Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Desain Kemasan Modern Menggunakan Aplikasi Canva dan Pacdora bagi Mahasiswa Tata Boga Jurusan PKK FT UNM Ridwan, Wardimansyah; Qur’ani, Besse; Bahar, Ayu Saputri; Purnamasari, Fitry; Niza, Andi Khaerun
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v1i1.274

Abstract

Desain kemasan menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya saing produk kuliner di era digital. Mahasiswa Tata Boga sebagai calon pelaku industri kuliner dituntut memiliki kemampuan tidak hanya dalam hal produksi makanan, tetapi juga dalam memasarkan produknya secara visual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat desain kemasan modern menggunakan aplikasi Canva dan Pacdora. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10–11 Mei 2025 di Laboratorium Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FT UNM, melibatkan 50 mahasiswa dan 5 dosen pengabdi. Metode pelaksanaan berupa penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi hasil desain. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, kemampuan mereka dalam menghasilkan desain yang kreatif, serta respon positif terhadap penggunaan aplikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan kompetensi digital mahasiswa serta kesiapan mereka menghadapi tantangan industri kreatif kuliner.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMBUATAN PUKIS DENGAN PENAMBAHAN PUREE WORTEL T, Ratnawati; Syamsidah, Syamsidah; Qur'ani, Besse; Bahar, Ayu Saputri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Sulawesi Selatan salah satu umbi-umbian yang banyak dijumpai yaitu wortel. Wortel dapat diolah menjadi berbagai jenis produk salah satunya yaitu pukis, dimana pukis ini dapat dibuat dengan menambahkan puree wortel. Survei awal menunjukkan bahwa kue pukis merupakan jajanan tradisional yang memiliki banyak peminat, terbukti bahwa produk tersebut sering ditemui di pasar, warung pinggir jalan, bahkan di berbagai hotel kue pukis disajikan sebagai coffee break, namun pembuatan dan penyajian kue pukis yang kurang bervariasi. Untuk itu perlu dilakukan usaha untuk memodifikasi kue pukis sedemikian rupa agar lebih menarik minat masyarakat. PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Di tempat ini pemberdayaan dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga dan diberi pelatihan membuat kue pukis yang ditambahkan puree wortel dan pendampingan dalam mengelola usaha serta memasarkan produk. Metode pelatihan dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu ceramah dan praktik. Ceramah diberikan sekitar 25%, sementara praktik diberikan sekitar 75%. Ceramah yang digunakan diselingi dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab selanjutnya dilakukan metode demonstrasi dan praktik. Setelah pelatihan dan pendampingan dilaksanakan, maka diperoleh data bahwa peserta telah memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai cara membuat kue pukis dengan penambahan puree wortel. Disamping itu, peserta memiliki keterampilan berusaha dan memasarkan produknya, selanjutnya dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, ibu-ibu sudah memiliki kepercayaan diri untuk berusaha dan diharapkan dengan usaha ini, dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ikan Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Kampung Terapung Danau Tempe, Kabupaten Wajo Fitry Purnamasari; Sri Hardianti Rosadi; Ayu Saputri Bahar; Wardimansyah Ridwan
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i4.2746

Abstract

The floating village of Lake Tempe is one of the villages around Lake Tempe, Wajo Regency. The livelihood of the community is generally fishing. Training on the use of fish waste into organic liquid fertilizer (POC) was carried out using lecture and demonstration methods. The Lecture Method is used to increase public understanding regarding the use of fish waste which can be used as Liquid Organic Fertilizer (POC) which is good for maintaining soil fertility and is beneficial for plants and helps reduce environmental pollution caused by fish waste. Next, a direct practice/demonstration was carried out regarding the methods for making the POC. Liquid organic fertilizer (POC), which uses fish waste, takes 14 days to make. The results of making liquid organic fertilizer (POC) were given to participants, not just giving it away but providing information on how to make fertilizer and the dosage for applying it so that residents and farmers could try and gain knowledge of making liquid organic fertilizer (POC). In this training activity, participants were very enthusiastic about taking part in the training, as evidenced by their enthusiastic attitude towards the material presented. The enthusiastic attitude of the training participants was shown through the many questions during the training. It is hoped that after this training activity is completed, participants will be interested in trying to apply it in their respective living environments.
Pelatihan Bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga Dalam Pengolahan Kacang Disco untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga Muliani, Muliani; Purnamasari, Fitry; Bahar, Ayu Saputri; Niza, Andi Khaerun; Ridwan, Wardimansyah
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v3i1.71

