Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EVALUASI EFEKTIFITAS GERAKAN BERSAMA SAYANGI RUMAH SATU JUMANTIK DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DAN TINDAKAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA TANJANG, KECAMATAN GABUS, PATI Fatimah, Nurul; Tri Atmojo, Joko; Alfiani, Lina; Kaharani Putri, Widya; Hasniati Rahmah, Anindita; Yakob, Asmirati; Alfi`ah Damayanti, Syalma; Widiyanto, Aris
Avicenna : Journal of Health Research Vol 7, No 1 (2024): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v7i1.1036

Abstract

Analisis Mutu Layanan Peserta BPJS Kesehatan dengan Pendekatan Physical Environment Quality Dimension Ruslang; Yanuar Azis, Anugerah; B, Khaeriah; Azizah, A. Nur; Mikhrunnisai, Andi; Mustafa, Idarwati; Ramlan, Pratiwi; Yakob, Asmirati; Nirmawati Darwis; Tetti Surianti
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5884

Abstract

This study analyses the quality of health services for BPJS Kesehatan participants with a focus on the physical environment dimension at Puskesmas Tanasitolo, Wajo District, South Sulawesi. The quality of the physical environment has a significant influence on patient satisfaction, which is an important element in the effectiveness of health services. A descriptive quantitative approach was used in this study. A total of 99 BPJS participants who met the criteria completed a questionnaire assessing various aspects of the physical environment, such as room conditions, design, and social factors. The analysis showed that the cleanliness and comfort of the facility, room arrangement, and adequacy of facilities and infrastructure significantly contributed to patient satisfaction. More than 80% of respondents were satisfied with the physical environment, especially in terms of room design and equipment condition. This finding is in line with previous studies showing that the physical environment plays an important role in the quality of healthcare services. Improving this aspect is crucial to increasing patient satisfaction. The physical environment has a significant influence on the satisfaction of BPJS participants at Puskesmas. Continuous improvement in this aspect is necessary to ensure optimal service.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Paru Manguharjo Madiun Tahun 2023 Asmirati Yakob; Lina Alfiyani; Yuli Kusumawati; Avi Arya Buana Jaya Putra; Kristofara Karolina Kewa
Jurnal Ventilator Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v1i4.785

Abstract

Health services which is execllent is able to refer to prime levels that are implemented on basis of service and code of ethics. Those will create a satisfaction for each patient. To measure the quality of service, there are several references, including; tangibles, reliability, empathy, assurance, and responsiveness. This study investigated the correlation between service quality and outpatient satisfaction at Manguharjo Lung Hospital (RS Paru Mangunharjo), Madiun, East Java. All the specimens in this research were outpatients where purposive sampling is used to determine the research sample. Data Accomodation technique is carried out by questionnaire. The output of the research, from 80 respondents asked about the relation between service quality and outpatient satisfaction at Manguharjo Lung Hospital, it can be concluded that there are dealings among Reliability, Assurance Tangibles, Empathy, and Responsiveness. The outcome of this research is ecpected to contribute theoritically such escalating quality development especially in public institutions, namely hospitals. Practically, It can be a consideration in arranging the policies that relate about hospital service particularly for outpatient service cases.
Pengaruh Edukasi Berbasis Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu di Puskesmas Antang Perumnas Tahun 2024 Karlina, Nini; Sumarni; Yakob, Asmirati; Melina, Fitria; Kuswanti, Ina
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v4i2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi berbasis leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai pembuatan makanan pendamping ASI (MPASI) di Puskesmas Antang Perumnas pada tahun 2024. MPASI merupakan elemen penting dalam memastikan gizi yang cukup bagi bayi yang telah berusia 6 bulan setelah ASI eksklusif. Kekurangan pengetahuan ibu dalam pembuatan MPASI dapat menyebabkan pemberian yang tidak tepat, yang berisiko terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design, melibatkan 36 ibu dengan bayi yang mengalami kekurangan gizi di Puskesmas Antang Perumnas pada Agustus hingga Oktober 2023. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan ibu tentang pembuatan MPASI. Sebelum edukasi, sebagian besar ibu menunjukkan pengetahuan yang kurang, namun setelah diberikan edukasi berbasis leaflet, pengetahuan mereka meningkat secara signifikan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), menandakan pengaruh yang signifikan dari edukasi terhadap pengetahuan ibu. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pembuatan MPASI, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pemberian MPASI dan mendukung pertumbuhan optimal bayi, serta mengurangi risiko gizi buruk dan stunting.
Pendidikan Kesehatan Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Pada Ibu Hamil Di Desa Binaan M, Warda; Yakob, Asmirati; Rahmat, Rezqiqah Aulia
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v3i4.815

