Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

THE CONFLICT OF THE NORMS IN THE EXECUTION OF SECURED OBJECTS WHICH ARE ENFORCED BY LIABILITY RIGHTS WHEN THE DEBTOR IS BANKRUPT Ana Fauzia; Deva Gama Rizky Octavia; Fathul Hamdani
Progressive Law Review Vol 4 No 01 (2022): April
Publisher : Faculty of Law-Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/plr.v4i01.67

Abstract

In a transaction, for example a company's working capital credit agreement with a bank, occurs where the bank asks for collateral in the form of mortgage rights in guaranteeing the company to pay its debts to the bank. However, because the company's assetsto be pledged as collateral do not exist or are insufficient, third party assets (individual companies/shareholders/directors/commissioners) are tied up. However, problems arise when the company is unable to pay its debts to the bank and then the bank files a bankruptcy petition which results in the debtor (company) being declared bankrupt. So that in the event that the debtor has been declared bankrupt, the execution process is carried out by the curator under the authority of the supervisory judge. The execution of collateral objects when the debtor goes bankrupt is related to two main problems, namely, related to legal regulations regarding execution and the status of collateral objects related to the bankruptcy of the debtor. With regard to the legal regulations concerning execution and the status of collateral items if the debtor is bankrupt, two different arrangements were found, namely between Law no. 37 of 2004 concerning the KPKPU and Law no. 4 of 1996 concerning Mortgage Rights, so that a principle is needed to solve these problems, namely lex specialis derogate legi generalis (Special Laws beat general Laws). Therefore, based on these problems, research is carried out using normative legal research methods, by taking an approach, namely, a statute approach related to execution.
Tradisi Merariq dalam Kacamata Hukum Adat dan Hukum Islam Fathul Hamdani; Ana Fauzia
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 3 No 6 (2022): Tema Hukum Keluarga
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v3i6.245

Abstract

One of the traditions that is still preserved by the Sasak people in Lombok is the Merariq (elopement) tradition. This tradition is a unique and distinctive tradition, because generally people consider elopement as a violation of customary laws, such as Batak, Balinese, Bugis, Makasar, Sumbawa and Mandar. The purpose of this study is to examine the relationship between customary law and Islamic Law, as well as how views on the Merariq tradition are viewed from the perspective of customary law and Islamic Law. The results of the study suggest that customary law and Islamic law complement each other without losing their respective identities. For example, before the Marriage Law came into force, in marriage for Muslims, the Islamic Marriage Law was a benchmark together with the Customary Marriage Law. Then regarding the Merariq tradition, it has actually been embraced by the Sasak tribe since ancient times. As for the process, the Merariq tradition also still refers to Islamic Law.
THE URGENCY OF ARRANGEMENT REGARDING ILLICIT ENRICHMENT IN INDONESIA IN ORDER TO ERADICATION OF CORRUPTION CRIMES BY CORPORATIONS Hamdan Rampadio; Ana Fauzia; Fathul Hamdani
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v9i2.17625

Abstract

Along with the times, the motives or concept of corruption are increasingly complex and growing, as well as the increasing number of transnational crimes, it makes the world need regulations regarding illicit enrichment in legal products at the level of law to allow the imposition of legal sanctions for these crimes, including Indonesia. The purpose of this study is to provide an overview of the practice of illicit enrichment in Indonesia and its comparison with other countries, as well as an analysis of the urgency of regulating illicit enrichment in Indonesian law as one of the most important norms in efforts to eradicate corruption in Indonesia. In this study, the method used is normative juridical using a statutory, conceptual and case approach. From the results of the study, an idea that is presented in efforts to develop and reform law in Indonesia, namely in the context of eradicating corruption. This idea is discussed in more depth through a number of concrete cases that have been processed in Indonesia which shows that if we have illicit enrichment norms, the handling of these cases will be maximized. Through this regulation related to illicit enrichment, of course, it can prevent public officials (corporations) from committing corruption, minimizing initiatives to do business or other activities that are full of conflicts of interest (with their positions).
Pembangunan Sistem Pelayanan Publik melalui Penyederhanaan In-strumen Perizinan: Kajian Pasca Pengesahan Perppu Cipta Kerja sebagai Undang-Undang Fathul Hamdani; Ana Fauzia; Deny Noer Wahid
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 4 (2023): Proceeding MILENIUM 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i4.317

Abstract

Pelayanan publik merupakan ujung tombak bagi pemerintah dalam melaksanakan kekuasaannya, pun juga pelayanan publik merupakan suatu cerminan terhadap baik atau buruknya pemerintahan. Penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari ketentuan-ketentuan hukum administrasi pemerintahan, salah satunya mengenai perizinan. Dalam upaya pem-bangunan terhadap sistem pelayanan publik, instrumen hukum perizinan ini merupakan salah satu aspek yang dibenahi oleh pemerintah melalui UU Cipta Kerja, yakni dengan melakukan penyederhanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan instrumen hukum perizinan dalam UU Cipta Kerja, dan mengkaji bagaimana instrumen hukum perizinan dapat berperan dalam pembangunan sistem pelayanan publik. Penelitian ini didasarkan pada metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian mengetengahkan bahwa arti penting sistem pelayanan publik melalui instrumen hukum perizinan nampaknya mulai dibangun oleh pemerintah seiring dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Sebab salah satu semangat lahirnya UU Cipta Kerja adalah dalam rangka memberikan kemudahan perizinan, yakni harmonisasi terhadap regulasi yang tumpang tindih dan memangkas prosedur perizinan yang rumit. Dalam konsep negara kesejahteraan, salah satu fungsi negara adalah sebagai social services state atau an agency of services (negara sebagai alat pelayanan). Artinya bahwa fungsi negara kesejahteraan tersebut harus dibangun melalui suatu sistem yang dapat mencerminkan nilai-nilai kebermanfaatan. Berdasarkan hal tersebutlah maka reformasi terhadap segala kebijakan mengenai pe-layanan publik merupakan suatu keniscayaan untuk dilakukan, salah satunya adalah mengenai instrumen hukum perizinan.
Telaah Kritis Alasan di Balik Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 Hamdani, Fathul; Fauzia, Ana; Fiqri, Muhamad Rizalul; Putra, Eduard Awang Maha
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbitnya Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional menuai pro kontra, sebab dinilai tidak relevan dengan tujuan pembentukannya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji alasan di balik terbitnya Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2022 dan merumuskan pendekatan yang dapat dilakukan pemerintah dalam mengoptimalkan program jaminan kesehatan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengetengahkan bahwa keberadaan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2022 justru akan menambah beban masyarakat karena berdampak pada proses administrasi banyak hal, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengakses layanan publik. Dalam hal ini pemerintah seharusnya menggunakan pendekatan yang bersifat persuasif serta meningkatkan transparansi pengelolaan BPJS Kesehatan dan pelayanannya.
Fiksi Hukum: Idealita, Realita, dan Problematikanya di Masyarakat Awang Maha Putra, Eduard; Apriliana Akbar, Dinul; Puji Pangastuti, Diah; Khairul Anam, Fathul; Hamdani, Fathul; Putra, Eduard Awang Maha; Akbar, Dinul Apriliana; Pangastuti, Diah Puji; Anam, Fathul Khairul
Primagraha Law Review Vol. 1 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Primagraha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59605/plrev.v1i2.364

Abstract

Legal fiction is required to foresee the possibility of those who deny law enforcement because they do not know the law. This is founded on the qualities of normative legislation, which truly relates to a prescriptive level in terms of its construction. However, many individuals are unaware of the existence of a good rule due to a lack of government socialization and a lack of knowledge on the part of the people affected. This study aims to examine how legal fiction is at an ideal level, its reality in society, and its problems. This study applies normative legal research methods, using statutory, conceptual, and case approaches. The study's findings indicate that without the theory/principle of legal fiction, many individuals are likely to avoid the snares of rules and regulations. However, because many individuals break the law, judges must be extremely prudent in their decision-making. Furthermore, to develop a solid legal system, the government must continue to maximize the distribution or dissemination of laws and regulations, including the community in the formation of laws and regulations, and raise public awareness.
Reformasi hukum perlindungan data pribadi korban pinjaman online (perbandingan Uni Eropa dan Malaysia) Farhan, Farhan; Hamdani, Fathul; Astuti, Ni Luh Vinna Puja; Haekal Fiqry, Hendar Amru; Aulia, Maulidya Rahmi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022264

Abstract

Kurang eksplisitnya pengaturan tentang perlidungan data pribadi nasabah menyebabkan terancamnya keamanan para pengguna jasa fintech. Indonesia semestinya mempunyai regulasi mengenai fintech seperti di Uni Eropa dan Malaysia. Meskipun Malaysia mengatur mengenai fintech syariah bukan fintech konvensional tetapi tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan fintech konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji bagaimana konsep pengaturan fintech di Uni Eropa dan juga Malaysia dalam upaya reformasi pengaturan perlindungan data pribadi korban pinjaman online di Indonesia. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan mikro, yakni dengan menganalisis konsep dan norma dari perlindungan bagi korban pinjaman online. Hasil penelitian mengetengahkan bahwa regulasi fintech yang diterapkan di Indonesia masih hanya sebatas mengatur sanksi administratif terhadap penyelenggara berupa peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha dan pencabutan izin. Sehingga perlu adanya legal reform terkiat fintech di Indonesia seperti yang diterapkan Uni Eropa dan Malaysia dengan membentuk lembaga pengawasan serta memberikan kewenangan yang sangat luas bagi OJK untuk mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan online untuk bisa dimuat dalam aturan hukum setingkat undang-undang.
Pentingnya pengembangan soft skills generasi milenial dalam menghadapi tantangan pasca pandemi covid-19 Hamdani, Fathul; Fauzia, Ana; Efendi, L. Azwar; Liani, Sesi Safitri; Togatorop, Melsanna; Ramadhani, Risky Wulan; Yunita, Yunita
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022245

