Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kemenangan Klebun : Ketahanan Bejingan Terhadap Loyalitas Pemilih Umanailo, M Chairul Basrun; Asmawati, Asmawati; Tawakkal, George Towar Ikbal; Muadi, Sholih
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 (2020): July
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i2.374

Abstract

Kemenangan Klebun (Kelapa Desa) dalam kontestasi politik lokal di Kabupaten Pamekasan Madura tidak hanya terbatas pada peran Bejingan yang bertindak sebagai makelar suara. Lebih dari itu, loyalitas pemilih menjadi faktor sentral dimana kandidat mendapatkan suara sesuai dengan yang ditargetkan oleh Bejingan. Untuk memberikan pemahaman tentang loyalitas pemilih yang diperjuangkan oleh makelar suara dalam kemenangan kandidat, artikel ini mengeksplorasi bagaimana loyalitas pemilih diperjuangkan oleh Bejingan sebagai makelar suara dalam kemenangan kandidat. Berdasarkan wawancara mendalam dan observasi lapangan di Kabupaten Pamekasan, kami menunjukkan bahwa kesetiaan pemilih dipengaruhi oleh kesepakatan awal yang telah terjalin oleh salah satu Bejingan. Temuan kami menjelaskan bahwa meskipun broker menerima banyak perhatian yang keberadaanya mampu membantu kandidat dalam kemenangan, namun peneliti menemukan bahwa loyalitas pemilih dalam kemenangan kandidat berkontribusi penting. Lebih dari itu, imbalan materi bukan menjadi faktor penentu loyalitas tanpa batas yang dimiliki pemilih dapat dipertahankan. Kontribusi keilmuan artikel ini adalah mendiskusikan perluasan pemilih dengan segala loyalitasnya dalam kemenangan kandidat tidak terbatas pada peran broker.
Democratizing Local Government with Political Parties: How do They Stand in Voters' Minds? Tawakkal, George Towar Ikbal; Rahman, Ahmad Zaki Fadlur; Seitz, Thomas R; Garner, Andrew D
Journal of Local Government Issues Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v8i1.34318

Abstract

A fundamental question about local government that is rarely explored by scholars is, what do voters think about the local elections? Scholars construct clear concepts of elections, but do these concepts resonate with the thoughts of voters? The importance of elections for voters can vary and have diverse consequences on their perceptions of elections, but the issue is that voters in many countries face numerous types of elections in their country. This diversity can impact the degree of importance and their perspectives on voting, including the position of political parties in the minds of voters. For example, in Indonesia, voters engage in eight types of elections including two local elections for a local government. This article questions the degree of importance voters attach to the local elections and their consequences for the position of political parties. The article is based on survey data from two regencies in Central Java, Indonesia, during 2019 with 800 respondents, as well as in-depth interviews with over 20 voters during 2023. The results indicate that the position of parties is jeopardized by the lack of data aligning with the importance of local election for voters. It indicates that voters do not see parties as main entities on local government.
Kebertahanan Petahanan dalam Menjaga Pencalonan Pilkada Kabupaten Probolinggo Huda, Alfan; Maksum, Ali; Tawakkal, George Towar Ikbal
Jurnal Transformative Vol. 10 No. 2 (2024): September
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2024.010.02.4

Abstract

Terpilihnya bupati petahana tidak terlepas dari kontribusi partai politik dan masyarakat sipil. Namun demikian, dalam berjalannya pemilihan bupati kerap kali mengalami degradasi dalam praktiknya. Penelitian bertujuan mengungkap bagaimana petahana mampu bertahan dengan memanfaatkan partai politik dan masyarakat sipil. Untuk itu, tulisan ini bersandar pada data kualitatif yang dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan Informan dipilih secara purposive sampling. Studi ini menemukan, dalam berjalannya pemilihan bupati terjadi praktik pelemahan dan intimidasi pada masyarakat sipil, dan oportunisme partai politik. Argumen penting lainnya, bupati petahana menjadi dominan dan semi otoriter dalam menjalankan kekuasaan. Terpilihnya bupati petahana bukan melalui citra yang positif, melainkan citra negatif yang telah terbangun, sehingga masyarakat tunduk dan patuh. Selain itu, mereka juga melemahkan dan mengintimidasi masyarakat sipil. Hal ini berimplikasi terhadap berjalannya kontestasi di Kabupaten Probolinggo. Menegaskan perbedaan, sekaligus menjadi perluasan pandangan dari penelitian sebelumnya. Bahwa dalam mempertahankan kekuasaan, bupati petahana tidak cukup hanya menguasai banyak partai politik, serta tidak harus membangun citra yang positif pada masyarakat untuk terpilih kembali.