Abstract

Health education is a form of promotive and preventive intervention to reduce maternal morbidity and mortality. Knowledge of pregnancy danger signs is crucial for early detection and prompt medical attention if complications arise. This community service activity aims to increase the knowledge of pregnancy danger signs among pregnant women in the assisted villages. The methods used were lectures, interactive discussions, and distribution of leaflets to 35 pregnant women in the assisted villages. Evaluation was conducted through pre- and post-tests. The results showed an increase in knowledge from 48.6% (sufficient category) in the pre-test to 85.7% (good category) in the post-test. This activity is expected to increase pregnant women's awareness of maintaining a healthy pregnancy and taking early steps to prevent complications.
Edukasi Pemilahan Sampah sebagai Upaya Penanganan Masalah Sampah di SD Muhammadiyah Baitul Fallah Mojogedang Febriyanti, Rifiana; Rahayu, Nur Vita Amelia; Pitaloka, Wunimas Daya; Yakob, Asmirati; Samsuri, Muhammad
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22456

Abstract

Sampah dapat menyebabkan berbagai permasalahan jika tidak dikelola secara tepat. Pengelolaan sampah yang tidak benar dapat menimbulkan masalah serius dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu perlu adanya pemilahan sampah secara tepat. Tujuan pengamatan ini yaitu mengedukasi peserta didik SD Muhammadiyah Baitul Fallah Mojogedang dalam pemilahan sampah organik dan anorganik, dan Mengimplementasikan pembiasaan peserta didik SD Muhammadiyah Baitul Fallah Mojogedang dalam membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenisnya. Metode pelaksanaan pada pengabdian ini adalah 1) metode ceramah, 2) metode demonstrasi, 3) metode tanya jawab, dan 4) metode pendampingan. Hasil dari pengabdian yang telah dilakukan yaitu sosialisasi edukasi dan pengarahan kepada peserta didik kelas 1 Al-Kudus dan Kelas 2 Ar-Rahim SD Muhammadiyah Baitul Fallah, selanjutnya yaitu melakukan pendampingan dan praktik dengan menyediakan dan memfasilitasi dua tempat sampah yang terdiri dari jenis sampah organik dan anorganik. Tempat sampah organik berwarna hijau, sedangkan tempat sampah anorganik berwarna kuning. Adanya keberlanjutan kegiatan yang akan dilaksanakan pihak sekolah untuk pembiasaan dan pengarahan peserta didik dalam membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenisnya, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran pada peserta didik akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Hal tersebut tentu akan menciptakan karakter cinta lingkungan dan penerapan pola hidup sehat.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KUNJUNGAN RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Putri, Widya Kaharani; Tikirik, Wita Oileri; Ruslang, Ruslang; Alfiyani, Lina; Yakob, Asmirati; Rahmah, Anindita Hasniati; Sumini, Sumini; Uzizulloh, Muhammad Rafi; Rifai, Triaman; Santoso, Efrans Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22244

Abstract

Rumah sakit di Indonesia setiap tahunnya mengalami penambahan jumlah akan menimbulkan persaingan  produk dan jasa yang ketat. Marketing mix merupakan set variabel pemasaran yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam mengejar tingkat penjualan yang ditargetkan dalam pasar. Implementasi bauran pemasaran yang efektif pada rumah sakit salah satu strategi dalam meningkatkan dampak signifikan terhadap citra lembaga dengan memanfaatkan sumberdaya secara maksimal, Rumah sakit dapat membangun citra yang positif dan bersaing dalam kualitas pelayanan yang bermutu sehingga jumlah kunjungan meningkat yang berdampak pada operasional rumah sakit tersebut. Tujuan dari literature review ini adalah mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap kunjungan ke Rumah Sakit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan Systematic literature Review (SLR). Pencarian dari google scholar kemudian Artikel yang digunakan sebanyak 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa bauran pemasaran  product, process, dan people menyatakan adanya pengaruh terhadap kunjungan rumah sakit, bauran pemasaran untuk promotion dan evidence 5 artikel yang hasilnya adanya pengaruh terhadap kunjungan rumah sakit, sedangkan urutan selanjutnya place hasilnya adanya pengaruh terhadap kunjungan rumah sakit, dan yang terakhir bauran pemasaran price setengah artikel yang hasilnya mempengaruhi kunjungan rumah sakit. Simpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh bauran pemasaran  product, price, place, promotion, people, process, physcal evidence terhadap kunjungan  rumah sakit.
Mutu Layanan Peserta BPJS Kesehatan: Pendekatan Interaction Quality Dimension Ruslang; Yanuar Azis, Anugerah; Khaeriah B; Azizah, A. Nur; Mustafa, Idarwati; Mikhrunnisai, Andi; Yakob, Asmirati; Alfiyani, Lina
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v7i1.5426

