada tiga unsur utama, yaitu representamen, objek, dan interpretan, serta klasifikasi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Data penelitian berupa dialog atau monolog yang terdapat dalam naskah. Hasil analisis menunjukkan simbol visa, ruang tunggu, dan proses wawancara menjadi tanda kekuasaan yang beroperasi secara sistemik dan ideologis. Ruang tunggu melambangkan batas eksistensial antara “yang diizinkan” dan “yang ditolak,” sedangkan visa menjadi simbol kekuasaan global yang mengatur mobilitas manusia. Kekuasaan dalam Visa tidak hadir secara fisik, tetapi melalui mekanisme administratif dan bahasa birokrasi yang menundukkan subjek. Melalui perspektif Peirce, drama ini mengungkap makna-makna laten tentang ketidaksetaraan, kontrol, dan resistensi dalam kehidupan modern. Penelitian ini menegaskan bahwa karya Mohamad merupakan refleksi kritis terhadap struktur sosial dan ideologis yang membatasi kebebasan manusia melalui sistem tanda yang halus, namun dominan.
MULTILINGUALISME PADA GENERASI Z DAN UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA Herdiani, Rizki; Amir, Johar; Satriani, Irma; Candra Dewi, Anita; Fitri, Sakinah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6331

Abstract

Multilingualism is becoming increasingly prominent among Generation Z, who are growing up amid globalization and digital technological advancement. While many studies have separately examined language shift or language maintenance, few have specifically explored the relationship between multilingual practices among Generation Z and the preservation of regional languages, particularly in linguistically diverse areas such as South Sulawesi. This study aims to describe the patterns of first, second, and third language use among Generation Z and explore their connection to language maintenance efforts. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, questionnaires, and interviews with 60 respondents aged 18–20 from various regions in South Sulawesi. The findings reveal that 63.3% of respondents use Indonesian as their first language, followed by Bugis (18.3%), Makassarese (15%), and others. For the second language, respondents tend to use regional languages, while English dominates as the third language (65%). These results indicate a shift in regional languages from the position of mother tongue to second or third language. However, there is still evidence of preservation efforts through the use of regional languages within family and social settings. These findings provide a foundation for the formulation of linguistic and educational policies that promote regional language revitalization, and they enrich theoretical understanding of multilingual dynamics in the digital era. ABSTRAK Multilingualisme merupakan fenomena yang semakin menonjol di kalangan Generasi Z yang hidup di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital. Meskipun banyak penelitian membahas pergeseran bahasa atau pemertahanan bahasa secara terpisah, masih sedikit yang mengkaji hubungan antara praktik multilingualisme Generasi Z dan pelestarian bahasa daerah, khususnya di wilayah dengan keragaman bahasa seperti Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan bahasa pertama, kedua, dan ketiga di kalangan Generasi Z serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan upaya pemertahanan bahasa daerah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, angket, dan wawancara terhadap 60 responden usia 18–20 tahun dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, disusul Bugis (18,3%), Makassar (15%), dan lainnya. Sebagai bahasa kedua, responden cenderung menggunakan bahasa daerah, sementara bahasa Inggris dominan sebagai bahasa ketiga (65%). Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran bahasa daerah dari posisi bahasa ibu menjadi bahasa kedua atau ketiga. Namun, tetap terdapat indikasi upaya pelestarian melalui penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga dan sosial. Temuan ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan linguistik dan pendidikan yang mendorong revitalisasi bahasa daerah, serta memperkaya pemahaman teoretis tentang dinamika multilingualisme di era digital.
Relasi Kuasa dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong Karya Eka Kurniawan: Perspektif Michael Foucault Lulyastuti, Lulyastuti; Satriani, Irma
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i1.789

Abstract

This journal discusses the analysis of power relations in the novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong by Eka Kurniawan using Michael Foucault's perspective. The research method used in this analysis is the qualitative description method. This method is a research process that produces descriptive data in the form of words rather than numbers. In the analysis of the novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong by Eka Kurniawan, a descriptive method was used. This research uses analytical techniques which aim to find the data contained in the novel to make data collection and classification easier. The results of the analysis of the novel Dog Meowing, Cats Menggonggong by Eka Kurniawan in this analysis can be found several evidences of relationships that exist in this literary work. In the novel, it is described how the father's power is reflected not only in harsh actions, but also in the form of words spoken to control the child's body. Apart from that, it was also found that there were authorities who were able to cause feelings of humiliation in the child. In Foucault's perspective, power can also appear as a form of control that is internalized by individuals.