Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Optimalisasi Model Pembelajaran Konstruktivisme untuk Meningkatkan Pemahaman Shalat Siswa pada Pembelajaran PAI di SMPN 2 Kota Bima Sari, Nurmala; Ilham; Mulyadi, Wahyu
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i2.2872

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman shalat siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 2 Kota Bima, serta mengetahui penggunaan model konstruktivisme terhadap pemahaman shalat pada materi pendidikan agama Islam siswa di SMPN 2Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 2 Kota Bima efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang shalat. Dibanding metode konvensional yang berpusat pada guru dan hafalan, konstruktivisme mendorong pembelajaran student-centered melalui pengalaman langsung, diskusi, dan refleksi. Penerapan prinsip asimilasi dan akomodasi (Piaget) dalam aktivitas seperti proyek "Makna Shalat", simulasi kasus nyata, dan penilaian holistik membuat pembelajaran lebih interaktif dan bermakna. Hasilnya, siswa tidak hanya menguasai tata cara shalat tetapi juga memahami nilai spiritual dan aplikasinya dalam kehidupan. Kendala utama terletak pada kebutuhan persiapan yang lebih matang oleh guru. Namun, pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka, mendorong terbentuknya siswa yang kritis, kreatif, dan berkarakter religius.
ANALISIS KEMAMPUAN ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI TK NEGERI 03 WOJA DOMPU Kartini, Kartini; Mulyadi, Wahyu; Retnoningsih, Retnoningsih; Salam, Agus; Ihlas, Ihlas
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i1.4067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di TK Negeri 03 Woja Dompu serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangannya. Penelitian ini didasari oleh pentingnya pemahaman terhadap perkembangan anak dengan ASD, khususnya dalam lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan guru pendamping, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak dengan ASD di TK Negeri 03 Woja dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu metode pembelajaran yang diterapkan, peran aktif guru dan pendamping, serta dukungan lingkungan sekitar. Penerapan metode pembelajaran berbasis visual dan multisensori terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman anak terhadap materi ajar. Selain itu, keterlibatan guru dan pendamping dalam membimbing anak-anak dengan sabar dan menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif juga berperan penting dalam meningkatkan keterampilan kognitif dan sosial mereka. Dukungan lingkungan sekolah yang inklusif memberikan dampak positif terhadap kemampuan adaptasi sosial anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa anak dengan ASD memiliki potensi untuk berkembang secara optimal jika diberikan metode pembelajaran yang sesuai, pendampingan yang tepat, serta lingkungan yang mendukung.
Peningkatan Literasi Melalui Program Study Tour di Sekolah Dasar Ahmad, Ahmad; Haris, Abdul; Hermansyah, Hermansyah; Mulyadi, Wahyu
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v8i1.2513

Abstract

The purpose of this service activity is motivated by the low literacy culture of students which can be seen from the low interest in reading of children in Kalampa Village, the low interest in reading is caused by several factors including family, environment, peers, and mobile phones. As an effort to improve children's literacy in Kalampa Village, a programme called Study Tour was designed with an integrated learning concept and outclass learning activities were carried out. The parties involved in this service activity are elementary school children in Kalampa Village, and students of PGMI Study Programmes of IAI Muhammadiyah Bima. In this service, the PAR (Participatory Action Research) method is used, which consists of several implementation phases, such as observation, planning, implementation, and evaluation. The results of the implementation of the study tour are very influential on increasing children's literacy and can foster children's learning motivation. through Study Tour activities children can express themselves through several games applied in learning. With intense guidance and an individualised approach, it has made a difference in improving children's literacy.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA DIGITAL DI TK YAA BUNAYYA Mutmainnah, Atri; Anhar, Ade S; Mulyadi, Wahyu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.25472

Abstract

This study aims to describe the strategies implemented by teachers in improving the quality of learning through the use of digital media at Yaa Bunayya Kindergarten. In today's digital era, the use of technology in early childhood education is an important step in creating an interesting and effective learning process. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study revealed that teachers at Yaa Bunayya Kindergarten implemented various strategies, such as the use of educational videos, interactive learning applications, and the use of digital platforms to communicate with parents. These strategies have been proven to be able to increase children's participation in learning activities and strengthen collaboration between teachers and parents. Thus, it can be concluded that the integration of digital media in the learning process has a positive impact on the quality of education at Yaa Bunayya Kindergarten.
AGAMA DAN DEMOKRASI DALAM PEMIKIRAN ABDUL KARIM SORUSH (Relevansi dalam Keberagaman dan Problematika di Abad 21) Mulyadi, Wahyu
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 21 No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v21i1.2602

