Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Model Pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap Kemampuan Tree Thinking Peserta Didik SMA pada Materi Kingdom Animalia Lamia Putri; Aa Juhanda; Suhendar Suhendar
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10, No 1 (2022): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v10i1.5340

Abstract

This research is motivated by the low ability of students' tree thinking, the delivery of animalia material which is still abstract and learning method still teacher centered. So,this research used Modified Free Inquiry learning model which is student-oriented. This study aims to determine the implications of the Modified Free Inquiry learning model on the tree thinking skill of high school students in the Kingdom Animalia lesson. The type of research used in this research is Quasi Experiment with Non-Equivalent Control Group Design research design. The sampling technique used purposive sampling, which are class X MIPA 4 as the experimental class and X MIPA 6 as the control class. The results showed that the tree thinking skill of students in the Kingdom Animalia lesson resulted in an average pretest score of 37.84 and an average posttest score of 81.32 with an N-Gain average score of 0.74 in the high category. Based on the hypothesis test, the significance value of Sig (2-tailed) is 0.000, so H0 is rejected and H1 is accepted. The emergence of the experimental class students' tree thinking skill on each indicator varied but generally had an N-Gain score in the high category. The results of the student response questionnaire regarding the use of the Modified Free Inquiry model show an average score in the very good category (81-100), this is also in line with the teacher's response at the time of the interview. The results of the three instruments in this study indicate that the Modified Free Inquiry learning model has implications for the tree thinking skiil of high school students in the Kingdom Animalia lesson.
Penggunaan Penilaian Autentik untuk Menilai Kemampuan Berkomunikasi Siswa melalui Model Jigsaw pada Materi Pencemaran Lingkungan Hega Fisia Romdon; Aa Juhanda; Suhendar Suhendar
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2016): Utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v2i1.292

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan penilaian autentik pada model pembelajaran jigsaw untuk menilai kemampuan berkomunikasi siswa pada materi pencemaran lingkungan. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMA yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X MIA6 SMAN 3 Kota Sukabumi. Pengambilan data dilakukan selama tahap perencanaan, tahap pelaksanaan serta tahap akhir. Pada tahap perencanaan melakukan kajian literatur, pada tahap pelaksanaan, kelas dibagi menjadi enam kelompok masing-masing kelompok berjumlah lima orang dengan model jigsaw dimana setiap anggota kelompoknya mendapatkan tugas mempresentasikan materi tentang pencemaran lingkungan kemudian setiap anggota kelompok melakukan penilaian autentik dan pada tahap akhir terdapat kuis berupa soal uraian. Instrumen yang digunakan berupa peer assessment, self assessment, lembar observasi, soal uraian dan rubrik penilaiannya, angket, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan penggunaan penilaian autentik pada model jigsaw dapat mengungkap indikator-indikator komunikasi siswa berdasarkan skor rata-rata rubrik penilaian komunikasi terkait pencemaran lingkungan pada komunikasi lisan kategori cukup (75,83%) dan komunikasi tulisan kategori baik (83%). Guru dan siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap penilaian autentik, serta penilaian autentik yang dikembangkan memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam pelaksanaannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian autentik dapat menilai kemampuan komunikasi siswa.
Aplikasi Model Pembelajaran Open Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Inquiry Peserta Didik Pera Mutmainah; Suhendar Suhendar; Chandra Widhikrama
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2016): Utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v2i1.295

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan inquiry peserta didik Kelas VII B di SMP Negeri 15 Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, presensi, laporan Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) dan lembar observasi. Analisis data meliputi data informasi tentang keadaan peserta didik sebagai subjek penelitian dilihat dari asfpek kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data secara deskriftif, hasil penelitian membuktikan bahwa adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar yang menunjukkan meningkatnya kemampuan inquiry dengan persentase ketuntasan prasiklus sebesar 10 %, siklus I 35% dan siklus II 77,5%. Secara keseluruhan respon peserta didik terhadap model pembelajaran open inquiry menunjukkan hasil positif dengan kriteria yang “kuat” dan “sangat kuat”. Hasil tersebut diiringi dengan adanya pengamatan dan penilaian observer terhadap perilaku peserta didik dan aktivitas pendidik, kemudian penilaian laporan Lembar Kerja Peserta Didik menunjukkan peningkatan positif. Berdasarkan hal tersebut, maka model pembelajaran open inqiry dapat meningkatkan kemampuan inquiry peserta didik kelas VII B di SMP Negeri 15 Kota Sukabumi.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Mata Pelajaran IPA Kelas VIII B Pada Materi Sistem Gerak Pada Manusia Melalui Model Pembelajaran Make A Match Di SMPN 2 Cibadak Adeh Nur komalasari; suhendar suhendar; Billyardi Ramdhan
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2020): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v6i1.628

