Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Selvi Aula Dini; Ahmad Jamal Rohman; Iman Saifullah; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 3 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (November)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian peserta didik agar selarasdengan nilai- nilai agama, budaya dan masyarakat. Salah satu mata pelajaran yang berfungsimembina aspek spiritual adalah al-qur’an hadits. Namun berdasarkan hasil observasi awal dikelas 3 MIN 4 Garut ditemukan bahwa pembelajaran al-qur’an hadits masih menghadapiberbagai kendala, diantaranya rendahnya interaksi, motivasi, serta hasil belajar siswa. Hal inidibuktikan dengan rata-rata nilai ulangan yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan penerapan model pembelajaranyang inovatif, interaktif dan menyenangkan. Salah satu model yang relevan adalahCooperative Learning Tipe Make A Match , yang dikembangkan untuk mendorong siswabelajar secara aktif melalui kegiatan mencari pasangan soal dan jawaban dalam suasanapermainan yang menarik. Model ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan, kerja samadan pemahaman siswa dalam mempelajari al-qur’an hadits.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dalammeningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi SuratAn-Naas di MIN 4 Cinisti.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif eksperimen desainPre-Eksperimental Design dengan metode Quasi Group Pretest-Posttest Design. Penelitianini dilakukan di kelas 3 MIN 4 Garut yang berjumlah 42 siswa yang dijadikan sebagai sampelpenelitian. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini merupakan tes tulis yang terbagimenjadi pretest dan posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaranal-qur’an hadits. Berdasarkan hasil perhitungan, yang diperoleh kesimpulan bahwa nilairata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 50,45 meningkat menjadi 78,18 pada posttest,sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 53,00 menjadi 77,00. Uji t posttestmenunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,763 > 0,05.Perhitungan N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,56 termasuk kategori sedang, yangmenunjukkan bahwa penggunaan Make a Match cukup efektif dalam meningkatkan hasilbelajar kognitif siswa.
Penguatan Moderasi Beragama Dalam Bahan Ajar PAI Alifia Mawardah; Desti Tilawah; Rizmi Fauzan; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama merupakan sikap penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik, salah satunya melalui bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Namun, pada praktiknya masih ditemukan bahan ajar PAI yang cenderung menekankan aspek kognitif dan normatif, serta kurang mengintegrasikan nilai toleransi, keseimbangan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan moderasi beragama dalam bahan ajar PAI serta mengidentifikasi bentuk, pola, dan kecenderungan penyajian nilai-nilai moderasi beragama di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui Google Scholar, SINTA, dan sumber relevan lainnya. Dari 50 artikel yang ditemukan, sebanyak 20 artikel dipilih berdasarkan kriteria tahun terbit dan indeksasi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian bahan ajar PAI telah memuat nilai-nilai moderasi beragama seperti tawasuth, tasamuh, keadilan, dan keseimbangan, namun penyajiannya masih belum optimal dan belum sepenuhnya kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar PAI yang lebih inklusif, dialogis, dan aplikatif guna memperkuat sikap keberagamaan peserta didik yang moderat, toleran, dan menghargai perbedaan.
Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Peserta Didik Berbasis Media Pembelajaran Pendidikan Agama islam Indri Munggaran Putri; Siti Nuraisyah; M Fajar sidik; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara literatur mengenai penerapan nilai-nilai moderasi beragama pada peserta didik berbasis media pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literatur Review dengan tahapan penentuan tema, pencarian literatur, penyeleksian literatur, analisis dan interpretasi, penyusunan draf, dan diseminasi hasil. Pada penelitian yang di lakukan menggunakan 15 artikel hasil dari seleksi 30 artikel yang di peroleh dari berbagai sumber dengan tahun terbit dari 2021-2025. Fokus kajian mencakup nilai-nilai moderasi beragama dalam 3 aspek, yaitu Kajian Nilai-Nilai Moderasi Beragama , Penerapan Karakter Moderasi Pada Peserta Didik, dan  Efektivitas Penerapan Media Pembelajaran Terhadap Penguatan Nilai Moderasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) moderasi beragama sebagai pendekatan dalam pendidikan agama Islam mampu membentuk generasi yang religius, inklusif, dan berkarakter moderat dalam kehidupan bermasyarakat. 2) penguatan karakter moderasi beragama perlu terus dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan dalam dunia pendidikan sebagai upaya menciptakan generasi yang berakhalak mulia dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang majemuk.  3) penggunaan media pembelajaran yang tepat perlu terus dikembangkan dan diintegrasikan dalam proses pembelajaran sebagai upaya memperkuat internalisasi nilai moderasi beragama serta membentuk karakter peserta didik yang toleran, innklusif, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang majemuk.
