Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Fungsi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai fungsi dalam pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga dengan mengetahui fungsi tradisi aggalara’ maka masyarakat akan menjadikannya sebagai tolak ukur dalam melestarikan tradisi aggalara’. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis penelitian ini secara mendalam maka peneliti akan menggunakan teori struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons. Dengan teori tersebut akan dianalisis secara intensif berbagai fungsi dari tradisi aggalara’ sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa fungsi pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu sebagai sarana pendidikan budaya. Kedua sebagai sarana hiburan tradisional. Ketiga sebagai media penyampaian nilai spiritual dan keempat sebagai media dalam menghidupkan ekonomi lokal.
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMAN 1 GOWA MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS TEKNOLOGI Sudirman, Sudirman; Musa, Musa; Harun, Salmah; Nasir, Nasir; Henri, Henri
Amare Vol. 4 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ezp2c015

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMAN 1 Gowa dalam memahami dan mengaplikasikan strategi pemasaran digital berbasis teknologi. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital yang menuntut penguasaan keterampilan pemasaran modern. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui presentasi, diskusi interaktif, dan praktik langsung menggunakan berbagai platform digital, seperti media sosial, marketplace, dan perangkat lunak pemasaran. Peserta dilatih untuk menyusun strategi pemasaran, membuat konten digital, dan menganalisis performa kampanye menggunakan alat analitik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep pemasaran digital dan kemampuan mereka dalam mempraktikkannya, yang diukur melalui evaluasi pretest dan posttest. Selain itu, siswa menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam proyek atau usaha yang dikelola secara mandiri. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan pemasaran digital berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa, sehingga diharapkan mampu menjadi bekal bagi mereka untuk bersaing di dunia kerja maupun dalam mendukung kegiatan kewirausahaan.
PROSESI PERNIKAHAN MASYARAKAT DI DESA NIPA-NIPA KABUPATEN BANTAENG Annawawi, Imran; ., Henri
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 No.1 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPernikahan atau perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  prosesi Adat Pernikahan Masyarakat Di Desa Nipa-Nipa Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian adat dari tradisi pernikahan masyarakat di Desa Nipa-Nipa Kabupaten Bantaeng yakni; Mammanu'-Manu, Madduta, Mappetuada, Siraman, Patamma, Mappacci, Akad Nikah, Pasitawara, Dan Mapparolla, dapat dipadukan dengan beberapa budaya luar.   
Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam Layanan Administrasi di SMK Negeri 3 Makassar Henri, Henri; Nasir, Nasir
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 15 No. 2 (2025): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol15No2.pp173-180

Abstract

The implementation of Standard Operating Procedures (SOP) is one of the strategic efforts to improve the quality of administrative services in the school environment. However, the successful implementation of SOPs does not only depend on the existence of formal documents, but also on the consistency of implementation and support of other supporting systems. This study aims to analyze how SOPs are implemented in administrative services at SMK Negeri 3 Makassar and identify supporting and inhibiting factors for its implementation. This study uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation studies. The results of the study show that SOPs have been compiled and socialized in various service units, such as correspondence, filing, staffing, and student services. In the personnel and finance unit, the implementation of SOPs is going quite well and consistently. However, in the student service unit, the implementation still faces obstacles such as high workload, staff limitations, weak internal supervision, and the lack of optimal use of information technology. The recommendations from this study include the need for periodic training for administrative staff, strengthening monitoring and evaluation systems, and digitizing administrative processes as an effort to improve service efficiency and accountability. Thus, the consistent implementation of SOPs and supported by an adequate support system will be able to strengthen the quality of administrative governance in schools.
KOLABORASI PEMERINTAH DAN LSM DALAM PEMBERDAYAAN NELAYAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR Henri; Nasir
Jurnal Dialektika Politik Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dialektika Politik
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37949/jdp.v9i2.234

Abstract

Fishing communities in Pangkajene and Islands Regency (Pangkep) face various structural challenges such as limited capital, low access to technology, and dependence on daily catches which have an impact on low levels of welfare. To overcome these problems, collaborative efforts are made between local governments and Non-Governmental Organizations (NGOs) in the implementation of coastal community empowerment programs. This research aims to examine the forms of collaboration between the government and NGOs and assess their contribution to empowering and improving the welfare of the fishing community. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of in-depth interviews, observations, and documentation of informants from the government, NGOs, and fishermen's groups. The findings show that the collaboration has resulted in programs such as training, economic assistance, and environmental education that have a positive impact on community capacity building. However, collaboration still faces obstacles in coordination, program sustainability, and uneven community participation. This research contributes to enriching the literature on collaborative governance in the context of empowering coastal communities, as well as a reference for governments and NGOs to design collaboration strategies that are more inclusive, sustainable, and based on local needs.
Analisis Komunikasi Pariwisata Digital pada Akun Instagram @explorebulukumba: Studi Kasus Promosi Pantai Bara Bulukumba Henri; Nasir
Jurnalika : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnalika : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37949/jurnalika92230