Abstract

BPJS Kesehatan continues to improve the quality of health services through various facilities that work with it. According to BPJS Kesehatan data in 2021, there are 10,228 puskesmas and 7,078 private clinics as First Level Health Facilities (FKTP), and 2,745 hospitals as Advanced Referral Health Facilities (FKRTL). This study aims to analyze the quality of BPJS Health services from the perspective of participants using the Interaction Quality Dimension approach at Puskesmas Tanasitolo, Wajo Regency, South Sulawesi. The research approach used is quantitative with a descriptive design. Data collection was carried out through distributing questionnaires to 99 respondents, namely BPJS Health participants who met certain criteria. The results showed that the attitude, behavior, and expertise of health workers have a significant impact on BPJS Health patient satisfaction. Therefore, it is important to continue to improve these aspects to ensure optimal health services for BPJS Kesehatan patients at the Puskesmas.
Relationship Between Medication Adherence and Blood Sugar Levels Among Diabetes Mellitus Outpatients Ida Untari; Sri Utami; Muhammad Hafiduddin; Asmirati Yakob; Yuli Kusumawati; Lina Alfiyani; Umi Budi Rahayu; Sri Sat Titi Hamranani; Devid Noor Umam
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 20 No. 1: MARCH 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v20i1.28016

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a disease with progressively increasing prevalence every year and often leads to complications when not properly managed. Control or success of treatment is influenced by adherence of patients to the treatment process. This study aimed to analyze relationship between medication adherence and fasting glucose levels among DM outpatients. A correlation study was conducted using a cross-sectional approach on a sample of 300 respondents selected by probability sampling technique from the entire population. The instrument used was the MMAS-8 Test (Morisky Scale Medication Adherence Scales-8) and examination of fasting sugar levels. Meanwhile, data analysis was conducted with the Spearman Rho test. The results showed that the highest treatment adherence was in the moderate category by 130 (43.3%) and a decrease in fasting sugar levels was observed among 230 (76.7%) respondents. A significant relationship was found between medication adherence and fasting glucose levels with a p-value = <0.001 and r: -0.597. Based on the results, there was a negative relationship between medication adherence and fasting blood sugar. The higher medication adherence, the better the fasting sugar levels in DM outpatients.
Efektivitas Edukasi Konseling Laktasi Dalam Meningkatkan Pemberian Kolostrum Pada Ibu Nifas di Puskesmas Kassi Kassi Fadjriah Ohorella; Asmirati Yakob
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.451

Abstract

Masa nifas merupakan periode krusial bagi ibu dan bayi, terutama dalam keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) awal berupa kolostrum. Kolostrum memiliki kandungan gizi dan imunologis yang tinggi sehingga berperan penting dalam perlindungan awal bayi terhadap infeksi. Namun, praktik pemberian kolostrum masih rendah akibat kurangnya pengetahuan, sikap negatif, mitos budaya, serta minimnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dan konseling laktasi dalam meningkatkan pemberian kolostrum pada ibu nifas di Puskesmas Kassi-Kassi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test with control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi dan konseling laktasi diberikan kepada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pelayanan rutin. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan, kuesioner sikap, dan lembar observasi praktik pemberian kolostrum. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas dengan pemberian kolostrum (p < 0,001; n = 30) serta antara sikap ibu nifas dengan pemberian kolostrum (p < 0,001; n = 30). Edukasi dan konseling laktasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendorong praktik pemberian kolostrum pada ibu nifas. Oleh karena itu, edukasi dan konseling laktasi perlu dioptimalkan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan pemberian kolostrum dan mendukung keberhasilan ASI eksklusif.