Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Use of Antihypertensive Drugs in the Event of Stroke and Its Correlation with the Patient's Quality of Life : Use of Antihypertensive Drugs in the Event of Stroke and Its Correlation with the Patient's Quality of Life Intan Mawarni, Okky; Ilmi , Tsamrotul; Putri , Elsa Mahardika; Dhafin, Anis Akhwan
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i1.6171

Abstract

Stroke pada pasien dengan komorbid hipertensi dapat memungkinkan terjadinya penurunan kualitas hidup pasien, hal ini perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai pemakaian obat antihipertensi pada pasien terkait. Metode penelitian ini menggunakan tehnik deskriptif analitik dengan kuisioner yang diberikan pada 100 responden dengan tehnik probability sampling – simple random sampling dengan analisis data yang digunakan adalah statistika non parametrik – chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa perempuan menderita hipertensi sebanyak 58,3%, usia 60 tahun ke atas sejumlah 45.8%, pendidikan terbanyak adalah jenjang SMP 37.5%. Sebagian besar penderita hipertensi memiliki tingkat kepatuhan sedang (74.0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan kejadian stroke, terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan kualitas hidup. Hasil uji spearman rank, diperoleh koefisien korelasi -0.670 dan p value = 0.042 terdapat hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan kejadian stroke.
Description of Comorbid Diseases in Outpatients on Hemodialysis at Hospital X, Kediri Region 2024 Putri, Elsa Mahardika; Lukitasari, Dhunik; Mawarni, Okky Intan; Dhafin, Anis Akhwan
Contemporary Journal of Applied Sciences Vol. 2 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/cjas.v2i9.12642

Abstract

Background.Chronic kidney disease is a global public health problem with increasing prevalence and incidence of chronic kidney failure, poor prognosis and high costs (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2017). Chronic kidney disease is a progressive condition that affects more than 10% of the general population worldwide or more than 800 million people (National Kidney Foundation, 2021). The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) showed that the prevalence of chronic kidney disease in the population over 15 years of age in Indonesia in 2013-2018 was 3.8% and in Central Java Province it was 4%, higher than the national prevalence rate. Purpose. of this study was to determine the description of comorbidities in hemodialysis outpatients at Hospital X in the Kediri area. Method.This research method uses a quantitative non-experimental analytical descriptive design. Sampling was conducted using the Purposive Sampling technique and obtained a sample of 52 hemodialysis patients at Hospital X. Results.The results of the study showed that the majority were male (55.77%), the highest age range was 55-64 years (50%), the highest duration of hemodialysis was 1-5 years (55.77%), the highest type of comorbidity was hypertension and the majority of the number of comorbidities was one disease. Conclusion The conclusion of this study is expected to provide a picture of comorbidities in hemodialysis outpatients, so that comprehensive nursing care can be carried out to minimize complications and improve the quality of life of hemodialysis outpatients.
Sosialiasasi Guna Meningkatkan Pengetahuan Tentang Penyakit Diabetes Melitus pada Siswa SMPN 1 Tulungagung Jawa Timur Putri, Elsa Mahardika; Mawarni, Okky Intan; Winartiana, Winartiana; Pertiwi, Maharani Dwi; Hidayati, Evi Nurul; Dhafin, Anis Akhwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31087

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengelolaan yang tepat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai diabetes melitus, termasuk penyebab, gejala, pencegahan, dan pengelolaan penyakit ini. Metode kegiatan ini yaitu dengan penyampaian materi/ceramah, leaflet sebagai medianya dan diskusi tanya jawab dengan sasaran yaitu SMPN 1 Tulungagung. Serta memberikan pretest dan posttest yang diolah dengan deskriptif kuantitatif serta analisa data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata pada data pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa siswi mengenai diabetes melitus, termasuk pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, serta pengelolaan kadar gula darah yang optimal. Sebagian besar peserta menunjukkan minat untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus, serta mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat untuk menurunkan prevalensi diabetes di masyarakat.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Penyakit Hipertensi Di Kelurahan Ngasem Kebupaten Kediri Jawa Timur Herman, Herman; Setyawan, Ferdinta Daniasta; Dhafin, Anis Akhwan; Prasetyawan, Fendy
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.587