Abstract

Diantara budaya generasi masyarakat global, salah satu hal yang patut disoroti adalah persaingan antar individu. Sehingga dalam kondisi demikian, setiap individu terutama generasi milenial harus mampu mengikuti perkembangan yang ada, yakni dengan mengembangkan kemampuan soft skills. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pentingnya pengembangan soft skills bagi generasi milenial, serta upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan soft skills di era pandemi Covid-19. Dalam penulisan artikel ini Kami mengaplikasikan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan konseptual. Hasil penelitian mengetengahkan bahwa usia sekolah atau usia muda (milenial) merupakan usia-usia produktif, sehingga banyak hal yang harus diraih untuk mempersiapkan diri baik ketika sudah lulus dari bangku sekolah atau ketika menginjak usia kuliah. Salah satunya yakni berkaitan dengan kemampuan soft skills. Apabila sejak usia sekolah kita sudah belajar dan terbiasa melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan soft skills, maka paling tidak ketika lulus, dan ingin mencari pekerjaan maupun melanjutkan ke jenjang studi yang lebih tinggi, kita sudah memiliki bekal yang cukup dalam hal soft skills. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kemampuan soft skills diantaranya adalah: 1. Banyak membaca; 2. Belajar menulis; 3. Perbanyak menonton video yang dapat meningkatkan kemampuan soft skills; dan 4. Manfaatkan gadget sebagai media pembelajaran, dan lainnya.
Upaya Peningkatan Bahasa Sehat di Tengah Dekadensi Bahasa Indonesia melalui Integrasi Kurikulum Pendidikan dan Kampus Merdeka Fauzia, Ana; Hamdani, Fathul; Yomi, Arda; Maulana M, Muh. Ainul; Satriawan, Roni; Mernissi, Zampara
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022289

Abstract

Kemajuan globalisasi juga memberikan pengaruh terhadap gaya komunikasi anak muda, khususnya dalam berbahasa. Saat ini bahasa gaul sudah bergerak menjadi trend di kalangan anak muda dan menyebabkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia semakin menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya menggunakan bahasa sehat (Bahasa Indonesia) dan upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penulisan artikel ini mengaplikasikan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan konseptual. Hasil penelitian mengetengahkan bahwa penggunaan bahasa sehat (Bahasa Indonesia) sangat penting, sebab bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Di samping itu, pentingnya meningkatkan penggunaan Bahasa Indonesia juga didasarkan oleh beberapa hal, yakni agar eksistensi Bahasa Indonesia tidak terancam oleh bahasa gaul, agar derajat Bahasa Indonesia tidak menurun, dan agar Bahasa Indonesia tidak punah. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan bahasa sehat (Bahasa Indonesia) adalah melalui program integrasi kurikulum pada institusi pendidikan, yang dilakukan melalui kontribusi generasi muda khususnya Duta Bahasa. Di dalam program ini, akan terbagi menjadi strategi yang berfokus pada dua mekanisme yaitu, integrasi pada kurikulum sekolah dan program linguistik yang dikolaborasikan bersamaan dengan program kampus merdeka.
THE ROLE OF THE INTELLIGENCE UNIT OF THE INTAN JAYA POLICE IN HANDLING ARMED GROUPS IN THE INTAN JAYA DISTRICT AREA Sigit Prasetyo, Tatag; Soekorini, Noenik; Ayuningtyas, Fitri; Hamdani, Fathul
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 5 No. 1 (2025): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v5i1.554

Abstract

A Police Security Intelligence (Intelkam) acts as the "eyes and ears" in early detection and anticipation of threats to security and public order (Kamtibmas). One of the main challenges faced is the armed criminal group (KKB) in Intan Jaya Regency, Central Papua, which often terrorizes civilians and armed contact with security forces. KKB aims to separate Papua from the Unitary State of the Republic of Indonesia. This research aims to analyze the role and strategy of the Polres Intelkam unit in handling KKB in Intan Jaya. The method used is empirical legal research, which examines facts based on interviews and observations of police actions in dealing with this separatist group. The results showed that Intan Jaya Police implemented a mobilization strategy by working with community, religious and traditional leaders to build social resilience against the influence of separatism. In addition, Intelkam carries out the functions of investigation, security, and mobilization in its operations, both open and closed. In conclusion, the Intan Jaya Police Intelkam strategy plays an important role in creating conducive conditions and stemming the influence of KKB in the community through security and community approaches.