Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI PROSES PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 MAKASSAR Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Indryani, Rahmah; Nurrahmah, Nurrahmah; Asriadi, Asriadi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan karakter siswa SMA Negeri 12 Makassar melalui proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang didukung oleh kegiatan asistensi mengajar. Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Makassar secara aktif memperbarui kurikulum dan melaksanakan kegiatan asistensi mengajar selama satu semester, yang meliputi pengajaran di kelas, pembekalan materi drama, dan pementasan drama. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogik dan keterampilan berbahasa mahasiswa, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan moral siswa melalui penanaman nilai-nilai etika, empati, dan keberagaman. Pendidikan karakter di Indonesia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, menekankan pembentukan individu beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab, dimana sastra Indonesia berperan penting dalam menanamkan nilai moral dan pengalaman hidup. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan karakter melalui pembelajaran bahasa dan sastra yang didukung kegiatan asistensi mengajar mampu menghasilkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki moral dan kemampuan sosial yang baik.
PERTUNJUKAN DRAMA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 MAKASSAR Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Herdiani, Rizki; Ramadhan, Nur Syawaluddin; Ramadani, Aulia Magfira
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 03 (2025): JUNI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif pelatihan drama dalam membina pendidikan sosial dan moral di SMA 12 Makassar. Dengan menggunakan metode kualitatif, dan melibatkan siswa kelas XI sebagai peserta. Melalui pendidikan drama, siswa belajar mengembangkan nilai-nilai sosial seperti empati, kerja sama tim, dan penerimaan dengan terlibat dalam berbagai situasi dunia nyata. Temuan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media drama dapat meningkatkan kesadaran sosial, pengembangan karakter, dan kapasitas siswa untuk memahami sudut pandang orang lain dan menghargai keberagaman. Pengabdian ini mendukung penggunaan metode yang berfokus pada drama sebagai strategi pendidikan karakter yang relevan dan efisien di lingkungan sekolah menengah.
Kajian Kritik Sastra dengan Pendekatan Psikologi Sastra pada Cerpen Kucing Setan yang Merasakan Cinta Karya Cicilia Oday Anggita, Dwi; Satriani, Irma
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i2.924

Abstract

This study aims to reveal the psychological dynamics of the main character in the short story Kucing Setan yang Merasakan Cinta by Cicilia Oday through the lens of literary psychology using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The short story stands out by presenting a cat character as a symbolic figure undergoing an inner transformation influenced by its social environment. Employing a qualitative descriptive method with reading and note-taking techniques as well as literature review, this research analyzes the character's personality structure based on Freud's three main components: id, ego, and superego. The results show that the cat undergoes complex psychological conflicts, where instinctual drives (id) initially dominate its behavior filled with anger and vengeance. However, as the story progresses, the development of the ego enables the character to mediate between these instinctual urges and the social norms introduced by the environment. The superego emerges as a moral compass when the character begins to experience affection and comprehend the value of sacrifice. This transformation demonstrates that even symbolic non-human characters possess psychological structures worth exploring. This study is expected to contribute to Indonesian literary criticism by expanding the analytical space for symbolic characters in short stories.
Relasi Kuasa dan Wacana Resistensi dalam Novel Janji Karya Tere Liye Perspektif Michel Foucault Ramadani, Atika Suri; Satriani, Irma
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i2.919

Abstract

This study aims to analyze the forms and dynamics of power relations in Tere Liye’s novel Janji through Michel Foucault’s theory of discourse and power. The research employs a qualitative method with a Foucauldian discourse analysis approach to examine how power operates, spreads, and produces truth within the novel’s social context. The data consist of textual excerpts that illustrate elements of surveillance, discipline, and resistance. The findings reveal that power in Janji is not monolithic or merely repressive but rather productive and diffused across three major domains: mental control through normalization and surveillance, bodily discipline through social and institutional mechanisms, and social domination maintained through economic and symbolic power. On the other hand, acts of resistance emerge as counter-discourses performed by the main character, demonstrating that power always allows space for opposition and social transformation. The study concludes that Janji reflects the complexity of power relations that not only constrain but also shape individual identity, behavior, and awareness within social networks, emphasizing the importance of critical consciousness toward the mechanisms of power embedded in everyday life.
MULTILINGUALISME PADA GENERASI Z DAN UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA Herdiani, Rizki; Amir, Johar; Satriani, Irma; Candra Dewi, Anita; Fitri, Sakinah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6331