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita masyarakat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi secara terus-menerus dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi pendamping yang lebih alami, seperti tanaman obat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat dalam mengelola tekanan darah tinggi serta mengevaluasi efektivitas edukasi yang diberikan. Metode yang digunakan adalah edukasi berbasis penyuluhan, demonstrasi pembuatan ramuan herbal, serta pendampingan selama empat minggu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang mencakup tingkat pengetahuan, sikap, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan dengan skor rata-rata naik dari 55,2 menjadi 83,7. Sikap masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat juga mengalami perubahan positif, dengan peningkatan jumlah peserta yang bersedia menggunakan tanaman obat dari 30% menjadi 75%. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan, di mana tekanan darah sistolik turun dari 147,6 mmHg menjadi 134,2 mmHg, dan tekanan darah diastolik dari 91,5 mmHg menjadi 84,7 mmHg. Hasil ini membuktikan bahwa edukasi pemanfaatan tanaman obat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu diperluas agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan tanaman obat sebagai terapi pendamping hipertensi.
Penggunaan Obat Antihipertensi pada Kejadian Stroke dan  Korelasinya pada Kualitas Hidup Pasien: Use of Antihypertensive Drugs in the Event of Stroke and Its Correlation with the Patient's Quality of Life Mawarni, Okky Intan; Ilmi , Tsamrotul; Putri, Elsa Mahardika; Dhafin, Anis Akhwan
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, No.1, Desember 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i1.6171

Abstract

Stroke pada pasien dengan komorbid hipertensi dapat memungkinkan terjadinya penurunan kualitas hidup pasien, hal ini perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai pemakaian obat antihipertensi pada pasien terkait. Metode penelitian ini menggunakan tehnik deskriptif analitik dengan kuisioner yang diberikan pada 100 responden dengan tehnik probability sampling – simple random sampling dengan analisis data yang digunakan adalah statistika non parametrik – chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa perempuan menderita hipertensi sebanyak 58,3%, usia 60 tahun ke atas sejumlah 45.8%, pendidikan terbanyak adalah jenjang SMP 37.5%. Sebagian besar penderita hipertensi memiliki tingkat kepatuhan sedang (74.0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan kejadian stroke, terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan kualitas hidup. Hasil uji spearman rank, diperoleh koefisien korelasi -0.670 dan p value = 0.042 terdapat hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan kejadian stroke.
Effectiveness Test of Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bacterial Concentration (MBC) of Papaya Latex Extract ( Carica papaya. L ) Against Pseudomonas aeruginosa Bacteria herman, herman; Prasetyawan, Fendy; Dhafin, Anis Akhwan; Wahdi, Achmad
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v15i2.472

Abstract

This study aims to test the effectiveness of papaya latex extract (Carica papaya L.) in inhibiting and killing Pseudomonas aeruginosa bacteria using the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) methods. Papaya latex extract was extracted using the percolation method and tested at various concentrations, namely 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, and 3.125% and 1,4%. The MIC test results showed that a concentration of 12.5% was able to inhibit bacterial growth, while concentrations of 25% and 50% effectively killed the bacteria completely. The SPSS test showed a significant difference between concentrations (p < 0.05) on bacterial growth, with a concentration of 25% as the most effective in killing bacteria. Based on these results, papaya latex extract has good antibacterial potential, especially at concentrations ≥ 25%, and can be used as an alternative in the development of natural antibacterial agents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak getah pepaya (Carica papaya L.) dalam menghambat dan membunuh bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan menggunakan metode Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Ekstrak getah pepaya diekstraksi dengan metode perkolasi dan diuji pada berbagai konsentrasi, yaitu 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125% dan 1,4%. Hasil uji KHM menunjukkan bahwa konsentrasi 12,5% mampu menghambat pertumbuhan bakteri, sementara konsentrasi 25% dan 50% efektif dalam membunuh bakteri secara total. Uji SPSS menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi (p < 0,05) terhadap pertumbuhan bakteri, dengan konsentrasi 25% sebagai konsentrasi yang paling efektif dalam membunuh bakteri. Berdasarkan hasil ini, ekstrak getah pepaya memiliki potensi antibakteri yang baik, terutama pada konsentrasi ≥ 25%, dan dapat dijadikan alternatif dalam pengembangan agen antibakteri alami.
Education on Beyond Use Date (BUD) for Ear and Nasal Drops: Efforts to Increase Patient Awareness in Pharmacies with ENT Doctor Services Dhafin, Anis Akhwan; Elsa Mahardika Putri; Winartiana; Okki Intan Mawarni; Herman; Maharani Dwi Pritiwi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i2.733

Abstract

The rational and safe use of medication is a critical concern in pharmaceutical practice. A key aspect often overlooked by patients is the Beyond Use Date (BUD), which indicates the time limit for using a medication after its primary packaging has been opened or the preparation compounded. This community service activity aimed to increase public awareness and understanding of BUD, especially regarding non-sterile ENT (ear, nose, and throat) medications. The program was conducted at Sriti Pharmacy in Kediri City on July 22, 2025, involving 26 outpatient participants. The educational method included personal counselling, interactive discussions, and leaflet distribution. Evaluation of the program's impact was performed qualitatively through direct observation and analysis of participant feedback during the sessions. Initial interactions revealed a universal lack of prior knowledge regarding BUD among participants, who frequently confused it with the Expiration Date (ED). Following the intervention, observations indicated a notable increase in participant awareness and engagement. Participants actively asked relevant questions, were able to verbally articulate the distinction between BUD and ED, and expressed a clear understanding of the risks and proper storage practices. These qualitative findings suggest that direct educational interventions in pharmacy settings are a valuable method for improving medication literacy. It is acknowledged that this activity has limitations, primarily the absence of quantitative measurement to formally assess the degree of knowledge improvement and a small sample size at a single location, which limits the generalizability of the findings.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Dengan Kadar Gula Darah Diabetes Mellitus Di Puskesmas Bandung Kab. Tulungagung: Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Dengan Kadar Gula Darah Diabetes Mellitus Di Puskesmas Bandung Kab. Tulungagung Putri, Elsa Mahardika; Dhafin, Anis Akhwan; Wiryani, Luh Santhi Utami; Adhitama, Laily Vitria; Mawarni, Okky Intan; Pratiwi, Maharani Dwi
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.40938

