Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan LKPD Melalui Model Problem Based Learning Pada Materi Pelestarian SDA Dan SDM Untuk Meningktakan Keterampilan Berpikir Kritis : Pengembangan LKPD, Problem Based Learning, Berpikir Kritis, Materi Pelestarian SDA dan SDM Salsabila Nafila Wuyung Tari; Kusnul Khotimah; Nuansa Bayu Segara; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui validitas dan efektivitas Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) melalui model Problem Based Learning pada materi pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penerapan model Problem Based Learning pada desain LKPD digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta meningkatkan rasa ingin tahu dari peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah R&D (Research and Development). Penelitian ini menggunakan desain pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, analyze, design, develop, implement, dan evaluate yang berfokus pada pengembangan LKPD. Metode pengumpulan data yang dipakai ialah validasi, observasi, dan tes keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD model Problem Based Learning untuk melatih keterampilan berpikir kritis pada materi pelestarian SDA dan SDM dinyatakan layak dari segi validitas dan efektivitas, karena isi dari LKPD yang mencangkup materi pelestarian SDA dan SDM sesuai tampilan dan kualitas isi LKPD baik dari sisi efektivitas LKPD dinyatakan praktis dengan persentase observasi aktivitas peserta didik yang mencapai > 61%. Efektivitasnya juga terbukti dengan hasil pengujian One Sample Test yang menunjukkan nilai t hitung (T-Value) > t tabel dan P-Value (1-tailed) < 0,05, yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan terdapat peningkatan skor antara sebelum dan sesudah penggunaan LKPD. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan LKPD melalui model Problem Based Learning untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi IPS lainnya. Kata kunci : Pengembangan, LKPD, Problem Based Learning, Berpikir Kritis
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi di SMPN 63 Surabaya Putri Endah Purnamasari, Putri Endah Purnamasari; Ketut Prasetyo; Nuansa Bayu Segara; Silvi Nur Afifah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS mengenai pemanfaatan lingkungan untuk kebutuhan ekonomi penting sebab mencakup kajian geografis dan isu lingkungan, yang sering kali kompleks menyulitkan peserta didik dalam memahami dan menyelesaikan persoalan tersebut khususnya kaitan dengan permasalahan konteks nyata, akibatnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan signifikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi melalui penggunaan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 63 Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik eksperimen pada pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian Quasi Experimental Design dan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group, sampel dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling, dan instrumen pengukuran kemampuan pemecahan masalah menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah tipe pilihan ganda yang diuji validitas dan reliabilitasnya, serta pengujian hipotesis dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, N-Gain, Paired Sample T-Test, dan Independent Sample T-Test. Hasil pembelajaran IPS pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi di SMP Negeri 63 Surabaya dengan menggunakan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik berada pada kategori sedang, tinggi, dan sangat tinggi, dan tidak ada yang tergolong dalam kategori rendah. Hasil uji N-Gain score sebesar 0,56 (kategori sedang) menunjukkan efektivitas model ini dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dengan N-Gain persen sebesar 56%. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan pengaruh antara kemampuan awal dan akhir pemecahan masalah peserta didik dengan penggunaan model pembelajaran LAPS-Heuristik, dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. .Selain itu, uji Independent Sample T-Test menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara penggunaan model LAPS-Heuristik daripada model pembelajaran langsung terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, dengan nilai signifikansi 0,006 < 0,05. Selanjutnya, rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah pembelajaran dengan model LAPS-Heuristik lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai setelah pembelajaran langsung.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA CANVA TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL KELAS VIII MTsN 2 KOTA SURABAYA Wahyuni Maulidiniyah; Katon Galih Setyawan; Niswatin; Nuansa Bayu Segara
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran di kelas yang masih didominasi metode ceramah tanpa pemanfaatan teknologi seringkali membuat peserta didik kurang bersemangat, yang berujung pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar. Model ini melibatkan peserta didik dalam diskusi kelompok aktif dan memanfaatkan media Canva untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan, 2) hasil belajar, dan 3) mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas VIII MTsN 2 Kota Surabaya. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode kuasi eksperimen post-test only control group design. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan dua kelompok: kelas eksperimen (VIII F) dan kelas kontrol (VIII G). Analisis datanya menggunakan uji independent sample t-test dan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat ketercapaian observasi keaktifan peserta didik berada pada kategori cukup aktif dan aktif, 2) tingkat ketuntasan nilai post test hasil belajar berada pada kategori cukup baik dan baik, dan 3) selisih rata-rata hasil pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, sehingga terbukti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas VIII MTsN 2 Kota Surabaya.
Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Siti Umayah Savitri; Nuansa Bayu Segara; Jun Surjanti; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai agen penerus bangsa, sudah menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa untuk mempunyai pemahaman yang baik, tidak terkecuali mengenai keuangan. Realita yang tidak bisa dikesampingkan bagi mahasiswa yaitu perubahan pengelolaan keuangan yang awalnya terbiasa diatur oleh orang tua menjadi mandiri ketika mereka diharuskan berkuliah jauh di kota lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat profil literasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari pengetahuan keuangan, sikap keuangan, perilaku keuangan, serta sosialisasi keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling dan diperoleh sebanyak 270 responden. Instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya 82,7% (tinggi), pengetahuan keuangan 74,9% (sedang), sikap keuangan 86% (tinggi), perilaku keuangan 79% (sedang) dan sosialisasi keuangan 65,7% (sedang). Maka, perlu adanya upaya-upaya untuk meningkatkan keterampilan keuangan mahasiswa dalam program literasi keuangan lainnya.
PENGETAHUAN PESERTA DIDIK TENTANG SITUS-SITUS BERSEJARAH KERAJAAN MAJAPAHIT (SURVEI PADA SISWA SMP DI KECAMATAN TROWULAN MOJOKERTO) achmad, nur farida; Nuansa Bayu Segara; Muhammad Ilyas Marzuqi; Sukma Perdana Prasetya
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situs bersejarah berkontribusi sangat signifikan terhadap masyarakat lokal dan menjadi bagian yang sangat penting dalam studi. Pentingnya peserta didik untuk mempelajari situs bersejarah yang menjadi tonggak sejarah dari terbentuknya Nusantara yakni agar mereka dapat memahami dan menelaah nilai-nilai budaya lokal dan kearifan lokal, serta membantu mereka menjadi pribadi yang utuh berbasis nilai humaniora yang dapat dijadikan bekal di masa depannpada era goblalisasi mendatang. Penelitian ini sendiri memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik terkait dengan situs-situs bersejarah kerajaan Majapahit, serta melihat apakah jarak sekolah mempengaruhi tingkat pengetahuan peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Desain penelitian ini menpergunakan jenis survey. Penelitian ini dilaksanakan di SMP yang berada di Kecamatan Trowulan. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa-siswi SMP kelas VII di kecamatan Trowulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan soal tes.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang terdisiri dari pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual dan pengetahuan metakognitif peserta didik di SMP kecamatan Trowulan terkait dengan situs-situs bersejarah Kerajaan Majapahit di Trowulan masih dalam kategori rendah.
Penanaman Nilai-Nilai Multikultural Pada Mata Pelajaran IPS SMP Sebagai Upaya Dalam Penguatan Karakter Nasionalis Peserta Didik Merita Selvia Nura'ini; Katon Galih Setyawan; Nuansa Bayu Segara; Kusnul Khotimah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai multikultural dalam dunia pendidikan sebagai respons terhadap tantangan berupa konflik sosial dan pesatnya arus globalisasi. Kedua fenomena tersebut berpotensi menghambat pembentukan karakter nasionalis peserta didik. Oleh karena itu, pengintegrasian nilai-nilai multikultural ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat karakter nasionalis peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana penanaman nilai-nilai multikultural dilaksanakan dalam pembelajaran IPS sebagai sarana penguatan karakter nasionalis peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 20 Surabaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi peserta didik kelas VIII, guru IPS, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural seperti toleransi, demokrasi, kesetaraan, dan keadilan telah terintegrasi dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui metode diskusi kelompok, pembiasaan perilaku, keteladanan guru, serta partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah dengan latar belakang yang beragam. Lingkungan sekolah yang inklusif dan kolaboratif turut mendukung keberhasilan internalisasi nilai-nilai tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penanaman nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran IPS efektif dalam memperkuat karakter nasionalis peserta didik. Saran yang diberikan adalah perlunya penguatan kapasitas guru dalam menerapkan pendekatan multikultural yang kreatif dan kontekstual, serta inovasi program sekolah yang mendukung budaya multikultural secara menyeluruh.
