Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

A PERAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP LEGALITAS PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA: (Studi Analisis Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 916/Pdt.P/2022/PN Sby) Susantin, Jamiliya; Syamsul Rijal; Moh. Afiful Khair; Mujiburrohman
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 10 No. 2 (2022): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.432 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v10i2.251

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji tentang putusan pengadilan negeri Surabaya yang mengabulkan permohonan perkawinan beda agama. Lalu kemudian dianalisis dengan moderasi beragama yang diterapkan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adanya legalisasi perkawinan beda agama hakikatnya melabrak aturan syari’ah, juga menjadi bahan perbincangan pada ide moderasi beragama karena saat ini pemerintah begitu gencar menggodok ide moderasi beragama lewat kementrian agama di Indonesia. Selanjutkan penelitian ini juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan gebrakan moderasi beragama di Indonesia. Dan bagaimana seharusnya peran Kementrian Agama Republik Indonesia menengahi kasus lama ini.  
Parenting Education Berbasis Nilai-Nilai Pendidikan Islam sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Aengmerah Sumenep Amiruddin, Amiruddin; Hafid; Jamiliya Susantin
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 11 No. 2 (2023): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v11i2.1069

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial yang belum terselesaikan, khususnya di daerah pedesaan Kabupaten Sumenep, Madura. Salah satu akar penyebab utamanya adalah pemahaman yang terbatas di kalangan orang tua tentang nilai-nilai pendidikan Islam, yang menekankan pentingnya pengetahuan, pengasuhan anak yang berlandaskan Islam, dan kewajiban untuk melindungi anak-anak dari praktik-praktik yang membahayakan masa depan mereka. Artikel ini menyajikan temuan dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Aengmerah, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, dengan menggunakan metode Penelitian Aksi Partisipatif (PAR). Program ini mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam ke dalam sesi pendidikan orang tua untuk memperkuat kapasitas orang tua dalam mencegah pernikahan dini. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan anak, pemahaman yang lebih dalam tentang konsekuensi negatif pernikahan dini, dan pergeseran yang berarti menuju praktik pengasuhan anak yang lebih selaras dengan ajaran Islam. Program ini memberikan bukti bahwa pendekatan berbasis pendidikan Islam yang melibatkan orang tua secara langsung lebih efektif dalam mendorong perubahan sikap daripada inisiatif penyuluhan yang hanya menargetkan anak-anak.
The Impact of Matchmaking on Family Harmony from the Perspective of Islamic Law: A Case Study in Klampar Village, Proppo District, Pamekasan Regency Nuris Sadad; Jamiliya Susantin
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 4 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i4.3303

Abstract

This study examines the impact of matchmaking on family harmony from the perspective of Islamic law in Klampar Village, Proppo District, Pamekasan Regency. Matchmaking practices remain strongly maintained as hereditary traditions within Madurese society and are closely related to the preservation of lineage, kinship, and family honor. However, these practices often create tensions between cultural traditions and individual rights in determining marriage partners. This research aims to analyze the persistence of matchmaking traditions, their impact on household harmony, and the perspective of Islamic law regarding arranged marriages. The study employs an empirical legal research method with a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving married couples, parents, religious leaders, and community figures in Klampar Village. The findings reveal that matchmaking practices continue to be preserved because they are considered capable of maintaining family relationships and social values. Nevertheless, excessive parental intervention, lack of emotional readiness, and limited acquaintance before marriage frequently contribute to household conflict and disharmony. On the other hand, some couples successfully maintain harmonious relationships through adaptation, communication, religious commitment, and family support. From the perspective of Islamic law, matchmaking is permissible as long as it is conducted based on mutual willingness and without coercion. Therefore, achieving harmonious family relationships requires balancing cultural traditions with the individual rights emphasized in Islamic teachings.