Abstract

Masalah dari Penelitian tindakan kelas ini adalah masih banyaknya hasil belajar siswa yang di bawah KKM. Pembelajaran kooperatif make a match diimplementasikan sebagai alternatif pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa mata pelajaran IPA kelas VIII B materi sistem gerak pada manusia.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menurut model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus alur penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMPN 2 Cibadak yang berjumlah 36 siswa. Hasil penelitian menunjukan rata-rata persentase nilai kognitif siswa pada siklus I adalah 41,7% dan pada siklus II adalah 91,7%, dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kognitif siswa pada materi sistem gerak pada manusia meningkat dari siklus I ke siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran make a match dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Cibadak.
Pengaruh Model Inquiry Based Learning Terhadap Kemampuan Problem Solving Siswa Madrasah Aliyah Negeri Kelas X Pada Materi Keanekaragaman Hayati Mayasari Mayasari; sistiana windyariani; suhendar suhendar
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2020): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v6i1.761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry Based learning terhadap kemampuan problem solving pada siswa MAN 1 Sukabumi pada materi Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Non equivalent control group design yang. Populasi yang digunakan adalah sebanyak 5 kelas dengan sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas dengan jumlah siswa 36 orang siswa untuk masing-masing kelas.Instrumen yang digunakan adalah soal tes soal kemampuan Problem solving dan angket. Kemampuan problem solving yang diukur mencakup 8 indikator yang dalam hal ini digunakan 6 indikator, diantaranya: 1). Mengidentifikasi masalah 2). Mengumpulkan data 3).Mengnalisis data 4). Memecahkan masalah berdasarkan data 5). Memilih cara untuk menyelesaikan masalah 6). Merencanakan penerapan memecahkan masalah.Hasil yang didapat untuk kemampuan problem solving ini pada kelas eksperimen adalah dengan rata-rata N-gain 0, 51.Sedangkan pada kelas kontrol adalah 0, 41. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sinifikan dengan Fhitung = 1,13 dan Ftabel = 4, 12 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.
POSISI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM RUU SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DALAM PERSPEKTIF KEPENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN IPA Yusi Riksa Yustiana; Suhendar Suhendar; Siti Romlah Noer Hodijah; Trisna Amelia; prasetyaningsih prasetyaningsih; Supriyadi Supriyadi; Febrian Andi Hidayat
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i2.697

Abstract

Analisis RUU SISDIKNAS Tahun 2022 ini bertujuan untuk menggambarkan beberapa sudut pandang terkait kesesuaian RUU yang direncanakan dengan konteks Pendidikan terkhusus pendidikan IPA pada RUU Sisdiknas Tahun 2022 Bab XIV Tentang Pendidik dan Kependidikan. Kegiatan analisis ini didasarkan pada adanya pro dan kontra terhadap RUU Sisdiknas Tahun 2022 yang telah direncanakan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskripti dengan menggunakan tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan beberapa isi dalam rancangan ini perlu untuk direvisi agar dihasilkan peraturan perundang-undangan yang lebih efisien dan fleksibel tanpa harus mengurangi substansi dan keberpihakan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan.
Profile of ecological practicum, logical thinking, and system thinking pre-service biology teacher Suhendar; Rini Solihat
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 16 No 1 (2023): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.27114

