Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PELATIHAN & PENDAMPINGAN PEMBUATAN PRODUK PUPU’ KHAS MANDAR DARI IKAN TERBANG PADA KELOMPOK MOSSO INDAH & SEAMASEI DI KELURAHAN MOSSO, SULAWESI BARAT Nur, Muhammad; Tenriware, Tenriware; Tikawati, Tikawati; Nasyrah, Adiara Firdhita Alam; Ihsan, Muhammad Nur; Ayuandiani, Wulan; Sapri, Rasti; Said, Muhammad
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3082

Abstract

Mosso Village, located on the coast of West Sulawesi, has abundant fishery resources, especially flying fish. However, its utilization is still limited to consumption in the form of fresh, smoked, and dried fish, so it has not provided optimal economic value. This condition encourages the need for innovation in fishery product processing to add value and sustainability. One of the efforts made is through training and assistance activities based on coastal community empowerment. The purpose of the activity is to increase the knowledge and skills of the community in processing flying fish into high economic value pupu' products, while strengthening the capacity of the Mosso Indah and Seamasei groups as local business actors. The activity methods include material delivery, demonstrations, and direct practice of making flying fish pupu'. The activity was held on August 31, 2025, at Café Inna, Labuang Neighborhood, Mosso Village, and was attended by 40 participants from the two groups. Knowledge measurement was conducted using pre-tests and post-tests on a scale of 0–100, while skills were assessed on a scale of 1–4. (40 words) The results showed an increase in participants' average knowledge score from 56.2 to 88.5 after the training. A total of 87.5% of participants achieved a skill level of ≥3, indicating good ability in the production and packaging of pupu'. During the activity, one flying fish pupu' product was produced according to standards. Participants showed high enthusiasm to continue production independently and began to form local group-based marketing networks. In conclusion, the training and mentoring activities for making flying fish pupu' succeeded in increasing the knowledge and skills of coastal communities and have the potential to strengthen sustainable local economic independence.
The Reproductive Biology of Goby Amphidromous Dusky Sleeper (Eleotris fusca Forster, 1801) in Ummiding River, Polewali Mandar, West Sulawesi: Biologi Reproduksi Ikan Gobi Amfidromus Dusky Sleeper (Eleotris fusca Forster, 1801) di Sungai Ummiding, Polewali Mandar, Sulawesi Barat Nasyrah, Adiara Firdhita Alam; Lestari, Dian; Nur, Fauzia; Nur, Muhammad
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i3.2025.141-152

Abstract

Eleotris fusca merupakan spesies ikan gobi amfidromus yang ditemukan melimpah di perairan Sulawesi Barat, dan khususnya pada fase pasca larva dan juvenilnya dikenal sebagai ikan "penja", makanan khas daerah dengan kandungan gizi tinggi. Ikan ini bermigrasi memanfaatkan habitat sungai dan laut. Namun, aktivitas penangkapan ikan yang intensif selama fase awal kehidupan di muara, ditambah dengan degradasi habitat mengancam keberlanjutan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biologi reproduksi E. fusca di Sungai Ummiding, Sulawesi Barat, untuk mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan. Pengambilan sampel dilakukan setiap bulan dari bulan Juni hingga September 2024. Sampel ikan dikumpulkan menggunakan alat kejut listrik (12 volt, 9 amp) dengan pola zig-zag berlawanan arah arus sungai sejauh 200 m selama 30 menit dan disimpan dalam botol sampel. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Perikanan, UPA Laboratorium Terpadu, Universitas Sulawesi Barat. Hasil penelitian menunjukkan rasio jenis kelamin (1:1,47). Kematangan gonad tertinggi terjadi antara bulan Juni dan Agustus. Ikan betina menunjukkan nilai IKG yang lebih tinggi dan fekunditas berkisar antara 912 hingga 27.910 butir telur. Penelitian ini memberikan data dasar yang penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan, termasuk pengaturan penangkapan ikan, perlindungan habitat, dan upaya domestikasi.
