Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI PENELUSURAN TUGAS DAN KINERJA ALUMNI STPP MAGELANG JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN YOGYAKARTA (THE TRACER STUDY OF THE STPP MAGELANG GRADUATES TASKS AND PERFORMANCES FOR AGRICULTURAL EXTENSION PROGRAM STUDY) Arifin, Miftakhul; Ismarlin, Ina Fitria; Iswardayati, Nani Tri; Hamid, Abdul
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 4 No. 2 (2008): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at revealing the graduates working as Agricultural Extension Workers (AEWs), graduate performance condition, and the correlation between the performance and Cummulative Achievement Index (CAI). This study was descriptive in nature involving the graduates as objects, and the respondents i.e. the graduate leaders, the graduate partnerships, and farmer group leaders. The data collected by questioner and documentation methods, and analyzed by descriptive technique and Kendalls Tau Correlation Test. The result of studies are as follows, (1) 50% of all the graduates worked as AEWs, (2) the graduates job performance falls into the successful category, especially the action aspect is in the mostly successful category, (3) the graduates attitude is in the best category, especially the enthusiasm aspect is in the good category, (4) there is significant correlation between the graduates job performance and Cummulative Achievement Index (CAI), and (5) ) there is no significant correlation between the graduates attitude performance and Cummulative Achievement Index (CAI). This implies that there is a need of evaluation and development of the curriculum, and partnership between STPP and stakeholders so that the curriculum is relevant and applicable to the graduates job descriptions as AEWs.
Comparative Analysis of Production Results and Farming Costs of Tuber Shallots and True Shallot Seed (TSS) in the Off-Season of Sandy Coastal Land Ismarlin, Ina Fitria; Shoyfiyah, Safira
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i3.518

Abstract

The decline in shallot production was caused by low seed quality in quantity and price. One of the government's efforts to overcome the problem of shallot productivity is by using True Shallot Seed (TSS) seeds. This research aimed to determine the comparison of production results and farming costs for tuber shallot and True Shallot Seed (TSS). This research was conducted in Parangtritis Village, Kapanewon Kretek, Bantul Regency. The research method used was comparative with a sample of 14 tuber shallot farmers and 33 TSS shallot farmers. The sample in this study was selected using a saturated sampling technique. The research results show that the average production of tuber shallot and TSS in the off-season on sandy coastal land is 475 kg/1000 m2 and 398 kg/1000 m2. A comparison of the production results of tuber shallot and TSS using SPSS shows Sig. (2-tailed) of 0.597 > 0.05, which means there is no significant (real) difference between the average production of tuber shallot and TSS. The cost of farming TSS shallots during the off-season on sandy coastal land is Rp. 7,106,500, while farming tuber shallot is Rp. 9,427,000. This shows that the costs of farming TSS shallots are cheaper than the costs of farming tuber shallots. Based on this research, it is necessary to increase the role of extension workers and the independence of farmers in developing tuber shallot and TSS shallot farming, which is more prospective to be cultivated in the off-season on sandy coastal land.
Optimalisasi Kemandirian Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Sumber Rejeki Melalui Pendekatan Logical Framework Analysis (LFA) Novitha Sarika; Fitria Naimatu Sadiyah; Ina Fitria Ismarlin
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9495

Abstract

Kelompok Tani Sumber Rejeki di Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta telah mengembangkan usaha pengolahan cabai jawa kering sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian di kawasan urban farming. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang berkaitan dengan kemandirian kelompok dalam mengelola usaha cabai jawa kering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan Logical Framework Analysis (LFA) dalam mengoptimalkan kemandirian Kelompok Tani Sumber Rejeki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pengurus kelompok tani, anggota kelompok, penyuluh pertanian, serta pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Logical Framework Analysis yang meliputi analisis pemangku kepentingan, analisis masalah, analisis tujuan, analisis strategi, dan penyusunan matriks LFA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani Sumber Rejeki adalah rendahnya tingkat kemandirian dalam pengelolaan usaha, yang disebabkan oleh ketergantungan terhadap tengkulak, belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi yang baku, lemahnya manajemen kelembagaan, keterbatasan kemampuan dalam menentukan harga jual produk secara mandiri, serta kurangnya pemahaman mengenai legalitas usaha. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah meningkatkan kemandirian kelompok dalam mengelola usaha cabai jawa kering secara berkelanjutan. Upaya optimalisasi yang diusulkan meliputi penyusunan SOP produksi, pelatihan pemasaran digital, pembagian tugas anggota secara terstruktur, serta pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Perizinan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). 
Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap Respons Dalam Pengolahan Limbah Kubis (Brassica Oleracea Var. Capitata L.) Di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang Dian Ayu Sumartin; Ina Fitria Ismarlin; Suharno Suharno
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.5995