Integrasi Bahan Ajar Digital dalam Penguatan Moderasi Beragama di Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Desi Nopitasari; Fitria Robianti; Moh Alfaz Badriyasin; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam beradaptasi agar tetap relevan, khususnya dalam penguatan moderasi beragama. Artikel ini mengkaji integrasi bahan ajar digital dalam pembelajaran PAI dengan fokus pada pola pemanfaatan media, mekanisme penguatan nilai moderasi, serta efektivitas dan dampaknya. Kajian dilakukan melalui systematic literature review terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang interaktif, visual, dan terintegrasi dengan kurikulum mampu meningkatkan keterlibatan belajar serta memperdalam pemahaman peserta didik terhadap nilai toleransi, keadilan, dan sikap inklusif. Integrasi ini dinilai efektif dalam membentuk sikap keagamaan yang moderat dan kritis di era digital.
Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Sekolah Menengah Maudi; Imelda Fitriana; Fauzan Nurul Hakim; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pendidikan untuk membentuk peserta didik berakhlak mulia dan bermoral. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap jurnal dan artikel ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, pembimbing, dan penggerak nilai karakter melalui keteladanan, pembiasaan, serta integrasi nilai dalam pembelajaran. Strategi yang diterapkan meliputi pembiasaan ibadah, pendekatan personal, kerja sama warga sekolah, dan penguatan budaya sekolah. Peran tersebut berdampak positif terhadap sikap religius, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran moral peserta didik secara berkelanjutan.
Peran Guru PAI Dalam Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Membentuk Karakter Islami Siswa Syehhabudin Abdulloh; Syifa Mawarni Putri; Annisa Nur Azizah; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Kondisi ini menuntut peran strategis guru Pendidikan Agama Islam dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk karakter Islami siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis terhadap artikel ilmiah yang relevan dan terpublikasi pada jurnal nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam mampu meningkatkan keterlibatan belajar serta memperkuat internalisasi nilai akhlak Islami, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan etika digital. Pembahasan menegaskan bahwa keberhasilan tersebut sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai Islam secara bijak dan berkelanjutan.
Stategi Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dalam Meningkatkan Minat Belajar PAI di Sekolah Isni Nur Awaludini; Aldi Nurmansyah; Novi Fitri Yani; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penerapan model pembelajaran blended learning dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang relevan dan terindeks dari berbagai sumber terpercaya. Fokus kajian meliputi strategi penerapan blended learning dalam pembelajaran PAI, peran guru PAI, serta dampak blended learning terhadap minat belajar peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan blended learning yang terencana melalui integrasi pembelajaran daring dan luring mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, memperkuat interaksi guru dan siswa, serta mempermudah pemahaman materi PAI. Selain itu, blended learning memberikan fleksibilitas belajar dan mendorong kemandirian peserta didik. Namun, keberhasilan penerapannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, ketersediaan sarana teknologi, serta dukungan institusi sekolah. Dengan demikian, blended learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas dan minat belajar PAI di era digital.
Stratgi Efektif Dalam Implementasi Kurikulum Pendidikan Islam Adelia Andriyani; Azizah Muthia Azzahra; Siti Nuraeni; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan moralitas peserta didik sesuai ajaran Islam, namun sering kali terjadi kesenjangan antara kurikulum formal dengan praktik di ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif mengenai strategi efektif dalam implementasi kurikulum PAI, bentuk sinergi antara guru dan lembaga, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan, menyeleksi, dan menganalisis data dari artikel ilmiah serta buku referensi secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi implementasi yang paling efektif mencakup integrasi nilai moderasi beragama, penggunaan model pembelajaran hybrid yang menggabungkan tradisi dan inovasi digital, serta penerapan metode aktif seperti problem-based learning. Guru memegang peran kunci sebagai perencana dan teladan, sementara lembaga pendidikan memberikan dukungan melalui kebijakan dan penyediaan fasilitas teknologi. Kesimpulannya, keberhasilan kurikulum PAI sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, kepemimpinan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Diperlukan penguatan literasi digital bagi pengajar dan peningkatan fasilitas untuk mengatasi hambatan teknis maupun rendahnya motivasi belajar siswa agar tujuan pembentukan insan kamil dapat tercapai secara optimal.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter; Pembentukan Nilai Religius Moral Siswa Yuri Hamidah; fadhil Muhammad Ilham; Serli Arsela; Fiqra Muhamad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan globalisasi yang berdampak pada pergeseran nilai religius dan moral siswa, sehingga menuntut adanya evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik. Evaluasi pembelajaran PAI berbasis karakter dipandang sebagai strategi penting dalam membentuk pribadi siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, implementasi, serta efektivitas evaluasi pembelajaran PAI berbasis karakter dalam pembentukan nilai religius dan moral siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan tahapan klasifikasi fokus kajian, pencarian artikel, penyeleksian, serta analisis dan interpretasi data. Sumber data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan, dengan total 25 artikel yang dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI berbasis karakter memiliki landasan konseptual yang kuat dan harus dilaksanakan secara objektif, berkelanjutan, dan komprehensif. Implementasi evaluasi dilakukan melalui berbagai teknik penilaian autentik seperti observasi, penilaian diri, jurnal, portofolio, dan pembiasaan religius. Pembahasan hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi PAI berbasis karakter terbukti efektif dalam meningkatkan nilai religius dan moral siswa, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketaatan beribadah, terutama ketika didukung sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua.