Nuansa Bayu Segara
Unknown Affiliation

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi Dan Keterampilan Sosial Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Prihatini Alfath; Sukma Perdana Prasetya; Nuansa Bayu Segara; Katon Galih Setyawan
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan keterampilan abad 21, khususnya literasi informasi dan keterampilan sosial, dalam menunjang keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri atas 64 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan literasi informasi, lembar observasi keterampilan sosial, dan dokumentasi nilai prestasi belajar IPS. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 21 melalui uji regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dengan kontribusi sebesar 66,5%. Keterampilan sosial juga memiliki pengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 36,3%. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh sebesar 70,6% terhadap prestasi belajar IPS siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial secara bersama-sama berkontribusi positif terhadap capaian akademik siswa. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis literasi dan sosial di lingkungan sekolah.
TOLONG - MENOLONG DALAM HAJATAN PERNIKAHAN JAWA : STUDI KASUS DESA BENDO PARE KABUPATEN KEDIRI Naila Mubarokah; Sarmini; Nuansa Bayu Segara; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk, makna sosial-budaya, serta relevansi praktik tolong-menolong dalam hajatan pernikahan adat Jawa di Desa Bendo, Kabupaten Kediri. Tradisi seperti rewang (bantuan tenaga) dan buwuh (sumbangan materi) merupakan wujud gotong royong yang telah diwariskan lintas generasi dan masih dijalankan secara aktif oleh masyarakat desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tolong-menolong dalam hajatan mencerminkan nilai solidaritas, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai dukungan fungsional terhadap penyelenggara hajatan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, pewarisan budaya, dan penguat kohesi sosial. Partisipasi warga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, relasi sosial, dan nilai timbal balik. Dalam konteks pendidikan, praktik ini sangat relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) karena memuat nilai-nilai lokal, etika kolektif, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa rewang adalah institusi sosial yang memiliki peran penting dalam mempertahankan struktur sosial masyarakat desa serta sebagai media pembelajaran karakter berbasis kearifan lokal.
Analisis Kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai Potensi sumber Belajar IPS dalam Kurikulum Merdeka zahrotun islamiyah; Nuansa Bayu Segara; Riyadi; Niswatin
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai potensi sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Trowulan, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Majapahit, memiliki kekayaan situs sejarah seperti Candi Brahu, Candi Tikus, Gapura Wringinlawang, dan Museum Trowulan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru IPS, siswa, dan pengelola situs budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kawasan Trowulan memiliki potensi besar sebagai sumber belajar, pemanfaatannya dalam proses pembelajaran masih sangat terbatas. Hambatan utama adalah kurangnya integrasi dalam kurikulum, kendala administratif, serta kurangnya pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran berbasis lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan kolaborasi antara pihak sekolah dan pengelola situs budaya, serta penyusunan bahan ajar dan proyek pembelajaran berbasis lokal. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila seperti berfikir kritis, bernalar, kreatif, dan cinta budaya bangsa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme. Dengan demikian, kawasan Cagar Budaya Trowulan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sumber belajar yang kaya nilai edukatif. Kata kunci: Cagar Budaya, Trowulan, Sumber Belajar, IPS, Kurikulum Merdeka ABSTRACT This study aims to analyze the Trowulan Cultural Heritage Area as a potential learning resource for Social Studies (IPS) within the implementation of the Merdeka Curriculum. The Merdeka Curriculum provides flexibility for teachers and students to develop contextual and environmentally-based learning. Trowulan, formerly the center of the Majapahit Kingdom, is rich in historical sites such as Brahu Temple, Tikus Temple, Wringinlawang Gate, and the Trowulan Museum, all of which can serve as educational resources. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants include social studies teachers, students, and heritage site managers. The findings reveal that although Trowulan has significant potential as a learning resource, its actual use in educational activities remains minimal. Major obstacles include lack of curriculum integration, administrative barriers, and limited teacher understanding of place-based learning strategies. This research recommends enhancing collaboration between schools and site managers, and developing local-based teaching materials and learning projects. Through this approach, students are expected to develop key competencies of the Pancasila Student Profile, such as critical thinking, reasoning, creativity, and appreciation of national culture. The study also emphasizes the importance of cultural preservation as part of character education and nationalism. Thus, the Trowulan Cultural Heritage Area is not only a tourist attraction but also a valuable educational asset. Keywords: Cultural Heritage, Trowulan, Learning Resource, Social Studies, Merdeka Curriculum