LITERATURE REVIEW: RUAYA IKAN OSEANODROMUS Anna Heirina; Sri Murtini; Rudiansyah Rudiansyah; Neksidin Neksidin; Sunardi Sunardi; Eva Muhajirah; Adiara Firdhita Alam Nasyrah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan oseanodromus merupakan ikan yang hidup dilaut dan beruaya di laut. Ruaya ikan oseanodromus sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal seperti fisika kimia perairan. Adapun faktor lingkungan perairan yang sangat berpengaruh terhadap ruaya ikan oseanodromus yakni suhu, arus serta adanya klorofil-a. Faktor internal yakni adanya faktor genetik dan keseimbangan metabolik serta naluri ikan yang mendorong untuk melakukan ruaya untuk mencari makan, pemijahan dan menemukan tempat tinggal baru. Sebagian besar ikan oseanodromus melakukan ruaya jauh hingga melintasi laut lepas dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) bahkan melintasi batas administrasi suatu negara. Pola ruaya ikan dapat bervariasi antar populasi dan antar individu dalam suatu populasi. Ruaya ikan sulit diamati serta individu sangat sulit dilacak karena sebagian sering beruaya jauh di bawah permukaan air. Pada ikan oseanodromus yang melakukan ruaya dengan menempuh jarak yang jauh untuk melakukan pemijahan. Berdasarkan tujuannya ruaya terbagi beberapa tipe yakni pertama ruaya mencari makan. Ruaya ke daerah pencarian makanan umumnya dilakukan oleh ikan kecil atau oleh ikan dewasa yang dilakukan secara vertikal atau horizontal. Kedua, ruaya pemijahan yang cenderung dilakukan dari ruaya pemijahan yakni reproductive homing yaitu kembalinya ikan ke daerah asal kelahiran sebelum melakukan reproduksi. Ketiga ruaya pengungsian merupakan ruaya yang dilakukan untuk menghindar dari tempat yang kondisinya tidak baik atau tercemar.
Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di TPI Majene, Sulawesi Barat Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Zulfiani Zulfiani; Dewi Yuniati; Eva Muhajirah; Anna Heirina; Anisa Aulia Sabilah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan cakalang merupakan ikan pelagis besar dari famili Scombridae, satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan cakalang. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada bulan November 2022 hingga Januari 2023 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Majene dengan frekuensi pengambilan sampel satu kali sebulan. Pengukuran panjang total ikan menggunakan penggaris berketelitian 1 mm dan penimbangan bobot ikan menggunakan timbangan digital berketelitian 0.01 g. Total ikan yang diperoleh selama penelitian yaitu 54 ekor terdiri atas 44 ekor ikan jantan dan 10 ekor ikan betina. Kisaran panjang total ikan yang ditemukan yaitu sebesar 21.6 – 44,3 cm, sedangkan kisaran bobot ikan yaitu sebesar 120.8 – 1.070 g. Berdasarkan hasil analisis hubungan panjang bobot diperoleh persamaan W = 0.00004 L3.20 pada ikan jantan, W = 0.00001 L3.41 pada ikan betina. Hasil nilai b yang diperoleh menunjukkan pola pertumbuhan ikan cakalang didaratkan di TPI Majene bersifat alometrik positif. Kisaran faktor kondisi ikan cakalang selama penelitian berkisar 1.0963 – 1.5120 dengan rata-rata sebesar 1.2575. Hal ini mengindikasikan bahwa ikan cakalang dalam kondisi baik.
Struktur Ukuran dan Rasio Jenis Kelamin Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang tertangkap di TPI Majene Sulawesi Barat Zulfiani Zulfiani; Dewi Yuniati; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Darsiani Darsiani; Ady Jufri; Nurul Mutmainnah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan cakalang merupakan salah jenis ikan hasil tangkapan yang potensial di Kabupaten Majene. Sebagian besar nelayan menjadikan ikan cakalang ini sebagai fokus penangkapan. pemanfaatan ikan cakalang yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat terjadi penangkapan/eksploitasi berlebih oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ukuran dan rasio kelamin ikan cakalang yang di didaratkan di TPI Majene. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada bulan November 2022 hingga Januari 2023 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Majene dengan frekuensi pengambilan sampel satu kali sebulan. Pengukuran panjang total ikan menggunakan penggaris berketelitian 1 mm. Hasil penelitian menunjukkan kisaran panjang total ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang tertangkap diperairan Majene berkisar antara 21,0 – 45,5 cm. Struktur ukuran didominasi oleh kelas interval 21,0 – 24.5 cm. Jumlah ikan yang diamati sebanyak 54 ekor yang terdiri dari 44 ekor jantan dan 10 ekor betina dengan rasio kelamin jantan dan betina 4:1. Hal ini mengindikasikan kondisi perairan dalam keadaan tidak seimbang.
Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Kappaphycus alvarezii Menggunakan Aplikasi GIS Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia di Perairan Majene Sulawesi Barat Chairul Rusyd Mahfud; Zulfiani Zulfiani; Saharuddin Saharuddin; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Etika Ariyanti Hidayat; Reski Fitriah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Kabupaten Majene memiliki potensi pesisir yang cukup beragam, salah satunya ialah budidaya rumput laut. Akan tetapi terbatasnya informasi terkait kualitas perairan di pesisir Kabupaten Majene sehingga inisiasi budidaya rumput laut sulit untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wilayah perairan yang sesuai untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat khususnya jenis Kapppaphycus alvarezii. Analisis kesesuaian lahan dimaksudkan untuk mengetahui kesesuaian lahan budidaya laut secara spasial dengan menggunakan konsep evaluasi lahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai September di daerah pesisir pantai Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Kecamatan Tapalang, Kecamatan Somba, dan Kecamatan Banggae Timur). Data yang diekstrak meliputi suhu, salinitas, kecepatan arus, kecerahan, kedalaman air, nitrat dan fosfat. Prosedur analisis data dengan metode Geographic Information System (GIS) melalui beberapa tahapan yaitu penyusunan peta parameter kualitas air, penggabungan (overlay) dengan peta penggunaan lahan, dan penilaian kesesuaian lahan. Hasil analisis kesesuaian perairan menunjukkan bahwa pada perairan Kecamatan Tapalang, Kecamatan Somba, dan Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene bulan Mei dan September masuk dalam kategori tidak sesuai sampai cukup sesuai.
Efektivitas Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Performa Kesehatan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Terinfeksi Bakteri Streptococcus agalactiae Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Muh. Ansar
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mengkudu mengandung saponin sebagai antibakteri yang dapat digunakan dalam mengatasi serangan bakteri Streptococcus pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap penanganan penyakit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang terinfeksi bakteri Streptococcus agalactiae sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Basah SMK-PP Negeri Rea Timur, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar selama 30 hari mulai tanggal 7 Agustus sampai 7 September 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman dengan ekstrak daun mengkudu pada konsentrasi A (Kontrol), B (3 g/L), C (6 g/L), D (9 g/L). Parameter yang diamati adalah Survival Rate (SR), Relative Percentage Survival (RPS) yang diamati pada akhir penelitian menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16.0, sedangkan gejala klinis, pengamatan organ dalam dan kualitas air diamati secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perlakuan B, yaitu nilai SR sebesar 80%, kemudian perlakuan C sebesar 60%, dan perlakuan D sebesar 53,3%, dan terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 40% dengan nilai RPS tertinggi pada perlakuan B yaitu 88,89%, perlakuan C (77,78%) dan perlakuan D (74,07%). Kelangsungan hidup dan efektivitas terbaik pada pemberian 3 g/L ekstrak daun mengkudu. Parameter kualitas air selama percobaan seperti pH, suhu dan DO masih dalam batas optimal untuk ikan nila.
LITERATURE REVIEW: UMUR DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LAUT I Nyoman Yoga Parawansa; Anna Heirina; Muhammad Fadil Farid; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Eva Muhajirah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan memiliki beberapa tahap perkembangan mulai dari telur hingga menetas. Tahap awal kehidupan ikan merupakan fase kritis dalam pertumbuhan ikan kaitannya dengan populasi yang akan rekruitmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan yang mempengaruhi umur dan pertumbuhan larva ikan laut. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan beberapa tulisan ilmiah terkait umur dan pertumbuhan larva ikan laut serta hubungannya terhadap parameter perairan. Berdasarkan hasil review dapat diketahui bahwa dalam upaya mengetahui umur dan pertumbuhan ikan dapat didekati melalui beberapa cara salah satunya penggunaan otolith “batu telinga” struktur di telinga bagian tengah yang terbentuk dari lapisan kalsium karbonat yang dapat menunjukkan lingakaran tahunan pertumbuhan. Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh yaitu suhu, ketersediaan makanan, oksigen terlarut dan salinitas. Seluruh faktor tersebut saling terkait dan mempengaruhi dari umur dan pertumbuhan pada ikan.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEDONDONG TERHADAP PERFORMA BENIH IKAN MAS YANG DIINFEKSI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa Alfika MasyIta; Muh. Ansar; Adiara Firdhita Alam Nasyrah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kedondong (Spondias dulcis) mengandung senyawa saponin yang berkhasiat sebagai antibakteri terhadap serangan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kedondong (S. dulcis) terhadap performa benih ikan mas yang diinfeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Basah SMK-PP Negeri Rea Timur, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar selama 30 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman dengan ekstrak daun kedondong pada konsentrasi A (kontrol), B (10 gram/L), C (15 gram/L), D (20 gram/L). Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup dan Relative Percentage Survival (RPS). Hasil penelitian menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada setiap perlakuan. Nilai kelangsungan hidup tertinggi yaitu perlakuan D sebesar 80%, dan nilai RPS tertinggi yaitu pada perlakuan D sebesar 88%. Parameter kualitas air selama percobaan seperti pH, DO, dan suhu masih dalam batas optimal untuk kehidupan ikan mas.