Abstract

Multilingualism is becoming increasingly prominent among Generation Z, who are growing up amid globalization and digital technological advancement. While many studies have separately examined language shift or language maintenance, few have specifically explored the relationship between multilingual practices among Generation Z and the preservation of regional languages, particularly in linguistically diverse areas such as South Sulawesi. This study aims to describe the patterns of first, second, and third language use among Generation Z and explore their connection to language maintenance efforts. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, questionnaires, and interviews with 60 respondents aged 18–20 from various regions in South Sulawesi. The findings reveal that 63.3% of respondents use Indonesian as their first language, followed by Bugis (18.3%), Makassarese (15%), and others. For the second language, respondents tend to use regional languages, while English dominates as the third language (65%). These results indicate a shift in regional languages from the position of mother tongue to second or third language. However, there is still evidence of preservation efforts through the use of regional languages within family and social settings. These findings provide a foundation for the formulation of linguistic and educational policies that promote regional language revitalization, and they enrich theoretical understanding of multilingual dynamics in the digital era. ABSTRAK Multilingualisme merupakan fenomena yang semakin menonjol di kalangan Generasi Z yang hidup di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital. Meskipun banyak penelitian membahas pergeseran bahasa atau pemertahanan bahasa secara terpisah, masih sedikit yang mengkaji hubungan antara praktik multilingualisme Generasi Z dan pelestarian bahasa daerah, khususnya di wilayah dengan keragaman bahasa seperti Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan bahasa pertama, kedua, dan ketiga di kalangan Generasi Z serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan upaya pemertahanan bahasa daerah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, angket, dan wawancara terhadap 60 responden usia 18–20 tahun dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, disusul Bugis (18,3%), Makassar (15%), dan lainnya. Sebagai bahasa kedua, responden cenderung menggunakan bahasa daerah, sementara bahasa Inggris dominan sebagai bahasa ketiga (65%). Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran bahasa daerah dari posisi bahasa ibu menjadi bahasa kedua atau ketiga. Namun, tetap terdapat indikasi upaya pelestarian melalui penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga dan sosial. Temuan ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan linguistik dan pendidikan yang mendorong revitalisasi bahasa daerah, serta memperkaya pemahaman teoretis tentang dinamika multilingualisme di era digital.
Relasi Kuasa dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong Karya Eka Kurniawan: Perspektif Michael Foucault Lulyastuti, Lulyastuti; Satriani, Irma
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i1.789

Abstract

This journal discusses the analysis of power relations in the novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong by Eka Kurniawan using Michael Foucault's perspective. The research method used in this analysis is the qualitative description method. This method is a research process that produces descriptive data in the form of words rather than numbers. In the analysis of the novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong by Eka Kurniawan, a descriptive method was used. This research uses analytical techniques which aim to find the data contained in the novel to make data collection and classification easier. The results of the analysis of the novel Dog Meowing, Cats Menggonggong by Eka Kurniawan in this analysis can be found several evidences of relationships that exist in this literary work. In the novel, it is described how the father's power is reflected not only in harsh actions, but also in the form of words spoken to control the child's body. Apart from that, it was also found that there were authorities who were able to cause feelings of humiliation in the child. In Foucault's perspective, power can also appear as a form of control that is internalized by individuals.
Identitas Budaya dalam Novel Lusifer Lusifer karya Venerdi Handoyo: Kajian Postmodernisme Jean Francois Lyotard Saputra, Yusril; Satriani, Irma
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i1.790