Abstract

Ecology is a complex system, so it requires thinking skills to understand it. One of the skills that can be trained in ecological practicum lectures is systems thinking skills. Ecology practicum has the potential and strategic role in preparing quality students to face the era of industrialization and globalization. This potential will be realized if practicum activities can equip students with the ability to think logically, think creatively, think critically, and think systems, which ends up being able to solve integrated problems. To design an ecology practicum program that can train systems thinking skills, it is necessary to know the existing forms of ecological practicum implementation, students' systems thinking skills, and their logical thinking skills. This study aims to obtain information on the description of these three things so that it becomes the basis for developing a better practicum program. and adaptive to changes and developments of the times. This research is in the form of field research, namely research whose object is about the symptoms or events that occur in the subject group. 18 third-level students and 39 fourth-level students were selected as research subjects. Limited interviews were conducted with practicum assistants and course lecturers. The instrument used consisted of a logical thinking ability test, systems thinking scale, systems thinking test, and interview guidelines. The results of the study show practicum activities only practice the skills of collecting, processing, and analyzing ecological data. Students' logical thinking ability is in a “good” category, especially at the level of combinatorial reasoning. Students' systems thinking ability is low, especially forest thinking skills.
Pengembangan E-Module Berbasis Education for Sustainable Development untuk Melatihkan Kompetensi Berpikir Kritis pada Siswa Riska Novianti; Suhendar Suhendar; Jujun Ratnasari
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i1.7986

Abstract

This study aims to develop an e-module that is integrated with education for sustainable development to train students' critical thinking competencies on the subject of the human digestive system. The method used in this study is a type of quantitative method. The type of research is development (Research & Development) using the ADDIE research model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subjects used in the study were 45 students from class XI IPA 3 and XI IPA 4 at MA Negeri 2 Sukabumi City. The instruments used were assessments from material, media, and language experts, giving pretest and posttest questions, using attitude scale sheets, and response sheets to determine the effectiveness of the e-module and critical thinking competence in students. Research has results showing that: 1) validation or assessment by material experts shows that this e-module is valid, media and language experts say it is very valid with an average percentage of 82.3% ± 11.1; 2) the effectiveness test of the N-gain calculation states that the e-module is in the medium category with an average N-gain value of 0.52 ± 0.03; 3) the attitude scale sheet states that students have high critical thinking competence, the attitude scale is at a percentage of 77.4% ± 1.88 which is in the very good category; and 4) the response test states that this e-module is very valid to use with a percentage of 83.2% ± 11.6. Judging from the results and discussion, the development of e-module in the ADDIE model can train critical thinking competencies and is suitable for use in the learning process.
Game Online dan Minat Belajar Biologi Siswa SMA ima mutia rahima; billyardi ramdhan; suhendar suhendar
UNM Journal of Biological Education Vol 1, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.749 KB) | DOI: 10.35580/ujbe.v1i2.5827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan game online dengan minat belajar biologi siswa SMA di SMAN Kota Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas SMA di Kota Sukabumi, sampel penelitian ini yaitu SMAN 1 Kota Sukabumi, SMAN 2 Kota Sukabumi, SMAN 3 Kota Sukabumi dan SMAN 4 Kota Sukabumi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner teknik scle likert untuk mengukur penggunaan game online siswa SMA dan minat belajar biologi siswa. Kuesioner berupa online disebar di sekolah yang menjadi sampel penelitian. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis SEM menggunakan aplikasi LISREL dan SPSS. Adapun hasil anlisis penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa SMA di Kota Sukabumi 99% positif menggunakan game online dengan kriteria sedang (64%). Sedangkan untuk minat belajar biologi siswa SMA Kota Sukabumi memiliki minat terhadap belajar biologi dengan kriteria sedang yaitu 67% dari sampel 440 responden. Adapun hasil korelasinya menunjukan korelasi lemah sebesar 0.295 dengan nilai R squere 0.87, yang menunjukan penggunaan game online berhubungan dengan minat belajar biologi sebesar 8,7%.
Implication of Problem-Based Scenarios on Students' ESD Anticipatory Competency on the Concept of Environmental Change Silmi Aliya Zahra Sudarya; Suhendar Suhendar; Setiono Setiono
BIOEDUKASI Vol 21 No. 3 (2023)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v21i3.40115

