Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PESHUM

Tren Pengajaran Guru pada Pelajaran Tematik di Sosial Media, Analisis Bibliometrik N Vivo 12 A. Muh. Ali; Nurul Jamiah Sidiq; Sakmawati; Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7873

Abstract

Media sosial menjadi platform utama bagi guru dalam berbagi dan mendapatkan inspirasi terkait pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis materi ajar dan strategi pembelajaran tematik yang dibagikan di dunia maya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru aktif menggunakan media sosial, terutama Facebook, untuk berbagi materi ajar dan strategi pengajaran. Materi ajar tematik paling sering dibagikan, sementara strategi efektif melibatkan interaksi langsung dengan siswa. Namun, terdapat tantangan seperti hambatan teknis dan akses teknologi yang tidak merata. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman lebih baik tentang pembelajaran di dunia maya dapat mendukung pengembangan pendidikan dasar yang inklusif dan efektif. Dengan memahami materi dan strategi pengajaran yang relevan, pendidik serta pembuat kebijakan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan membantu guru menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
Tantangan Pelestarian Tradisi Aggalara’ Pada Acara Pasunna’ Di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri; Nasir
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16596

Abstract

Tradisi Aggalara’ di Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial. Meski begitu, tradisi ini mengalami sejumlah tantangan signifikan, terutama akibat pengaruh modernisasi dan pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode seperti wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi lapangan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam melestarikan tradisi Aggalara’. Berdasarkan Analisis Teori Struktural Fungsional AGIL dari Talcott Parsons, hasil penelitian mengungkapkan empat tantangan utama: (1) dominasi budaya populer yang membuat minat generasi muda terhadap budaya lokal semakin menurun, (2) kurangnya regenerasi dalam penurunan nilai-nilai tradisional, (3) pandangan negatif terkait praktik tradisional yang dianggap kuno atau bertentangan dengan keyakinan agama, dan (4) fragmentasi sosial budaya yang menyebabkan pelestarian tradisi ini hanya berlangsung di kalangan terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pelestarian yang berorientasi pada pendidikan budaya, keterlibatan generasi secara lintas umur, dan kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan agar tradisi Aggalara’ tetap relevan dan hidup di tengah berbagai perubahan sosial yang berlangsung dinamis.
Upaya Pelestarian Tradisi Aggalara’ Pada Acara Pasunna’ Di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16702

Abstract

Tradisi Aggalara’ pada acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, merupakan warisan budaya yang tidak sekadar praktik ritual, tetapi juga ruang internalisasi nilai spiritual, solidaritas sosial, dan pendidikan lintas generasi. Dalam dinamika modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan serius, seperti menurunnya minat generasi muda, lemahnya regenerasi kepemimpinan adat, perbedaan pandangan keagamaan, serta komersialisasi yang berpotensi menggeser makna sakralnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Analisis dilakukan dengan kerangka struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons untuk memahami proses adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola dalam pelestarian tradisi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat strategi utama: (1) penguatan pendidikan budaya berbasis komunitas sebagai sarana pewarisan nilai tarbiyah, amanah, dan ukhuwah; (2) regenerasi kepemimpinan adat secara terstruktur guna menjaga legitimasi sosial dan spiritual; (3) dialog keagamaan yang inklusif untuk menegaskan nilai syukur dan pendidikan moral dalam tradisi; serta (4) pengendalian komersialisasi dengan memperjelas batas antara ruang sakral dan publik. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian Aggalara’ bukan hanya menjaga ritual, melainkan merawat memori kolektif, memperkuat identitas budaya, dan membangun harmoni sosial melalui kolaborasi berkelanjutan berbagai pemangku kepentingan.