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang mengadopsi sistim demokrasi, dan lebih populer dikenal dengan demokrasi pancasila. Yang di dalamnya terdapat berabagai keragaman suku bangsa dengan kekayaan sumber daya alam yang bervariasi. Suku bangsa dan agama terbesar di seluruh pelosok nusantara. Dan jika dilihat lebih teliti mulai dari Propinsi sampai Kabupaten/Kota, maka tidak ada satupun wilayah di Indonsia yang penduduknya homogen atau sama. Misalnya suku sama atau agama yang sama. Tetapi dengan keragaman suku bangsa dan agama yang berbeda, demokrasi mampu hadir untuk menyatukan diantara perbedan itu. Agama yang dipelopori sebagai suatu keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pada masing-masing diantara peredaan yang seharusnya menjadi ujung tombak untuk mengikat perbedaan, kadangkala diabaikan karena kita menatap bahwa demokrasi saja sudah cukup. Aplikasi sistem demokrasi tidak akan berkembang di Negara yang mengadopsi sistem demokrasi apabila tidak ada penyesuaian antara nalar (‘aql) dan wahyu (syar’)/demokrasi agama (Abdul Karim Soroush) dan tidak adanya integrasi dan iterkoneksi nash dan ‘ilm/“demokrasi agama” (M. Amin Abdullah). Arikel ini akan menyajikan pemikran Sorousuh tentang wacana agama dan demokrasi secara konseptual dan rasional. Serta membantah sebagian pengkritik bahwa agama dan demokrasi tidak tepat posisinya untuk jalan beriringan. Penulis melakukan studi literatur terhadap pemikiran Soroush dan relevansinya serta problematikanya pada fenomena kehidupan di Abad 21 sekarang ini.
Strategi Guru dalam Menerapkan Konsep Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun di TK Yaa Karim Kota Bima Hazral Aswa; Ahmadin Ahmadin; Wahyu Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1425

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini berfokus pada pentingnya mengembangkan kemandirian anak sejak dini melalui pembelajaran yang memberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi kreatifitas serta inovatif mereka. Konsep Merdeka Belajar yang diterapkan di TK Yaa Karim diharapkan dapat mendukung berkembangnya kemampuan mengambil keputusan, sikap sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan anak. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk strategi guru dalam menerapkan konsep Merdeka Belajar dapat memberikan peningkatan sikap kemandirian pada anak usia 4-5 tahun di TK Yaa Karim Kota Bima. Namun, tantangan dalam penerapannya seperti keberagaman kebutuhan anak, keterbatasan waktu serta sumber daya yang terbatas menjadi permasalahannya. Jenis metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial melalui pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan informan utamanya guru kelas A 2 orang serta kepala Tk sebagai informan pendukung. Penelitian ini melibatkan analisis data dari kegiatan pembelajaran yang diterapkan di kelas serta hasil wawancara dengan guru kelas A untuk mendapatkan gambaran mengenai strategi guru dalam menerapkan konsep Merdeka Belajar untuk meningkatkan kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Merdeka Belajar memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemandirian anak. Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan serta keterampilan sosial yang lebih baik. Meskipun ada tantangan dalam pengelolaan kelas dan keterbatasan waktu dan sumber daya, strategi yang diterapkan oleh guru terbukti efektif dalam mendorong perkembangan kemandirian anak di TK Yaa Karim Kota Bima.
Penanaman Nilai Toleransi Beragama pada Anak Usia Dini RA Al-Amin Kota Bima Rahmatiah Rahmatiah; Agus Salam; Wahyu Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1673