Abstract

Kacang Disco adalah pangan lokal yang sangat menarik dikembangkan karena merupakan oleh-oleh khas dari kota Makassar namun jika pengolahannya kurang baik maka dapat menurunkan mutu produk itu sendiri. Permasalah yang sering terjadi dalam pengolahan kacang disco adalah produk tidak matang secara sempurna, butiran  tidak terurai, permukaan tidak utuh serta warna kacang disco tidak seragam. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan bagi para ibu rumah tangga dalam mengolah kacang disco. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini melipiti ceramah, tanyak jawab atau dikusi, dan pelatihan. Berdasarkan hasil pelatihan yang diperoleh adalah (1) Pelatihan pembuatan kacang disco direspon sangat baik oleh peserta; (2) Perhatian dan motivasi peserta sangat besar sehingga materi yang di berikan mudah di pahami dan di terapkan (3) Produk pelatihan pembuatan kacang disco sangat gimari sehingga dapat dijadikan sebagai usaha rumahan. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh peserta pelatihan dengan penuh antusias. Peserta memahami materi dan praktek yang dilakukan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan industri kecil dan industri rumah tangga sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.
PKM Pelatihan dan Pendampingan Classroom Action Research (CAR/PTK) bagi Guru Syamsidah, Syamsidah; Nurhijrah, Nurhijrah; Bahar, Ayu Saputri; Ridwan, Wardimansyah; Amir, Syarah Syam
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78144

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu strategi kunci untuk meningkatkan mutu pengajaran dan profesionalisme guru. Namun, banyak guru masih menghadapi kesulitan dalam merancang dan melaksanakan PTK karena keterbatasan pemahaman metodologi penelitian dan keterampilan penelitian yang kurang memadai. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan proposal PTK di SMKN 4 Enrekang. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, pelatihan, lokakarya praktik penulisan proposal, presentasi, evaluasi, dan pendampingan pasca pelatihan. Hasil program menunjukkan bahwa 80% peserta mampu menyusun proposal PTK sesuai dengan standar yang ditetapkan dan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep PTK. Pendampingan lebih lanjut memastikan bahwa guru mampu terus melakukan penelitian secara mandiri di kelas mereka. Kegiatan ini berdampak positif pada peningkatan kemampuan reflektif guru dan berkontribusi pada peningkatan mutu pengajaran secara keseluruhan di sekolah.Kata kunci: pelatihan guru, penelitian tindakan kelas, pengabdian kepada masyarakat, profesionalisme guru
PKM Perawatan Wajah dengan Scrub Alami Memutihkan Wajah Solusi Kecantikan Sehat bagi Ibu-Ibu Nelayan Pesisir Pantai Punaga Mangarabombang Kabupaten Takalar Burhanuddin, Izmi; Sahnir, Nurachmy; Maida, Andi Nur; Bahar, Ayu Saputri
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.78692

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat Bagi ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga kecamatan mangarabombang kabupaten takalar provinsi Sulawesi Selatan. Kelompok mitra membutuhkan adanya pelatihan perawatan wajah menggunakan bahan scrub yang alamiah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu - ibu nelayan dalam merawtat wajah menggunakan bahan alami yang mudah didapat dilingkungan sekitar. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra Adalah sebagai berikut : (1) Mitra dalm hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sering kali dihadapkan pada tantangan dalam merawat Kesehatan kulit wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang merawta wjaha dengan menggunakan bahan kosmetik alami, (2) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang tidak terbiasa melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami sehingga kulitnya nampak tidak terawat, (3) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan kosmetik yang digunakan dalam melakukan perawatan wajah. (4) Mitra dalm hal ini Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang membutuhkan pengetahuan dalm hal mengetahui cara pembuatan scrub alami memutihkan wajah secara alami, (5) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang belum mengetahui cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Adapun Solusi yang diberikan kepada mitra Adalah sebagai berikut: (1) ) Mitra dalam hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang mendapatkan informasi tentang bagaimana cara merawat wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang merawat wajah menggunakan bahan kosmetik alami, (2) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah terbiasa melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami sehingga kulit wajahnya nampak sehat dan terawat. (3) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan komsetik yang digunakan dalam perawatan wajah, (4) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memperoleh pengetahuan dalam hal mengetahui cara pembuatan scrub alami memutihkan wajah secara alami, (5) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memiliki pengetahuan cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Tim pengabdi mengawali kegiatan pelatihan kepada masyarakat melalui metode  meliputi tahapan ceramah pengabdi menjelaskan tahapan - tahapan proses kerja perawartan wajah dan pembuatan scrub alami serta melaksanakan sosialisasi perawatan wajah menggunakan scrub alamiah kepada para peserta dan tim pengabdi memberikan demonstrasi cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar serta pembuatan scrub alami kepada para peserta pelatihan yakni ibu - ibu nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pelatihan sebesar 89 % terhadap pentingnya kegiatan perawatan waja kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan scrub alami bagi ibu - ibu nelayan pesisir pantai punaga kecamatan mangarabombang,serta memningkatnya rasa kemamndirian dan kepercayaan diri ibu - ibu nelayan untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit sehingga menjadi sehat, segar dan terawat.Kata kunci: Pengabdian masyarakat, scrub alami, perawatan wajah, ibu - ibu  nelayan
Pelatihan dan Pendampingan Perawatan Wajah Usia Lanjut bagi Ibu - Ibu Rumah Tangga di Desa Moncongloe Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Burhanuddin, Izmi; Maida, A. Nur; Megavitry, Rissa; Bahar, Ayu Saputri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat Bagi ibu - ibu rumah tangga di Desa Moncongloe Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Kelompok mitra membutuhkan adanya pelatihan perawatan wajah bagi usia lanjut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu - ibu rumah tangga dalam melakukan perawatan wajah bagi usia lanjut untuk mengurangi kerutan pada wajah serta memberikan nutrisi bagi kulit wajah sehingga wajah akan menjadi sehat, segar dan terawat. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra Adalah sebagai berikut : (1) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe sering kali dihadapkan pada tantangan dalam merawat kesehatan kulit wajah akibat terbatasnya akses inofrmasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang perawatan wajah untuk usia lanjut, (2) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe tidak terbiasa melakukan perawatan wajah sehingga kulitnya nampak kurang terawat,(3) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan kosmetik yang digunakan dalam melakukan perawatan usia lanjut,(4) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe belum mengetahui cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Adapun Solusi yang diberikan kepada mitra Adalah sebagai berikut:(1) Memberikan informasi yang lengkap kepada mitra dalam merawat kesehatan kulit wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga akan memeperoleh informasi yang lengkap tentang perawatan wajah bagi usia lanjut, (2) Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mitra manfaat dan kegunaannya jika melakukan perawatan wajah bagi usia lanjut, (3) Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra untuk dapat memahami dan mengidentifikasi peralatam, kosmetik serta bahan penunjang yang digunakan dalam perawatan wajah bagi usia lanjut. (4) Memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan praktik perawatan wajah bagi usia lanjut, sehingga kulit wajah tampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Tim pengabdi mengawali kegiatan pelatihan kepada masyarakat melalui metode  meliputi tahapan ceramah pengabdi menjelaskan tahapan - tahapan proses kerja perawatan wajah bagi usia lanjut kepada peserta serta melaksanakan sosialisasi perawatan wajah kepada para peserta dan tim pengabdi memberikan demonstrasi cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar bagi usia lanjut kepada para peserta pelatihan yakni ibu - ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pelatihan terhadap pentingnya kegiatan perawatan wajah bagi usia lanjut dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bagi ibu - ibu rumah tangga di desa moncongloe provinsi sulawesi selatan serta meningkatnya rasa kemandirian dan kepercayaan diri ibu - ibu rumah tangga untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit sehingga menjadi sehat, segar dan terawat.Kata kunci: pelatihan,  perawatan wajah, usia lanjut, ibu rumah tangga
Determinants of Solar Photovoltaic Adoption among Mobile Micro Enterprises: A Technology Acceptance Model Approach Iriandy; Haedar, Ahmad Wahidiyat; Nurul Aliah; Ayu Saputri Bahar
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.10258