Abstract

This study aims to determine the effect of problem-based scenarios on students' ESD Anticipatory Competency on environmental change material. It is motivated by the difficulty of students when asked to respond to future events, and further research needs to be done on the right learning model to equip Anticipatory Competency. So the learning model used in this study is Problem-Based Scenarios. The type of research used is quasi-experiment with Non Equivalent Control Group Design. The research sample was selected using purposive sampling, class X IPA as an experimental class of 19 students and X IPS-2 as a control class with 18 students. The instruments used in this study were Anticipatory Competency questions consisting of 5 essay questions, and a questionnaire for students' responses to Problem-Based Scenarios consisting of 10 statements. The results of the study based on hypothesis testing obtained a significance value of Sig (2-tailed) of 0.000, then H0 is rejected and H1 is accepted. The results of the students' response questionnaire regarding the use of Problem-Based Scenarios showed an average score in the excellent category (81-100). The results of the instrument in this study indicate that problem-based scenarios affect the Anticipatory Competency of students on Environmental Change material.
Co-Authors Aa Juhanda Adeh Nur komalasari Adhi Prasetyo Agus Setiawan Ana Nurul Auliah Andika, Revinda Janiar Anna Setiana Ardiansyah, Faizal Arqi Asri Nurafipah Asriyanik . Aulia Nur Januarti Ayi Wahyuni Azahra, Virgynia Salma Azzura, Muhammad Nur Billyardi Ramdhan Chandra Widhikrama Chaw, Ei Phyu Damayanti, Teti Desi, Murni Dessy Nurjanah Deudeu Anggia Diana Silfiani Putri Dina Mardiana Diyna Auliya Azhary Effendi, Teguh Rachmatuloh Ellen Nurlindayani Endang Tri Astutiningsih Eneng Desri Handayani Eneng Yani Misriani Evi Paojiah Falah, Cep Muhamad Nurul Falah, Cep Muhamad Nurul Febrian Andi Hidayat Fela Elwitriana Firhan Nurfaizi Fivty Octavia Astuti Gendis Siti Rahmawati Gina Nuranti Gumilar, Aulya Satriani Hega Fisia Romdon Herlina, Hidayati Hidayati Herlina Hodijah, Siti Romlah Noer Holilah Zahra Ilham Mohammad Rizki Ilham Mohammad Rizki ima mutia rahima Indrawan, Irgi Insyira, Syifa Maulani Ira Rahma Jayawarsa, A.A. Ketut Jujun Ratnasari komalasari, Adeh Nur Kusnadi Laila Rahmah Laksono Trisnantoro Lamia Putri Lamia Putri Lu’lu Robiatul Lu’lu Robiatul Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari, Mayasari Meirany Chodijah Amnari Meirany Muhammad Nurfaizi Mutmainah, Pera Nabillah Nabillah Nurhayati Nurhayati Pahriadi Pauzi, Rizqi Yanuar Pera Mutmainah prasetyaningsih prasetyaningsih Prasetyaningsih Prasetyaningsih, Prasetyaningsih Pratama, Zidan Rachmat Purnawati, Sri Putri Nida Nurulaini R Rosalinda Raya Agni Riandi Riandi Ridwansyah Rini Solihat Riska Novianti Rizki Annur Tri Septiani Rohimah, Dede rohimah Romdon, Hega Fisia Ruddy Indra Frahasta S Setiono Setiono Setiono Setiono Setiono Setiono Setiono Sherina Mandella Sifa Agustiani Silmi Aliya Zahra Sudarya Sistiana Windyariani Siti Aminah Siti Mas Masropah Siti Nurazizah Wahyudin Siti Nurjanah Firdaus Siti Romlah Noer Hodijah Siti Sara Sri Wahyuni Suhendar Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Syech Zainal Syifa Nurazizah Syifa Teguh Rachmatuloh Effendi Triana, Ardika Eri Trisna Amelia Trisna Amelia Triwulandari, Syane Widhikrama, Chandra Widia Rahmawati Widodo*, Ari Yasir Sukmawijaya Yunita Rahayu Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa ‘Kauthsar, Risti Mulyani Nur