Abstract

Toleransi merupakan nilai mendasar dalam kehidupan bermasyarakat yang tercermin melalui sikap menghormati, menerima, dan terbuka terhadap keberagaman, baik dalam hal pandangan, keyakinan, agama, suku ras, maupun status sosial. Menanamkan nilai toleransi sejak dini merupakan upaya strategis dalam membentuk karakter anak agar mampu hidup rukun dalam keberagaraman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan nilai toleransi pada anak usia dinidi RA Al-Amin Kota Bima, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam proses tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menjunjukan bahwa penanaman nilai toleransi dilakukan melalui pembiasaan keiatan salat berjamaah, pemanfaatan media bergambar dalam proses pemberlajaran , serta pengintegrasian nilai-nilai keagamaan ke dalam aktivitas harian anak. Faktor-faktor yang mendukung antara lain keterlibatan orang tua secara aktif, pendekatan komunikatif dari guru, serta tersedianya fasilitas belajar yang menunjang. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman anak terhadap keberagaman, pengaruh negatif media, serta kurangnya sinergi antara tenaga pendidik dan orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga pendidik  dan orang tua dalam membentuk karakter anak yang toleran sejak dini, serta memberikan kontribusi bagi pengembagan pendidikan karakter berbasis nilai keberagaman.
A Multidisciplinary Approach to Islamic Religious Education: Psychological, Political, and Legal Perspectives Adam Adam; Rizki Al-Gifari; Andi Andi; Wahyu Mulyadi; Ilham Ilham
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3099

Abstract

This study aims to examine and describe a multidisciplinary framework for Islamic Religious Education through the integration of psychological, political, and legal approaches. The psychological approach focuses on students' motivation, development, and personality as a basis for strengthening the process of internalizing values. The political approach examines the influence of educational policies, state ideology, and the dynamics of pluralism in directing the orientation of Islamic Religious Education learning. Meanwhile, the legal approach is analyzed to understand the normative and regulatory foundations that support the implementation of Islamic Religious Education in Indonesia. This study uses library research. Data were collected through a literature search of journals and books. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the integration of these three approaches produces a more comprehensive, adaptive, and contextual framework for Islamic Religious Education. The psychological approach provides effectiveness in character-based learning, the political approach strengthens the relevance of Islamic Religious Education in the national education system, and the legal approach ensures the legitimacy and direction of religious value development. Overall, multidisciplinary Islamic Religious Education is able to shape religious students.
Peran Lingkungan Keluarga Dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Pada Anak Dian Rosela; Wahyu Mulyadi; Yayuk Kusumawati
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 1 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i1.847

Abstract

This study aims to examine the role of the family environment in shaping religious moderation attitudes in children in Nggeru Kopa Village, Palama, a multicultural area inhabited by communities of Islam, Catholicism, and Protestantism. In this context of diversity, the family plays a strategic role as the main agent in instilling values of tolerance, mutual respect, and peaceful coexistence. The study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects of the research include parents, community leaders, and elementary school children residing in the village. The findings show that families instill religious moderation through familial approaches, role modeling, and value education from an early age. This moderation practice is reflected in daily life, such as respecting differences in beliefs, engaging in interfaith communication, and participating in social activities together. Universal values such as empathy, honesty, and justice are also taught as part of character education. However, there are challenges faced, such as economic limitations and the influence of a closed social environment, which may hinder the internalization of moderation values. This study concludes that families play a crucial role in shaping moderate character in children within a pluralistic society. The implications of these findings suggest the need for strengthening family capacity through support programs and collaboration with educational institutions and local religious leaders to create an inclusive and harmonious social ecosystem.
Strategi Kebiasaan Sehari-hari untuk Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak Islam pada Masa Kanak-kanak Nur Afina; Wahyu Mulyadi; Nurdiniawati Nurdiniawati
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3525

Abstract

This study aims to analyze the implementation of daily habituation strategies in internalizing Islamic moral values among early childhood learners at PAUD KB Sehat Mpili. It emphasizes the importance of strengthening character education through consistent and structured practices from an early age. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis involving the principal and teachers. The findings show that activities such as greeting practices, routine prayers, time discipline, responsibility-based tasks, and guided social interactions contribute to the development of moral behaviors, including politeness, empathy, responsibility, and adherence to routines. These processes are supported by teacher role modeling and positive reinforcement, enabling gradual value internalization through repeated experiences. Internalization is understood as a continuous process in which children adopt values in daily learning contexts. The study reveals that habituation does not directly determine outcomes but plays a significant role in shaping children’s moral behavior patterns. Its novelty lies in viewing habituation as part of an integrated pedagogical system that connects daily practices, teacher modeling, and value reinforcement, contributing to early childhood character education.