Abstract

This study explores cultural identity in the novel Lusifer Lusifer by Venerdi Handoyo using Jean Francois Lyotard postmodernism approach. Concentrating on the representation of cultural identity in the form of religion, identity deception and masking, cultural adoption, and forms of irony. concentrating on irony in the text, religious representation, identity deception, and cultural adoption. The novel Lusifer Lusifer by Venerdi Handoyo shows how elements of Christian culture influence the daily lives of its characters through family relationships, religious rituals, and spiritual symbols. In this novel, postmodernism is depicted through the perspective that modernism does not meet the needs of humans as a whole and that religion is part of a collective identity, not just a personal belief. The results show that it offers a reflection on the relationship between religion, culture, and identity and criticizes the norms of modern society. The symbols used and adapted by the characters in this work form a cultural identity, depicting the conflict between the influence of modern culture and religious beliefs.
THE DOMINATION OF THE RULING CLASS OVER THE SUBORDINATING CLASS IN THE NOVEL LASKAR PELANGI BY ANDREA HIRATA : A MARXISM STUDY Satriani, Irma; Shafariana, Shafariana; Asri, Aswati
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 1 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i1.1138

Abstract

Study This aims to describe the domination class ruler to subordinate class. Research data sources This is the first time the novel Laskar Pelangi was published by Andrea Hirata by Bentang Pustaka in 2005. Type study This is descriptive qualitative. The method used was to read, note, classify, and analyze. Research results show that the novel revealed a difference in class between class rulers and subordinates, which gives birth to domination. Domination between class rulers (capital owners) and class subordination (labour) is triggered by several things, like profession, environment, and pattern of life. Race labourers are exploited because of class-decisive ruler standardization in public.
Narasi Seksisme dalam Sastra: Studi Kasus Pada Karya Best Seller Indonesia Saguni, Suarni Syam; Satriani, Irma; Filawati, Filawati
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk seksisme yang muncul dalam karya bess seller  Indonesia sebagai representasi ideologi patriarki yang terselubung. Dengan menggunakan teori feminisme radikal Shulamith Firestone. Penelitian ini menggambarkan  tubuh, cinta, dan keluarga sebagai arena utama politik patriarki yang menindas perempuan melalui moralitas, domestifikasi, dan objektifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tekstual terhadap narasi, karakter, dan dialog dalam karya terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seksisme hadir melalui tiga bentuk utama: (1) penundukan tubuh perempuan melalui konstruksi cinta dan pengorbanan, (2) simbolisasi perempuan sebagai objek moral dan biologis, serta (3) reproduksi nilai-nilai patriarki melalui bahasa dan citra estetik. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra populer tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga memperkuat ideologi gender yang mapan. Temuan ini diharapkan dapat memperluas kajian feminisme dalam sastra Indonesia dan mendorong kesadaran kritis terhadap bias gender dalam budaya populer.Kata kunci: seksisme, feminisme radikal, ideologi patriarki, sastra popular
LITERASI MARITIM DAN APRESIASI SASTRA PESISIR MELALUI BEDAH BUKU SELAMA LAUT MASIH BERGELOMBANG KARYA MARIATI ATKAH M Faidil, M Faidil; Saguni, Suarni Syam; Satriani, Irma; Yunus, Andi Fatimah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa bedah buku kumpulan puisi Selama Laut Masih Bergelombang karya Mariati Atkah dilaksanakan bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 24. Kegiatan ini bertujuan ganda: pertama, untuk meningkatkan Literasi Maritim mahasiswa terhadap isu-isu kelautan dan kearifan lokal yang terekam dalam puisi; dan kedua, untuk mengembangkan keterampilan apresiasi sastra yang kritis dan terstruktur, khususnya dalam menganalisis genre puisi maritim. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, telaah teks mendalam, dan praktik penulisan ulasan/apresiasi sastra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa mengenai unsur-unsur pembentuk puisi, kemampuan mereka dalam menafsirkan simbolisme sastra pesisir, serta keterampilan mereka dalam menyusun esai apresiasi yang runtut. Antusiasme mahasiswa yang tinggi menjadi faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan ini. Meskipun terdapat tantangan dalam hal keterbatasan waktu dan kurangnya pengalaman awal dalam menulis apresiasi, kegiatan ini berhasil menumbuhkan motivasi dan memperkuat kompetensi literasi maritim dan kreativitas mahasiswa di bidang sastra. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model dalam pemanfaatan karya sastra untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya maritim.