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin), yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bandung, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan berjumlah 70 responden yang diambil melalui teknik nonprobability sampling. Kadar gula darah diukur melalui tes gula darah puasa. Data dianalisis menggunakan uji chi-square Pearson dan uji rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita diabetes mellitus memiliki tingkat kepatuhan yang rendah terhadap penggunaan obat, yaitu 42 responden (60%), dan sebagian besar juga memiliki kadar gula darah yang tinggi, yaitu 44 responden (62,9%). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita diabetes melitus di Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, menunjukkan kepatuhan yang rendah terhadap pengobatan, yang berdampak pada tingginya kadar gula darah mereka. Hubungan signifikan antara keberadaan penggunaan obat dan kadar gula darah pasien diabetes melitus terlihat dari uji chi-square dengan nilai P = 0,000 dan uji Spearman rank yang menunjukkan hasil signifikan dengan nilai P = 0,000. Koefisien korelasi yang diperoleh adalah -0,779, yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat antara kepatuhan penggunaan obat dan kadar gula darah pasien. Kata Kunci: Diabetes melitus, Kadar gula darah, Kepatuhan
Kegiatan Bakti Sosial Di Masyarakat Dalam Upaya Pengenalan Penyakit Sejak Dini ilmi, Tsamrotul; Probosiwi, Neni; Dhafin, Anis Akhwan; Laili, Nur Fahma; Khadir, Mujtahid Bin Abd; Sukmawati, Datin An-Nisa; Yuniarto, Prayoga Fery
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1797

Abstract

Upaya untuk mendeteksi penyakit pada masyarakat, kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan yang akan sangat membantu, dan kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri. Pelaksanaan kegiatan Baksos di Desa Jongbiru Kabupaten Kediri bertujuan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat. Kemudian memberikan informasi kesehatan yang baik dan benar kepada masyarakat sehingga dapat membentuk persepsi kesehatan yang positif dan pola hidup sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 31 orang dengan usia rata-rata 18-67 tahun. Tahapan selama kegiatan berlangsung yaitu: perencanaan dan penyusunan proposal kegiatan. Observasi dan survey lokasi. Sosialisasi dan persiapan kegiatan. Pengumpulan masyarakat desa Jongbiru. Melakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat. Konsultasi dengan apoteker dan pemberian informasi serta edukasi kepada masyarakat desa Jongbiru. Dengan demikian, Baksos sangat penting dalam mendeteksi penyakit sejak dini, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatannya, serta menyediakan akses konsultasi dan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Hal ini penting untuk mencegah penyakit lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Analysis of Beer's Criteria 2019 and Patient Characteristics of Potentially Inappropriate Medication in Elderly Patients with Diabetes Mellitus Dhafin, Anis Akhwan; Putri, Elsa Mahardika
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 14, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.88018

Abstract

Background: Elderly patients with type 2 diabetes mellitus with polypharmacy and various comorbidities often have problems with Potentially Inappropriate Medications (PIMs). One of the methods commonly used to detect this event is Beer's Criteria 2019.Objectives: This study aims to: (1) identify the characteristics of elderly hospitalized patients with type 2 DM; (2) analyze the incidence of PIM in patients; and (3) analyze the relationship between characteristics (age, gender, comorbidities, length of stay, and number of drugs given) with the incidence of PIMs.Methods: The research was conducted at two type C hospitals in the city of Bengkulu, with a total of 105 patients using the purposive sampling method. This research is a cross-sectional study with data collection techniques in the form of medical record data from patients for the period January – December 2022 who received drug therapy. Data analysis consists of comparing data with Beer'’s Criteria, quantitative descriptive and Fisher'’s test.Results: The research results showed that: (1) the largest age group in Hospitals ) had comorbidities, the highest number of drugs given was more than 10 types of drugs, and the majority of patients were hospitalized for less than five days; (2) There was an incidence of PIMs of 98.65% (73 patients) in Hospital (3) Statistical tests show that there is no relationship between age, gender, comorbidities, number of medications and length of stay with the incidence of PIMs.Conclusion: There is still inappropriate use of drugs given to elderly DM patients. It is hoped that further researchers will be able to find out the reasons for giving these drugs to elderly patients.