Abstract

The development of social media, especially Instagram, has changed the paradigm of tourism promotion through visual and interactive approaches. In the midst of the dominance of popular tourist destination promotions, community accounts such as @explorebulukumba play an important role in introducing little-known destinations, such as Bara Beach in Bulukumba Regency, South Sulawesi. This study aims to analyze the digital tourism communication strategy applied by the account in building the image of Bara Beach. The approach used was qualitative descriptive, with data collection through digital observation, semi-structured interviews, and field documentation. The research informants consisted of account managers, local tourism activists, and tourists who were exposed to digital promotional content. The results showed that @explorebulukumba accounts leveraged strong visual and narrative communication strategies through aesthetic content, the use of emotional captions, and local hashtags. These elements form the image of Bara Beach as an exclusive and natural destination. High user interaction shows the effectiveness of this strategy in attracting attention and encouraging tourist visit intentions. This research recommends collaboration between local governments and community accounts in digital tourism promotion strategies. In addition, increasing the capacity of creative content and optimizing social media features needs to be done on an ongoing basis to strengthen the branding of local destinations.
Makna Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10613

Abstract

Penelitian ini mengkaji lebih intensif makna dari tradisi aggalara’ yang dilakukan saat acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Tradisi ini bukan sekadar upacara biasa, ia menjadi cerminan budaya yang penuh nilai dan makna sosial. Tidak hanya sebagai ritual, aggalara’ juga berperan sebagai alat yang dinamis untuk menyampaikan berbagai makna kepada masyarakat sekitar.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait makna pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa makna pelaksanaan tradisi aggalara’, Pertama, sebagai jembatan yang menghubungkan generasi lama dan muda, tradisi ini menjadi cara yang efektif untuk menularkan nilai-nilai, cerita leluhur, dan pengalaman secara nyata kepada generasi muda. Kedua, aggalara’ bermakna sebagai simbol persatuan masyarakat yang beraneka ragam, menunjukkan semangat inklusivitas dengan melibatkan berbagai kelompok dalam komunitas. Ketiga, tradisi ini memperkuat posisi nilai lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, sehingga adat tetap dihargai dan diakui di ruang publik. Keempat, pelaksanaan aggalara’ menarik perhatian para akademisi untuk mempelajari budaya lokal secara lebih mendalam dan terdokumentasi dengan baik.
Peran Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pelaksanaan tradisi aggalara’ selama acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dalam memperkuat struktur sosial dan budaya masyarakat setempat. Tradisi aggalara’ adalah sebuah upacara sakral yang memiliki makna sosial, spiritual, dan simbolik yang mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode etnografi, termasuk observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat luas, dan dokumentasi langsung terhadap prosesi upacara. Untuk memahami bagaimana tradisi aggalara’ berperan secara sosial dan budaya, penelitian ini mengadopsi teori Struktural Fungsionalisme dari Talcott Parsons, terutama kerangka kerja AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aggalara’ lebih dari sekadar warisan budaya; ia memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Pertama, tradisi ini menjadi saluran penyelesaian konflik sosial, dengan menciptakan ruang dialog dan rekonsiliasi yang sakral, sehingga mampu meredam ketegangan antarwarga. Kedua, tradisi ini memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat mendorong pengenalan budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional. Ketiga, aggalara’ berperan sebagai alat sosialisasi norma dan nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun, khususnya kepada generasi muda. Keempat, tradisi ini juga mendorong munculnya kreativitas seni lokal, seperti musik tradisional ganrang, busana adat, serta ekspresi dekoratif khas Jeneponto.
Tren Pengajaran Guru pada Pelajaran Tematik di Sosial Media, Analisis Bibliometrik N Vivo 12 A. Muh. Ali; Nurul Jamiah Sidiq; Sakmawati; Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7873

Abstract

Media sosial menjadi platform utama bagi guru dalam berbagi dan mendapatkan inspirasi terkait pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis materi ajar dan strategi pembelajaran tematik yang dibagikan di dunia maya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru aktif menggunakan media sosial, terutama Facebook, untuk berbagi materi ajar dan strategi pengajaran. Materi ajar tematik paling sering dibagikan, sementara strategi efektif melibatkan interaksi langsung dengan siswa. Namun, terdapat tantangan seperti hambatan teknis dan akses teknologi yang tidak merata. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman lebih baik tentang pembelajaran di dunia maya dapat mendukung pengembangan pendidikan dasar yang inklusif dan efektif. Dengan memahami materi dan strategi pengajaran yang relevan, pendidik serta pembuat kebijakan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan membantu guru menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.8005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu tradisi aggalara’ dan faktor-faktor apa yang melatarbelakangi pelaksanaan tradisi aggalara sehingga sampai saat ini masih dilaksanakan secara turun-turun ke setiap generasi pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka akan digunakan teori Tindakan Sosial Max Weber untuk menganalisa berbagai fenomena dalam tradisi aggalara’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi aggalara’ adalah tradisi ritual yang melibatkan elemen budaya seperti musik tradisional ganrang dan penggunaan dupa. Ada beberapa faktor yang mendasari sehingga tradisi aggalara’ masih dilaksanakan sampai saat ini di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, yang pertama sebagai bentuk pelestarian warisan nenek moyang, kedua sebagai bentuk penghormatan terhadap panggadakang, ketiga sebagai identitas budaya dan keempat sebagai bentuk mengurangi tekanan sosial masyarakat.