ANALISIS JENIS CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL “TIKTOK” PADA KALANGAN REMAJA Dannis Indra Kuncoro; Nuansa Bayu Segara; Niswatin; Sugiantoro
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena cyberbullying yang terjadi di media sosial, khususnya TikTok. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja Indonesia, karakteristik remaja usia 15–19 tahun yang interaktif dan ekspresif menjadikan mereka rentan terhadap interaksi yang berpotensi memunculkan kekerasan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis cyberbullying yang terjadi di platform TikTok serta memahami dampak psikologis dan sosialnya dalam kerangka teori konstruksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis naratif yang menampilkan remaja sebagai subjek atau objek cyberbullying. Data dikumpulkan melalui observasi dokumentatif terhadap video dan komentar, kemudian dianalisis dengan mengacu pada tipologi cyberbullying, serta teori konstruksi sosial. Analisis difokuskan pada proses eksternalisasi (ekspresi nilai kekerasan), objektivasi (penerimaan sosial melalui like dan komentar), serta internalisasi (pembentukan persepsi bahwa perilaku tersebut merupakan hal wajar dalam dunia digital). Hasil penelitian menunjukkan bahwa flaming dan Harassment merupakan bentuk yang paling dominan. Tindakan ini dijelaskan melalui proses eksternalisasi (ekspresi kekerasan verbal di ruang digital), objektivasi (penerimaan kolektif sebagai norma), dan internalisasi (penerimaan oleh korban sebagai bagian dari kenyataan sosial). Dampak yang ditimbulkan meliputi gangguan emosional seperti kecemasan, penurunan harga diri, dan kecenderungan menarik diri (self-withdrawal), serta munculnya trauma publik di kalangan korban. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam memperkaya kajian akademik dan praktik edukasi media sosial yang etis dan reflektif, dengan menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran etika bermedia sosial. Temuan ini dapat dijadikan sumber pembelajaran kontekstual, terutama untuk membentuk karakter remaja yang kritis, empatik, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Kajian Potensi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo Sebagai Sumber Belajar IPS Sindi Putri Damayanti; Nuansa Bayu Segara; Dhimas Virgiawan; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, perlu dikenalkan kepada siswa sejak dini guna membentuk kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), isu ini dapat dijadikan bahan ajar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo di Surabaya sebagai sumber belajar IPS di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian dilakukan di TPA Benowo dan SMP Bina Putra Surabaya dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri dari manajer operasional TPA Benowo, guru IPS, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi video. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA Benowo memiliki potensi edukatif yang signifikan, terutama dalam pengenalan pengelolaan sampah modern, kerja sama antarlembaga, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Respon guru dan siswa menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan di luar kelas memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Namun, terdapat kendala seperti akses yang terbatas serta belum optimalnya kolaborasi antara sekolah dan pengelola TPA. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penguatan kerja sama dan pengembangan materi ajar berbasis lingkungan untuk memaksimalkan peran TPA Benowo sebagai sumber belajar IPS secara berkelanjutan.
Pengaruh Problem Based Learning Dengan Modeling The Way Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPS Di SMP Islam Perlaungan Ayu Sya'dyah; Nuansa Bayu Segara; Agus Suprijono; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Modeling the Way dipandang relevan untuk meningkatkan kemampuan tersebut, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan Modeling the Way terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Perlaungan pada tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan sampel penelitian terdiri dari kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Modeling the Way dipandang relevan untuk meningkatkan kemampuan tersebut, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan Modeling the Way terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Perlaungan pada tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan sampel penelitian terdiri dari kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil uji menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Kelompok eksperimen menunjukkan kecenderungan peningkatan kategori kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Persentase N-Gain sebesar 38,2% menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan Modeling the Way cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII. Instrumen yang digunakan berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil uji menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Kelompok eksperimen menunjukkan kecenderungan peningkatan kategori kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Persentase N-Gain sebesar 38,2% menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan Modeling the Way cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII.
PENGGUNAAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX UNTUK MENGANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS Alif Musdalifah; Wiwik Sri Utami; Nuansa Bayu Segara; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS yang masih dominan bersifat teoritis dan hafalan berkontribusi pada rendahnya minat belajar serta tingginya risiko miskonsepsi, khususnya pada materi Geografi dan Sosiologi yang memuat banyak istilah kompleks. Metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik menjadi salah satu penyebab siswa cepat bosan dan kesulitan memahami materi. Beberapa guru hanya mengandalkan gambar dari buku tanpa penjelasan lanjutan, padahal banyak materi membutuhkan penjabaran lebih lanjut. Kesulitan juga muncul karena banyak istilah dalam materi Geografi dan Sosiologi yang belum familiar bagi siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya nilai ulangan harian yang mencerminkan adanya miskonsepsi dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat miskonsepsi siswa dan mendeskripsikan indeks profil menggunakan pendekatan Certainty of Response Index (CRI) pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Deket untuk mengukur keyakinan siswa terhadap jawaban yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory untuk mengkaji miskonsepsi siswa. Data kuantitatif diperoleh melalui tes CRI, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan siswa dan guru. Pendekatan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang tingkat, penyebab, dan faktor pemicu miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal berada pada kategori tingkat kesukaran sedang, dengan variasi pemahaman dan miskonsepsi yang signifikan. Meskipun beberapa soal mudah dapat dijawab dengan benar, masih ditemukan miskonsepsi yang menunjukkan pemahaman konseptual yang dangkal. Temuan ini mengindikasikan keterbatasan pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang memberikan ruang bagi eksplorasi, refleksi, dan keterlibatan aktif siswa. Selain itu, faktor transisi dari pendidikan dasar ke menengah serta rendahnya minat belajar dan kebiasaan berpikir kritis turut menjadi penyebab dominan munculnya miskonsepsi. Miskonsepsi tertinggi ditemukan pada soal nomor 17 dan 22 (43,24%), sedangkan ketidakpahaman paling tinggi terjadi pada soal nomor 21 (74,32%). Penggunaan CRI sebagai alat evaluasi konseptual mampu mengungkap tingkat pemahaman siswa dan mengelompokkan mereka berdasarkan kategori pemahaman, yaitu: paham konsep, mengalami miskonsepsi, dan tidak memahami konsep. Diperlukan pergeseran paradigma menuju pembelajaran yang bersifat kontekstual, interaktif, dan berbasis inkuiri untuk membangun pemahaman konseptual yang utuh serta menurunkan tingkat miskonsepsi dalam pembelajaran IPS.