Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan  Budaya Organisasi Terhadap Minat Tetap Bekerja Besse Faradiba; Ida Ilmiah; Sugeng Karyadi; Roy Setiawan; Ahmad Faizal Al-Attas
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i6.11541

Abstract

Retensi karyawan merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi dalam lingkungan bisnis modern. Persaingan yang semakin ketat, perkembangan teknologi yang pesat, dan perubahan ekspektasi tenaga kerja menuntut organisasi tidak hanya mampu menarik karyawan berkualitas, tetapi juga mempertahankan mereka dalam jangka panjang. Tingginya tingkat perpindahan karyawan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti meningkatnya biaya rekrutmen dan pelatihan, hilangnya pengetahuan organisasi, menurunnya produktivitas, serta terganggunya kinerja perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat tetap bekerja karyawan menjadi sangat penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap minat tetap bekerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 100 orang karyawan sektor jasa menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan skala Likert lima poin. Variabel independen yang digunakan adalah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi, sedangkan variabel dependen adalah minat tetap bekerja. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat tetap bekerja karyawan. Pemimpin yang mampu memberikan arahan yang jelas, dukungan, motivasi, dan kesempatan partisipasi kepada karyawan terbukti dapat meningkatkan loyalitas serta komitmen terhadap organisasi. Selain itu, budaya organisasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan yang lebih kuat terhadap minat tetap bekerja. Budaya yang ditandai oleh kerja sama, kepercayaan, inovasi, dan nilai-nilai bersama mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga memperkuat keterikatan karyawan dengan organisasi. Temuan penelitian ini mendukung teori pertukaran sosial yang menjelaskan bahwa karyawan cenderung membalas perlakuan positif organisasi melalui peningkatan komitmen dan loyalitas. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan literatur manajemen sumber daya manusia sekaligus memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi retensi karyawan yang lebih efektif.
Pengaruh Pelatihan Etika Kerja, Disiplin, dan Mentalitas Profesional terhadap Kesiapan Kerja Lulusan SMA Siti Annisa Wahdiniawati; Wahyuningsih; Sugeng Karyadi; Bagus Dirgantoro; Tini Elyn Herlina
INVESTASI : Inovasi Jurnal Ekonomi dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Soratekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/investasi.v4i1.232

Abstract

Kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi isu strategis dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif dan menuntut kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sikap dan karakter profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan etika kerja, disiplin, dan mentalitas profesional terhadap kesiapan kerja lulusan SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada lulusan SMA yang telah mengikuti program pelatihan, dengan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan etika kerja, disiplin, dan mentalitas profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja lulusan SMA, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembentukan sikap profesional melalui pelatihan terstruktur memiliki peran penting dalam meningkatkan kepercayaan diri, tanggung jawab, serta kemampuan adaptasi lulusan terhadap lingkungan kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan dalam merancang program pengembangan karakter dan kesiapan kerja yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Human Resource Transformation Opportunities Towards a Golden Indonesia 2045 Nurhasanah; Sugeng Karyadi; Betty Rahayu; Nirmadarningsih Hiya; Eka Kurnia Saputra
Indonesian Journal of Business Analytics Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijba.v6i2.16461

Abstract

Human resource transformation is the most crucial pillar in realizing the vision of Golden Indonesia 2045, as this momentum coincides with the peak of the demographic bonus, which must be converted into a competitive advantage on a global scale. The purpose of this study is to provide an explanation of human resource transformation opportunities towards a Golden Indonesia 2045. This research is presented using a qualitative and descriptive approach. These qualitative and descriptive approaches are supported by secondary data such as books and journals. The results show that human resource transformation is the first pillar of the Golden Indonesia 2045 vision. With the goal of becoming one of the world's five largest economic powers, Indonesia can no longer rely solely on natural resources but must shift to an innovation and knowledge based economy. These opportunities include leveraging the demographic bonus, digital transformation and the gig economy, industrial downstreaming and the absorption of specialized labor, and reform of the education and vocational systems.