Abstract

Petani kubis di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak saat musim panen raya tiba cenderung meninggalkan dan membiarkan sisa panen tanaman kubis yaitu daun (rempelan) kubis di lahan sampai menumpuk. Permasalahan limbah hasil pertanian masih menjadi kendala di tingkat petani dan perlu adanya kesadaran diri petani untuk pengelolaan teknologi guna memanfaatkan limbah kubis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis dekriptif dan regresi linier berganda untuk mengetahui karakteristik petani yang memengaruhi respons terhadap pengolahan limbah sayur. Responden penelitian sebanyak 54 orangdiambil dengan teknik propotional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pendidikan Nonformal dan Kekosmopolitan berpengaruh signifikan terhadap respons petani dalam pengolahan limbah sayur dengan nilai Pendidikan Non Formal nilai thitung sebesar 3.184 dan nilai signifikansi 0.003 ( < 0,05) dan Kekosmopolitan dengan nilai thitung sebesar 2.102 dan nilai signifikansi 0.041 ( < 0.05). Sebaliknya, variabel usia, pengalaman bertani, akses informasi, dan partisipasi kelompok tani tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. Temuan ini memberikan manfaat tentang pemahaman mendalam mengenai karakteristik petani yang memengaruhi teknologi pengolahan limbah, serta dapat menjadi dasar program penyuluhan dan pelatihan yang tepat sasaran. Respons petani terhadap pengolahan limbah sayur dipengaruhi oleh beberapa karateristik yaitu Pendidikan Nonformal dan Kekosmopolitan yang berpengaruh secara signifikan.
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Minat Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Pupuk Kompos Di Kalurahan Condongcatur Safrul Haer; Ina Fitria Ismarlin; R. Hermawan
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6489

Abstract

Budidaya jamur tiram di Indonesia terus berkembang, namun menimbulkan limbah baglog yang belum dikelola secara optimal,jika dibiarkan maka limbah akan mencemari lingkungan. Padahal limbah baglog jamur tiram mengandung unsur hara yang potensial dijadikan pupuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan limbah baglog jamur tiram menjadi pupuk kompos oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Limbah baglog merupakan limbah organik dari budidaya jamur tiram yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk kompos, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 60 responden dari 18 KWT. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam variabel independen yang diuji, dua variabel berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat, yaitu peran anggota (sig. 0,049) dan dukungan pemerintah (sig. 0,010). Sementara itu, variabel umur, pengalaman usahatani, pendidikan nonformal, dan peran penyuluh tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,372 yang berarti bahwa 37,2% variasi minat dipengaruhi oleh variabel-variabel dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menjadi dasar perumusan model pemberdayaan wanita tani dalam pengelolaan limbah pertanian berkelanjutan.
Peran Media Massa pada Platfrom YouTube dalam Mendukung Branding Usaha Kelorida di KWT Bakulan Rezeki Helena Maulida Salsabilah; Ina Fitria Ismarlin; Ananti Yekti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1243

Abstract

Perkembangan media digital membuka peluang bagi usaha berbasis Masyarakat untuk memperluas promosi dan membangun branding usaha. Namun, pemanfaatan media audiovisual oleh KWT Bakulan Rezeki dalam mempromosikan produk Kelorida belum dilakukan secara optimal dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran liputan media massa pada platfrom YouTube dalam mendukung branding usaha Kelorida di KWT Bakulan Rezeki. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi, dan penyajian data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audiovisual berbasis YouTube berperan dalam membangun identitas dan citra merek, meningkatkan brand recall, memperkuat storytelling branding, meningkatkan engagement konsumen, serta memperluas jangkauan promosi digital. Media audiovisual juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen melalui penyajian visual dan narasi yang informatif dan menarik.
Analisis Motivasi Kelompok Wanita Tani Yang Kurang Mampu Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan Ahmad Asyam Rasyiq; Adi Prayoga; Ina Fitria Ismarlin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1308

