Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan Platform Digital dalam Pemasaran Produk UMKM Nasir Pole; Asmansyah; A. Hadijah Sulfiyani A; Haerul; Henri
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Maret
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran produk. Melalui program ini, para pelaku UMKM memperoleh pelatihan serta pendampingan terkait penggunaan berbagai platform digital, seperti media sosial, marketplace, dan website, yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran secara efektif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan langsung kepada pelaku UMKM, yang diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya transformasi digital dalam kegiatan usaha, dilanjutkan dengan pelatihan teknis penggunaan platform digital, serta pendampingan dalam penerapan strategi pemasaran berbasis online. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan pemasaran. Selain itu, pemanfaatan platform digital juga membantu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan potensi penjualan produk. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan dan daya saing UMKM di era digital.
Sosialisasi Strategi Pembelajaran Critical Reading Berorientasi Keterampilan Abad Ke-21 Shasliani Shasliani; Henri Henri; Nurul Jamiah Sidiq; A. Muh. Ali; Syakia Muflihat
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/y08g0a28

Abstract

Rendahnya kemampuan membaca kritis mahasiswa lintas jurusan menjadi tantangan dalam penguatan keterampilan abad ke-21 di perguruan tinggi, khususnya dalam aspek berpikir kritis, literasi akademik, dan evaluasi informasi. Pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan serta menganalisis dampak sosialisasi strategi pembelajaran critical reading berorientasi keterampilan abad ke-21 bagi mahasiswa lintas jurusan di Universitas Negeri Makassar. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui workshop dan pendampingan implementasi dengan desain pretest–posttest satu kelompok. Instrumen meliputi angket pemahaman konseptual, angket keterampilan praktis, lembar observasi, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek pemahaman, dengan kenaikan tertinggi pada strategi QtA dan Socratic Questioning sebesar 36%, serta peningkatan strategi SQ3R sebesar 35%. Sebanyak 90% peserta menyatakan strategi critical reading relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran, dan observasi menunjukkan peningkatan partisipasi diskusi serta kemampuan mengidentifikasi argumen dan bias teks. Disimpulkan bahwa pelatihan critical reading berbasis praktik efektif meningkatkan literasi akademik dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa serta mendukung penguatan kompetensi abad ke-21 secara lintas disiplin.
Tantangan Pelestarian Tradisi Aggalara’ Pada Acara Pasunna’ Di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri; Nasir
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16596

Abstract

Tradisi Aggalara’ di Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial. Meski begitu, tradisi ini mengalami sejumlah tantangan signifikan, terutama akibat pengaruh modernisasi dan pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode seperti wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi lapangan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam melestarikan tradisi Aggalara’. Berdasarkan Analisis Teori Struktural Fungsional AGIL dari Talcott Parsons, hasil penelitian mengungkapkan empat tantangan utama: (1) dominasi budaya populer yang membuat minat generasi muda terhadap budaya lokal semakin menurun, (2) kurangnya regenerasi dalam penurunan nilai-nilai tradisional, (3) pandangan negatif terkait praktik tradisional yang dianggap kuno atau bertentangan dengan keyakinan agama, dan (4) fragmentasi sosial budaya yang menyebabkan pelestarian tradisi ini hanya berlangsung di kalangan terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pelestarian yang berorientasi pada pendidikan budaya, keterlibatan generasi secara lintas umur, dan kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan agar tradisi Aggalara’ tetap relevan dan hidup di tengah berbagai perubahan sosial yang berlangsung dinamis.
Upaya Pelestarian Tradisi Aggalara’ Pada Acara Pasunna’ Di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16702

Abstract

Tradisi Aggalara’ pada acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, merupakan warisan budaya yang tidak sekadar praktik ritual, tetapi juga ruang internalisasi nilai spiritual, solidaritas sosial, dan pendidikan lintas generasi. Dalam dinamika modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan serius, seperti menurunnya minat generasi muda, lemahnya regenerasi kepemimpinan adat, perbedaan pandangan keagamaan, serta komersialisasi yang berpotensi menggeser makna sakralnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Analisis dilakukan dengan kerangka struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons untuk memahami proses adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola dalam pelestarian tradisi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat strategi utama: (1) penguatan pendidikan budaya berbasis komunitas sebagai sarana pewarisan nilai tarbiyah, amanah, dan ukhuwah; (2) regenerasi kepemimpinan adat secara terstruktur guna menjaga legitimasi sosial dan spiritual; (3) dialog keagamaan yang inklusif untuk menegaskan nilai syukur dan pendidikan moral dalam tradisi; serta (4) pengendalian komersialisasi dengan memperjelas batas antara ruang sakral dan publik. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian Aggalara’ bukan hanya menjaga ritual, melainkan merawat memori kolektif, memperkuat identitas budaya, dan membangun harmoni sosial melalui kolaborasi berkelanjutan berbagai pemangku kepentingan.