Abstract

This study investigates the determinants influencing the adoption of solar photovoltaic (PV) systems among mobile micro-enterprises in Makassar, Indonesia. Drawing upon the Technology Acceptance Model (TAM) extended with two contextual constructs Energy Needs and Ease & Support the research employs a quantitative cross-sectional design involving 30 mobile coffee vendors. Reliability and regression analyses confirm the model’s robustness, indicating that Perceived Usefulness, Technology Acceptance, and Energy Needs significantly predict the intention to adopt PV systems, while Ease & Support shows no significant effect. The study extends the application of TAM to the informal micro-enterprise context, which has rarely been explored in renewable energy adoption research. Findings highlight that perceived economic benefits and energy necessity outweigh technical convenience in shaping adoption behavior. This suggests that micro-entrepreneurs’ motivation is primarily driven by practicality and efficiency rather than ease of use. The results provide policy insights for promoting inclusive green transitions through targeted micro-financing, technical training, and supportive urban regulations for small mobile vendors. Overall, this pilot investigation offers a validated framework for future empirical studies on renewable energy adoption within developing-country micro-enterprise sectors.
Analisis Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa PKK FT UNM dalam Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pembelajaran Perawatan Wajah Teknologi Maida, A Nur; Burhanuddin, Izmi; Bahar, Ayu Saputri; Atiqa, Ulfa Diya
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran pengetahuan mahasiswa PKK FT UNM tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pembelajaran Perawatan wajah Teknologi (2) Gambaran sikap mahasiswa PKK FT UNM dalam melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pembelajaran Perawatan wajah Teknologi. (3) Pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mahasiswa PKK FT UNM pada Perawatan wajah Teknologi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Angkatan 2022 dan 2023 dengan sampel yang berjumlah 30 Mahasiswa. Metode yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif kunatitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa Prodi PKK Konsentrasi Tata Rias terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pembelajaran Perawatan Wajah Teknologi   berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata (mean) 83,4, median 82,0, dan modus 80 bahwa sebagian besar mahasiswa telah memahami konsep dan prinsip dasar K3. 2) Gambaran sikap mahasiswa Prodi PKK Konsentrasi Tata Rias terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pembelajaran Perawatan Wajah Teknologi berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 84,6 dan standar deviasi 5,8. bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep K3, tetapi juga menerapkannya secara konsisten dalam praktik melalui perilaku professional 3) Pengaruh pengetahuan dan sikap  mahasiswa Prodi PKK Konsentrasi Tata Rias terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pembelajaran Perawatan Wajah Teknologi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,64 bahwa 64% variasi penerapan K3 dapat dijelaskan oleh pengetahuan dan sikap mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Pembelajaran Perawatan wajah Teknologi