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ebagia motivasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) kurang mampu serta pengaruh motivasi terhadap pemanfaatan lahan pekarangan di Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Variabel motivasi dipilih karena merupakan faktor internal yang mendorong seseorang untuk berpartisipasi, berusaha, dan mempertahankan perilaku dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan ebagi sampling jenuh terhadap 39 anggota KWT. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi anggota KWT secara deskriptif berada pada kategori tinggi, meliputi need for achievement sebesar 83,18%, need for affiliation sebesar 83,53%, dan need for power sebesar 79,49%. Pemanfaatan lahan pekarangan juga tergolong tinggi pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa ebagian motivasi anggota KWT secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan lahan pekarangan, sedangkan secara parsial hanya ebagian need for achievement yang berpengaruh signifikan, sementara need for affiliation dan need for power tidak berpengaruh secara signifikan. Sehingga diperlukan pemberdayaan melalui penyuluhan, pelatihan budidaya, dan penguatan motivasi anggota KWT secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Petani melalui Benchmarking Budidaya Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kelompok Tani Rukun Agawe Makmur Kalurahan Beji Kapanewon Patuk Fadinda Halizasabrina Sutejo; Ina Fitria Ismarlin; Endah Puspitojati
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 4 No. 2 (2026): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Mei 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v4i2.654

Abstract

Produktivitas cabai rawit ( Capsicum frutescens L.) di Kelompok Tani Rukun Agawe Makmur masih perlu ditingkatkan melalui penerapan teknik budidaya yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan praktik budidaya cabai rawit ORI 212 antara Kelompok Tani Rukun Agawe Makmur dan Kelompok Tani Hortikultura SOKMA, mengidentifikasi praktik budidaya unggulan, serta menyusun model pemberdayaan petani berbasis benchmarking . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berbasis benchmarking . Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan praktik budidaya pada aspek penyediaan bibit, penanaman, pengairan, pemangkasan, pemupukan, dan pascapanen. Praktik budidaya unggulan yang teridentifikasi meliputi seleksi bibit dan aklimatisasi sebelum tanam, penggunaan jarak tanam 60×40 cm, sistem pengairan yang terintegrasi dengan pemupukan, penerapan Pengendalian Hama Terpadu, pemupukan berimbang, serta sortasi dan pemasaran hasil panen melalui pasar lelang. Hasil penelitian juga menghasilkan model pemberdayaan petani yang terdiri atas tahapan penyadaran, penguatan kapasitas, pendampingan, implementasi, pengembangan usaha, dan evaluasi. Model tersebut dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kapasitas petani dan budidaya cabai rawit yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pengembangan Budidaya Pisang Raja (Musa Paradisiaca.L) Melalui Benchmarking Di Kalurahan Trimulyo Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Frisca Hartalena Putri; Ina Fitria Ismarlin; Endah Puspitojati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1341

Abstract

Budidaya pisang raja merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani, namun penerapan teknologi budidaya di tingkat kelompok tani masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi budidaya pisang raja di Gapoktan Loh Jinawi, membandingkannya dengan KUB Pisang Pakarti melalui metode benchmarking, serta merancang model pemberdayaan masyarakat yang sesuai. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi yang divalidasi melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budidaya di Gapoktan Loh Jinawi belum sepenuhnya sesuai SOP, terutama pada aspek persiapan lahan, pengairan, pemupukan, sanitasi kebun, dan pengendalian OPT sehingga produktivitas rata-rata hanya mencapai 7,5 kg per tandan, lebih rendah dibandingkan KUB Pisang Pakarti yang mencapai 10 kg per tandan. Model pemberdayaan yang dirancang pada penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan petani. Hasil ini menunjukkan bahwa benchmarking dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian petani pisang raja.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Usaha Slondok di Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo Syaidatul Mukharomah; Ina Fitria Ismarlin; Mastur Mastur
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 49, No 1 (2025): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v49i1.101694

Abstract

Cassava is a plant that is easy to grow, offering high potential for development as an alternative food ingredient. Business success is the success of a business actor in achieving their goals. This study aims to determine the impact of raw material quality, farming experience, infrastructure, business competition, and market access on the success of the slondok business in Banjaroyo Village. This study employs a quantitative approach using a questionnaire as the primary data collection instrument, conducted from November 2024 to February 2025 in Banjaroyo Village, Kalibawang Sub-district, Kulon Progo Regency. The respondents in this study consisted of 38 slondok business actors, selected using a saturated sample technique. The data analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis, conducted using SPSS version 25.0. The results show that the variables of raw material quality (X1), farming experience (X2), facilities and infrastructure (X3), business competition (X4), and market access (X5) have a significant effect simultaneously (together) on the business success with a significance level of 0.018. Partially, raw material quality and farming experience have an effect on business success with a significance value of 0.007 and 0.045, respectively, while facilities and infrastructure, business competition, and market access do not have a significant effect. So, it is necessary to analyze other factors that support the success of the business run by slondok entrepreneurs.