Pendampingan perikanan budidaya berkelanjutan melalui aplikasi biomonitoring Caulerpa sp. pada kelompok pembudidaya ikan Sipodalle’ Kecamatan Tinambung Fauzia Nur; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Chairul Rusyd Mahfud; Rahmat Januar Noor; Dian Lestari; Istyqamah Muslimin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26788

Abstract

AbstrakKeluhan paling umum terjadi tingginya kandungan limbah organik dan nutrien dari buangan air tambak menyebabkan adanya penurunan kualitas lingkungan perairan. Berdasarkan hasil pemantauan kondisi eksisting ditemukan bahwa selama ini yang dilakukan oleh POKDAKAN Sipodalle’ dalam mengelola limbah hasil kegiatan budidaya ikannya terbilang kurang tepat dikarenakan buangannya langsung ke laut atau perairan sekitar tambak karena tidak adanya pemahaman mengenai dampak pencemaran air dan juga sebuah penggunaan biomonitoring yang diketahui dalam pengelolaan limbah cair. Pengabdian bertujuan adanya peningkatan pemahaman pembudidaya akan dampak pencemaran air dan Adanya pengaplikasian biomonitoring menggunakan Caulerpa sp. di lokasi budidaya Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Sipodalle’ beranggotakan 10 orang. Metode pelaksanaan berawal dari kegiatan edukasi terkait dampak pencemaran perairan khususnya pada lokasi budidaya dilakukan sebanyak 1 (kali). Kegiatan edukasi dilaksanakan dengan metode penyuluhan dengan melibatkan narasumber yang memiliki pengetahuan dan pengalaman praktik terkait pencemaran perairan. Mitra terlibat sebagai peserta pada kegiatan edukasi serta mengundang komunitas serta jaringan kelompok budidaya ikan lainnya dan untuk menggiatkan informasi terkait pentingnya menjaga kualitas air perairan maka diadakan instalasi biomonitoring Caulerpa sp. di lokasi budidaya mitra dan akan dilibatkan bersama mahasiswa dalam proses pengadaan instalasi tersebut serta penggunaan Caulerpa sp. diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu penghasilan tambahan dari budidaya ikan yang dilakukan mitra dalam kegitan tersebut akan dilaksanakan secara kolaboratif antara tim pengusul, mitra, dan mahasiswa. Hasil yang didapatkan Adanya kesadaran pembudidaya ikan untuk lebih memperhatikan lingkungan perairan dan tersedianya biomonitoring yang dapat mengelola limbah hasil budidaya perikanan yang dikelola oleh mitra. Kata kunci: biomonitoring; caulerpa sp.; limbah; mitra; pencemaran. Abstract The most common complaint is that the high content of organic waste and nutrients from pond waste causes a decrease in the quality of the aquatic environment. Based on the results of monitoring existing conditions, it was found that so far what POKDAKAN Sipodalle’ has done in managing waste from its fish farming activities is somewhat inappropriate because the waste goes directly into the sea or waters around the pond because there is no understanding of the impact of water pollution and also the use of biomonitoring which is known in liquid waste management. The service aims to increase farmers’ understanding of the impact of water pollution and the application of biomonitoring using Caulerpa sp. at the Sipodalle’ Fish Farmers Group (POKDAKAN) cultivation location, there are 10 members. The implementation method begins with educational activities related to the impact of water pollution, especially at cultivation location, carried out 1 (time). Educational activities are carried out using the outreach method involving resource persons who have practical knowledge and experience related to water pollution. Pantners are involved as participants in educational activities and invite communities and network of other fish farming group and to increase information regarding the importance of maintaining water quality, a Caulerpa sp. biomonitoring installation will be held at partner cultivation locations and students will be involved in the process of procuring the installation and the of Caulerpa sp. it is hope that it can be used as an additional income from fish farming carrier out by partners. This activity will be carried out collaboratively between the proposing team, partners and students. Result obtained there is awareness of fish farmers to pay more attention to the aquatic environment and the availability of biomonitoring which can manage waste from fish farming managed by partners. Keywords: biomonitoring; caulerpa sp.; partner; pollution; waste